cerita dewasa

Puas Bercinta dengan Bule

Ini cerita kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Yuni, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Viky. Pacarku itu sangat seksi karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.

Awal Ceritanya pertama kami jalanjalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin, kami membuicarakan masalah sex sambil jalan, dia protes karena kondisiku yang berubah. Dia bicara begini, Viky, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Yuni belum puas, katanya merengek.

Habis aku lagi capai sih.. kataku.

Ah, gitu terus alasannya.. katanya.

Baca Juga: Tubuh Mulus Tante Girang Bikin Aku Teggang

Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tidak fit, kataku.

Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyutnyutan, aku jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! Aku pengen gituan yang hot yang lama 2 jam dan batang kemaluannya gede, kata Yuni.

Enak kali ya.. sama bule, katanya menyambung.

Memang kamu berani Yun.. kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.

Yaa, iyalah.. tapi aku kan tidak enak sama kamu, katanya.

Memang kamu pengen batang kemaluan yang gede dan yang hot? tanyaku.

Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tidak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu! katanya.

Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tidak pusing.

Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.

Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelanpelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yang montok itu menantang keluar keduaduanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jarijariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yang telah mengeras yang di muat oleh agen poker.

Akkhh.. desah Yuni keenakan.

Mhh.. enak Yun.. tanyaku.

Iyyaa.. desahnya keenakan.

Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeansnya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulubulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.

Aakhh.. Viky.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yang gede Kyyy.. Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.

Yang lamaa.. yang hot.. akhh.. desah dia keenakan.

Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya, Kamu mau sama yang gede kayak bule Yun..? tanyaku.

Mauu.. desahnya sambil badannya bergetar.

Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.

Kamu pengen yang hot yaa? tanyaku lagi.

Akhh.. aahh iyaa.. katanya.

Ya sudah kamu cari aja.. kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.

Pikirpikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.

Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Yuni, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Yuni tidak tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yang mengeras dan bulubulu halus yang terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Yuni dan melihat ke dalam sambil berbicara,

Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf.. katanya sambil terbelalak matanya.

Dia kaget melihat posisi Yuni terlihat buah dadanya yang putih mulus keluar dengan puting yang telah mengeras dan bulu halus kemaluan Yuni terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara seperti yang di lansir oleh agen poker online.

Yuni tidak kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.

Kok kamu tidak bilang kalau ada orang sih.. wajahnya merah karena malu.

Sudah tidak apaapa.. kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya, Maaf, ini pacar saya. Apa yang bisa saya bantu.

Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Yuni dia bilang, Mobil saya rusak dan tidak ada bantuan, kata si bule.

Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini, katanya lagi.

Ya sudah, anda masuk saja ke belakang, kataku.

Ooh ya, terima kasih.. katanya sambil melirik ke arah Yuni.

Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Yuni masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes, Aku kan malu.. katanya.

Katanya pengen bule, kataku berbisik.

Tapi kan tidak begini dong.. katanya merajuk.

Kulihat dia tidak marah berarti dia juga kemungkinan suka.

Aah ya, saya Viky, kataku bersalaman, Dan ini Yuni..

Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basabasi dari mana dan seterusnya. Setelah basabasi selesai lalu dia bilang, Kamu punya body bagus Yun..

Yuni mencubit pahaku, Aku kan maluu..

Terus aku bilang, Katanya kamu pengen tahu yun, gedenya seberapa, kataku.

Yaa, aku kan cuma.. kata dia tidak meneruskan karena si bule (namanya Chalued) menyeletuk.

Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja, katanya sambil tersenyum.

Tidak apaapa kok.. kata si bule.

Aku yang sudah penasaran sejak tadi oleh keinYunin Yuni terus menimpali, Ya sudah Yun.. kamu ke belakang saja Yun.. kataku.

Aakhh, tidak ahh. Gila kali.. kata Yuni tersenyum.

Ya tidak, kan cuma lihat saja biar kamu tidak penasaran, kataku.

Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tidak jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.

Kalau kamu penasaran ya lihat saja, katanya tersenyum.

Karena terus diajak bicara dan Yuni antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.

Lihat saja yaa.. kata Yuni tersenyum malu.

Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Chal kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Yuni yang duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Chal mengeluarkan batang kemaluannya yang besar walaupun belum tegang sekali.

Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Yuni.

Yuni melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yang besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.

Kamu lihat ini dan pegang saja! kata Chal.

Wihh takut akhh.. desah Yuni dengan suara serak.

Tidak apaapa biar kamu tidak penasaran lagi, kata Chal.

Yuni terpaku melihat batang kemaluan Chal di samping tangannya. Chal mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Yuni perlahan, karena Yuni diam saja maka wajah Yuni dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Yuni dengan perlahan dan perlahan kulihat Yuni membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Chal melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.

Emmhh.. desah Yuni perlahan.

Kamu suka Yun.. bisik Chal di kuping Yuni.

Melihat reaksi positif dari Yuni, tangan kiri Yuni diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yang telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Chal sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yang ditutupi rambut kemaluan. Yuni mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tidak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Yuni penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah, Aakkhh gedee bangeet.. desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.

Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Chal sambil mencium telinga Yuni berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tidak tahan keenakan.

Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Yuni menuruti permintaan Chal dan perlahan jarijari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Yuni. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.

Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.

Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Yuni terus mengocok kejantanan Chal. Chal pun dengan nafsunya mengulum bibir Yuni dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Yuni, karena Yuni belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Chal langsung meremas susu Yuni yang ternyata telah mengeras dan menonjol.

Akhh enak Chal.. desah Yuni menggelinjang. Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Yuni dilepas ciumannya maka mulut Chal langsung mendekat ke dada Yuni sambil terus meremas perlahan. Puting Yuni dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada bergantiganti sehingga, Akhh.. uuff.. erang Yuni keenakan. Wajah Yuni sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Chal yang besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadangkadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tidak tahan karena rangsangan yang ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.

Ooohh.. Vikyyy desahnya keenakan lupa kalau yang sedang bersamanya itu si Chal. Tangan kanan Yuni menekan kepala Chal ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tidak beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakanakan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakanakan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

Chal menyadari yang diminta Yuni dan tangan kiri Chal segera membuka kancing celana Yuni dan menarik ke bawah reitsleting celana Yuni. Tahu atau purapura tidak tahu Yuni membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Yuni tangan Chal itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Yuni yang berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Yuni di atas dengkul Yuni sedikit. Tersembul sudah batang paha Yuni yang putih mulus dan gundukan kemaluan Yuni yang ditutupi oleh rambut kemaluannya yang halus berwarna hitam ikal.

Kamu mulus sekali Yunn.. bisik Chal sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Yuni.

Ahh kamuu.. Yuni tersenyum keenakan dan mata memerah. Keadaan mereka berdua sudah samasama dengan celana yang telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masingmasing. Yuni hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jarijari Chal itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Yuni yang ditumbuhi bulubulu halus dan menyebarkan aroma yang khas dari kemaluan Yuni. Mereka benarbenar telah tidak memperhatikanku yang membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yang sudah seperti orang kepanasan.

Mereka samasama mendesah dan mengerang perlahan.

Saya suka sekali wanita Indonesia.. desah Chal.

Wanginya sangat enak sekali, kata Chal sambil mendesah.

Emmhh.. desah Yuni sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Yuni sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yang membuat Chal dan aku menjadi makin terangsang. Tangan Yuni sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Chal dan kadangkadang mengusap punggung Chal dengan sangat merangsang sekali. Chal sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Yuni, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Yuni, sementara itu mulutnya menghisap puting Yuni yang telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Yuni atau mengulum bibir Yuni dengan emosi yang teratur.

Kurang lebih 20 menit Chal telah merangsang sekujur tubuh Yuni sementara baju Yuni telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Yuni tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Chal dan Chal pun menciumi seluruh tubuh Yuni yang telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yang eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tidak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

Sungguh sensasi luar biasa. Yuni sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yang putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Yuni telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Yuni dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Chal terus membelai belahan kemaluan Yuni tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Yuni yang telah terpampang dengan pasrah. Sementara Yuni telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

Chal melihat Yuni sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Yuni. Dia berlutut di depan Yuni yang telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Yuni yang mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yang telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yang sempit di belakang mobil maka Chal mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Chal yang panjang dan besar itu telah siapsiap mengarahkan ke belahan kemaluan Yuni yang telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yang terbuka dengan desahan, Jangan Chal.. desah Yuni.

Takuut.. erang Yuni.

Tidak apaapa.. sakitnya hanya sebentar, desah Chal sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Yuni.

Tapi aku takut tidak muaat.. nanti kemaluanku robeek.. kata Yuni sambil ketakutan melihat batang kemaluan Chal yang benarbenar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.

Kamu harus mencobanya Yun.. pelanpelan saja.. desah Chal sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Yuni yang telah terbuka sedikit akibat jarijari Chal yang terus membelai belahan kemaluan Yuni. Rupanya Yuni benarbenar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apaapa aku juga yang ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yang agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau.. kata Chal merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Yuni. Yuni yang keenakan lalu membiarkan Chal melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Chal dengan kedua kakinya, Yuni melihat batang kemaluan Chal yang besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Yuni yang telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Yuni sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Yuni, Yuni merasa dengan posisi yang aman menerima kuluman Chal dan merasakan batang kemaluan besar milik Chal mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.

Oohh.. Chal.. enaakk.. emmhh.. erang Yuni.

Uuuff.. desah Chal keenakan.

Yaa enakk Yun.. kata Chal.

Teruss digeseek dan ditekan Chal.. pinta Yuni.

Ya sayang.. kata Chal mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Yuni. Dengan cara naik turun posisi badan Chal terlihat seperti ingin naik dan tidak.

Tekan teruuss Chal.. erang Yuni yang makin lama semakin keenakan.

Enaakk.. oohh.. puasin aku Chal.. ahkk.. desah Yuni dengan suara yang telah parau.

Posisi kaki Yuni telah mengangkang dengan lebar membuat Chal lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naikturun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Yuni. Kulihat kemaluan Yuni telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Chal yang terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Yuni, sementara terlihat batang kemaluan Chal mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yang menggeser belahan bibir kemaluan Yuni dengan sedikit tekanan yang terus menerus. Kepala batang kemaluan Chal mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Yuni yang telah terbuka.

Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh, desah Yuni sementara tangan Yuni telah berada di belakang punggung Chal dan sambil menekan pantat Chal, Yuni membetulkan arah gerakan batang kemaluan Chal yang terus berusaha mendobrak klitoris Yuni.

Emh.. uff.. erang Chal menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Yuni tapi kerena Yuni tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinYuninnya yang telah di kepalanya.

Chal.. Chal.. eeng.. Yuni bergumam, aku tahu kalau Yuni telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu. Terlihat tangan Yuni gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Chal sedangkan posisi kepala batang kemaluan Chal telah terbenam melewati klitoris Yuni. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Yuni mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Yuni yang terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Chal. Kepala Yuni sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang, Ahhkk.. sakiitt.. ahh.. Chal menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yang telah terbenam di dalam kemaluan Yuni. Dia melihat Yuni dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

Yuni. Yuuunnnii.. akhh, desah Chal meminta kepastian kesiapan Yuni apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Yuni. Tapi Yuni sudah tidak dapat berkatakata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.

Ekhh.. akkhh.. oohkk, dengan keraguan Chal terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya. Terlihat batang kemaluan Chal terus berusaha menekan lubang kemaluan Yuni dengan kepala batang kemaluannya yang besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Yuni mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yang mengerang kesakitan.

Uuff.. uff.. uuff.. desah Chal sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya. Kepala batang kemaluan Chal terus menekan klitoris Yuni berulangulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan. Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg.. Yuni mencengkeram pantat Chal kuatkuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan, Oohh.. akuu.. keluaarr.. Chal.. uuff.. aahh.. enaak.. erang Yuni kelonjotan dan bergetar seluruh badan Yuni di dalam pelukan Chal. Chal merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Yuni yang terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.

Kamuu.. keluar Giinn.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh.. desah Chal dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.

Eeennakk.. oohh akuu.. puaass, Yuni terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Chal di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Chal di bibir dan dinding luar kemaluannya. Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Chal yang dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Yuni dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Yuni terus menerus.

Teruss.. Chal.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh.. Yuni tersenyum puas melihat Chal masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya. Chal melihat Yuni tersenyum dan ikut tersenyum puas.

Kamu puass.. Yun.. enak.. kan.. senyum Chal sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.

Biar kamuu.. puaas yunn.. kata Chal sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Yuni.

Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Yuni terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Chal yang terjepit di lubang kemaluan Yuni.

Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Yunn.. untuk masuk.. Chal penasaran sekali dengan kemaluan Yuni yang terlalu sempit. Gila memang, batang kemaluan Chal yang besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Yuni, posisi Yuni sudah ditindih oleh badan Chal. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Chal melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.

Benarbenar membuat penasaran karena gerakan Chal, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Chal yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Yuni, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Yuni terus mengeluarkan cairan yang membuat batang kemaluan Chal terus dapat menerobos dinding kemaluan Yuni.

Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot.. Yuni kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Chal masuk menembus kemaluan Yuni. Tangan Yuni terus memberikan remasan di pantat Chal dan kadang menekan pantat itu ke bawah.

Kamuu kuat.. Yunia.. kemaluan kamu masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak.. Chal tersenyum melihat Yuni meremmelek keenakan. Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Yuni setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Chal memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

Gila, Yuni sudah tidak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebarlebar terlihat jarijari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Chal dan sekali menjambak rambut Chal kadangkadang seperti orang kehilangan pegangan menggapaigapai mencari pegangan. Sementara nafasnya terdengar tidak beraturan yang ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

Dengan gerakan itu Chal telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Yuni yang tadinya hanya menggesekgesek bibir kemaluan Yuni, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Yuni yang sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Yuni tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Chal, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.

Kamuu berbalik Yuni.. desah Chal, lalu Chal menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Yuni mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yang disukai bule dan tentunya kami juga. Melihat bibir kemaluan Yuni dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Yuni yang telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Chal mengambil posisi tepat di belakang pantat Yuni setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Yuni dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Yuni dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Yuni yang berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Chal. Dengan sedikit demi sedikit Chal mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Yuni dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Yuni.

Aahh.. ennaak.. Chal.. desah Yuni terpejam.

Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Chal.. setelah delapan gesekan naik turun Yuni mendesah.

Masukin Chal.. aku mau ngentot.. yang enak.. aahhk, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Chal mulai menerobos dinding kemaluan Yuni. Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Chal. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Chal sebagian tenggelam di dalam kemaluan Yuni.

Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak! Chal terlihat mengeram dengan nafas yang memburu begitu juga Yuni.

Ookk.. yak.. yak.. Chal mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Yuni untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Chal yang menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Yuni.

Hee.. aakhh.. okh.. nafas Chal memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Yuni terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Yuni.

Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus.. erang Yuni. Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Chal.

Giinaa.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Yunn.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh.. Chal terus menghujamkan batang kemaluannya dalamdalam ke lubang kemaluan Yuni. Sementara Yuni hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Chal mentok di dinding rahimnya.

Aku keluarr lagi.. Chal.. aahk ah.. ahk enak.. erang Yuni terpejam.

Telah 20 menit Chal memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Yuni, keringatnya telah menetes ke punggung Yuni. Sementara punggung Yuni telah terdapat lima bekas gigitan Chal, tiga di pundak Yuni dua di leher belakang Yuni. Sungguh buas si Chal ini kalau sedang bersetubuh, kadangkadang tangannya meremas buah dada Yuni dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Chal. Yuni benarbenar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.

Aahk Chal, aku.. lemes.. gila.. keluarin Chal.. pinta Yuni memelas.

Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Yunn.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Yunn.. Chal melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Yuni dengan paha Yuni dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.

Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Yuni yang mengetahui Chal mulai menghentakkan batang kemaluannya dalamdalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Chal dengan lubang kemaluannya.

Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Chal.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak.. Chal tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Yuni dan mulutnya mencium bibir Yuni yang telah terkulai lemas di jok mobilku.

Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Chal tetap dalam posisi memeluk Yuni dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Chal walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Yuni terlihat masih berada di dalam kemaluan Yuni, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masingmasing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya. inilah ceritaku saat berhubungan badan dengan bule sungguh memuaskan.

Post Terkait