cerita dewasa

Pesta Seks dengan Cewek Hot

Masasama Smu memang sering menjadi masa yang paling indah di masa duduk di bangku sekolah. Sampai sekarang pun aku masih pingin kayak dulu lagi, menikmati indahnya pada masa SMU. Terutama mengenai masalah cinta, di masa SMU aku mempunya pengalaman seks untuk pertama kalinya. Berikut cerita seks lebih lengkapnya
Kenalin, namaku Ridho, gue masih pelajar SMA.
Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan.
Di gerbang saya bertemu dengan Voni, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Voni menuju kelas. Kumulai sedikit basabasi kepadanya.
Cantik banget sih, Voni
Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo aku udah make over ya??
Belum mandi??? Jorok banget sih Ejekku

Kayak kamu bersih banget, biasanya kamu kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana sering deketdeket ce lagi pas abis olahraga Balasnya
Sialan nih Pikirku,
Ya iyalah Namanya juga co, pasti bau dong abis olahraga
Ah Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga
Enak aja, mau kamu sama dia? Cakepan juga aku
Iya juga ya Cakepan kamu, hehehe
Iyalah Ridho kok, mana ada tandingannya Hehehe
Haha Kamu narsis banget sih jadi co Katanya sambil mencubit
Ih Geli deh Kamu juga lucu deh

Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun belajar di kelas sampai pulang, saat jam belajar, entah kenapa Voni minta untuk duduk sebangku denganku, tentu saja aku tidak menolaknya, maklum, Voni itu salah satu ce paling cantik di sekolahku, saat aku duduk sebangku dengan Voni, banyak temanteman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah aku termasuk co yang biasabiasa aja. Kalo deket sama Voni bisa jadi gosip baru nih.

Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku lalu berjalan keluar bersama Voni.
Van, kamu pulang sama siapa? tanyaku
Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kamu mau anterin aku?
Boleh, rumah kamu kan gak terlalu jauh, asalkan
Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih? Protes Voni
asalkan kamu mau cium aku Aku mulai nekat, karena memang di sekolah aku terkenal nekat.
Ih Adaada aja, masa pake ciumcium segala sih??
Ya udah, berhubung kamu cakep, aku mau cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong
Oke Kita ke toilet belakang sekolah
Tapi jangan apaapain aku lagi yah
Iya deh Jangan takut kalo sama aku

Baca Juga: Ngentot Hukuman Skandal Mesum dari Pak RT

Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Voni seperti merasa ketakutan, mungkin karena takut diapaapain, tapi aku ga peduli.
Nah Sekarang merem dong, biar aku cium Katanya
Iya Iya Tapi kamu merem juga dong Suruhku
Ya udah
Voni memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, aku membuka mataku dan mulai mencium Voni dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya aku mencumbui Voni dengan sangat bernafsu.
Mmmmmmmhhhhhhh.. erang Voni, tetapi aku tidak perduli, aku masih saja mencumbuinya. Tetapi Voni masih bisa lepas dari dekapanku.
Katanya cuma cium, masa kayak gitu?? Katanya sambil sedikit tertawa
Tapi suka kan? Bilang aja Ya kan? Ya kan? Hehe Kataku sambil tertawa dan meledek Voni
Iya sih

Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini aku lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Voni sepertinya mulai meresponnya. Voni melepas lagi cumbuanku.

Pelan dikit say Jangan buruburu gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh Suruhnya, dari sini aku mulai ngerti kalau Voni itu seorang PROFESIONAL, hehehe
Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih

Voni mulai membukakan celanaku, aku juga membuka baju seragamku sendiri, hingga aku telanjang bulat sementara Voni masih berpakaian lengkap, Voni mulai mengocok penisku, setelah itu Voni mulai menjilatjilat penisku, dan menghisaphisap penisku, mendapat perlakuan seperti itu aku sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!!
Tibatiba ada yang masuk ke dalam toilet tempat kami beraksi.
Waaaahhhhh. Ada yang mantap nih Kata orang yang masuk itu

Iya tuh, bagus juga. Gede loh Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama adalah Chintya, teman sekelasku juga dan yang kedua Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah.

Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Voni
Boleh aja kok jawab Voni
Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tibatiba dan seperti mau ikut dengan aksi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah
Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih? kata Chintya
Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh tambah Icha
Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih Belum dikeluarin
udah santai aja, nanti kita keluarin bertiga, santai aja jawab Icha

Akupun langsung mengenakan seragamku kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran, aku naik sepeda motor bersama Voni, Icha dan Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Voni menggesekgesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga sabar juga nih si Voni.

Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah sampai duluan di sana, mereka menunggu kami, akhirnya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan langsung menciumiku, sementara Chintya dan Voni duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengeluselus dada dan selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku.

Lalu aku memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, saat itu aku tidak tahu siapa memegang bagian tubuhku yang mana, saat itu aku merasakan ada yang membukakan celanaku, lalu menariknya dengan sedikit kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana pendek ketatku, tanpa ada apaapa lagi di dalamnya, aku melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, kini aku telanjang tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu aku mencium Voni, sambil Voni mengocokngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli. Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya kepada aku dan Voni yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya.

Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, seperti punya mantanku dulu, Sarah.
Aku mulai merabaraba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, semakin terlihat jelas kalau Icha luar biasa cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, aku sangat suka melihatnya, lalu aku lepaskan cumbuanku pada Voni, aku berdiri dan langsung mencumbu Icha lagi, tanganku meremasremas memeknya, lalu aku mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, menarik tanganku, mengajak aku menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang besar, aku langsung ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Voni dan Chintya menyusul kami ke sini.

Icha mulai mengocokngocok kontolku, tak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, aku sampai melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Voni mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, aku ga bosanbosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku, aku langsung menjilatinya. Voni juga mengocok memeknya sendiri, aku sangat suka melihat pemandangan seperti ini. Mereka semua meraungraung, mendesah, dan berteriak kenikmatan.

Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai bangkit dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah terangsang. Kontolku merasakan betapa nikmatnya memek Icha, aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Voni menghampiri Icha dan langsung mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar biasa rasanya 3 anak SMA ******* dengan liar begini!

*******, enak banget nih Akkkhhhhh.. Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu bangkit dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur.

Voni meraih kontolku dan menghisapnya, sementara Chintya masih bertahan dengan hisapanku di memeknya, aku masih dalam posisi berbaring di ranjang.
Voniii Aku mau ngerasain ****** si Ridho Pengen banget nih Akkkkhhhh.

Ya udah, sini dong
Entar, kamu nungging aja, Chin, biar doggie suruhku
Chintya lalu menungging, aku sempat meremasremas pantat dan memeknya, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya.
Aaakkkkhhh. Aaaahhhh. Itulah yang keluar dari mulutnya saat kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya
Aaahhh Enak banget memek kamu, Chin, aku suka banget Oooohhh.
Kencengin, Mon, Kerasin Kontolmu enak banget, kenceng beibh. Ooooooooohhhhhhh.
Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini, kurasakan seperti ada yang mau keluar dari dalam penisku, akhirnya aku ngecrot di dalam memeknya sambil mengangkat tubuh Chintya dan mencium bibirnya dari samping.
Oooohhh. Enak banget beibh Aku keluar juga nih Oooohhh. Aaaahhhh.
Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.

Enak banget beibh ****** kamu keras banget Aku suka banget katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh Icha
Kulihat Voni mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya.

Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit aku beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Voni sedang mengocokngocok memeknya dengan jarinya, aku langsung menghampirinya, dan mencumbuinya, aku mulai dari bibir, leher, lalu aku menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berukuran sekitar 36B, karena tubuhnya termasuk besar. Lalu aku menjilati memeknya, dan mengocokngocok memeknya dengan jariku, Voni mengalami orgasmenya.

Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh. Ennnnaaakkkkkk.
Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan.
Kamu mau *******, sayang? tanyaku
Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan! Masukin!

Kini aku berada di antara kedua pahanya, mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah dan merekah merah.
Masuklah kontolku ke dalam memeknya.
Oooohhh Aaaahhhh Eeennnaaakkkk Erangnya saat aku menggoyang kontolku

Semakin cepat aku menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin karena sudah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi seperti ini, aku meminta Voni untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, aku memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini aku masih menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremasremas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah karena kutampartampar.

Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil menonton permainan aku dan Voni.
Sambil aku ******* dengan Voni, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya dia mau lagi, semakin kencang aku menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, aku memutar tubuh Voni ke posisi doggie, karena aku suka sekali posisi ini, dalam posisi ini aku meremasremas dada Voni, semakin Voni mendesah dan berteriak, sementara sambil menggoyang aku berciuman dengan Icha, semakin kukencangkan goyanganku dan akhirnya Voni mengalami orgasmenya.
Langsung kulepas kontolku dari memek Voni, aku langsung bergerak menuju Icha yang sudah telentang membuka pahanya, aku memasukkan kontolku ke dalam vaginanya.

Aku menggoyang tubuh Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama dalam posisi ini.
Mon Mau keluar nih aku Aaaahhh. Enak banget
Aku juga kak
Wajah Chintya dan Voni berada di atas perut dan dada Icha, seperti menungguku untuk orgasme.

Akhirnya aku cabut kontolku keluar memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu aku menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Voni, Chintya langsung menghisap kontolku sampai lemas.
Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Voni.
Thanx banget, Mon. Aku suka banget ****** kamu, lain kali kita bisa main lagi kan? kata Icha
Iya, Mon. Kita suka banget ****** kamu, walaupun ga terlalu gede, tapi kamu bisa main lama puji Voni
Kapan bisa main lagi, Mon? tanya Chintya
Kapan aja aku bisa kok main sama kalian, kalo mau juga di mana aja aku lakuin, di sekolahan juga jadi!
Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi di sekolahan? kata Icha
Ah gila ah Aku ga mau tolak Chintya

Boleh Asalkan pas udah sepi
Ga enak dong kalo sepi, ga seru Kata Icha lagi
Ah, aku tetep ga mau Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya dia kelelahan dan tidur.
Terserah kalian semualah Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku Hahaha
Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi saat ada pertandingan futsal di sekolah

Post Terkait