Cerita Dewasa

Pemerkosaan Tragis

Sejumlah preman terlihat sedang asik minum-minum. Empat dari mereka bermain kartu remi yang sudah lusuh . dan yang lima lainnya sedang berbicara dengan Rony. Mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota. Setelah berbicara cukup lama , Toni menyalakan Rokoknya , lalu berjalan ke luar warung . Matanya menerawang jauh , menatap jalan kecil yang mulai gelap itu . Sampai matanya agak memicing , karena silau , tersorot lampu mobil . Suzuki Carry itu tepat berhenti di samping Toni . Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka , dan terlihat sosok gadis muda . “ malam pak , numpang tanya , perumahan cemara indah , dimana pak..” suara gadis itu begitu lembut , membuat birahi Toni jadi bangkit . Toni menatap gadis itu , dia tersenyum , di otaknya mencari cara , untuk memperdaya gadis itu . “ sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus , tapi jalan di depan ada galian kabel , jadi harus muter , terus lewat gang kecil di sebelah sana..” kata toni membohonginya . “ Oh , lewat jalan gang .. yang mana yah pak..” kata gadis itu lagi . “ wah jalannya sempit dan rusak , terus agak belok belok..” kata Toni lagi . Gadis itu diam , sepertinya binggung . “ begini saja , biar saya antar , saya naik motor , nanti kamu ikuti motor saya ..” kata Toni . Gadis itu tersenyum , “ wah , terima kasih , jadi repotin bapak saja nih..” .

Toni tersenyum , jantungnya berdetak lebih cepat , rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya . Toni tersenyum lagi lalu berkata “ tidak apa apa koq , tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana .. kamu tunggu saja sebentar..” . Toni berencana , untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu . Tapi di luar dugaan Toni , gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu. “ eh pak , saya juga agak haus .. saya ingin minum juga..” katanya . Itu langkah yang salah , gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana. Toni tersenyum sekali lagi , dan menatap gadis itu . Yang berpakaian seksi dan sensual. Dia mengenakan gaun pesta . Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya agak terlihat . Buah dada gadis itu tidak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun ia tidak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun pesta itu. Panjang gaun malam itu hanya sampai sepuluh senti di atas lutut , membuat kakinya yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus. Karena ketatnya gaun yang ia pakai, gadis itu berjalan perlahan, masuk ke dalam warung itu. Rambutnya yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya. Setelah gadis itu berada di dalam warung itu , Dia tidak yakin apakah memang tempat ini yang baik , setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Ia sendiri harus bertanya beberapa kali kenapa bisa sampai ke tempat ini. Gadis itu mulai grogi , dia terus dekat Toni yang asik melahap mie instan rebus , lalu memutuskan untuk memesan teh botol dan sambil berdiri menunggu sebentar.

Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi .Gadis itu sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Selly beradu pandang dengan mereka. Tak lama , suasana semakin memanas . “ pak , ayo tolong antarkan saya.” kata gadis itu pada Toni . Toni tersenyum “ sabar yah , oh iyah nama kamu siapa sih ” . Gadis itu tak menjawab . Tapi Toni bertanya lagi “ eh , nama kamu siapa ?” . “ Tika “ jawabnya singkat. “ Oh nama eloe bagus juga , “ kata Toni . Tika berkata lagi “ ayo pak , nanti saya bayar ongkosnya , tolong bapak antar saya sekarang “ . Toni tersenyum sinis , lalu tangannya hinggap di pantat Tika dan merabanya . Gadis itu tersendak “ eh.. jangan kurang ajar yah..” katanya . Toni tersenyum menyeringai “ he he he baru gitu aja eleo udah marah , gimana kalo gua entot loe..” . Nada bicara Toni berubah , yang tadinya lembut ,sekarang jadi kasar . Tika menyadarinya , ini tidak baik . Segera dia menuju ke pintu , untuk pergi dari sana . Tapi terlambat , dua orang bandit berada di depan pintu . Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka . “Hei Non, gimana kalo loe buka baju eleo , jadi kita bisa senang senang!” seseorang dari mereka berkata. “Gimana kalo kita nyanyi sama-sama , sambil telanjang Non?” yang lain menimpali.

Tika mulai panik , “ minggir , saya mau pergi ..” katanya . Tapi seseorang segera mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahunya serta mendorongnya duduk di kursi sementara preman itu sendiri duduk di sebelah Linda. “ Hei , apa apa nih..” kata Linda Kemudian tanpa aba aba , preman itu menjilat dan mencium telinga Tika .Tika berontak , dan menjerit “ apa apa nih , bajingan… “ . Lalu tangan Tika reflek menampar pipi preman itu . Teman temannya yang lain tertawa tawa . Tiba tiba , preman itu mencabut belatinya , dan menancap belati itu di kursi kayu yang di duduki Tika , tepat di antar kedua paha Tika . Untungnya belati itu tak sampai melukai pahanya . Tika hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya . Ketika Tika tidak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Linda, merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Linda. “ Hei , apa apa nih tolong , jangan “ . Tika meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan. “ Hei , jangan gangu dia , dia milik gua..” bentak Toni . Dan preman itu melepaskan tangannya . Toni segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Tika yang terus berusaha meronta dan menjerit, “ Tolong.. tolong… lepaskan… jangan…” dari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata “ yah terus menjerit .. gua suka dengar suara jeritan eleo…”

Baca Juga: Keperawanan Memek Sepupuku Sendiri

Wajah Tika memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya. Tapi dua dari preman itu segera menarik tangannya , dan membawanya ke meja kayu , yang biasa dipakai buat makan . Tika terus meronta . Tangan preman itu menjambak rambutnya . Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Tika di meja kayu itu . Kemudian kedua tangannya di ikat pada kaki meja . Kini tangan tika , terikat terbuka , satu ke kiri dan satu kekanan . Kini Tika terbaring tak berdaya , dengan tangan terikat seperti di salib . Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah . Juga jerit tangisnya yang memilu . “ Yah , terus berontak , gua suka sekali melihatnya..” kata Toni tertawa . Tika terus berontak , dan menangis memohon dilepaskan . Tapi Toni hanya tertawa . “ eh , eloe orang minggir , liatin gua aja yah , cewek ini punya gua..” kata Toni pada teman temannya. Teman temannya hanya tertawa tawa . Lalu Toni segera merobek gaun Tika , dengan bantuan belatinya . Sekali tarik gaun itu lepas seluruhnya di sertai jeritan Tika . Semua mata langsung tertuju pada tubuh Tika yang hanya memakai celana dalam hitam , dan juga bra yang hitam . Toni merangkak naik keatas meja . Tapi Tika segera menedangnya . Toni cepat tanggap ,menangkis tendangannya , lalu memukul keras perutnya , Tika menjerit kesakitan “ aduh , ampun jangan pukul…” .

Toni pun turun lagi , dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu . Kini Tika benar benar tak berkutik . Dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar. “ Ha ha cewek sialan loe , ayo berontak lagi..” kata Rony. Tika hanya bisa menitikan air mata . Dan Toni pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Tika , menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Tika mengelijing dan memohon “ tolong hentikan jangan lakukan ini…” . Tapi itu sia sia saja . Toni terus saja menciumi celana dalamnya , dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Tika . Kini tubuh Tika terbuka , tanpa sehelai benang pun . Toni menatap tubuh telanjang gadis itu , demikian juga preman preman bejat lainnya. Buah dada Tika yang montok , vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Toni segera mendekat ke vaginanya . Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Tika .” wah , memek eloe masih bagus yah , apa eloe masih perawan..” kata Rony. Tika tak menjawab , hanya terisak tangis . Toni pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya . Tika mengelijing dan meronta “ sudah tolong hentikan ” . Toni terus saja bernafsu melumat vagina Tika . Membuat Tika terus mengelijing .“ aghhh “ jerit Tika , ketika Toni memasukan dua jarinya ke liang wanita Tika . Jari Toni menyolok nyolok vagina tika dengan cepat .

Jerit kesakita Tika , malah semakin membuat gerakkan jari Toni Liar . Toni mengorek ngorek liang vagina tika . Lalu menarik jarinya keluar. Toni mencabut jarinya , menatap jarinya yang basah , menyeringai , lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya . “ rupanya , eloe udah gak perawan yah.. dasar perek ” ejek Toni . Kembali jarinya menyodok nyodok vagina Tika , membuat Tika mengeram pedih. Setelah Toni puas memainkan vaginanya , Toni melepaskan ikatan Tika dan langsung menariknya turun dari meja kayu itu .Tika tersungkur di lantai , dan Toni membuka celananya . Penis ngacung keras. Tiba-tiba, Toni menjambak rambut Tika dan menariknya , Tika menjerit kesakitan “ ahhhh , tolong ampun…” . Toni memerintahkan Tika untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Tika . Toni memajukan penisnya mendekati muka Tika , penisnya yang sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Tika untuk membuat Tika membuka mulutnya. Tika meronta , tapi Kembali Tika menjerit keras , “ Ahhhh … “ ketika satu pululan tepat di mukanya Ketika Tika kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Toni segera mendorong penisnya ke dalam mulut Linda. dan mulai mendorong dan menarik kepala Linda.

Kepala Tika bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus. Lipstik Tika yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Tika tersedak, tapi Toni tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Linda. Air mata mulai meleleh di pipinya . Sambil Tika dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Toni kemudian menarik penisnya keluar , lalu mendorong lagi. Setelah kira kira 10 menit , Toni menekan masuk penisnya . Tika tersedak , dan terasa sperma Toni muncrat di tenggorokkannya . Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya , Tika segerah memuntahkan sperma yang memenuhi mulutnya. Seorang dengan perut buncit , tangannya penuh tatto segera menghapiri Linda.Membuka resleting celananya , Tangannya kemudian menjambak rambut Tika dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut tika mengantikan Rony Menggerakan penisnya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Linda. Semua orang dapat mendengar suara dahi Tika yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Tika yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem ia mendorong kepala Tika hingga hidung Tika terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa bisa menarik nafas. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Linda. Dan dari sudut mulut Tika sperma menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Linda. Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Tika .Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Linda, Tika megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya. Dua orang kemudian memegangi Tika sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Tika sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia mengalami shock. Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Tika diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Tika terbuka lebar dan tubuhnya telentang. Toni kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Linda. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Toni yang panjangnya hingga 25 senti dan selalu ia yang mendapat kesempatan pertama. Toni memerintahkan orang di dekat kepala Tika untuk mengangkat kepala Tika hingga Tika bisa melihat ketika penis Toni mulai masuk ke vagina Linda.

Orang yang memegangi kaki Tika berusaha membuka kaki Tika lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Toni dengan keras memasuki vagina Linda. Tika menjerit sekeras-kerasnya, “ AaHHHGG . . .” dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Toni memperkosa dirinya. Toni sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Linda. Ia menyeringai setiap kali Tika menjerit kesakitan. Ketika Toni sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Tika dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Linda. Mereka mulai dengan memainkan buah dada Tika dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya. Tika terus menjerit , pilu “ ahhhggg ampun Ahhhh hentikan tolong….” . Kaki Tika diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Linda. Beberapa menit kemudian jeritan Tika hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Toni tetap memperkosa Tika tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Toni menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Linda, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga. Kepala Tika terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Tika “ AGHHHH………”. Toni mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Linda.

Setelah Toni mencabut penis , spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Tika yang membengkak dan memar. Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Tika dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya. Tika hanya bisa berbaring , menangis , tubuhnya menjejang kesakitan . kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa , dilecehkan, harga dirinya di injak injak . “Eh perek , kenapa nangis , Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri , semua mau cobain memek eloe kita baru aja mulai!” katanya pada Linda. Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Toni turun. Sekarang, Tika dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka kembali dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Linda, ketika ia merasa tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk.Tika mengerang lagi “ aghhh sakit…” “Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak orang itu. Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Tika akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Tika hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai. Sekarang Tika hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ia alami.

Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Tika yang sudah terisi oleh sperma Rony. Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Linda. Tika tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Tika lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya.” Sudah tolong lah Ahhh saya , sudah tak kuat , ahhh sakit…” . Tapi Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Tika keras-keras hingga Tika menjerit kesakitan. “ AHHGGG sakit hentikan tolong…” . Dan menarik puting susunya dengan kuat “ AGHH sakit ampunnn…” “Jangan berisik! Lo belon ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!” bentaknya pada Linda. Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Linda. Tika sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya. Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Linda. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Tika membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Linda. Sehingga seluruh sperma itu keluar menyembur dari penis itu.

Ketika orang itu puas ia menarik rambut Tika dan menamparkan penisnya ke wajah Linda. “satu-satunya yang boleh loe mohon cuma ini tau? Loe sendiri yang masuk ke sini pake pakaian merangsang kayak perek , dan loe mohon kita berhenti? Lo bercanda apa? Lo musti ngelayanin kita sampe kita nggak bisa bangun lagi! Ngerti” Orang itu membentak Linda. Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Tika sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Linda, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Tika kemudian menarik rambut Tika untuk membersihkan penis mereka. Dan ketika orang yang terakhir selesai Tika berbaring hampir tak sadarkan diri. Wajah, buah dada, dan puting susu Tika seluruhnya dilumuri sperma. Sperma itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Linda. Tika tidak bisa membuka matanya karena semuanya tertutup oleh sperma. Tika harus bernafas melalui mulutnya karena sperma sudah masuk ke hidungnya. Rambut Tika yang kecoklatan terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering di rambutnya. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Tika hanya berbaring di atas meja , kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya.

Vagina Tika tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti. Dua orang menarik tubuh Tika turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Tika dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Tika melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan. Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Tika didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya. Tika merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Tika membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya. Orang itu adalah si Rony, dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Tika kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Tika diturunkan mengarah ke penis Rony. Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Linda. Dan Tika sendiri hanya mengerang, merasakan kembali sakit “ Ahggg Aghh perih tolong hentikan sudahh..” Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya.

Tika dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Tika dan berhenti tak bergerak. Selanjutnya Tika merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Tika panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Tika membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya. “Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!” kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Tika sambil tersenyum. Ia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Tika yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Linda, kembali menyengat seluruh tubuhnya. Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tidak pernah dirasakan Tika sebelumnya. Pikiran Tika menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk.

Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Tika seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya. Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Tika hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Linda, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan. Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik tangan Linda, melingkarkan jari-jari Tika di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Linda, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka. Sekarang Tika sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Tika untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Tika sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Linda. Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai bisa ditekan oleh Linda. Tika terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Orang di anus Tika lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan sperma orang yang pertama, ia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Linda. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Tika tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu. Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Tika berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak. Ia mendorong penisnya dalam-dalam dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Linda. Tika kemudian merasakan getaran dari tubuh Toni di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Toni tadi. Orang-orang tadi bergantian memperkosa Tika di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Linda.

Ketika Tika melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Linda, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya. Penis lain kembali masuk ke vagina Linda. Tika kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan, “ aghhh aghh aghh…” . yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika ia membuka matanya lagi, Tika melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya. Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat. Sepanjang malam Tika terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali.
Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Linda, tubuh Tika tersungkur , terkapar tak berdaya .Tika lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Tika tak sadarkan diri.

Post Terkait