cerita dewasa

Pemerkosaan Cewek Mahasiswi Magang Sombong

Saat ini ada seorang mahasiswi yang kebetulan sedang tugas magang di pabrik itu namanya Maya, usianya masih 19 tahun dan dia adalah seorang mahasisiwi Fakultas Teknik Industri pada sebuah perguruan tinggi negeri yang terkenal di kota Bandung. Maya cukup lincah dalam bekerja. Gadis cantik itu pintar dan rajin dalam melakukan tugastugasnya. Dia memiliki wajah yang imutimut dan cantik sekali seperti mojangmojang Bandung umumnya yang memiliki kulit putih bersih. Selama bekerja magang di pabrik itu, Tomi sering memperhatikan Maya. Potongan tubuhnya sintal padat proporsional dengan tinggi tubuhnya yang sekitar 160an cukup membuat Tomi tertarik perhatiannya kepada Maya.

Mahasiswi Magang yang Sombong diperkosa

Penampilan Maya memang lain dibandingkan dengan gadisgadis lainnya. Maya lebih senang menggunakan celana jeans dan baju yang ketat seperti umumnya penampilan seorang mahasiswi sehingga lekuklekuk tubuhnya terlihat jelas. Hal itulah yang membuat para lelaki dipabrik itu sering memandangi kemolekan tubuh Maya. Begitu pun dengan Tomi yang selalu mencuricuri pandang melihat keindahan dan kemolekan tubuh Maya. Hal ini tidak disadari oleh Maya karena dia lebih serius untuk menyelesaikan tugastugasnya selama magang di pabrik itu.

Sesekali Tomi menyempatkan diri untuk memasang muka ramah dan bercakapcakap dengan Maya hanya sekedar menikmati kecantikan wajah gadis tersebut. Padahal dengan karyawati atau buruh wanita yang lainnya boroboro dia memasang muka ramah yang ada selalu tampang sangar yang diperlihatkannya dan ucapanucapan yang jauh dari keramahan. Singkat kata Tomi telah jatuh hati berat kepada Maya, mahasiswi cantik itu.

Beberapa detik kemudian suasana berubah, secepat kilat Maya diringkus oleh Cecep dan Afung yang memiliki tubuh tegap. Sedangkan temannya diringkus oleh Asep dan Ujang. Maya serta temannya mencoba melawan dan merontaronta akan tetapi beberapa pukulan dilayangkan oleh Cecep dan Afung dan akhirnya Maya pun pingsan. Setelah itu tubuh tak berdaya itu dibopong oleh Cecep.

Sementara itu teman Maya yang juga meronta ronta dibekap dan dipukuli oleh Ujang hingga akhirnya tak sadarkan diri pula. Lantas tubuhnya digendong oleh Asep.
Beres semuanya boss, ujar Asep kepada Tomi yang kemudian keluar dari persembunyiannya.
Good good, ayo lekas kita bawa ke rumah kosong itu, perintah Tomi.

Penghadanganpun berjalan dengan sukses, sasaran telah dilumpuhkan dan kini siap diproses. Didalam rumah kosong itu tubuh Maya dan temannya dibaringkan disebuah dipan kayu. Kedua tangannya Maya diikat kebelakang.

Setelah lampu diruangan itu dinyalakan, kelima orang yang telah dirasuki nafsu itupun menggunam terkagumkagum melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Maya yang tengah tergolek pingsan. Dia menggunakan kaos lengan panjang serta jeans birunya yang kesemuanya berukuran ketat sehingga kemolekan tubuhnya terlihat jelas. Ternyata Tomi mengenali sosok wanita satunya yang juga ikut dilumpuhkan tadi.
Ah gue inget ini kan si Anny, temannya Maya wah wah sial sekali nasibnya, ujar Tomi.
Anny memang teman akrab Maya, usianya lebih muda dari Maya yaitu 16 tahun dan masih duduk dibangku kelas 2 SMU. Anny adalah keponakan dari pemilik kost dimana Maya tinggal.
Anny juga memiliki wajah yang manis, tubuhnya mungil namun padat.
OK jatah gue si Maya ini pengantin gue, yang satunya boleh elo sikat, balas Tomi.
Ok sekarang eluelu pada nyingkir deh, silahkan elo bikin pesat sendiri sama si Anny itu dan jangan ganggu malam pengantin gue, OK!, ujar Tomi kepada temantemannya.
Sip boss kita bikin pesta sendiri, ujar Asep. Dan menyingkarlah ke4 temanteman Tomi sambil membopong Anny.
Hmmm sayangku mari kita nikmati malam pengantin kita sayang, bisik Tomi kepada Maya yang tengah pingsan.
Dengan senyum kemenangan Tomi memandangi gadis itu yang tengah tergeletak di sebuah dipan kayu.
Akhirnya aku dapatkan kau ujarnya dalam hati.

Kedua tangannya bergerak meraba payudara gadis itu. Mulanya pelanpelan hingga lama kelamaan semakin keras, bahkan kini kedua tangannya dengan ganas meremasremas payudara Maya yang kalau terlentang terlihat membukit, Tomi merasakan payudara Maya begitu lembut dan kenyal.
Setelah puas meremasremas payudara Maya, kini Tomi mengeluarkan pisau lipatnya yang memang selalu dibawanya kemanamana sebagai senjata. Dengan kasarnya kemudian Tomi merobekrobek baju kaos lengan panjang Maya, hingga tinggal BH putihnya saja yang menutupi kedua payudaranya yang berukuran 34B.

Namun akhirnya diputuskannya tali BH itu dan dicampakannya BH itu kelantai sehingga kini terlihatlah kedua gundukan indah payudara Maya yang putih mulus, membusung kencang dan padat berisi dengan putting susunya yang masih mungil berwarna kemerahan. Setelah itu serta merta dengan bernafsu dikulumnya dan dijilatjilatnya kedua payudara itu dengan sesekali digigitgigitnya kedua puting payudara itu.

Puas dengan bagian payudara kini Tomi melepas celana jeans yang dikenakan Maya, sreett sekali tarik terlihatlah bagian bawah dari Maya dengan celana dalamnya yang berwarna putih. Kedua mata Tomi kembali terbelalak melihat pemandangan indah itu, diusapusapnya kedua paha putih mulus Maya juga gundukan dipangkal pahanya itu.

Sedang asyik asyiknya mengusapusap gundukan kemaluan Maya, tibatiba terdengar suara kegaduhan dari ruang sebelah. Tomi pun menghentikan aktifitasnya lalu bangkit seraya berlari mendekati arah suara itu. Sesampainya disuatu ruangan asal muasal suara itu, matanya kembali terbelalak melihat pemandangan erotis yang tengah terjadi diruangan itu. Jantungnya berdetak keras, birahinya memuncak melihat pemandangan diruangan itu. Diruangan itulah Tomi melihat Anny yang rupanya telah sadar tengah dibantai oleh Asep, Ujang, Afung dan Cecep.
Tubuh Anny yang dengan posisi merangkak nampak tengah disodomi dari belakang oleh Asep yang memiliki badan yang jauh lebih besar daripada Anny. Asep dengan sangat keras dan kasarnya mengocokngocok batang kemaluannya didalam lobang anus Anny. Mulamula Anny meraungraung ampunampunan karena kesakitan, namun teriakanteriakannya tidak berlangsung lama karena kemudian dimulut Anny telah tertanam batang kemaluan Ujang. Ujang memposisikan dirinya didepan Anny, setelah berhasil menyumpalkan batang kemaluannya didalam mulut Anny kemudian dengan tangan kirinya yang memegang kepala Anny dia paksa kepala Anny untuk bergerak maju mundur.

Ujang dan Asep nampak sangat menikmati keadaan itu, mereka mendesahdesah merasakan nikmatnya bagianbagian tubuh Anny itu. Tak berapa lama kemudian merekapun berejakulasi. Asep menyemburkan spermanya didalam lubang anus Anny dan sejenak kemudian Ujang memuntahkan cairan spermanya didalam mulut Anny. Nampak Anny megapmegap dibuatnya di saat harus menelan cairan sperma Ujang yang cukup banyak.

Setelah itu kedua orang tadi menyingkir dan posisinya digantikan oleh Cecep. Cecep ini baru berusia 23 tahun, namun perawakannya besar dan tinggi, batang kemaluannya pun nampak telah mengacung membesar dan siap menelan mangsa. Kini Cecep bersiapsiap menyetubuhi Anny, direntangkannya tubuh Anny yang kepayahan itu dan langsung ditindihnya. Oouugghhh, Anny melengking disaat kemaluan Cecep yang besar itu melesak kedalam liang vaginanya. Pemandangan ini sudah cukup untuk membangkitkan birahi Tomi diapun berjalan meninggalkan ruangan pembantaian Anny itu dan kembali menghampiri Maya pasangannya.

Tibatiba Maya terbangun dan membuka mata. Maya kaget mendapati kedua tangannya terikat dan keadaan tubuhnya hanya tinggal celana dalam. Dan lebih kaget lagi ketika dihadapannya melihat Tomi tertawa terkekehkekeh menyaksikan dirinya yang tak berdaya.
Rasain deh lu, makanya jadi cewek jangan sombong. Jadi terpaksa elu gua kerjain deh? Tomi berbicara.
Maya semakin takut karena dia tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, badannya mulai gemetar, mukanya memucat. Air matanya mulai meleleh seiring dengan katakata ampunan yang keluar dari bibirnya.
Pak Tomi ampun pak jangan sakiti aku, pintanya sambil terisakisak. Permohonannya ini nampaknya semakin membuat Tomi terangsang.
Satu persatu dilepaskannya baju dan celananya hingga akhirnya telanjang bulat. Badan Tomi nampak gemuk dengan perut yang membuncit, beberapa gambar tatto nampak menghiasi tubuhnya.
Kemaluannya nampak telah menegang keras, ukuran juga besar dengan ujungnya yang telah basah. Maya semakin merintihrintih ketakutan, dia pejamkan matanya sambil terus menangis. Dia sadar akan diperkosa. Tomi kemudian bergerak mendekati Maya dan meraih kepala Maya. Belum sempat berteriak, mulut Maya tibatiba dijejali dengan batang kemaluannya yang sudah menegang dan membuat gadis itu tersedak.

Maya berusaha terus menutup mulutnya namun setelah jempol dan jari telunjuk Tomi menutup lobang hidung Maya, diapun membuka mulutnya sebagai reaksi karena kekurangan oksigen. Langsung mendapat kesempatan itu dihujamkannya batang kemaluannya kedalam mulut Maya. Dia tak bisa berbuat apaapa karena Tomi memegang kepala gadis itu. Rasa mual membuat Maya hampir muntah dan berusaha melepaskan kemaluan Tomi di mulutnya. Tomi gerakgerakkan batang kemaluannya di mulut gadis itu, majumundur dan diputarputar didalam rongga mulut Maya. Selama sepuluh menit Tomi menjejali mulut gadis itu dengan batang kemaluannya.

Puas dengan itu kemudian Tomi mengeluarkan kemaluannya dari mulut gadis itu. Maya langsung mencoba berteriak tapi Tomi cepatcepat membekap mulutnya dan berkata, Diem lu, jangan berteriak atau gue bunuh kamu?, sambil menempelkan pisau lipatnya. Maya terdiam karena takut ancaman itu. Dan hanya bisa menangis sampai gadis itu kelelahan dan lemas. Setelah sejenak menikmati wajah Maya, kini Tomi menurunkan celana dalam putih Maya dan melemparkannya ke lantai, Mayapun hanya bisa pasrah tanpa perlawanan.
Gile, memek elo bagus banget waw indah sekali? bisik Tomi kepada Maya.
Memang gadis seusia Maya memiliki kemaluan yang indah, masih perawan, bulubulu vaginanya pun tipis dan halushalus tumbuh rapi berjajar disekitar lobang vaginanya dan kulit di sekitar vagina Maya tampak putih bersih.

Kedua tangan Tomi kembali meremasremas payudara gadis itu. Maya menjeritjerit ketika Tomi memijatmijat puting susunya. Kembali Maya berteriak lagi, kembali pula Tomi ancam Lu bisa diem ngga!?.
Sekarang, Lu harus nyobain kontol gue inipasti nikmat.? Tomi berkata.
Kita jadikan malam ini sebagai malam pengantin kita, hahaha, sambungnya.
Jangaaan pak oouuhh jangaaan, ampuunn pakk ? Maya memelas.
Tapi Tomi tak peduli dengan ucapan gadis itu.
Diapun jongkok didepan Maya, dia angkat pahanya dan melebarkannya. Kepala Tomi menunduk memperhatikan kemaluannya Maya yang ditumbuhi bulubulu tipis, tampak belahan kewanitaan Maya masih sempit sekali dan berwarna kemerahan. Kepalanya bergerak dan mulutnya mulai menjilati kemaluan gadis itu.

Mendapatkan perlakuan itu badan Maya langsung menggeliatgeliat suaranya terengahengah merasakan kemaluannya kegelian karena dijilati, hanya suara erangan gadis itu saja yang terdengar, Ehhmmhh engghh ouuhhh oohh. Sementara mulut Tomi terus menjilati kemaluan Maya, tangannya bergerak ke atas dan memijatmijat payudara Maya serta mempermainkan putting susu gadis itu.. Maya menggeliat antara sakit, geli dan takut.

Tibatiba Maya mengangkat pinggulnya dan mendesah lemah. Rupanya Gadis itu telah orgasme. Dari vagina gadis itu keluar cairan. Ketika melihat bibir vagina gadis itu telah basah, cepatcepat Tomi mengarahkan kontolnya yang sudah menegang dan mendekatkannya ke bibir vagina gadis itu. Sambil memegang pinggul gadis itu, Tomi melesakkan batang kemaluannya.
DanAahhh sssakittt oouughhh a.. ammpunn pak.. oouhhh, Maya merintih tajam tubuhnya menegang kaku menahan rasa sakit dipangkal pahanya.

Walaupun dengan susah payah akhirnya Tomi berhasil menanamkan batang kemaluannya masuk amblas ke dalam lubang kemaluan Maya yang masih sangat sempit itu. Maya menjerit kesakitan, badannya meregang kesakitan, saat merasakan penis Tomi merobek selaput daranya. Sejenak Tomi merasakan kenikmatan hangatnya lobang kemaluan dan merasakan denyutdenyut dinding kemaluan Maya serasa memijatmijat batang kemaluannya.
Akhirnya Tomi pun mulai mengerakkan kemaluannya maju mundur. Tangannya memegang pundak gadis itu sedang mulutnya menciumi bibir dan pipi Gadis itu. Maya mendesahdesah dan mengerangerang membuat Tomi semakin bergairah dan mempercepat gerakan memajumundurkan kemaluannya itu. Oohh oouufffh ooouuh aahh, Maya mengerangngerang. Tubuh keduanya telah dibanjiri oleh peluh seolaholah mereka sedang mandi.

Puas dengan posisi itu kini Tomi mencabut kemaluannya dan membalikkan tubuh Maya dan memposisikan tubuh telanjang gadis itu seperti dogy style. Dari arah belakang kembali Tomi menghujamkan kontolnya yang kini ke dalam liang dubur gadis itu.
Aaakhhh!!!, Maya kembali memekik kesakitan, badannya kembali mengejang keras menahan sakit yang teramat sangat ketika liang anusnya dibobol oleh kemaluan Tomi.

Setelah tertanam, Tomi kembali memompa dengan gerakan yang semakin cepat. Kedua tangan Tomi yang besar semakin kasar meremasremas susu gadis itu. Maya semakin mengerangngerang kesakitan. Tapi Tomi tak peduli. Terus saja Tomi maju mundurkan pinggulnya dengan cepat. Sadar dirinya akan mencapai klimaks, Tomi mencabut batang kemaluannya dari lobang dubur Maya. Setelah itu dihempaskannya tubuh Maya hingga kembali terlentang. Kembali Tomi menancapkan batang kemaluannya didalam liang vagina Maya yang telah dibasahi oleh cairan kewanitaannya yang bercampur darah perawannya.
Blessbatang kemaluan Tomi menghujam masuk tanpa kesulitan, kembali digenjotnya tubuh Maya dengan cepat dan kasar, sampaisampai dada Tomi menghantamhantam wajah Maya yang meringisringis kesakitan.

Kini Tomi menggoyang tubuh Maya dengan hebat hingga tubuh Maya terbantingbanting disodok oleh Tomi. Sampai akhirnya saat yang ditunggutunggu oleh Tomi, kini tubuh Tomi mengejang, wajahnya menyeringai menengadah keatas, ototototnya mengeras dan akhirnya dia menyemprotkan spermanya di vagina gadis itu, Croottt crrottt crrottt jumlahnya banyak sekali.
Oogghhh ahh, Tomi memekik puas sambil terus menyemprotkan spermanya memenuhi rongga vagina Maya sambil kedua tangannya mencengkram erat pinggul Maya.
Mayapun tibatiba mendesah panjang ooouuuuhhgggg, sambil menerima tumpahan sperma Tomi yang melimpah ruah itu hingga meluber keluar dari sisisisi rongga kemaluannya badannya pun mengejang dan bergetar, sepertinya diapun mengalami ejakulasi sesuatu yang baru dialaminya seumur hidup.

Beberapa detik kemudian setelah samasama mengalami orgasme tubuh kedua insan itupun melemas, tubuh Tomi jatuh menindih tubuh Maya. Kini hanya suara nafas kedua insan itu yang saling memburu menghiasi akhir dari pergumulan itu. Setelah diam selama 15 menit, Tomi kemudian bangkit dari atas tubuh Maya serta melepaskan kontolnya, Ooohhh, Maya mendesah panjang disaat Tomi mencabut batang kemaluannya yang beberapa menit lamanya mengisi rongga kemaluannya.
Sayang gimana rasanya ? enak kan ?, tanya Tomi kepada Maya.
Mayapun diam seribu bahasa dan memalingkan wajahnya dari pandangan Tomi.
Ayo sini sayang ada lagi tugas buat kamu, ujar Tomi serta meraih dan mengangkat kepala gadis itu untuk kemudian memaksa Maya menjilati batang kemaluan Tomi yang masih basah oleh sperma dan darah.
Anehnya Maya hanya pasrah dan menuruti saja perintah Tomi tadi secara perlahanlahan diraihnya batang kemaluan Tomi yang kembali menegang itu dan kemudian dijilatjilat serta dikulumnya batang kemaluan Tomi bak makan permen sampai bersih.

Setelah selesai dan merasa puas Tomi bangkit dan membiarkan tubuh Maya yang telanjang itu terjatuh lemas. Tomi bergerak mendekati Maya yang masih lemah dan membisikkan katakata mesra di telinganya
Kamu hebat sayang aku cinta sama kamu.
Karena dilihat Maya terkulai lemas dan sepertinya tertidur karena kecapaian, maka Tomi memutuskan untuk meninggalkannya dulu. Tomi ingin melihat kegiatan di ruangan lain dimana tadi terjadi pembantaian itu.

Sesampainya diruangan yang ditujunya mata Tomi terbelalak ketika melihat pemandangan yang ada diruangan itu. Temantemannya nampak tidur tiduran sambil melepas lelah setelah membantai Anny yang tubuh telanjang Anny nampak tergeletak dengan posisi telentang dilantai, kedua kakinya mengangkang lebar dengan lutut tertekuk. Setelah diamati dari dekat oleh Tomi ternyata kondisi Anny sangat mengenaskan dia telah diperkosa secara beramai ramai oleh temantemannya, mulutnya dipenuhi oleh cairan sperma yang mengental sampai meluber disekitar mulut dan pipinya. Rupanya temantemannya Tomi, Anny dipaksa melakukan oral sex dan mereka telah menumpahkan spermanya didalam mulut Anny.

Matanya nampak sayu serta nafasnya terdengar pelan terengahengah. Kuturunkan tatapan mataku keseputar payudaranya yang berukuran tidak begitu besar, disitu terdapat banyak bekasbekas gigitan dan salah satu putingnya nampak berdarah, disitu juga terdapat tumpahan sperma yang telah mengering. Dan akhirnya kutatap kemaluan gadis itu, kondisinya rusak parah, kemaluannya sudah memerah dan membengkak, banyak ceceran darah dan sperma didaerah itu. Tomi menggelenggelangkan kepalanya melihat kondisi Anny.

Tibatiba Asep bangkit dia menyalakan rokoknya dan kemudian menyelipkannya dibibir kemaluan Anny.
Tomi dan Asep pun tertawa terbahakbahak, Kasihan dia sudah bekerja keras memuasin kitakita orang ini, aku kasih dia rokoklah, ujar Asep.
Eh sebentar gwe mau kencing dulu, ujar Asep berjalan meninggalkan ruangan pembantaian Anny sambil mengakhiri tawanya.
Diruangan itu pula Tomi bergerak kearah tumpukan pakaian Anny yang berserakan dilantai, dia rupanya tertarik dengan tas punggung Anny. Dengan rasa penasaran dia bukabuka isi tas Anny, membaca buku hariannya, membukabuka dompet Anny, memerika ponsel milik Anny, kurang lebih 5 menit lamanya dia bukabuka itu semua.

Sedang asyikasyiknya dia membukabuka buku Anny, tibatiba dia dikejutkan dengan teriakan diruangan samping. Serta merta dia berlari menuju kearah situ.
Kembali mata Tomi terbelalak serta menggelenggelengkan kepalanya tatkala melihat Asep ternyata tengah asyik menyetubuhi Maya.
Sss sorry.. b.. boss.. gwe kagak tahan lihat cewek cantik ini, ujar Asep sambil terus memompakan kemaluannya didalam kemaluan Maya.
Oouuhhh aaahhh jj jangann kasar kassarr oohh oohh, Maya kembali merintihrintih sambil tubuhnya terhempashempas sebagai akibat sodokansodokan keras Asep.
diem luh rasain aja.. kontol gue inii aakkhh akhh.. fuck ! ohh fuck!!, ujar Asep sambil terus menggenjot tubuh Maya.
Akhh oouhhh oh a.. ampunn oohh, Maya merintihrintih dengan tubuh yang terhempashempas wajahnya meringis menahan rasa ngilu diselangkangannya.

Sepuluh menit lamanya tubuh Maya disetubuhi oleh Asep, hingga akhirnya Asep memuntahkan spermanya di lubang kemaluan Maya.
Asep terlihat sangat puas sekali dan diapun kemudian menjatuhkan dirinya disisi Maya yang kembali tubuhnya melemas. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam saat mereka tersadar akan waktu yang semakin mepet, tidak terasa sekian lamanya mereka mengerjain kedua gadis itu serasa waktu berlalu cepat.
Tibatiba birahi Tomi bangkit kembali, didekatinya kembali tubuh Maya yang tertidur kerena kecapaian itu dan dibangunkannya Maya dari tidurnya.
Hoeii bangunnn, bentak Tomi kepada Maya.
Oohhh, Mayapun terbangun.
Sayangku layanian aku lagi ya, bisik Tomi dengan tersenyum.
Pedangku udah bangkit lagi nihgaragara kamu sih yang menggairahkan sekali, lanjutnya.
Mimik wajah Mayapun berubah menjadi cemas, matanya mulai berkacakaca.
Pak.. Tomi Maya udah engga kuat pak rasanya sakittt sekali jangann pak.. tolong, ujar Maya dengan suara yang lirih.
Peduli setan , balas Tomi seraya memposisikan dirinya diatas tubuh Maya.
ooohhh oohh, Maya mendesah panjang tatkala Tomi menanamkan kembali kemaluannya didalam lobang kemaluannya. Kembali tubuh Maya digenjot, disetubuhi secara kasar oleh Tomi.
Maya hanya bisa pasrah, air matanya berlinangan, tubuhnya lemah hanya mengikuti irama gerakan dari Tomi yang tengah menyodoknyodokkan kemaluannya.

Setelah beberapa menit lamanya Tomi kembali berejakulasi dilobang kemaluan Maya cairan hangatnya menyembur membasahi rahim wanita tersebut.
Rasa puas nampak di raut wajah Tomi, akhirnya aku berhasil mendapatkanmu gadis cantik.
Gue mau tanya ke elu yang terakhir kalinya, mau engga elu jadi istri gue hah ?
Maya hanya diam membisu sambil menangis.
Kalo elu engga mau, gue suruh tementemen gue perkosa elu sampai mati !, ancam Tomi.
Inget memek elu udah gue siram ama peju gue dan sebentar lagi elu hamil, ujar Tomi.
Kurang lebih setengah jam lamanya Tomi merayu Maya, kadang terdengar bentakanbentakan, kadang Tomi menampar wajah Maya, kadang dengan katakata halus, yang jelas Tomi terus meneror hati Maya.
Rupanya bujuk rayu dari Tomi tak membuahkan hasil sementara waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
Akhirnya Tomi mempersilahkan temantemannya untuk mencicipi tubuh Maya.
Rasain tuh kontolnya tementemen gue biar mampus elu, cewek sombong !, ujar Tomi dengan mencibir.

Tanpa membuang waktu lagi keempat teman Tomi mulai menjamah tubuh Maya. Mereka mulai memperlakukan Maya seperti Anny, Mulai dengan Afung yang langsung menyodomi Maya setelah itu vagina Maya kembali dihajar oleh kemaluan milik Ujang, juga mulut Maya dipaksa mengulum batang kemaluannya Cecep dan setelah berejakulasi menelan spermanya, terakhir ketika Maya telah kepayahan Asep kembali menyetubuhi Maya. Kini keadaan Maya tidak jauh beda dengan Anny, seluruh wajah badan dan kemaluannya yang telah membengkak penuh dengan cairan sperma.

Kini waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, seluruh pemerkosa tadi telah berpakaian lengkap dan rapi. Sebelum mereka pergi, mereka menggotong tubuh Maya untuk disatukan dengan Anny. Kedua tubuh yang tak berdaya itu kini tergolek lemah, keduanya diposisikan terlentang sejajar dengan kondisi tubuh mereka yang telanjang bulat. Sebelum pergi Tomi mengecup kening Maya dan Asep kembali menyelipkan sebatang rokok yang menyala dikemaluan Maya juga Anny. Dengan diiringi tawa serta canda kelima pemerkosa itu pergi meninggalkan rumah kosong tempat dimana tubuh Maya dan Anny tergolek pingsan..

Post Terkait