Cerita Dewasa

Pembantu Seksi

Sudah 7 bulan dia bekerja di rumahku, namanya Yuli dan dia beru berumur 22 tahun dan dari ijazahnya ternyata dia lulusan SMU. Sebenarnya kalau dilihat Yuli tidak pantas jadi seorang pembantu. Karena dia memiliki wajah dan tubuh yang begitu cantik dan bersih apalagi penampilannya, yang tidak jauh dengan penampilan gadis yang masih duduk di bangku sekolah.

Namaku Alvin dan saat ini aku baru duduk di kelas 2 SMU. Aku anak tunggal dari papa dan Mama yang sama-sama sibuk kerja di kantor yang sama, dan membuatku jadi sering di tinggal sendirian di rumah. Karena selama ini mama menggunakan jasa pembantu yang pulang tiap malamnya namun kali ini tidak sejak adanya Yuli,  dan aku sering melihat Yuli mencari perhatian padaku.

Tapi aku tidak memperdulikannya karena bagiku dia tidak lebih dari seorang pembantuku. Tapi setiap hari penampilan Yuli sungguh benar-benar seksi malah teman-teman sekolahku bilang kalau mereka mau menjadikan Yuli pacarnya. Dan aku tertawa mendengar hal itu, saat ini aku menjalin hubungan dengan Vita pacarku yang satu kelas denganku juga.

Walau hidup di kota tidak sekalipun aku melakukan adegan sex  paling tidak aku pernah berciuman dengan beberapa mantanku, begitu juga dengan Vita. Padahal bersama teman-temanku aku sering membaca  menonton video panas. Kembali pada Yuli dia gadis yang sangat periang dan supel pula hingga aku lihat dia banyak teman di komplek kami.

Baca Juga: Cerita Dewasa Bergambar Lesbian Sentuhan Pertama Sangat Menggoda

Bukan hanya dari kalangan pembantu tapi tetangga sebelahku dia cukup akrab juga. Tapi aku tidak memerhatikan sikap Yuli itu, karena menurutku tidak penting juga mengetahui tentangnya. Hingga pada suatu hari ketika aku hendak keluar dari dalam kamar mandi tiba-tiba Yuli masuk dan menabrak tubuhku, akupun merangkul tubuhnya hingga kami lama saling pandang.

Tiba-tiba Yuli mencium bibirku untuk sesaat aku hanya diam saja. dan menikmati kuluman bibir Yuli yang begitu lihai mengulum dan melumat bibirku, hingga aku mendengar ada suara langkah akhirnya aku dorong tubuh Yuli hingga dia hampir terjungkal. Sedangkan aku berlalu dari hadapannya saat itu juga aku lihat Yuli pergi dari dalam kamarku.

Sejak saat itu aku melihat perubahan dalam sikap Yuli.  Dia yang dulunya seorang yang begitu riang dan supel kini lebih murung dan tertutup bahkan Mamaku saja yang jarang ada di rumah, mengetahui perubahan sikap Yuli ” Kamu kenapa Yul..akhir-akhir ini kamu kelihatan murung..” Dia menjawab “Oh..nggak Bu..cuma sakit gigi saja..” Katanya tapi aku tahu itu hanya alasan.

Padaku apalagi , Yuli tidak lagi menggangguku dengan sebutan ‘Mas Irfan’ dan sikap manjanya. Bahkan ketika teman-temanku datang kerumah dia hanya menghidangkan teh habis itu pergi masuk kedalam, sampai-sampai temanku si Ryan bilang kalau Yuli beda yang sepertinya dia tidak lagi ceria. Mendengar setiap penuturan teman-temanku, akhirnya aku sadar mungkin sikapku keterlaluan pada Yuli.

Aku hendak meminta maaf padanya. Tapi aku mencari waktu yang tepat untuk mengobrol dengannya hingga pada suatu hari,  saat itu jam menunjukkan pkl 7 malam. Vita pacarku datang ke rumah akupun memepersilahkan dia untuk duduk, akhirnya aku mengobrol dengannya dan ketika kami sempat membaca cerita dewasa di situs internet dan  kamipun terbawa suasana.

Waktu itu juga kamipun berciuman di ruang tamu itu. Cukup lama juga hingga aku mendengar ada barang yang terjatuh tapi ketika kami lihat tidak ada apa-apa. setelah Vita pergi pulang akupun masuk ke dalam kamar, tapi ketika aku ingat barang yang terjatuh tadi aku jadi ingat sama Yuli. Akupun menuju kamarnya untuk melihat dia, ternyata Yuli sedang meangis di dalam kamarnya.

Akupun masuk dan menutup pintunya, dengan mendekatinya waktu itu aku bilang ” Yuli kamu kenapa..” Lama dia tidak menjawab hanya sesenggukan yang aku dengar, akupun memeganag pundaknya. Saat itu juga dia bilang ” Nggak pa..pa Mas Yuli memang.” Dia tidak sempat meneruskan kata-katanya . Saat itu juga aku peluk tubuhnya dalam dekapanku, dan Yuli semakin menangis.

Begitu hangat tubuh Yuli yang aku peluk dan ketika aku memegang dagunya, dan aku angkat lalu aku cium bibir merekah Yuli . Dia akhirnya terdiam dan membalas ciuman bibirku dengan lumatan dan permainan lidahnya, lama kami melakukan hal itu hingga akhirnya dia menarik tubuhku dengan tangannya yang melingkar di leherku. Kini tubuhku di atas tubuhnya.

Kami bergumul di tempat tidur itu,  aku menyosor dan melumat bibirnya, bahkan tanganku meremas kedua teteknya dan membuat Yuli menggelinjang, aku jadi ingat pada video porno yang aku tonton. Dengan melumat bibirnya sambil membuka bajunya satu persatu hingga akhirnya dia telanjang bulat di depanku.

saat itu juga aku berdiri dan membuka bajuku sendiri. Kemudian dengan penuh gairah Yuli memegang kedua pahaku dan menunduk di depan pahaku saat itu juga dia kulum kontolku, kedalam mulutnya sambil sesekali mengocok kontolku dengan kedua tangannya, ini hal pertama bagiku tapi aku tidak lagi memikirkan dengan siapa aku melakukannya.

Saat Yuli menghisap buah zakarku sungguh nikmat rasanya ” Ooouuugghh…oouuuggh…nik…mat…yul…aaagghhh….aaagghhh” Terus aku mendesah karena nikmat yang aku rasa pada pangkal pahaku, bahkan ketika tangan Yuli menarik lembut kontolku yang sudah panjang karena aku begitu menikmatinya, aku menengadah sambil memejamkan mata karena begitu nikmat permainan tangan Yuli.

Akhirnya aku melihat Yuli berdiri dan terlentang di atas kasurnya, dengan melebarkan pahanya dia menarikku. Akupun memandu kontolku untuk segera masuk ke dalam memek Yuli yang sudah menunggu, meski awalnya sulit tapi lama kelamaan bles…blep..masuklah kontol itu dengan mulus ke dalam memek Yuli yang langsung menggoyang dari bawah tubuhku.

Saat itu juga aku bergerak ke atas dan kebawah. Dengan gerakan itu membuat Yuli memejamkan mata menikmati permainan kontolku “Ooouugghh…Yuli …ooouugghhh……aaaagghh…aaagghhh..e..nak..yul..” kataku di sela tubuhku bergerak, naik turun bahkan aku berani meremas tetek Yuli yang bergoyang juga mengikuti gerakanku.

Mungkin karena ini merupakan cerita pertama bagiku. Tidak berapa lama kemudian aku merrasa akan mengeluarkan sesuatu yang menjalar pada tubuhku dan semakin lama semakin aku cepatkan gerakanku “Aaaagghh…aaagghh….aaaaagggghhhh….aaaghhh..” Yuli meraba-raba seluruh tubuhku hingga akhirnya diapun memeluk tubuhku dengan begitu eratnya.

Sedangkan tubuhku mengejang dan menekan memek Yuli dengan sekuat tenaga dan akhirnya crot…croooootttttttt..cccrooottttttttt muncratlah spermaku memenuhi liang senggama Yuli, yang tersenyum di bawah tubuhku sambil terus mendekap erat tubuh bugilku. Bahkan ketika aku terkulai dia masih mengelus-elus tubuhku dengan lembut dan dia membelai rambutku juga.

Malam itu aku habiskan di dalam kamar Yuli, karena saat itu Mama dan papa sedang tidak ada di rumah mereka pergi ke luar kota. Sejak itu juga aku sering bermain  dengan Yuli.  ketika aku putus dengan Vita, aku tidak merasa kecewa ataupun kesepian karena ada Yuli yang siap memberikan kehangatan untukku.

Post Terkait