Cerita Dewasa

Nikmatnya bercinta disekolah

Ya Masukkkk! ” Pak Alex tersenyum – senyum ketika pintu kantornya diketuk pada siang hari dimana para murid sudah berhamburan pulang, senyumannya tambah lebar mirip senyuman srigala buas yang kelaparan. Dua orang muridnya yang cantik datang menyerahkan diri, cukup lama Pak Alex mengintai mangsanya dan akhirnya kerja kerasnya berhasil dengan gemilang, bayangkan betapa berat ia mencurahkan seluruh pikiran dan tenaganya siang dan malam demi dapat menikmati santapannya yang lezat dan nikmat. Pak Alex tidak pernah merasa memaksa mereka, ia memberikan dua pilihan sebagai bentuk “demokrasi” ciptaannya, serahkan keperawanan kalian atau rekaman kalian akan segera beredar luas. Pak Alex mengunci pintu kantornya, kemudian segera menarik pergelangan tangan kedua gadis itu, dengan santai ia menyuruh keduanya agar duduk di atas meja, sedangkan ia sendiri duduk di atas kursi empuknya tepat di hadapan mereka. Lusi dan Anita saling memandang kemudian tertunduk lesu tanpa daya. “Kalian kenapa sichhh? Koq lemas gitu, padahalkan kalian ini biasanya hot banget, sampe ngecrot barengan..He he he” Pak Alex terkekeh-kekeh, tangannya menyibakkan rok seragam Anita . “Ehhhh! ” Pak Alex merasa tersinggung ketika Anita menepiskan tangannya, senyuman mesum mendadak hilang dari wajahnya, sambil menggeram ia bangkit dari kursinya dan ”Plakkkkkk! “ “Dengar baik-baik, bapak bisa melakukannya dengan kasar kalau kalian terus seperti ini.

dasar murid tidak tahu diuntung, disuruh belajar yang enak-enak malah ngak mau, jarang bapak memberikan kesempatan seperti ini!” “Jangan pakkk, jangan, tolong.jangan” Lusi menahan tangan pak Alex yang melayang hendak kembali menampar wajah Anita . “Hmmmmmhhh.” Pak Alex mencoba meredakan emosinya. “Baiklah, nama kamu Lusi ya ??” Pak Alex membelai kepala gadis itu, Lusi mengangguk kecil. “Sekarang coba kamu ciuman dengan Anita , Bapak pengen lihat langsung, pengen nonton lesbian live show, hehehe.” Lusi menekan perasaannya, kemudian bibirnya mengejar bibir Anita , nafas Anita  memburu antara marah dan nafsu yang perlahan-lahan mulai menggoyahkan, menghancurkan rasa marah dan kebencian dihatinya. Sang nafsu mengupas kemudian membasuh rasa marah di hati Anita , perlahan-lahan sang nafsu melemparkan jauh-jauh rasa risih yang mengganjal di dalam hati kedua pasangan lesbi itu, Pak Alex tersenyum kemudian duduk kembali di atas kursinya, berkali-kali kepala sekolah bejat itu menelan ludah ketika menyaksikan Lusi dan Anita saling melumat dengan mesra “Ckkk Ckkkk.. Ckkkkk..” suara bibir kedua muridnya yang cantik terdengar saling berdecakan ketika mereka saling melumat dan mengulum.
Anita merapatkan kedua kakinya ketika merasakan rok seragamnya disibakkan ke atas oleh Pak Dion, pria itu tersenyum sambil menyibakkan rok seragam Anita .

“Ha Ha Ha.., wahh,!!, Ck ck Ck ” Pak Alex berdecak kagum sambil menatap tajam dua pasang paha kedua muridnya yang putih dan mulus, tangan kirinya bermain dipermukaan paha Lusi sedangkan tangan kanannya bermain di permukaan paha Anita . Posisi kedua kaki yang merapat itulah yang sengaja dimanfaatkan oleh Pak Alex  untuk meloloskan celana dalam kedua muridnya. Tangan Pak Alex memaksa kedua paha Anita untuk mengangkang, ia menatap wajah Anita dengan tatapan sinisnya, kepala sekolah bejat itu merasa di atas angin karena Anita hanya terdiam pasrah tanpa daya, menatapnya dengan tatapan putus asa. “Awwww…..!! ” Anita memiawik kaget ketika jari tangan Pak Alex mengusap selangkangannya yang mengangkang, tubuhnya tersentak seperti tersengat listrik merasakan usapan kurang ajar itu. Wajah Anita merah padam, baru pertama kali ini selangkangannya dielus oleh jari tangan laki-laki, bahkan kini jari-jari itu mulai menghampiri selangkangannya kembali, nafas Anita semakin berat, berkali-kali Anita merasakan tubuhnya menggigil , dan merinding hebat. “Nah Anita , coba sekarang kamu buka bajunya Anita …” Pak Alex memerintahkan Anita , perlahan-lahan ia melaksanakan perintah Pak Dion, tangannya mulai melepaskan kancing baju seragam Lusi kemudian menarik lepas baju seragam temannya. “Sekarang buka BH-nya….” Pak Alex memberikan instruksi lebih lanjut dan Anita melaksanakan instruksi Pak Dion.

Lusi merapatkan kedua kakinya sambil menyilangkan tangan kirinya di depan dada berusaha menyembunyikan buah dadanya yang terekspose dengan bebas. sedangkan telapak tangannya yang satunya lagi berusaha menutupi wilayah intimnya.”bagus.., bagus.. Ha Ha Ha” Pak Alex tertawa senang. “Nah, Sekarang giliran Anita ….., Buka baju ama BH-nya Veily…” Pak Alex meleletkan lidahnya ketika Lusi mulai melaksanakan instruksinya. “Luar biasa….!!” mata Pak Alex berbinar-binar menatap keindahan tubuh Anita dan Anita. Tangan Pak Alex mencekal pergelangan tangan Anita dan Lusi kemudian menyuruh mereka untuk berlutut di sisi kanan dan kirinya. “Oke.., sekarang biar bapak ajarkan, mata pelajaran pertama yang sangat penting bagi kalian berdua, yaitu belajar menservice penis laki-laki, ” Pak Alex cengengesan dengan wajahnya yang menyebalkan. “Seperti biasa dan pada umumnya sebelum belajar kita harus membuka buku terlebih dahulu, sebab bagaimana kita mau belajar kalau bukunya tidak kita buka, iya tohh…, nah, karena ini tentang penis, maka bapak sarankan kalian mulai membuka celana bapak… ayooo tunggu apa lagi sih!!! “Pak Alex membentak karena Lusi dan Anita tidak menyimak pelajaran darinya. Mereka saling berpandangan kemudian perlahan-lahan mereka mulai membagi tugas, Anita membuka ikat pinggang Pak Alex sedangkan Lusi menarik resleting celananya “Srerrtttt…..!! ” , bersamaan mereka menarik celana panjang Pak Alex sampai terlepas, kini hanya celana dalam itu sajalah yang menutupi selangkangan Pak Alex.

Baca Juga: Aku Dan Tanteku Yang Ku intip Ketika Mandi

Anita dan Lusi memalingkan wajah mereka ketika Pak Alex meraih sesuatu dari balik celana dalamnya. “Sekarang kita mulai pelajaran kedua dengan topik, tanpa keberanian maka semuanya sia-sia, oleh karena itu dalam pelajaran kedua ini kalian harus berani mempergunakan mata kalian, coba lihat benda Bapak yang hebat ini HE HE HE” “Ayo Lusi jangan malu gitu dong ahh, harus berani kaya Veily…” Pak Alex membujuk Lusi agar mau menatap batang kemaluannya. “Ihhhh…gede amat….” Lusi tanpa sadar mengungkapkan isihatinya. “Nah sekarang , selain sebagai alat perasa lidah juga mempunyai fungsi lain, demikian pula dengan fungsi mulut kalian selain untuk makan tentu ada gunanya….juga dalam pelajaran yang satu ini,, julurkan lidah kalian…” Pak Alex tersenyum sambil menekankan kepala Anita dan Lusi kearah batang kemaluannya.
“Nahhh…, Ayo belajar baik-baik, dijilat, dihisap…, diciumin….” Pak Alex menyandarkan punggunya bersandar pada kursi empuknya. Sesekali terdengar suara Lusi dan Anita yang terbatuk-batuk, mereka belum terbiasa menghirup aroma kemaluan pria yang menyengat. “Bagus, cukup pandai.., ” Pak Alex mengelus-ngelus kepala Anita dan Anita , bergantian mereka mengecup-ngecupi buah zakar Pak Dion, lidah mereka terjulur-julur keluar menjilati permukaan batang kemaluan Pak Alex yang berwarna hitam kecoklatan.

“Nahh, ini juga dicobain.., kamu pasti suka…” Pak Alex menekan kepala Lusi sambil menjejalkan kepala kemaluannya, sementara Anita menatap Lusi yang sedang menghisap-hisap kepala kemaluan Pak Dion, mulut Lusi bedecakan ketika melumat-lumat puncak kepala kemaluan Pak Dion, sementara kedua tangan Lusi menggenggam penis Pak Alex yang besar. “Anita aaaa, jangan serakah gitu dong, ayo biar sekarang Anita yang nyicipin ****** Bapak…..” Lusi melepaskan kemaluan Pak Alex kemudian menyodorkannya pada Anita , sebentar Anita menatap kepala kemaluan Pak Alex sebentar kemudian menolehkan wajahnya menatap Lusi seolah-olah bertanya seperti apa rasanya. Lusi menganggukkan kepalanya seolah meyakinkan Anita kalau mainan baru yang satu ini ternyata sangat mengasikkan. Perlahan lidah Anita terjulur keluar dan memijati kepala kemaluan Pak Alex sebelum memasukkannya ke mulut, Hmmmmm ternyata seperti inilah rasanya kepala penis laki-laki, asin, kenyal,dan gurih. Bergantian Lusi dan Anita menservice kemaluan Pak Dion, mulai dari buah zakar, batang kemaluan dan juga kepala kemaluan Pak Alex. Pak Alex menarik tubuh Lusi kemudian membaringkannya kembali di atas meja, tangannya mendekap pinggul Lusi dan menggusup pinggul gadis itu sampai posisi vagina gadis itu pas untuk disodok oleh batang kemaluannya, kepala sekolah bejat itu kemudian sibuk berusaha melakukan penetrasi pada lubang vagina Lusi yang masih rapat.

“Aaaakkhhh……!! ” Lusi membeliakkan matanya ketika merasakan batang kemaluan Pak Alex mulai terbenam, membelah jepitan vaginanya dengan perlahan-lahan. “Arhhhhh, Owwwww….. Hkk Hkkkk” Lusi menolehkan kepalanya kesamping ketika merasakan seseorang menggenggam lembut tangannya. “Veilyyyyy….,Ahhhh.., “Lusi memiawik sambil menggenggam erat tangan Anita ketika merasakan kepala kemaluan Pak Alex merobek-robek selaput perawannya, Anita membelai-belai kepala Anita , berusaha menenangkan Lusi yang sedang diperawani oleh Pak Alex. Pak Alex terkekeh-kekeh sambil semakin dalam membenamkan batang kemaluannya sampai mentok kemudian ditariknya perlahan-lahan kemudian disodokkannya masuk sekaligus kedalam jepitan vagina Anita . “Pelan-pelan Pakkk, ” Anita memohon memelas pada Pak alex, agar Pak Alex menyetubuhi Lusi dengan lebih lembut. “Boleh, tentu boleh…!! Tapi… syaratnya kamu juga harus ikut ngegarap Anita …., kalo nggak Bapak sodok dia kayak gini !! Hihhhhh…..!! ” Pak Alex menggenjot vagina Lusi dengan kasar sampai Lusi memiawik – mekik kesakitan. “Jangan…!!, Jangannnn Pakkkk!!, Saya lakukan…..” Tangan Anita menahan gerakan pinggul Pak Alex yang sedang menggenjot-genjot vagina Anita .

Pak Alex tersenyum-senyum ketika Anita mulai duduk di pinggiran meja menghadap ke Lusi yang terlentang pasrah, tangan Anita mengelus-ngelus payudara Anita , diusapnya payudara Lusi sampai gadis itu menggeliatkan tubuhnya karena kegelian. “Veil…” gadis itu merintih lirih ketika merasakan remasan-remasan lembut pada gundukan buah dadanya, ”Ahhhh…………… ” Lusi mendesah ketika merasakan tangan Anita mencubit putting susunya kemudian mulai menarik-nariknya dengan lembut, sementara Pak Alex mulai mengayunkan batang kemaluannya dengan lembut. Ditekankannya batang kemaluannya yang besar dan panjang itu dalam dalam kemudian perlahan-lahan kembali ditariknya sampai sebatas leher penis kemudian ia kembali menekankan batang kemaluannya dalam-dalam sampai mentok. “Ahhh…, Ahhhhhhh, Veily” Lusi merintih sambil mendekap kepala Anita yang sedang mencumbui puncak payudaranya. Mulut Anita mengecupi buntalan payudara Lusi yang padat dan kenyal, lidahnya terjulur keluar menjalari permukaan payudaranya kemudian menjilati puttingnya sebelum melumat dan mengenyot-ngenyot puncak payudara Lusi dengan kuat.

Serangan Anita di buah dadanya dan juga genjotan-genjotan lembut Pak Alex akhirnya meruntuhkan dinding pertahanan Anita , dinding itu jebol ketika denyutan-denyutan kenikmatan menerjang tanpa ampun. “Ahhh… Crrr Crrrrr.. Crrrr…..” Lusi memejamkan matanya, Anita agak tercekat ketika menatap Anita , bibirnya agak terbuka sambil mendesis pelan “Ohhhhhhh, nikmatnya……….” Lusi tidak lagi merintih kesakitan ketika Pak Alex mulai melakukan genjotan-genjotan yang agak kuat dan kencang, “Crepppp… Crepppp… Creppppp…” Benda besar dan panjang itu keluar masuk membelah vagina Anita  “Ahhhh Ahhhh Ahhhhh Awwwww….” Lusi memiawik – mekik kecil keenakan, tusukan-tusukan pak Alex terasa semakin nikmat, terkadang ia menjerit keras dengan liarnya. “Anita a ??!! ” Anita tercengang , Lusi yang ia kenal tidak seperti ini, Ohh, kenapa ? apakah tusukan-tusukan batang kemaluan Pak Alex yang membuat Lusi berubah menjadi liar seperti ini ??? “Ennnhh Ennnnh Ennnhh… Aaaaaaa” Lusi semakin keras merengek ketika Pak Alex semakin kuat menggenjot-genjotkan penisnya. “Arhhhhh….!! “Lusi mengerang keras ketika penis Pak Alex mengaduk-ngaduk vaginanya, pria itu tampak semakin bernafsu menyodok-nyodokkan batang kemaluannya.

“Oahhhhhhh…., Hshhhhhhhh……Hshhhhhh” Lusi mendesis-desis, sungguh sulit menahan nikmatnya sodokan-sodokan penis Pak Alex yang membuat Lusi berkali-kali terperanjat seperti terkena sengatan listrik tegangan tinggi, dan pada sentakan terakhir ia memiawik kecil “Ahhhhh…, Pak Dionnnn, Crrr Crrrrr…….” tubuh Lusi mengejang beberapa detik sebelum akhirnya terkulai dengan lemas, Pak Alex menghela nafas panjang sambil meremas-remas buah dadanya, kepala sekolah bejat itu menarik batang kemaluannya dari dalam jepitan vagina Anita . “Plophhhh” “Anita .., sekarang giliran kamu he he he” Pak Alex memerintahkan Anita agar duduk di atas kursi empuknya. “Ayooo…, ngak apa-apa koqq…” Pak Alex membimbing Anita dengan paksaan, dibukanya kedua lutut Anita agar mengangkang ke samping, gadis itu berusaha mengumpulkan keberaniannya ketika kepala Pak Alex menunduk dan mendekati wilayah intimnya, Anita merasa risih ketika merasakan hembusan-hembusan nafas pak Alex yang memburu menerpa permukaan vaginanya. “AHHHHH…!! ” Anita tersentak ketika merasakan sebuah jilatan dibibir vaginanya, tubuhnya menggigil hebat ketika merasakan ulasan-ulasan lidah Pak Alex menjilati dan mengorek-ngorek belahan vaginanya.

“Slllcckkkk….Sllllcccckkkkk… Slllccckkkkk!! “ “Ennnhhhhhh……” Tubuh Anita kelojotan ketika mulut Pak Alex tiba-tiba mengenyot-ngenyot bibir vaginanya “Uhhhhh!! Crrrr Crrrr Crrrrr” Cairan kenikmatan itu berdenyut berkali-kali dan semuanya habis dikenyot dan ditelan oleh Pak Alex. “He he he…, Nyamm, Gurih…, Ehmmm” Pak Alex mengangkat kepalanya , Anita terdiam dengan wajah merah padam, ketika si kepala sekolah bejat itu berhasil membuatnya mencapai puncak klimaks. Anita menolehkan kepalanya ke kiri ketika Pak Alex mulai mengarahkan batang kemaluannya pada bibir vaginanya, Anita merintih ketika merasakan gesekan-gesekan kepala kemaluan Pak Alex yang menggeseki belahan vaginanya. “AHHHHH………!! ” gadis itu memejamkan matanya rapat-rapat ketika merasakan belahan vaginanya dipaksa melar pada saat kepala kemaluan Pak Alex mulai melakukan penetrasi, tubuhnya melenting kemudian terhempas begitu saja. “Hsssshhhhh…… Awwww…..!! “Anita menatap Wajah Pak Alex sambil berusaha menahan gerakan pinggul Pak Dion, Pak Alex tertawa senang sambil menikmati jepitan vagina Anita pada leher penisnya. “Uuuuhhhh……” bibir Anita meruncing ketika merasakan penis Pak Alex mulai menekan untuk masuk lebih dalam, Anita menggeliat-geliat resah, bibirnya terus mendesis-desis tanpa henti.
“Awwww…., Aduhhhhh……” Anita mengernyit kesakitan ketika kepala kemaluan Pak Alex bersuka ria merobek-robek selaput daranya,

Sambil meremas induk payudara Anita , Pak Alex menyentakkan batang kemaluan kuat-kuat.”Owwwww……!! “Anita terkulai lemas di atas kursi empuk dengan sebatang penis Pak Alex yang besar dan panjang tertancap dalam-dalam di lubang vaginanya. Air mata meleleh dari sudut matanya, gadis itu terisak menangis sambil menatap wajah Pak Dion, betapa menyebalkannya wajah pria itu, dasar bajingan!! keparat!! Anita mengumpat dalam hati. Pak Alex menarik penisnya perlahan-lahan kemudian kembali disodokkannya sekaligus, bibir vagina Anita sampai terlipat kedalam ketika batang kemaluan yang besar dan panjang itu menyodok masuk dengan paksa.
“Hemmmppphhh…..” Anita bertahan agar dirinya tidak berteriak, ia tidak ingin si keparat ini terkekeh senang mendengarnya memiawik-mekik tanpa daya dalam genjotan-genjotan batang kemaluannya. Pak Alex menggeram kemudian semakin kasar dan liar menarik dan membenamkan batang kemaluannya, begitu kasar, liar dan brutal,
“Clepp.. Cleppp Cleppp….” “Oawwwww….!! Ampunnn… Pakkkk!! Ampunnnn Ohhhhh” Anita tidak sanggup lagi menahan genjotan-genjotan kasar Pak Dion, Pak Alex malah semakin mempercepat genjotannya, sambil sesekali tertawa senang mendengarkan jeritan-jeritan kecil Anita .

“HHhhsshhh…..” Anita berusaha mengambil nafas sebanyak mungkin ketika Pak Alex membenamkan batang kemaluannya dalam-dalam dan berhenti bergerak, kedua tangan Pak Alex meremasi induk payudara Anita yang sudah basah oleh lelehan cairan keringat, dijepitnya putting susu gadis itu kemudian dipilin-pilinnya putingnya yang sudah meruncing keras. Pak Alex mencekal tungkai lutut Anita sebelah bawah dan mendorong sambil mengangkangkan kedua kaki gadis itu. Posisi kaki Anita mirip huruf “M” yang sangat indah. Anita meringis ketika Pak Alex menarik kembali batang kemaluannya, gadis itu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. “Ahhh, AHHHH, Owwww…! Owwwww!” Tubuh Anita tersentak-sentak dengan kuat ketika Pak Alex kembali menggenjot-genjot kasar lubang vagina Anita yang seret dan sempit. “Ahhhh, kenapa ini ??, Ohh, Ampun, enak bangetttt…..” Anita membatin ketika merasakan genjotan-genjotan Pak Alex yang kasar dan brutal terasa semakin enak. Apa ini yang dirasakan oleh Anita , Hmm, pantesan Lusi malah mendesah-desah keenakan ketika digenjot-genjot oleh batang kemaluan Pak Alex. “Ahhhh… Pak Dionnnn, Ahhhhhh….” Anita menatap sayu wajah Pak Dion, menatap laki-laki gemuk itu mengayunkan batang kemaluannya yang besar dan panjang.

“He He He, Gimana pelajaran khusus dari bapak ?? rasanya enak bukan ?? Kamu harus bersyukur dan berterimakasih sama Bapak, nggak semua murid perempuan mendapatkan kesempatan emas ini !!!, Cuma yang cantik-cantik aja, HA HA HA HA” Pak Alex mencekal pinggang Anita kuat-kuat kemudian menghentak-hentakkan batang kemaluannya dengan liar dan brutal sampai Anita melolong panjang “Owwwwww……hhhhhh” “Hemmmmmffffff… Ucchhhhh….?” Anita mendesah-desah ketika tiba-tiba lubang vaginanya berkedut-kedut dengan nikmat, ada sesuatu yang keluar tanpa dapat ditahan atau dicegah, semuanya terjadi begitu saja, begitu lega, nyaman, kenikmatan itu membuat Anita merinding.”OHHH…, nikmat banget sichhh……” tanpa sadar Anita mendesis lirih. Pak Alex meraih pundak Anita kemudian menarik tubuh gadis itu ke arahnya sambil melakukan kocokan-kocokan lembut. Kepala sekolah bejat itu menciumi bibir Anita yang terus mendesah-desah, sesekali dilumatnya bibir gadis itu. “ckkkk… Ckkkk… Cllllkkkkk, Ohhh,, Hsshhh Ahhh Ckkkk..” Suara decakan-decakan itu bercampur dengan desahan dan rintihan Anita yang semakin manja dan menggairahkan.Pak Alex menolehkan kepalanya pada Lusi yang sedang duduk di pinggiran meja sambil menonton perbuatan mesum antara Pak Alex dan Anita .

“Lusi sini…” Pak Alex memanggil Anita , perlahan-lahan Lusi mendekati pak Alex. Kepala sekolah bejat itu menarik pergelangan tangan Lusi agar gadis itu ikut berlutut disamping tubuhnya yang gembrot, dengan santai lengan Pak Alex melingkari pinggang Anita , setelah mengecup pipi Anita , Pak Alex kembali menggenjotkan batang kemaluannya menerjang lubang vagina Anita . Anita menatap Lusi dengan tatapan matanya yang sayu, berkali-kali bibirnya mendesah-desah lembut, terkadang mengerang lirih, nafas Lusi semakin memburu, gadis itu menundukkan tubuhnya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Anita . Dengan lembut Lusi melumat bibir Anita . “Ha Ha HA…, Bagus, Bagus….! ” Pak Alex tertawa senang, sambil menatap kedua muridnya yang lesbi saling berpelukan dan berciuman dengan mesra, kepala sekolah bejat itu menatap pantat Lusi yang agak menungging di sisinya, sambil mengocok vagina Anita Pak Alex mencari cari kelentit Anita . “Offffffhhh…, Ahhhh, Ahhhh Ckk Ckkk….” Lusi mendesah-desah ketika merasakan kelentitnya diurut-urut oleh Pak Dion, sementara Anita mendesah resah karena lubang vaginanya terus digenjoti oleh si keparat Alex.

“Ahhhh Ahhhhh… Pak Dionnn…..” “Aduhhh… duhhhh Ahhhhhh… Awwww” Rintihan-rintihan kedua murid yang cantik itu terkadang disela oleh suara tawa pak Alex yang terkekeh-kekeh keenakan, erangan dan desahan-desahan manja semakin sering terdengar dari bibir mereka. “Aaaaa…. Hemmmm CRRTTT CRRRRTTT”
“Aduhhhh… AAAAAAA…. Crrr Crrrrr…….” Pak Alex semakin pede ketika berhasil merobohkan kedua muridnya yang cantik sekaligus. Ia lalu mencabut batang kemaluannya. “Ehmmm, He he he…..kalian haus??” Pak Alex bertanya pada kedua muridnya, Lusi dan Anita menganggukkan kepala sambil menatap dengan pandangan memohon. “Ayo kalian bersujud di depan ****** Bapak….” tangan kanan Pak Alex berkacak pinggang sedang kan tangan kirinya memegang sebotol teh botol yang sudah dibuka, perlahan-lahan Lusi dan Anita berlutut di hadapan penis Pak Alex. “Kalian boleh minum tapi harus lewat ****** Bapak, ya itung-itung ngerasain teh botol rasa baru,” Pak Alex memiringkan teh botol ditangannya tepat pada Batang Penisnya yang sengaja diarahkan pada wajah kedua muridnya yang cantik.

Lusi dan Anita terdiam sambil menatap sedikit air teh yang mengucur di ujung kemaluan Pak Dion, antara rasa haus dan harga diri, itulah yang harus dipilih oleh mereka. “Gluk… Ceglukk…” berkali-kali Anita dan Lusi menelan ludah berusaha membasahi kerongkongan mereka yang terasa kering dan panas sedangkan sedikit air teh yang mengucur di ujung penis Pak Alex begitu menggoda mereka. “Slccckkk… Slllccckkkk,, Glekkk,,, Srrrrrrpppp… Srrrpppp” Anita langsung menyeruput air teh yang mengucur di ujung penis Pak Dion, untuk mengghilangkan rasa dahaga yang menyiksanya. “HA HA HA HA HA HA…..” Pak Alex tertawa senang, suara tawanya semakin keras ketika Lusi mengikuti jejak Anita . “Buka mulut kalian lebar-lebar….” Pak Alex memerintahkan agar Anita dan Lusi membuka mulut mereka, ia mengarahkan kepala kemaluannya pada mulut Lusi yang ternganga, kemudian menuangkan air teh melalui batang kemaluannya “Cerrrrrrr………” terdengar suara air teh yang sedang mengisi rongga mulut Anita , selesai mengisi mulut Anita , Pak Alex mengarah kepala kemaluannya untuk mengisi rongga mulut Anita . “Glukkk… Glukk” “Ceglukk…. Gluk”

Lusi dan Anita yang kehausan menelan air teh di rongga mulut mereka, pak Alex berulang kali mengisi mulut kedua muridnya yang terus menganga kehausan. “Nahhh, gimana rasanya ?? teh botol rasa ****** , HA HA HA” Pak Alex tertawa terbahak-bahak, ada sensasi tersendiri ketika melecehkan kedua muridnya yang cantik. Pak Alex mencekal pergelangan tangan kedua muridnya dan menarik mereka berdua berdiri, “Nahhhh , kalian sudah belajar dient*t dan terus terang, Bapak sangat salut pada kalian berdua, memiaw kalian rasanya enakk banget…, seret, peret pisannn…, top abis dahhhh….!! TWO THUMB UP BUAT memiaw KALIAN !! ” (Hemmmmm??? Waduh…. kayaknya istilahnya familiar amat ^^ ) “Setelah pelajaran dient*t, kurang sreg rasanya jika kalian tidak belajar untuk melakukan pembalasan…., nah ini dia pelajaran selanjutnya, kalianlah yang harus belajar ngent*tin Bapak…. He he he…..” Pak Alex menarik Anita dan Lusi ke arah kursi sofa panjang di ruangan kepala sekolah yang biasanya dipakai untuk menjamu tamu. Tubuh Pak Alex duduk santai di atas kursi sofa, Anita dan Lusi saling berpandangan. Harap-harap cemas, berharap untuk kembali menggapai puncak kenikmatan namun cemas menghadapi sodokan-sodokan maut pak Alex.

“Nah, Anita …, Coba kamu naik kemari,” Lusi menaiki tubuh Pak Dion, kedua tangannya berpegangan pada bahu pak Alex untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, Posisi Lusi Mirip seperti Orang yang sedang berjongkok untuk buang air kecil. “Oke, sekarang kamu dudukin kepala ****** Bapak Pakai memiaw Kamu…, Ayooo…, jangan ragu-ragu….”Pak Alex membantu dengan menarik pinggang Lusi untuk turun. “Sllllleeeeeppppphhhhh ” Perlahan-lahan kepala kemaluan Pak Alex kembali membelah vagina Anita . “Aaakkhhh….” kepala Lusi terangkat keatas sambil mendesah panjang merasakan batang kemaluan Pak Alex kembali tertancap di lubang vaginanya, Lusi berusaha menekankan vaginanya ke bawah, lelehan keringat kembali bercucuran membasahi tubuh gadis itu. “Sekarang kamu ayun-ayunkan pinggul kamu… Ayoo…” Pak Alex menanti aksi Lusi selanjutnya, sambil menggigit bibir Lusi mulai bergerak mengayun-ngayunkan pinggulnya. “Lebih cepat !!.. Lebihhh kuatttt….!! ” Pak Alex menyemangati Lusi agar lebih aktif lagi melakukan Pr-nya. “Ayoo,,, terusss,,!! perkosa Bapak, Anita …,!!” Pak Alex membantu Lusi dengan menarik-narik pinggulnya untuk turun dengan lebih cepat dan kuat. “Pakkk… Dionnnn!! Enakkkk…, Pakkkkkk….” Lusi menjerit liar, sambil menghempas-hempaskan pinggulnya dengan lebih cepat.

Payudara Lusi yang membuntal padat bergerak-gerak dengan indah di dadanya, Pak Alex Langsung mencaplokinya bergantian dari yang kiri dan yang kanan. “Utsssss….!! Crr Crrr Crrrr…..” gerakan Lusi tiba-tiba terhenti, tubuhnya mengejang , Lusi merintih lirih dan terkulai lemas dalam dekapan Pak Alex.  Pak Alex mendorong tubuh Lusi kesamping kanan, gadis itu bersandar lemas dengan posisi kedua kakinya sedikit mengangkang. “Ayo.., Anita sekarang kamu yang berlatih….” Pak Alex terkekeh-kekeh sambil membantu memegangi pinggang Anita yang berusaha menaiki tubuh Pak Alex yang gembrot. Nafas Anita memburu kencang ketika merasakan kepala kemaluan Pak Alex yang tidak tahu malu itu kembali menerobos Belahan Vagina gadis itu. “Ahhhh…. Hsssshhhhhhh…..” Anita mendesis, tubuhnya melenting ke belakang sehingga buah dadanya semakin menonjol, sebuah kesalahan fatal karena Pak Alex justru memanfaatkan moment tersebut untuk mencaploknya, rakus sekali pria itu melumat-lumat payudara Anita yang segar sampai itu sepuas-puasnya. “Nahhh, ayoo, mulai berlatih…!! ” Pak Alex sudah tidak sabaran ingin mewariskan pelajaran penting untuk Anita . “Susah Pakkk, susahhhhh…..” Anita tampak kesulitan “Makanya jangan terlalu tegang begitu santai saja…. Ayo coba lagi…Bapak yakin kamu bisa melakukannya !! “
“Hsssshhh… Ahhhhh Haaaaasssshhhh….”

Anita mulai dapat melakukan tugasnya dengan baik, bahkan lebih pandai dari Lusi karena Anita tampak lihai menggoyang-goyangkan pinggulnya seperti orang main hulahop. “Wahhhhh…, rupanya kamu punya bakat terpendam!! ” Pak Alex tersenyum sambil meremas buah dada Anita . “Ahh Ahhh Ahhh….” Anita mulai belajar untuk menghempas-hempaskan pinggulnya, gadis itu menjerit-jerit liar sambil merengek-rengek manja “Wahhh…, kamu nangtang Bapak rupanya..,,, Baik bapak layani…!!” Pak Alex menyodokkan batang kemaluannya ke atas ketika Anita menghempas-hempaskan vaginanya kebawah. “Ohhhh…., Pakkkk!!, Lebih kerassss….!! Ahhhhh terusss Pakkk…” Anita sudah kehilangan jati dirinya, yang ada hanyalah kenikmatan demi kenikmatan yang terasa ketika vaginanya disodok-sodok oleh batang kemaluan Pak Alex.
“AHHHHH……!! Crrr Crrrr” Anita mengalungkan kedua tangannya pada leher Pak Alex sambil menghempaskan vaginanya kebawah kuat-kuat, nafasnya tersendat-sendat ketika cairan-cairan kenikmatan itu berdenyut keluar. Anita menolehkan kepalanya ke belakang ketika merasakan pinggulnya di dorong ke samping oleh seseorang, rupanya Lusi ingin melanjutkan permainan barunya. Anita sedang asik-asiknya menonton Lusi yang sedang menghempas-hempaskan pinggulnya dengan liar ketika terdengar bunyi

“Cklekkk…..!!” “Owww….!! ” Anita dan Lusi berseru terkejut ketika seseorang menerobos masuk diikuti beberapa orang guru di sekolah itu. “Ohhhh…, Pak Agunggg….!! Silahkan….” Pak Alex mempersilahkan Pak Agung untuk masuk. “Wahhhh…, lagi asik rupanya, Maaf nih saya jadi menggangu Pak Alex ” Pak Agung menutup kembali pintu ruangan itu. “Ohhh, Tidak apa…, saya justru senang Pak Agung mau ikut bergabung, dan memberikan informasi penting tentang korban kita berikutnya… he he he” Pak Alex terkekeh-kekeh sambil meremas-remas buah pantat Anita . Tampaknya akan segera terjadi pertempuran tidak seimbang, antara Lusi dan Anita melawan Pak Alex cs. Setelah mengunci pintu Pak Dede, Pak Ahmad, Pak Djono dan Pak Agung mulai melepaskan pakaian mereka masing-masing, Empat batang kemaluan teracung-acung mendekati mangsa mereka. Pak Djono menggesek-gesekkan kepala penisnya pada belahan pantat Lusi yang halus lembut. Pak Alex terkekeh – kekeh sambil mendekap punggung Lusi kuat-kuat agar posisi Lusi lebih menungging. Pak Djono menekankan kepala kemaluannya kuat-kuat pada lubang anus Anita . Gadis itu mengerang, lubang anusnya mengkerut ketakutan sehingga kepala kemaluan Pak Djono sulit melakukan penetrasi.

“Hemmmm,masih susah…He he” ujung jempol kanan Pak Djono menekan kuat-kuat pinggiran anus Lusi berusaha agar lingkaran anus gadis itu sedikit melar dan merekah, kemudian tangan kiri Pak Alex mengarahkan ujung kemaluannya pada lubang anus Lusi dan menekan lubang yang sedikit merekah itu kuat-kuat. “AWWWWWW….!” Lusi menjerit keras kesakitan ketika dengan satu sentakan yang kuat kepala kemaluan Pak Djono menjebol lubang duburnya, “Arrrhhhhh… Arhhhhhhh…. Errrrhhhhhh” Lusi berulangkali ketika Pak Djono menekankan batang kemaluannya lebih dalam menyodomi lubang anus Anita . “Hegghhhhh…..” Mata Lusi membeliak kemudian terpejam rapat disertai rintihan-rintihan kecil ketika merasakan batang kemaluan Pak Djono memasuki lubang anusnya lebih dalam dan lebih dalam lagi, sampai akhirnya pantat Lusi bergesekan dengan perut Pak Djono. “Ahhh Ahhh Ahhhh Ahhhh….” Terdengar suara-suara menggairahkan dari bibir Lusi ketika dua batang kemaluan itu berlomba menyodok-nyodok lubang vagina dan lubang anusnya.

“Creppp Creppp Crepppp….” “Plokkk… plokkkk… Plokkkk” Suara lubang vagina dan lubang anus Lusi yang sedang dikocok habis-habisan oleh batang kemaluan Pak Alex dan Pak Djono. Pak Agung mencekal pergelangan tangan Anita dan menarik gadis itu untuk berdiri, kedua tangan Pak Agung membelit pinggangnya kemudian dengan nafsu yang menggelegak bibir Pak Agung mencaplok bibir gadis itu, tubuh Anita melenting-lenting ke belakang ketika Pak Agung melumat dan mengulum-ngulum bibirnya, Anita mendorongkan kedua tangannya pada bahu Pak Agung, murid cantik itu berusaha melepaskan lumatan Pak Agung dari bibirnya, setelah berusaha beberapa saat….. “Auhhhh… Ohhhh… Hmmmm Hmmmmm” bibir Anita akhirnya terlepas dari lumatan Pak Agung yang ganas dan liar, namun hanya sesaat sebelum akhirnya bibir Anita kembali menjadi bulan-bulanan Pak Agung. “Hemmm… Mhhh… Mmmmmhhhhh” kali ini Anita lebih sulit untuk melepaskan bibirnya karena tangan kiri Pak Agung menekan belakang kepala gadis itu kuat-kuat, Pak Agung yang atletis, berotot, dengan kulitnya yang kecoklatan mendekap erat-erat tubuh Anita , sambil terus melakukan lumatan-lumatan dan kuluman kuluman mautnya, sampai hati Pak Agung puas. “Uhhhh….” Anita pasrah ketika tangan Pak Agung yang kekar mendekap pinggulnya kemudian mengangkatnya keatas.

Pak Agung yang berotot mirip Ade Rai mendesakkan tubuh Anita kesudut ruangan. Tubuh Anita tergantung di udara, posisi buah dada Anita pas banget di hadapan wajahnya. Perlahan-lahan Pak Agung menjulurkan lidahnya dan menjilat lembut putting susu Anita yang berwarna pink kecoklatan. Nafas Anita semakin tidak beraturan ketika merasakan jilatan-jilatan Pak Agung yang lembut bergantian di kedua puncak payudaranya, mengulas-ngulas putting susunya dan sesekali memutarinya “Ohhh, Pakkk… Ahhhh!!” Anita mendesah ketika merasakan mulut Pak Agung mencaplok kemudian menghisap lembut puncak payudaranya sebelah kanan mulut, gerakan mulut Pak Agung tampak seperti sedang mengunyah payudara Anita bergantian dari yang kanan ke yang kiri. Sambil tersenyum pak Agung merebahkan tubuh Anita di meja, disibakkannya kedua kaki gadis itu agar mengangkang. “OHHHHH…!!!….” Anita bergidik ngeri menatap kemaluan Pak Agung, kalau soal panjang sih kurang lebih sama dengan panjang kemaluan Pak Alex namun yang mebuat Anita bergidik ngeri adalah bulatan batang kemaluan Pak Agung yang hampir dua kali lipat bulatan kemaluan Pak Dion, “Ahhhh….” punggung Anita sampai terangkat kemudian terhempas kembali ketika merasakan kepala penis Pak Agung mulai menekan berusaha membongkar jepitan vaginanya, agak lama juga Pak Agung berusaha “EENNNNHHHHH… AWWWWW….!! ” nafas Anita tertahan-tahan ketika kepala kemaluan Pak Agung tiba-tiba mencelat masuk.

“Ha HA Ha, Akhirnya masuk juga, hajar langsung..!! “ “Ayo Pak Agung sodok yang kuat…!!” Pak Dede dan Pak Ahmad menyemangati Pak Agung. Pak Agung menatap Anita yang tergolek tanpa daya sambil menatap padanya dengan pandangan mata yang memelas. “Aduhh….Awwwww, Essshhhhhhhh, Owwwww.” Anita mengaduh ketika Pak Dede dan Pak Ahmad meremas-remas buah dadanya dengan kasar, kemudian mencubit kuat-kuat putting Anita sampai ia merintih-rintih kesakitan. “Hmmmmm… ” kening pak Agung berkerut setelah mencabut batang kemaluannya, Pak Agung meraih tubuh gadis itu kemudian diangkatnya tubuh Anita dengan hati-hati sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. “Yahhh, koq dibawa sihh…!!” “Lohhh mau ke mana Pak Agung…!!” “Mau keluar” Pak Agung menjawab singkat kemudian melangkahkan kakinya menjauhi ruangan kantor Pak Dion, “Nahhh…” Pak Agung mendudukkan Anita disalah satu bangku panjang yang terbuat dari kayu, gadis itu menundukkan kepalanya ketika Pak Agung duduk di sebelahnya. “Cuphhhh….” dengan lembut Pak Agung mengecup pipi Anita , tangannya merayap ke arah selangkangan Anita kemudian berbisik di telinga gadis itu “Masih sakit ya ??” “Atau kamu cape?? ” dengan mesra Pak Agung memeluk tubuh Anita , entah kenapa Anita merasa mendapat perlindungan dari Pak Agung, kalau tidak dirinya pasti sudah dikerjai habis-habisan oleh Pak Dede dan Pak Ahmad, Anita terisak menangis dalam pelukan Pak Agung.

“Sudah.. , sudahh, cupphh, cuphhh…” Pak Agung menciumi kening Anita sambil membelai-belai punggung gadis itu dengan penuh perasaan, Anita memasrahkan dirinya dalam pelukan Pak Agung, ada rasa aman ketika Pak Agung yang tinggi dan berotot seperti Ade Rai itu memeluk mesra dirinya, tanpa terasa Anita tertidur dalam pelukan mesra Pak Agung, dengan lembut Pak Agung mengusap-ngusap rambut gadis itu. Berbeda dengan Anita nasib Lusi lebih mengenaskan, dua batang penis berkali-kali ditancapkan dengan kasar oleh pemiliknya ke dalam lubang vagina dan lubang anus gadis itu, sementara buah dadanya menjadi mainan Pak Dede dan Pak Ahmad. “Ahhhh…, Ohhhhh, ampun Pak Aduhh Awwww…., jangan…!!” Lusi meringis-ringis sambil berusaha menepiskan tangan Pak Dede dan Pak Ahmad yang menggerayangi payudaranya. “Ennnngghhh… Aduhhh…!! Crrrtt.. Crrrttttt….!! ” Lusi merintih lirih.
Tubuh gadis itu berkelojotan beberapa saat. “HA HA HA, Aduh !!! enak katanya …..” Pak Dede mengolok-olok Anita . “Iya…, pengen terus dirojok…!! “Pak Ahmad ikut meledek sambil meremas induk payudara Lusi kuat-kuat. “Ooo, begitu ya…, kayak gini? Hihhh….!! ” Pak Alex berkali-kali menyodokkan batang kemaluannya ke atas. “Bukan seperti itu Pak Dion, kayak gini baru benar…!! ” Pak Djono tidak mau kalah menggenjot kuat-kuat lubang anus Anita .

Dua batang kemaluan milik Pak Alex dan Pak Djono berlomba-lomba menusuk, menyodok dan menghajar lubang anus dan vagina gadis itu tanpa mempedulikan Lusi yang mengerang-ngerang kesakitan, kedua lubangnya terasa panas akibat dikocok-kocok dengan kasar. “Aowwwhhhh… Hekkkk….!!” kepala Lusi terangkat ke atas ketika Pak Alex dan Pak Dede bersama-sama membenamkan batang kemaluannya, “Croooorrrrrttt….!! “
“Kecroooottttt……” Gerakan-gerakan brutal itu mendadak berhenti, “Wahhh, sepertinya giliran kita nih…! ” Pak Dede menarik Anita , Pak Ahmad cuma tersenyum kemudian langsung bergabung dengan Pak Dede. Lusi dipaksa menungging di atas lantai, “Emmmmm, Hemmmmhhh….” mulut Lusi terisi penuh oleh batang kemaluan Pak Ahmad sementara Pak Dede tersenyum sambil menimbang-nimbang, lubang manakah yang sebaiknya disodok, anus atau vagina. “Lohhh, Pak Dede koq malah diam?? hemmp, Ahhhh, sedappnya…!!” tangan Pak Ahmad mendekap kepala Lusi sambil memaju mundurkan batang penisnya keluar masuk kedalam mulut gadis itu. “Ha Ha Ha, habis saya bingung mau yang mana?? soalnya dua-duanya tampak menggiurkan….tapi ya sudah saya pilih yang ini aja dechhh buat pemanasan” Pak Dede menggesekkan kepala kemaluannya pada belahan lubang vagina Lusi kemudian dengan gerakan-gerakan menyentak ia membenamkan batang kemaluannya.

kedua tangannya mencekal kedua pergelangan tangan Lusi kemudian menarik tangan Lusi kebelakang “Ayo, Pak Ahmad, biar saya bantu… biar Pak Ahmad lebih enak…” “Hemmmppphh Hemmmmhhh, Emmmmmm” Lusi mendelikkan matanya ketika lubang vaginanya disodok kuat-kuat oleh batang kemaluan Pak Dede, sedangkan kerongkongannya dirojok oleh batang kemaluan Pak Ahmad. Wajah Lusi mengernyit-ngernyit, tampaknya ia sangat menderita, sementara kedua guru bejat itu malah terkekeh-kekeh keenakan. “Anjinggg…!! Whuaduhhhhh….!! ” Pak Ahmad memaki sambil menarik batang kemaluannya darid alam mulut Anita , kemudian “Plakkkkkk…..” Pak Ahmad menampar wajah Lusi kemudian menjambak rambutnya, Lusi hanya mengerang tak berdaya, “Lohhh ?? ada Apa Pak Ahmad ?? ” Pak Dede bertanya keheranan.
“Dia ngigit ****** saya…!! Sialan.. Plakkkk…!!!” Pak Ahmad kembali menampar wajah gadis itu kemudian menjambak-jambak rambut Anita . “Kurang ajar..!! Berdiri..!! ” Pak Dede mencabut batang kemaluannya kemudian memaksa Lusi untuk berdiri. Pak Ahmad mencekal dan mengangkat tungkai lutut kanan Lusi sebelah bawah, kemudian “Jrebbbb Jrebbbb.. Jrebbbbbb…, berani kamu ya, Hihhh!! “
Disodok-sodoknya lubang vagina Lusi sekuat tenaga..

“AWWWW….. AWWWWW…..” Lusi menjerit panjang ketika merasakan lubang anusnya dipaksa menerima kehadiran batang kemaluan Pak Dede. Setelah membantu menopang tungkai lutut kanan Anita , pak Dede dan Pak Ahmad berlomba marathon merojok-rojokkan batang kemaluan mereka dengan kasar. “Murid seperti ini yang harus diajar adat, tidak menuruti nasehat gurunya !!” Sesekali Pak Dede menjambak rambut Lusi sambil menggecakkan batang kemaluannya kuat-kuat. “Betul Pak Dede.., Ayo kita kasih pelajaran murid sialan ini !! “Pak Ahmad menghantamkan batang kemaluannya kuat-kuat. “Ayo Pak Ahmad kita kocok yang kuat…” Pak Dede tambah liar. “Aduhhh… Ahhhhh… Awwwww, ampun Pakkk ampunnnnn….” Lusi mejerit-jerit kewalahan, tubuhnya terjepit tanpa daya di antara tubuh Pak Dede dan Pak Ahmad, Lusi mengerang panjang kemudian terkulai jatuh tidak sadarkan diri. Sementara di sebuah bangku kayu panjang, Anita membuka matanya ketika merasakan rasa geli di bibir vaginanya, “Emmmm…….” Tubuh gadis itu menggeliat lemah, setelah terbangun dari tidurnya tubuhnya terasa segar. Tangan Anita terjulur membelai lembut kepala Pak Agung yang sedang menjilati bibir vaginanya

“Ehhh…, Maaf .., tidur kamu jadi terganggu ya ?? ” Pak Agung menengadahkan kepalanya ketika merasakan belaian Anita . Anita menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum sambil membuka kedua kakinya lebar-lebar “Ceglukk..! “Pak Agung menelan ludah, matanya menatap tajam pada belahan vagina Anita yang sedikit merekah, perlahan-lahan Pak Agung kembali menundukkan kepalanya dan mengencup belahan vagina Anita yang merekah. “Ahhhhhh……… Pakkk, “Anita mendesah panjang ketika merasakan bibir vaginanya diemut oleh Pak Agung, berkali-kali tubuhnya menggelepar ketika mulut Pak Agung mencaploki vaginanya dengan lembut. Tangan Pak Agung menarik bibir vagina Anita kemudian melumat isinya. Cairan kewanita an Anita semakin banyak meleleh membasahi lubang vaginanya, pak Agung mulai mengambil posisi sambil mengarahkan batang kemaluannya dan menggesek – gesek lubang vagina Anita yang sudah basah. Anita menahan nafas ketika merasakan kepala kemaluan Pak Agung mulai menekan dan berusaha membelah jepitan lubang vaginanya. Kepala Anita terangkat keatas, matanya mengerjap-ngerjap, bibir gadis itu sedikit terbuka merekah ketika perlahan-lahan kepala kemaluan Pak Agung mulai membelah dan menancap di vaginanya. “Haa, Emmmfffhhhh….

” Tiba-tiba tubuh Anita mengejang dan terkulai dengan nafasnya yang tersendat-sendat. “Sakit ?? ” Pak Agung bertanya, ia membelai rambut Veily Sambil tersenyum Anita menggelengkan kepalanya, walaupun vaginanya terasa seperti kram dan ngilu menerima kehadiran batang kemaluan Pak Agung, Anita ingin memberikan yang terbaik untuk Pak Agung. Tubuhnya menggeliat-geliat ketika Pak Agung membenamkan batang kemaluannya, sesekali Pak Agung menahan batang kemaluannya ketika Anita meringis, kemudian pelan-pelan ia kembali melanjutkan membenamkan batang kemaluannya sampai mentok, perlahan-lahan Pak Agung mengaduk-ngaduk vagina Anita dan menggecakkan batang kemaluannya mendesak-desak lubang vagina Anita yang sempit. Perlahan-lahan Pak Agung mulai menarik dan membenamkan batang kemaluannya, berkali-kali Anita terperangah dan terperanjat keenakan ketika Pak Agung mulai menaikkan tempo genjotannya. “Aaaahhhh….!! ” Anita menjerit keras kemudian
“Crrr.. Crrrrrr.. Crrrrrr, Ennhhh Pakkk…!!” Pak Agung menghentikan gerakannya membiarkan Anita meresapi kenikmatan puncak klimaks yang baru saja diraihnya, setelah itu barulah Pak Agung kembali menarik dan membenamkan penisnya berulang kali.

“Cleppp.., Clepppp, Clepppp, Clepppp ” suara vagina Anita berdecakan menikmati sodokan-sodokan batang kemaluan Pak Agung yang semakin kuat menggenjot-genjot vaginanya. “Auhhhhh….!! Aaaaa…..Ennnakkkkk, Ahhhhhhhh, terus Pakkk” Anita kehilangan kendali dibawah genjotan-genjotan batang kemaluan Pak Agung. “AHHHH, AHHHHHHHHHHH…!! Pak Agunggggg….. Ohhhhhh” Anita menggoyangkan pinggulnya menyambut datangnya klimaks. “Wahh…!? Veilyyyyyy, Ya Ampunnnn,!! enak banget….!! Aohhhhh!!” Pak Agung memanas-manasi Anita agar gadis itu lebih rajin menggoyangkan pinggulnya. Pak Agung mendekap pinggul Anita sambil menjatuhkan tubuhnya ke belakang, kini Veilylah yang memegang peranan penting dalam persetubuhan itu. Nafas Pak Agung terasa sesak ketika Anita mengibaskan rambutnya ke belakang, cantik sekali ketika gadis itu menatapnya sambil tersenyum malu. Pak Agung tambah sesak nafas ketika Anita menundukkan wajahnya, tangan Pak Agung mengelus-ngelus pinggang dan pinggul Anita sambil membalas lumatan Anita dengan lembut. Anita menumpukan tangannya pada dada Pak Agung yang berotot kemudian sambil tersenyum ia menghempas-hempaskan vaginanya.

“Ahhhh.. Ahhhhh…. AHHHHH” desahan-desahan Anita terkadang terdengar keras ketika Pak Agung sesekali menghentakkan batang penisnya ke atas kuat-kuat menyambut hempasan vaginanya. Mata Pak Agung menatap payudara Anita yang melompat-lompat dengan indah, kedua tangannya meremas payudara itu, kemudian mengelusi putingnya.
“Hssshhh Hsssssshhh Ahhhh Pakkk, Ohhhh enak sekali!! pakkk…Awwww… Awwwwwkkkssshh.” tangan Anita kini berpegangan pada tangan Pak Agung yang sedang meremasi induk payudaranya, hempasan vaginanya semakin lama semakin kuat dan cepat, berkali-kali Anita menjerit liar melampiaskan nafsu birahi yang meledak-ledak dengan hebat. “Unnnnhhhh….!! Blukkkkkk…..” tubuh Anita tiba-tiba roboh sambil menggeliat-geliat “Crrrr Crrr….” Anita tersenyum puas, kedua matanya terpejam-pejam, vaginanya terasa berkedut-kedut memuntahkan cairan klimaksnya. Pak Agung berbisik lembut “Kita coba sambil berdiri ya….” Anita mengangguk, gadis itu bangkit dari atas tubuh Pak Agung. Pak Agung memeluknya dari belakang, gadis itu kegelian ketika Pak Agung mencumbui tengkuknya, kemudian melakukan hisapan-hisapan lembut di lehernya. Anita membusungkan susunya ke depan sambil mengalungkan kedua tangannya ke belakang leher Pak Agung ketika merasakan telapak tangan pria itu mengusapi bulatan susunya sebelah bawah.

“Lembut sekali…indah, Hemmmmm…” Pak Agung menggerayangi buah dada Anita sambil berkali-kali memuji keindahan dan kemulusan payudaranya yang sedang kenyal-kenyalnya akibat dirangsang oleh Pak Agung. Dijepitnya putting Anita kemudian dipilin-pilinnya dengan lembut, terkadang tangannya menggoyang-goyangkan bongkahan dada Anita . “Anita , Bapak pengen nyodomi kamu ya..” Pak Agung meminta dengan sopan
Anita terdiam agaknya ia ragu-ragu, namun kemudian mengangguk pasrah.
“Nungging sayang, nahhhh….” Pak Agung meminta agar Anita bersedia menunggingkan bokongnya, tangan Pak Agung menekan buah pantat Anita sampai anus gadis itu terekspose dengan jelas. “Haaaaaaaa…..” Anita menarik nafas panjang merasakan desakan kuat di lubang anusnya, kening gadis itu berkerut sedangkan mulutnya membentuk huruf “O”, tubuhnya berkali-kali terdorong ketika Pak Agung menghentakkan kepala kemaluannya berusaha melakukan penetrasi. “ARRRRRWWWH!! “gadis itu menjerit keras ketika satu tusukan yang kuat tiba-tiba memaksa lubang anusnya untuk merekah, kemudian kemaluan Pak Agung menyodok pintu duburnya dengan sentakan-sentakan yang kuat. Pak Agung menahan pinggul Anita yang hendak melarikan diri, leher penisnya tertancap mengait lubang anus Anita yang merekah dan berkedut-kedut kuat mencengkram leher kemaluan Pak Agung.

Lutut Anita goyah, perlahan-lahan, tubuh gadis itu melorot turun dan bersujud dengan posisi kedua lututnya yang sedikit mengangkang. Pak Agung ikut turun bersujud di belakang tubuhnya. Tangan Pak Agung yang kekar dan berotot membelit tubuh Anita dan memeluk erat-erat tubuh gadis itu, Pak Agung mendesakkan batang kemaluannya, sampai selangkangannya menyatu erat dengan buah pantat Anita yang bulat padat dan terasa halus ketika bergesekan dengan selangkangan dan perut Pak Agung yang berotot. Anita menolehkan kepalanya menyambut datangnya bibir Pak Agung yang melumat bibirnya. “Hmmmfffhhhh… Mmmmmmhhhh…., Mmmm” bibir Pak Agung melumat-lumat bibirnya sementara kedua tangan Pak Agung merayap ke depan mengelus lembut puncak payudaranya kemudian meremas-remas gundukan buah dadanya. Pada saat yang bersamaan Pak Agung memompakan batang kemaluannya keluar masuk menyodok-nyodok lubang anusnya. “Unngghh, Unnnggghhh, Unnnnnnnhhhh….!! ” berulang kali Anita mengeluh ketika merasakan sodokan-sodokan Pak Agung yang semakin lama semakin keras dan kencang merojok-rojok lubang anusnya.“Plokkk.. Plokkkk… Plokkkkk.. Plokkkk……”

Suara hantaman selangkangan Pak Agung ketika membentur pantat gadis itu, Entah kenapa Anita malah rela biarpun lubang anusnya terasa sakit ketika disodok-sodok kuat oleh Pak Agung, sambil menggeliat-geliat perlahan-lahan Anita mengalungkan kedua tangannya ke belakang. “Hemmmm, He he he he….” Pak Agung semakin betah meremas-remas buah dada yang sengaja dibusungkan oleh pemiliknya, begitu kenyal, halus, putih dan lembut. Sesekali Pak Agung mencium gemas pipi Anita kemudian mengecupi dan mencumbui lehernya. “Enn Ngaaahhhhhhhhhhh…..!! Crrr Crrrr Crrrrr” “WHOWWW… Kecroootttt… Crooootttttt…..” Gadis itu menyandarkan kepalanya ke belakang, entah kenapa Anita tidak merasa seperti sedang diperkosa oleh Pak Agung. Mungkin karena Pak Agung begitu baik dan perhatian??? Tubuh Pak Agung yang tinggi besar dan berotot seperti Ade Rai tidak dapat menyembunyikan hati Pak Agung yang lembut. Pak Alex mengangkat Hpnya “Haloo, Oohhh kamu ?? gimana ??” “Ha Ha Ha…bagus-bagus…., rencana yang bagus ” Pak Alex terkekeh sambil membayangkan santapan lezat selanjutnya.

Post Terkait