cerita dewasa

Mesum Dengan Baby Sister

Kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang anak SMP yang ketika itu dia melakukan hubungan sex dengan baby sisternya yang merawat dia dari kecil. Hubungan Sex ini dapat terjadi akibat pengaruh Film bokep yang ditonton oleh temantemanya waktu itu. Sehingga terjadilah pemaksaan oleh anak SMP itu kepda baby sisternya untuk melayani nafsu sex dari ank SMP itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Namaku Ginting, aku seorang anak yang berasal dari keluarga yang tergolong mempunyai ekonomi menengah keatas. Dimana Ayahku selalu sibuk dengan pekerjaanya dan Ibuku sibuk dengan arisan dan shopingnya. Dari kecil aku selalu dirawat oleh baby sisterku yang bernama Mba Marni. Pada sampai suatu hari aku melakukan skandal Sex dengan Mbak Marni.

Kejadian ini berawal pada waktu temantemanku datang ke rumahku, Dedi, Dika, Budi, dan Bobi berniat main ke rumahku, untuk menonton kaset DVD bokep yang dibawa oleh Bobi. Kebetulan kakak Bobi mempunyai usaha rental kaset DVD di rumahnya. Pada saat itu ayah dan ibuku kebetulan sedang pergi dengan urusan mereka masingmasing. Bobi Ketika itu membawa 3 kaset bokep dan kami memang sudah berencana untuk menonton kaset bokep itu dirumahku.

Ditengah asiknya kami menonton Film Bokep, ternyata Mba Marni mengintip kami yang sedang menonton Film bokep itu. Saat itu Mba Marni mengintip dari celah pintu yang tdk tertutup rapat dan yang tahu mba marni mengintip hanya aku. Oh iya aku hampitr lupa, Mba Marni ini menjadi baby sisterku sejak dia berumur 19 tahun dan Usia Mba Marni ketika itu 27 tahun dengan status masih singgle ( belum menikah ).

Karena pengaruh film Bokep itu, tibatiba naluri lelaki keluar begitu saja. Aku ingin sekali melakukan sex seperti yang ada di dalam kaset DVD bokep yang kutonton bersama dengan temantemanku tadi. Karena pada saat itu wanita yang ada hanya Mba Marni, maka aku berniat ingin mepraktekanya dengan Mba Marni. Kemudian aku mulai mencari alasan kepada temantemanku untuk menyusul Mba Marni,

Eh temanteman, Maaf yah Gue tinggal sebentar, Gue mau ke toilet dulu, ucapku,
Oke Nting jangan lupa pintunya ditutup yaaa!!! , jawab salah satu temanku.
Okey bro, tenang aja, , jawabku.

Kemudian aku bergegas untuk keluar dari kamarku, dan ketika aku keluar Mba Marni yang ketika itu Masih berada di samping pintu kamarku kaget dengan keberadaanku dengan di iringi nafasnya yang tdk teratur.
Hmm ma ma ada Den Ginting ternyata , ucap Mba Marni menyapaku sembari membenarkan posisi berdirinya.
Mbak ngapain disini, pake ngintipngintip lagi ? tanyaku dengan maksud menegurnya.

Pada saat itu dalam hatiku berkata wah, kesempatan nih buat Gue praktekin hal yang di kaset DVD bokep tadi .
Kemudian dengan perlahanlahan pintu kamarku aku kunci dari luar kamar dan aku berpurapura marah terhadap Mba Marni.
Mbak, apaapaan sih ngintipngintip segala.
Hmm hmm, Mbak mau kasih minum untuk temanteman Den Ginting , jawabnya.
Nanti aku bilangin ayah dan ibuloh, kalo Mba Marni ngintipin Ginting , ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas

Mba Marni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah,
Mba Marni, kamu ngintipin saya dan temanteman itu maksudnya apa? tanyaku.
Mbak, ingin kasih minum temanteman Den Ginting.
Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas , tanyaku dan memang Mba Marni ke atas tanpa membawa minuman.
Hmm Hmm ucap Mba Marni mencari alasan yang lain.

Dengan kebingungan Mba Marni mencari alasan yang lain dan tdk disadari olehnya, aku melihat dan membayangkan bentuk badan dan buah dada Mba Marni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.
Kesini deh Mbak !!! ucapku,
Lalu diapun mendekat,
Lebih dekat lagi dong mbak !!! suruhku lagi,
Karena memang Mba Marni mendekat de ngan sedikit malumalu dan Masih jaga jarak, akupun menyuruhnya untuk lebih dekat lagi,
Cepetan Mba lebih dekat lagi !!! gitu aja lama banget sih ,

Mba Marni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa buah dadanya yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja makan sehingga Mba Marni berada di selangkanganku.

Den Ginting mau apa , tanyanya.
Den, mau diapain Mbak , tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.
Udah, jangan banyak tanya , jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.
Jangan Den jangan Den Ginting , pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju baby sisterku.
Jangan Den Ton, jangan jangan tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.

Sudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak, kupegang buah dada Mba Marni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerahmerahan.

Jangan jangan Den Ginting
Akh akh jangan, jangan Den
Akh akh akh
Jangan Den Ginting

Aku mendengar Mba Marni mendesahdesah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukan seluruh buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku.
Ohhh ahhhh Den Den Ginting tangan ber tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelanpelan.

Ouh ouhh Ahhh desahan nafas Mba Marni seperti lari 10 km.
Kupegang tangan Mba Marni untuk membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi abaaba, Mba Marni memegang kemaluanku dan melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.
Oouhhhssss ahhh Mba Mba
Teruss Ahhh Mba
Ton Ton Ginting, saya tdk kuat lagi

Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mba Marni tiduran di bawah meja makan. Mba Marni telentang di lantai dengan buah dada yang menantang, tanpa kusiasiakan lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mba Marni.
Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kurabaraba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai kumasukan ke dalam celana dalamnya dan aku merasakan adanya bulubulu halus yang basah oleh cairan liang Vaginanya.

Mbak, dibuka yah celananya. Mba Marni hanya mengangguk dua kali.
Sebelum kubuka, aku mencoba memasukantelunjukku ke dalam liang Vaginanya. Jari telunjukku telah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil anjingku.
Ssss ahhhh euhhhh
Cepat dibuka , pinta Mba Marni.

Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang Masih orisinil dan belum terjamah serta bulubulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film DVD bokep yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang Vaginanya.
Perlahanlahan kumainkan lidahnku di sekitar liang surganya, ada rasa asemasem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang Vaginanya. Kutemukan adanya daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

Ahhhh Ton
Mbak mau kelluaar
Aku tdk tahu apa yang dimaksud dengan keluar , tetapi aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang Vaginanya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang Vagina Mba Marni telah basah dengan campuran air liurku dan cairan liang Vaginanya.

Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang.
Zlebb. Zlebbb Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.
Ton Ton pellann dongg Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya.
Zlebb Zlebb dan,
Eghhh eghhh , suara Mba Marni tertahan saat kemaluanku Masuk seluruhnya ke dalam liang Vaginanya.
Ton Ton pelaan Nafsu birahiku telah sampai ke ubunubun dan aku tdk mendengar ucapan Mba Marni.
Maka kupercepat gerakanku.
Eghhh eghhh eghhh tolong tolong Ton pelanpelan
tdk lama kemudian,
Den Ginting, Mba keluaar laagi

Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah disemprot oleh cairan Vagina Mba Marni. Maka kutekan sekuatkuatnya kemaluanku untuk Masuk seluruhnya ke dalam liang Vagina Mba Marni. Kudekap erat badan Mba Marni sehingga agak tersengalsengal, tdk lama kemudian,

Croot croot crottt air maniku Masuk ke dalam liang Vagina Mba Marni.
Setelah Mba Marni 3 kali keluar dan aku sudah keluar, Mba Marni lemas di sampingku. Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mba Marni menuruti permintaanku. Sisa air maniku disedot oleh Mba Marni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kirakira selama 3 jam, tanpa kusadari temantemanku teriakteriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi.

Ginting tolong bukain dong, pintunya teriak mereka,
Maka cepatcepat kuminta Mba Marni menuju ke kamarnya untuk berpurapura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas Ibuku pulang naik Taxi.
Dan kuminta temantemanku untuk makan oleholeh Ibuku lalu kusuruh pulang. Setelah seluruh temanku pulang dan Ibuku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke kamar Mba Marni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut keperawanannya.

Mbak, maafin Ginting yah!
Nggak apaapa Den Ginting, Mbak juga rela kok
Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga , jawab Mba Marni.
Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mba Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mba Marni bersedia melakukannya.

Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mba Marni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat waktu itu aku kelas dua SMK. Papa dan Ibuku memarahiku, karena hubunganku dengan Mba Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mba Marni, Mba Marni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.

Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mba Marni, karena aku belum mendapatkan wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mba Marni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabar Ginting Juniorku.

Post Terkait