cerita dewasa

Kisah Pertemuan Pertama

Sore yang cerah, aku duduk gelisah sambil sesekali menatap jam dinding kantor pemberangkatan bus yang akan membawaku ke kota persinggahanku selanjutnya. Menunggu adalah pekerjaan yang meresahkan bagiku terutama menunggu sesuatu hal yang baru seperti ini. Perjalanan dengan bus dari Balikpapan ke Banjarmasin merupakan perjalananku pertama. Kulihat orangorang disekitarku dengan beragam aktivitas mereka, ada beberapa calon penumpang yang saling bercakapcakap, bahkan bersendau gurau satu sama lainnya. Karena sendirian maka yang dapat kulakukan hanyalah menunggu serta memperhatikan mereka. Waktu telah menunjukkan 17.15 dan tempat pemberangkatan mulai dipadati calon penumpang, tapi aku tak tahu apakah mereka akan seperjalanan dengan aku karena sudah ada 3 bus yang siap berangkat dengan arah yang berbeda.

Kulihat tiket keberangkatan dan berjalan mendekat nomor bus yang dimaksud dalam tiket. Setelah memasuki bus tanpa kesulitan kutemukan tempat dudukku no 33. Aku agak lega ternyata nomorku tepat disamping jendela sehingga keinginanku untuk dapat melihat pemandangan luar terkabul meskipun aku sadar bahwa tak banyak yang akan kulihat karena ini merupakan perjalanan malam hari dan jendela bus berAC secara permanen tak dapat dibuka. Kulihat keluar jendela dan secara tak sengaja aku memperoleh pandangan yang menyegarkan. Sebagai seorang pria lagi bujang yang berumur 28 tahun, pandangan yang menyegarkan otakku adalah wanita. Sudah sejak tadi kucari pemandangan seperti ini tapi baru kudapatkan pada saat busku akan segera berangkat.

Kenapa cewekcewek itu tidak ada sedari tadi?, umpatku dalam hati.
Kulihat cewekcewek itu dari kaca jendela bus sambil mengirangira umur mereka, yang rambut pendek sekitar 20an, yang baju coklat sekitar 25an, yang modis disana tak lebih dari 25an, terus.., kemudian otakku berfantasi jika saja salah satu dari mereka ada yang duduk di sebelahku pasti perjalananku ini jadi asyik. Tapi aku sadar seketika bahwa fantasiku tersebut tak mungkin jadi kenyataan ketika seorang pria berumur 50an meletakkan sebuah tas disamping tempat dudukku dengan kasar. Belum hilang rasa kagetku pria tersebut meneriakkan sebuah nama sambil ngeloyor keluar bus.
Busyet, sial banget hari ini!, umpatku dalam hati.

Awak bus sudah bersiapsiap untuk memberangkatkan bus dengan memberi peringatan pada calon penumpang agar segera naik. Kulihat didalam bus juga mulai penuh, tapi pria yang mengagetkanku tadi belum juga menduduki kursinya disampingku. Bus mulai bergerak tapi kursi disampingku hanya masih terisi tas dari pria tadi. Aku tak peduli lagi dengan siapapun yang akan duduk disampingku, malahan aku berpikiran kalau memang hanya terisi tas aja malah dapat memberiku keleluasan dalam perjalanan ini, aku akan buat bantal tasnya dan menikmati perjalanan ini dengan tidur nyenyak dengan 2 kursi. Perhatianku sekarang ada pada pemandangan yang muncul di jendela. Tapi tak beberapa lama aku dikejutkan dengan suara wanita yang bersusah payah memindahkan tas disamping tempat dudukku dengan dibantu seorang awak bus dan kemudian wanita tersebut duduk disebelahku sambil berkata, permisi ya, bang, aku hanya tersenyum dan tak mengeluarkan katakata karena masih bingung dengan apa yang terjadi.

Baca Juga: RASA IBAKU KEPADA WANITA YANG TERLILIT HUTANG BERBUAH KENIKMATAN 1

Lalu dengan rasa penasaran aku bertanya pada wanita tersebut, Mbak, apa bener nomor tempat duduknya?, soalnya tadi yang meletakkan tas disini cowok.
Sambil tersenyum wanita tersebut menerangkan kalau pria yang meletakkan tas itu tadi adalah suaminya yang hanya mengantarkan sampai ke bus aja.
Kemudian dia melanjutkan dengan pertanyaan, Apa abang keberatan saya duduk disini?.
Spontan langsung kujawab Wah, nggak kok Mbak.
Jangan purapura, pasti kamu kecewa yang duduk disebelahmu wanita tua yang sudah bersuami lagi!, kujawab dengan muka merah, Nggak kecewa kok, lagipula Mbak juga kelihatan masih muda.
Jangan basabasi, umurku udah 35 tahun kok dibilang muda., katanya.
Tapi wajah Mbak kelihatan masih 25an tahun., kilahku.

Sekilas kulihat senyum di bibirnya dan segera kutolehkan wajahku ke jendela untuk menghindari tanya jawab lagi karena aku merasa malu dengan tanyajawab yang baru saja terjadi. Pemandangan diluar bus mulai gelap dan lampu didalam bus terang benderang sehingga terpantullah wajah wanita yang duduk disampingku di jendela kaca. Kuperhatikan dengan seksama, perawakannya khas wanita kalimantan, tinggi sekitar 160cm, kulit kuning agak kecoklatan, rambut hitam sebahu agak berombak, wajah lumayan, berat kuperkirakan sekitar 60 kiloan, dan dengan mengenakan kaos ketat warna biru tua lekuklekuk tubuhnya yang lumayan menggoda kelihatan, celana jeans yang ketat menambah daya tariknya, Tak salah aku tadi kalau bilang ia seperti masih 25 tahunan, gumamku dalam hati.

Setelah 30 menit perjalanan, bus memasuki antrian ke dalam fery. Bus berhenti dan sopir dan awak bus turun diikuti oleh beberapa penumpang yang ingin ke toliet. Aku duduk santai dengan pandangan lurus kemuka dan berusaha memejamkan mata, tapi tak berhasil. Kucoba merebahkan kursiku tanpa mengganggu wanita disebelahku yang saat ini lagi asyik membaca majalah. Dalam keadaan bus berhenti, aktifitas yang kubuatbuat dengan bergantiganti posisi duduk supaya tak bosan ternyata tanpa kusadari mengundang perhatian wanita disampingku.

Ngantuk ya?, tanyanya
Iya tapi nggak bisa tidur, Mbak, jawabku polos
Masih sore gini kok bisa ngatuk? Seperti anak kecil aja, ejeknya.
Capek Mbak, seharian jalanjalan di Balikpapan, jawabku seenaknya.
Jalanjalan? Apa hari ini liburan sekolah? Sekolah dimana kamu? tanyanya lagi.
Saya udah lulus kok, kujawab dengan tenang tapi dalam hatiku merasa dilecehkan seperti anak kecil.
Oh, kukira masih sekolah. Kelihatannya kamu masih muda sekali!, aku cuman tersenyum saja mendengar alasannya, karena wajah

Post Terkait