cerita dewasa

KISAH WANITA HOT YANG HEGH CLASS

KISAH MESUM SEORANG WANITA CANTIK – tak terasa Disc kedua sudah aqu putar hiingga kusadarii sudah hampiir setengah empat, berartii aqu harus bersiiap menyambut kedatangan clientku. Segera aqu mandi menyegarkan badan dan terutama untuk menghiilangkan bau keriingat Koh Hii yg mungkiin masiih menempel di badanku.

Sesuaii pesanan clientku, kukenakan pakaiian yg sexy, gaun panjang merah dgn punggung terbuka hanya bergantung pada iikatan di leherku, sengaja kukenakan breast houlder strapless untuk menyesuaiikan dgn model gaun iitu, belahan kakii hiingga jauh di atas paha, potongan model pakaiian yg ketat hiingga terlihat tonjolan buah dadaqu, kusemprotkan IIssey Miiyake di leher dan dadaqu, kukenakan make up tiipiis penghiias parasku, kini aqu sudah siiap untuk meneriima client kedua.

Sedikit deg deg-an dan penasaran aqu menunggu, sepertii apakah clientku ini ?, sepertii apakah orang yg akan meniikmatii kehangatan badanku kalii ini ?, sepertii apakah permaiinan cinta-nya ? apakah dia sesabar Koh Hii tadi? Berjuta pertanyaan bergelayut di piikiiranku, aqu tak beranii berharap terlalu banyak akan clientku, aqu Cuma akan berusaha sedapat mungkiin memuaskan client dan sedapat mungkiin juga mendapatkan kepuasan pribadi.

Pukul 4:10 sore clientku datang, seorang Chinese lagii, umurnya aqu taksiir hampiir mendekatii 50 tahun, badannya yg cekiing dan berkacamata, tak tahu miinus berapa dia tetapi keliihatannya cukup tebal. Sungguh jauh darii kesan romantiis dan menyenangkan.

Baca Juga: Yang HamilYang Hamil

Namanya Frans, kupanggiil dia Koh Frans, kubiiasakan memanggiil clientku dgn Koh supaya tak terkesan tua.

Aqu sudah biisa menguasaii dirii, kerana pembawaanku memang supel maka kini tak terlalu canggung bersama Koh Frans berdua di kamar. Sesudah berbasa basii mengakrabkan suasana, dia menariikku ke pangkuannya, tangannya langsung meraiih buah dadaqu kerana memang tampak montok mengundang, diremas remasnya sembari menciiumii leherku, kembalii rasa riisiih menyeliimutii batiinku, aqu duduk dipangkuan Koh Frans yg baru kukenal setengah jam yg lalu sembari menjamah dan menggeraygii sekujur badanku. Untuk menutupii rasa riisiih iitu aqu pura pura mendesiis ke-enak-an, wajah Koh Frans sudah diusap usapkan ke buah dadaqu yg menonjol dgn gemas, tangannya mulaii menggeraygii pahaqu darii belahan paha gaun merahku.

Meliihat Koh Frans langsung melaqukan manuver, aqupun melaqukan hal yg sama,

“lebiih cepat lebiih baiik” piikiirku, sembari mulaii membuka kanciing bajunya.

Koh Frans sudah membuka resliitiing di punggungku sewaktu bajunya sudah terlepas darii badannya, tampak tulangnya yg terbungkus kuliit, dan perut bunciitnya yg menonjol.

Gaunku sudah melorot hiingga ke lengan, buah dadaqu yg terbungkus breast houlder biiru berenda sudah terlihat menantang, lagi lagi Koh Frans membenamkan wajahnya di antara kedua buah dadaku, sedikit riisiih juga aqu diperlaqukan sepertii iitu, tangannya sudah sampaii di selangkangan dan mempermaiinkan kemaluanqu darii luar celana dalam, aqu semakiin riisiih, kututupii dgn ke-pura pura-anku mendesiis, kubelaii rambutnya yg sudah banyak memutiih. Dia mengluarkan buah dadaku darii sarangnya, langsung Koh Frans mendaratkan biibiirnya di ujung pentilku yg masiih memerah mungiil, dikulumnya ujung pentil iitu dgn penuh nafsu sembari mempermaiinkan liidahnya. Ada sedikiit keniikmatan menjalarii badanku, tangan Koh Frans menyeliinap di baliik celana dalamku, mempermaiinkan kliitoriisku, kupejamkan mataqu, aqu tak mau meliihat wajah “anehnya”. Breast houlder-ku sudah terlepas menutupii buah dadaqu,

“giila bagus amat, kencang lagii” katanya sewaktu meliihat sepasang buah dadaqu yg sudah telanjang, langsung kembalii mengulumnya, darii satu ujung pentil ke ujung pentil laiinnya.

Jarii tangan Koh Hii sudah menyusup di lobang keniikmatanku, aqu merasa gelii dan riisiih dgn perlaquannya, iingiin aqu teriiak marah tetapi tak mungkiin kulaqukan, maka kulampiiaskan dgn desiis ke-pura pura-an.

“aqu iingiin merasakan kemaluanmu yg masiih segar di harii pertamamu bekerja” biisiiknya sewaktu menciiumku.

Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung memiintaqu duduk dan jongkok di antara kakiiku, dia adalah orang kedua dalam hiidupku yg jongkok di selangkanganku dan dgn bebasnya melototii bagiian kewaniitaanku yg selama ini aqu jaga, aqu jadi malu dan marah, apalagii sesudah dia melepas celana dalamku, diciiumnya celana dalam iitu, lalu dia kembalii melototii kemaluanqu yg masiih memerah dgn sorot mata penuh nafsu, aqu benar benar marah diperlaqukan sepertii iitu, tetapi aqu tak biisa berbuat apa apa, kutariik kepalanya ke kemaluanqu dan kubenamkan di selangkanganku. Lebiih baiik aqu meneriima jiilatan darii pada dipelototii sepertii iitu, Koh Frans mengusap usapkan kepalanya di kemaluanqu, dia “melahap” dgn nafsunya. Aqu memejamkan mata berusaha meniikmatii jiilatannya, kukonsentrasiikan untuk meniikmatiinya dariipada mengiikutii emosii dan rasa riisiih ini sembari membaygkan adegan di filem yg baru kuliihat tadi, sepertiinya aqu berhasiil, perlahan biirahiiku mulaii naiik, kutekan kepalanya lebiih dalam di selangkanganku, kupaksakan aqu mendesah menutupii kecanggungan biirahii yg kurasakan aneh. Cukup lama Koh Frans menjiilatii kemaluanqu sembari tangannya memaiinkan ujung pentilku, gelii, marah, niikmat, semua bercampur menjadi satu emosii, kembalii aqu mendesah menutupii marah.

Koh Frans berdirii, kubuka celananya dan menariiknya turun, kini tiinggal celana kolor sekalii lagii celana kolor dan bukan celana dalam pada umumnya, aqu gelii meliihatnya, sungguh tiipiikal orang kuno, kutariik celana kolornya turun, terlihatlah kemaluannya yg keciil panjang sudah menegang, ada yg aneh di kemaluan iitu, ternyata dia tak disunat, baru kalii ini aqu meliihat kemaluan orang dewasa yg tak disunat, sungguh keliihatan aneh dan lucu, kutahan senyumanku supaya dia tak tersiinggung.

Kupegang kejantanannya, terasa aneh di tanganku, kukocok, kuliit kemaluannya terasa mengganggu tanganku mengocok, terasa liiciin, tak ada gesekan antara tanganku dan kemaluannya. Koh Frans menyodorkan di mulutku, dgn senyum halus aqu menolaknya, kuusap usapkan kemaluan iitu di piipiiku tetapi tak pernah menyentuh biibiir, lalu kuusapkan kepala kemaluan ke ujung pentilku, dia mulaii mendesah.

Badan cekiing namun gendut yg berdirii di depanku langsung berlutut di antara kakiiku, menyiingkap gaunku yg belom terlepas, lalu menyapukan kepala kemaluan di biibiir kemaluanqu, sembari memandangku penuh nafsu seakan ingin menelanku hiidup hiidup, Koh Frans mendorong kemaluannya, dia menciiumku gemas sesudah berhasiil memasukkan semua gagang kemaluan ke kemaluanqu, dibandingkan dgn punya ex-swamiku apalagii Koh Hii barusan, kemaluan iitu lebiih keciil, terasa aneh di kemaluanqu, apalagii aqu sudah merasakan besarnya kemaluan Koh Hii, terasa tak jauh beda dgn kocokan jarii tangannya.

Rasa aneh bertambah aneh sewaktu Koh Frans mulaii mengocokku, sepertii liiciin dan berlarii larii di kemaluanqu, tak ada keniikmatan yg kurasakan, hanya gelii dan lucu merasakan kocokan Koh Frans, tetapi aqu tetap mendesah menutupii keanehan yg ada.

Koh Frans menciiumii leherku sembari meremas buah dada dan mengocok kemaluanqu, tangannya begiitu aktiif menjamah badanku, begiitu juga dgn liidahnya yg rajiin menjelajah leher dan teliingaqu, aqu menggeliinjang gelii, bukan keniikmatan yg kuperoleh tetapi rasa gelii, sungguh merupakan siiksaan tersendirii, aqu lebiih suka jiilatannya yg bervariiasii disbanding kocokan kemaluannya di kemaluan. Kuremas rambutnya, aqu mulaii menggoyg piinggulku mengiimbangii gerakannya, aqu mulaii pura pura mendesah desah keniikmatan, semata mata untuk menambah gaiirah Koh Frans biiar lebiih cepat menyelesaiikan permaiinannya. Tetapi diluar dugaanku, hampiir liimabelas meniit dia mengocokku lalu miinta gantii posiisii, aqu nunggiing di kursii dan dia mengocokku darii belakang, posiisii doggiie, sebenarnya ini posiisii favouriitku, tetapi dgn Koh Frans sungguh menjengkelkan kerana aqu tak biisa merasakan keniikmatan sexual. Dia mengocokku dgn keras, beberapa kalii badannya menghentak badanku, tetapi tetap saja aqu tak biisa merasakan keniikmatan, padahal aqu sudah memejamkan mata berkonsentrasii untuk meraiih keniikmatan, tetapi hanya gelii dan gelii yg kudapat.

“oh yaaa…terus…ya…keraaaaa…yessssss” desahku pura pura, dia mempercepat kocokannya sembari meremas remas buah dadaqu yg menggantung. Badan cekiingnya seolah memelukku darii belakang, tetapi terganjal perut bunciitnya.

Kugoyg bokongku mengiimbangiinya, badan kita beriimpiit saliing menggoyg, tak lama kemudian koh Frans teriiak klimaks, kurasakan caiiran hangat membasahii kemaluanqu, aqu pura pura teriiak klimaks mengiikutiinya, denyutan kemaluan Koh Frans tak terasa begiitu mendenyut, kugoygkan bokongku lebiih keras, akhiirnya badan Koh Frans melemas dan menariik kemaluannya darii kemaluanqu, dia duduk lemas di sofa, kudampiingii duduk disampiingnya, disambutnya dgn ciiuman di piipii dan biibiirku.

Kubersiihkan kemaluannya dgn tiissue lalu aqu beranjak ke kamar mandi membersiihkan kemaluanqu, lalu dgn berbalut handuk di badan kutemanii Koh Frans yg sekarang sudah telentang di ranjang, aqu dimiinta menemaniinya tiiduran di siitu.kuberikan miinuman, lalu kita tiiduran di ranjang.

“Kamu banyak koleksii filem ya, seriing nonton ?” tanyanya, rupanya dia meliihat koleksii VCD-ku yg ada di meja riias.

“belom, barusan tadi player dan VCD-nya dibelii, enakan maiin sendirii darii pada nonton” jawabku

“lebiih enak lagii kalo maiin sembari nonton” katanya lagii

“atau nonton sembari maiin” jawabku

“terserahlah yg jelas sama sama enak” katanya sembari menciium piipiiku.

Atas permiintaan Koh Frans kita nonton filem dewasa koleksiiku, lebiih tepatnya pemberiian darii Om Lok. Tampak Koh Frans begiitu meniikmatii filem iitu sembari meraba raba badanku, meskii aqu tak terlalu meniikmatiinya, aqu iikutan memegang megang kemaluannya. Setengah jam tak terjadi apa apa, mungkiin Koh Frans belom recovery, tetapi sesudah iitu kurasakan kemaluan Koh Frans mulaii menegang sewaktu tampak di TV seorang laki laki sedang dikerubutii dua orang perempuan bule yg cantiik, tak tahu apa yg ada di benaknya, tetapi kemaluannya mulaii bereaksii menegang.

Tak lama kemudian sebelom filem iitu berakhiir, Koh Frans sudah mulaii mencumbuku, menciium biibiirku, lalu meremas dan mengulum ujung pentilku, aqu kembalii pura pura mendesah, Koh Frans menggeser dan memiiriingkan badanku menghadap ke TV, dia berada di belakangku lalu mengusap usapkan kemaluannya di bokongku, kakii kiiriiku di angkat naiik untuk memudahkan kemaluannya memasukii kemaluanqu, dgn sedikiit susah kerana terganjal perut bunciitnya, akhiirnya dia berhasiil melesakkan ke kemaluanqu, ini posiisii baru bagiiku. Sembari menonton filem kita berciinta, dia mengocokku darii belakang dgn posiisii tiidur miiriing menghadap TV. Tangannya tiiada hentii meremas remas buah dadaqu, sepertiinya dia begiitu meniikmatii berciinta dan nonton filem secara bersamaan, desahan ke-pura pura-an bercampur jeriit keniikmatan darii TV, dia makiin bergaiirah mengocokku, seakan dia berciinta dgn waniita bule yg cantiik di filem iitu, aqu tak tahu fantasii laki laki yg mengocokku darii belakang ini, tetapi yg pentiing bagiiku bagaiimana menyelesaiikan secepat mungkiin, kerana aqu tak biisa meniikmatii berciinta dgnnya.

Dgn posiisii sepertii ini aqu susah menggoygkan bokongku, jadi sepenuhnya tergantung gerakan Koh Frans, tak tahu sudah berapa kita berciinta dgn posiisii sepertii ini, filem sudah bergantii ke VCD kedua secara otomatiis.

Seiiriing dgn pergantiian VCD, badan Koh Frans naiik di atasku, dia meniindih badanku, biibiirnya menyusurii leher dan dadaqu, perut bunciitnya terasa mengganjal perutku membuat aqu tak nyaman dalam tiindihannya, dia menyusupkan tangannya dipunggungku, mengganjal hiingga buah dadaqu naiik lebiih menekan badannya, pelukannya semakiin rapat seiiriing dgn cepatnya kocokannya, bokongnya turun naiik diatas badanku, aqu mendesah seolah dalam keniikmatan, biibiirnya menyusurii leher jenjangku, sesekalii kepalanya berpaliing menyaksiikan adegan di TV yg sudah mulaii lagii. Tak lama kemudian sebelom adegan sex pertama berakhiir, Koh Frans menyemprotkan air maninya ke kemaluanqu untuk kedua kaliinya, aqu menjeriit niikmat dalam ke-pura pura-an, dia memelukku lebiih rapat hiingga berakhiirnya denyutan di kemaluannya. Badan Koh Frans yg penuh peluh keniikmatan ambruk di atas badanku, napasnya menderu di dekat teliingaqu, detak jantungnya kencang kurasakan di dadaqu. Perlahan kemaluannya melemas dan keluar dgn sendiriinya, kudorong badannya menjauh kerana aqu tak biisa bernapas terhiimpiit perut bunciitnya, sungguh tersiiksa berciinta dgn dia kerana tak secuiil keniikmatan yg kudapat, hanya perasaan riisiih dan marah yg menggunung di dadaqu.

“ly, kamu hebat deh, badanmu masiih bagus dan buah dada yg kenceng giitu biikiin aqu makiin bernafsu saja, apalagii desahanmu biikiin aqu makiin gemes” pujiinya.

Aqu tak tahu harus menjawab apa, tak mungkiin aqu berkata jujur didepannya.

“Koh Frans juga hebat, biisa berturut turut giitu, lama lagii” jawbku kliise menghiibur

Kubersiihkan kemaluan Koh Frans dgn handuk keciil yg sudah aqu siiapkan, kurasakan air mani Koh Frans meleleh keluar darii kemaluanqu, tak banyak memang tetapi membuatku riisiih, segera kucucii di kamar mandi.

Kubersiihkan sekaliian badanku, dgn aiir shower yg hangat terasa menyegarkan dan memadamkan kemarahanku, cukup lama aqu di kamar mandi hiingga tak kusadarii Koh Frans sudah berada di siitu memperhatiikanku. Aqu kaget, secara reflek kututup badan telanjangku dgn tangan sebiisanya, mau marah, belom pernah seumur umur ada laki laki meliihatku mandi meskiipun ex-swamiku dulu, tetapi aqu segera tersadar bahwa dia adalah clientku, percuma aqu menutupii badanku, toh dia sudah meniikmatiinya, dgn senyum terpaksa aqu menghiilangkan kekagetanku.

“Koh Frans biikiin aqu kaget saja” teriiakku manja

“Sini aqu mandiiin” dia menawarkan dirii, sedikit ragu aqu meneriima tawarannya, belom pernah aqu mandi bersama dgn laki laki, meskiipun ex-swamiku, kini Koh Frans yg baru kukenal sejam yg lalu sudah mau mandiiin aqu, tetapi apa dayaqu untuk menolak, toh ini untuk kepuasan clientku juga, aqu hanya tersenyum meneriima tawarannya.

Koh Frans mengiikutiiku ke dalam bathtub, dia menggosok punggungku dgn tangan dan sabun, tangannya kemudian menjelajah ke depan dan meremas buah dadaqu, dipeluknya aqu darii belakang, kurasakan erotiica tersendirii merasakan pelukan dalam liiciinnya busa sabun. Kubaliikkan badanku, kini aqu menggosok badan Koh Frans dgn sabun, tangannya tak hentii menjamah buah dadaqu yg masiih berbusa sabun, kita kembalii berpelukan, kalii ini berhadapan, dia menggesek gesekkan badannya di badanku, memang ada erotiica yg tak kuduga, tak mau terhanyut terlalu lama dalam erotiisme ini, kunyalakan aiir shower menyiiram dan membasahii kita berdua, Koh Frans membaliikkan badanku dan mendorongku ke dinding, dgn posiisii condong begiitu, maka bokongku tepat di depan kemaluan Koh Frans, aqu baru menyadarii sewaktu kembalii Koh Frans mengusap usapkan kemaluannya di badanku. Kakiiku sedikiit dibuka, maka Koh Frans dgn mudah memasukkan kemaluannya ke badanku dibawah siiraman aiir shower yg hangat, kita berciinta dgn berdirii, pancuran aiir shower membasahii badan kita, baru sekarang kurasakan niikmatnya berciinta, mungkiin kerana perasaan erotiisme saat mandi bersama tadi, kalii ini aqu mendesah tanpa pura pura, sebenarnya ada sedikiit menyesal merasakan niikmat darii Koh Frans, tetapi tak biisa kupungkiirii niikmatnya kocokannya sekarang.

Keciipuk aiir mengiiriingii kocokan kita, perlahan gaiirahku mulaii naiik, semakiin cepat Koh Frans mengocokku semakiin cepat biirahiiku naiik, tak kuhiiraukan aiir membasahii rambutku, aqu konsentrasii pada pencapaiian keniikmatan, tangan Koh Frans kembalii menjamah buah dadaqu dan meremasnya. Kuiimbangii kocokan Koh Frans dgn goygan di bokongku, semakiin niikmat kurasakan serasa melayg di awiing, tetapi tiiba tiiba kurasakan denyutan di kemaluanqu, ternyata Koh Frans mendahuluiiku mencapaii puncak keniikmatan, dia mencengkeram buah dadaqu erat, aqu tetap menggoygkan bokong dgn cepat, tak kupeduliikan denyutan Koh Frans di kemaluanqu, tak kupeduliikan teriiakan keniikmatan dariinya, aqu iingiin klimaks saat ini, tetapi harapan tiinggal harapan, ternyata kemaluan Koh Frans melemas tak lama kemudian sebelom puncak keniikmatan kugapaii, dan klimaks semakiin menjauh dariiku.

Aqu kecewa sungguh kecewa, dia tak dapat memberiiku kepuasan secuiilpun, sesaat kemudian aqu tersadar, memang bukan tugas dia untuk memuaskanku, tetapi tugaskulah untuk memuaskan dia, jadi tak ada yg salah dalam hal ini, aqulah yg terlalu banyak berharap.

Dgn menelan kekecewaan demii kekecewaan aqu tetap berusaha tersenyum, kututupii kekecewaanku dgn mencucii kemaluan Koh Frans, kuliihat senyum kepuasan mengembang di wajahnya, aqu terpaksa iikut puas meliihat kepuasannya.

“baru kalii ini aqu berciinta sembari mandi, ternyata sungguh niikmat” katanya, aqu kaget mendengarnya, ternyata aqu dijadikan percobaan olehnya. Kuteruskan mencucii, sedikit suliit kerana harus membuka kuliit penutup kepala kemaluannya, aqu masiih merasa lucu meliihat bentuk kemaluan yg belom disunat.

Sehabiis mandi Koh Frans langsung kembalii berpakaiian bersiiap untuk pulang, aqu hanya mengenakan handuk meliiliit badanku, tak terasa hampiir dua jam aqu menemanii dia dgn tiiga kalii berciinta, aqu berharap dia puas dan memberiiku tiip yg lumayan atas pelayananku atau paliing tak dia akan kembalii menjadi pelanggan tetapku.

“tak salah kamu memang priimadona sii Lok dan kamu memang luar biiasa” katanya sebelom meniinggalkan kamarku, dia memberiiku ciiuman di piipii dan pergii.

Aqu sedikit kecewa kerana tak ada tiip untukku, meskii hargaqu tiinggii tetapi kalo dgn tiip pastii tak akan aqu tolak, mungkiin dia merasa sudah membayar mahal atau mungkiin aqu kurang memberiikan serviis yg dia iingiinkan, atau aqu kurang memuaskannya, tetapi ah siiapa pedulii, aqu sudah berusaha dan dia sudah membayarku mahal untuk pelayanan dan badanku.

Aqu melanjutkan mandiku yg terpotong, lalu menonton VCD yg belom selesaii tadi sembari mengenakan piiyama, menunggu order client beriikutnya, tanpa tahu laki laki macam apalagii yg akan meniikmatii badanku, bagiiku yg pentiing adalah duiit dan duiit selagii badanku masiih mempunyaii daya jual.

Sesuaii iinformasii Om Lok, clientku selanjutnya akan datang sekiitar pukul 7 malam, berartii tiinggal kurang darii satu jam untuk mempersiiapkan dirii, sebenarnya tak ada persiiapan khusus yg harus aqu laqukan, tetapi sesudah bermaiin beberapa babak dgn Koh Frans, rasanya aqu perlu iistiirahat lebiih lama untuk mengembaliikan stamiinaqu, Om Lok hanya berpesan untuk memperlaqukan clientku ini sedikit iistiimewa kerana dia seorang pejabat darii kalangan tentara, seorang ajudan sang pangliima. Dia tak memberiitahuku, Cuma dia mengiingatkanku berkalii kalii untuk menjaga rahasiia ini rapat rapat kalo tak iingiin mendapat masalah.

Post Terkait