cerita dewasa

Guruku yang Sangat Jago Ngentot Ternyata Seorang Wanita Hiperseks

Cerita hot Namaku Doni, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan sering bergantiganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku tiduri. Mereka tergilagila setelah menikmati kontolku yang luar biasa dan tahan lama kalau bersetubuh.

Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua bukubuku sudah kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Dengan tergesagesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Ketika melewati ruangan guruguru, aku mendengan suara mendesahdesah disertai rintihanrintihan kecil. Aku penasaran dengan suarasuara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suarasuara itu semakin keras. Aku semakin penasaran dibuatnya.

Kubuka pintu ruangan, dengan berjalan mengendapendap, aku mencari tahu darimana datangnya suarasuara itu. Begitu mendekati ruangan Bu siska, aku terkejut. Disana kulihat Bu Siska, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak Rio, guru olahragaku, dalam posisi berdiri.

Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Rio meremasremas pantat Bu Siska yang padat, sedangkan tangan Bu Siska melingkar dipinggang Pak Rio. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.

Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Rio duduk dipinggir meja, kakinya menjuntai kelantai. Bu Sisca berdiri didepannya. Bu siska mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Rio. Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Hingga Pak Rio setengah telanjang.

Bu Siska menguruurut kontol Pak Rio. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Siska membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak Rio. Kontol Pak Rio diciuminya.

Isep.. sayang.. isep.. kontolku suruh Pak Rio.

Bu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak Rio. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Siska sangat pintar memainkan lidahnya dikontol Pak Rio.

Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss.

Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Seluruh batang kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Kontol Pak Rio maju mundur didalam mulut Bu Siska. Tangan Bu Siska menguruturut buah pelirnya. Pak Rio merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya diangkatangkat.

Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kurabaraba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting celanaku.Kukocokkocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska.

Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang Pak Rio menjerit histeris.
Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya sahut Bu Siska.

Bu Siska tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio dan tangan kanannya mengocokngocok pangkal kontol Pak Rio seirama kocokan mulutnya. Kontol Pak Rio berkedutkedut, ototototnya menegang.

Dan crott! crott! crott! Pak Rio menumpahkan spermanya didalam mulut Bu Siska. Bu Siska meminum cairan sperma itu. Kontol Pak Rio terus dijilatinya, hingga seluruh sisasisa sperma Pak Rio bersih. Kontol Pak Rio kemudian mengecil didalam mulutnya.

Pak Rio yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.

Kamu puas sayang dengan serviceku tanya Bu siska.
Puas sekali, kamu pitar sayang puji Pak Rio sambil tersenyum.
Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan pinta Bu Siska.

Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Siska tak memakai apaapa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulubulu yang dicukur tipis dan rapi.

Bu Siska kemudian naik keatas meja, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak Rio mendekatinya. Memek Bu Siska diusapusp dengan tangannya. Jarijarinya dimasukkan, mencucukcucuk memek Bu Siska. Bu Siska menjerit nikmat.

Isep sayang, isep memekku sayang pinta Bu Siska menghiba.

Pak Rio menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Siska. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Siska. Disibaknya bibir memek Bu Siska dengan lidahnya. Pak Rio mulai menjilati memek Bu Siska.

Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh Bu Siska mendesah.

Pak Rio dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Siska. Dihisapnya memek Bu Siska dari bagian luar kedalam. Memek Bu Siska yang merah dan basah dicucukcucuknya. Kelentitnya disedotsedot dengan mulutnya.

Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang jerit Bu Siska.

Hampir seluruh bagian memek Bu Siska dijilati Pak Rio. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.

Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang erang Bu Siska.

Memeknya berkedutkedut. Otototot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.

A.. akuu.., keluarr.., sayang Bu Siska menjerit histeris ketika mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Rio menjilati memeknya hingga bersih.
Kamu puas Sis? tanya Pak Rio pendek.
Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu pinta Bu Siska.
Maaf Sis! Aku tak bisa, aku harus pulang.
Nanti istriku curiga, aku pulang sore sahut Pak Rio menolak.
Kamu pengecut Rio! Dikasih enak aja takut! kata Bu Siska jengkel.

Matanya meredup, memohon pada Pak Rio. Pak Rio tak mempedulikannya. Dia mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Siska yang menatapnya sambil memohon. Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin disalurkan.

Setelah Pak Rio berlalu, kudekati Bu Siska yang masih rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hatihati aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan bebasnya.

Sampai didepan selangkangan Bu siska, tanganku merabaraba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusapusap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku.

Si.. siapa.., kamu bentak Bu Siska ketika tahu memeknya kujilati.
Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak Rio sahutku penuh nafsu.

Bu Siska tidak menyahut. Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu Siska yang belum tuntas oleh Pak Rio membuatnya menerima kehadiaranku. Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Siska. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedotsedot.

Oohh.., truss.. Don.., truss.. isep.. sayang pintanya memohon.

Hampir setiap jengkal dari memek Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku. Lima belas menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.

Wow! Gede sekali kontolmu! katanya sedikit terkejut.
Isep Bu! Isep kontolku! pintaku.

Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.

Truss.. Buu.. teruss.., isepp aku mengerang merasakan nikmat.

Bu Siska menghisapisap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang pintanya.
Ya.., ya.. Buu sahutku.

Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Siska melebarkan kedua pahanya, menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam.

Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku. Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.

Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss Bu Siska mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerakgerak maju mundur.

Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat desahku.

Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedutkedut, ototototnya menegang.

Akuu.., tak.. tahan.., Don, aku.. mau.. keluarr jeritnya.
Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang sahutku.

Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku eraterat, mencakar punggungku.

Akkhh.., akuu.. keluar Bu Siska menjerit histeris.

Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu siska mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi. Aku yang masih belum keluar, tak mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.

Ja,.jangan.., Don teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.

Aow! Sakitt.. cabutt.., Don.., aku.. sakitt.. jangan teriaknya keras.

Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur. Teriakan Bu Siska mengendor. Berganti dengan desahandesahan dan rintihan kecil. Bu Siska sudah bisa menikmati sentuhan kontolku dianusnya.

Jadi dicabut ngga Bu candaku.
Jangan sayang, enak banget katanya sambil tersenyum.

Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Siska menjeritjerit. Katakata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.

Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr aku melolong panjang.
Akhh.. akuu juga sayang sahutnya.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja untuk menjilati kontolku. Bu Siska menurutinya. Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Sisasisa spermaku dijilatinya sampai bersih.

Kamu hebat Don, aku puas sekali pujinya.
Aku juga Bu sahutku.
Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar katanya.
Ibu mau khan terus menikmatinya kataku.
Tentu sayang jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.

Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Siska, guruku ternyata hiperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali karena dia hiperseks. Selanjutnya Bu Siska menjadi salah satu koleksi cewekcewek hiperseks yang pernah kutiduri.

Kapanpun aku mau, dia tak pernah menolaknya. Dan yang paling dia sukai adalah disodomi. Dia yang seorang hiperseks juga menyukai pesta seks. 

Post Terkait