Cerita dewasa

Galaknya Managerku

Cerita dewasa – Aku baru saja lulus dari SMA dan aku segera mencari pekerjaan, Karena aku takut bosan kalau tidak punya kegiatan, mau meneruskan sekolah untuk masuk kampus. Orang tuaku sudah bilang kalau mereka tidak sanggup membiayaiku. Karena memang dulu aku termasuk dari keluarga mampu tapi berhubung peruashaan Papa mengalami kebangkrutan akhirnya kami bangkit kembali dari nol lagi

Namaku Michael dengan wajah yang mirip artis korea banyak yang menyarankan aku untuk menjadi model. Tapi karena tidak ada modal keuangan, akupun menepis semua impian itu. Penampilanku keren dan banyak gadis yang mencoba mendekati aku, mungkin karena kejadian yang menimpa keluargaku akhirnya aku menjadi cowok penyendiri. Padahal dulu aku sosok yang supel dan gaul pula.

Setelah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan, dan tidak ada hasil. Akhirnya aku mendapat pekerjaan di sebuah kantor elite. Tapi bukan sebagai pekerja kantoran melainkan sebagai OB, mendapat panggilan dari perusahaan tersebut akupun langsung menerimanya. Bahkan aku mengatakannya pada Mama, dia tersenyum namun nampak dari matanya kalau dia sedih melihatku.

Karena dulu aku seorang anak yang begitu di manja. Apalagi aku merupakan anak tunggal dari Papa dan Mamaku, tapi aku tahu kalau aku tidak boleh egois dengan menyalahkan mereka maupun keadaan. Tapi aku harus bangkit menjalani hidup. Tapi seminggu aku bekerja, aku tidak pernah menduga kalau pekerjaan OB begitu melelahkan walau aku mencoba untuk tetap bersabar.

Baca Juga: Mama Muda Yang Menggairahkan

Apalagi Ibu Manajer di kantor tersebut, namanya Mona yang begitu bawel dan sering juga memarahi bawahannya. Begitupun pada bawahan seperti aku, yang hanya seorang OB. Perempuan yang berumur sekitar 35 tahun itu begitu antagonis aku lihat, sering pula karyawan wanita di dalam kantor ini mendapat kemarahan dari Mona. Sehingga mereka banyak bergosip di belakang Mona.

Sebenarnya Mona  begitu cantik dan seksi, tapi kami selaku karyawannya tidak pernah melihat dia berhubungan dengan pria, apakah dia pernah melakukannya. Entahlah kalau di luar kantor, hingga pada suatu hari ketika aku  berada di halaman parkiran mobil. Tiba-tiba aku mendengar Mona  memanggilku ” Hai OB…sini kamu.. ” Katanya tapi aku pura-pura tidak mendengar saat itu.

Padahal aku tahu kalau yang di maksud Mona  adalah aku, ketika aku bermaksud menghindar pergi dari tempat itu, dia berteriak lebih keras dan membuat aku akhirnya menoleh ke arahnya ” Sini..kamu..ini mobilku bannya kempes..jadi kamu ganti pake ban serep.. biar saya nungggu di dalam.. ” Akupun bilang ” Tapi saya tidak bisa ganti ban … ” Dia memandangku.

Kemudian berkata ” Kalau nggak bisa..kamu bawa montir kemari..pokoknya saya tidak mau tahu..kalau selesai kamu bilang ke saya..saya tunggu di kantor..” Sebenarnya sore itu aku memang hendak pulang, karena jam kerjaku sudah selesai. Tapi emang nasibku lagi sial, bertemu dengan Mona  yang di kenal antagonis itu. Akhirnya akupun menelpon montir untuk mengganti ban mobil Mona.

Setelah cukup lama, sampai aku bosan juga nungguin montir itu ganti ban. Di tambah hujan yang mengguyur sore itu, apalagi kantor sudah kelihatan sepi. Setelah selesai akupun membayar montir itu dengan uang pemberian Mona tadi. Kemudian aku menuju ke ruangannya, aku tahu dimana letak ruangan Mona. Karena aku juga ada pengalaman pernah di maki ketika membersihkan lantai ruangannya.

Di dalam ruangan itu aku melihat Mona  sedang membuka laptopnya, aku intip apa yang dia baca. Dengan berada di samping sebelahnya aku dapat membaca kalau yang Mona  sedang membaca cerita dewasa di dalam laptopnya. Akupun sempat membaca sebelum Mona  melihat ketanganku ” Oh..kamu sudah selesai mobil saya.. ” Akupun menjawab ” Ya bu… ” Diapun tidak berkata apa-apa.

Kecuali menyuruhku segera pergi dari ruangannya, saat itu juga aku pergi. Tapi sampai di lantai dasar aku tidak dapat keluar karena hujan begitu derasnya, sedangkan aku hanya bawa motor. Akupun berdiri di sana hingga terlintas dalam benakku untuk melakukan Adegan Sex. Tapi dengan siapa aku juga tidak tahu, tiba-tiba mncul ideku untuk menghampiri Mona .

Entah aku mendapat keberanian dari mana, dengan mantap aku langkahkan kakiku untuk menuju ruangan Mona . Sampai di depan pintunya aku masih berdiri, memikirkan apa akan ada orang yang masuk dalam ruangan Mona. Setelah aku rasa tidak akan ada, karena hanya security yang aku lihat di pos penjagaan itupun dia tidak akan berani untuk masuk kedalam ruangan Mona .

Begitu aku buka pintu Mona  langsung berkata ” Ada apa OB.. ?” Tanyanya padaku masih dengan sikap sinisnya. Namun aku terus mendekatinya, begitu di depannya akupun memegang pundak Mona  terus menciumnya, dia menolak bahkan hendak berteriak. Seketika juga aku bungkam mulutnya dengan tanganku, dan aku ciumi seluruh wajah dan lehernya dengan penuh nafsu.

Kemudian aku buka bajunya dengan cepat, Mona  tidak dapat berbuat apa-apa. Karena aku mengancamnya sambil terrus menciumnya ” Sudah…awas kamu… ” Katanya tapi tidak aku hiraukan. Aku doronng tubuh Mona  sampai dia terlentang di atas lantai, tanpa membuka bajuku aku telusuri bagian tubuhnya mulai dari wajah, leher sampai perut aku jilat perut sampai pudelnya.

Kemudian aku semakin kebawah dan kudapati memek yang begitu cantik. Dengan bulu yang tercukur rapi membuatku tidak jijik memandangnya, sejenak aku tatap memek itu dan langsung saja aku lumat dengan bibirku, kemudia aku telusuri memek Mona  sambil memainkan lidahklu di dalamnya ” OB jangan…” Seru Mona  padaku namun sepertinya dia menikmati juga.

Karena aku lihat matanya terpejam. Bahkan dia tidak lagi menghempas tangnku tapi malah melet-melet bibirnya sendiri, ketika melihat klitoris yang sudah menegang juga, aku hisap berkali-kali klitoris itu dan membuat Mona  mendesah “Aaauuggghh….OOOuuugghh….ayo…OB…oouugghhh.. ” Dari desahannya terdengar kalau ini bukan lagi pemerkosaan tapi memang sebuah permainan.

Lama aku jilat dan aku hisap memek Mona , kemudian aku jilat sampai kepinggir memeknya saat itu juga dia membelalakkan matanya dan menjerit kecil bahkan tubuhnya sampai terbangun ” Sudah OB…ayo…masukkkan sa…yang… ” Katanya begitu terus terang. Akupun merangkak sambil membuka bajuku kemudian aku tindih tubuh mulusnya yang setiap hari memang menggoda.

Di saat itulah aku masukkan kontolku kedalam memeknya yang sudah basah oleh jilatanku. akupun bergerak ke atas dan ke bawah, dengan kedua tangannya Mona  memegang lenganku bahkan kini dia memandang wajahku. Akupun mentapnya penuh nafsu sambil terus menggoyang tubuhnya dengan pantat yang sesekali aku putar di atas tubuhnya. Mona  kembali menutup matanya.

Dia benar-benar menikamti perminan sexku. Dengan sekuat tenaga aku hentakkan kontolku kemudian menggoyangnya dengan cepat dsan keras lagi, saat itulah kembali Mona  menjerit sambil mencakar-cakar punggungku ” Oouugggghh…ooouuugghh…ooouuuggghh….Sa..yang..nik…mat…ooouuugghh…aaagghh.. ” Dengan gerakan yang semakin kasar dan mantap aku mainkan memek Mona.

Kemudia aku  merasa kalau akan segera menumpahkan larva maghmaku di dalam memeknya, semakin aku percepat gerakanku danakhirnya Bleees..croooot….ccrroooottt saat itulah aku dekap tubuh Mona  yang bebearpa kali sudah mencapai kenikmatan juga, diapun membalas dekapanku bahkan dia mengapitkan kedua kakinya pada pinggangku, sehingga aku terkulai di atas tubuhnya.

Deru air hujan masih terdengar. Tapi kami sama-sama bermandikan keringat, Mona  mendekap tubuhku yang terlentang di sampingnya kemudian dia berkata dengan penuh kelembutan. Sungguh beda dengan sikapnya sehari-hari ” Mulai hari ini kamu nggak boleh terlihat dengan cewek lain.. ” Katanya penuh manja, akupun menggodanya dengan berkata ” Emang kenapa..” Kataku.

Mona napun menengadah dan menatap wajahku ” Pokoknya awas kamu..mulai malam ini kamu jadi milikkku… ” Aku masih menggodanya ” Lalu gimana dengan Mona  yang songong … ” Diapun tersenyum dan memeluk tubuhku lebih erat,

Post Terkait