cerita dewasa

Desah Nada Kegirangan

Penisku yuang udah meulai tegang terasa dari dalam, aku segera meregangkan sabuk sedangkan Ema sedang menunggu tangannya memegang memeknya sendiri, aku segera melapaskan celana jeansku, terlihat betul penisku membesar di dalam celana dalamku, Ema malah bengong katanya kita janji melepas bersama sama.

Hey! Ayoi! Kamu kan janji bersamasama!

Oh, maaf. Aku lupa, kata Ema sambil sorot matanya tidak lepas dari tonjolan penisku di celana dalamku.

Ema kemudian berbaring sambil melepas celena pendeknya melewati pinggulnya yang bulat indah. Tubuh kami berdua sekarang tinggal dibalut oleh celana dalam. Aku benarbenar kagum dengan kemulusan kulit tubuhnya bagaikan kulit bayi, kuning kemerahan dan halus sekali.

Siap, kata Ema.

OK, kataku mantap.

Aku benarbenar sudah tidak sabar lagi melihat tubuh seorang gadis yang telanjang bulat di depanku. Dan Hal itu benarbenar menjadi kenyataan ketika Ema pelahanlahan melepas celana dalamnya, bersamaan dengan kuturunkan celana dalamku melewati kakiku.

Dan kemudian kami berdua samasama terbengongbengong melihat tubuh telanjang di depannya. Kulit tubuh Ema benarbenar mulus, lekukan tubuhnya benarbenar mempesona. Ketika sudut mataku melihat ke Ema, kulihat wajahnya merah padam dan sorot matanya menjelajahi seluruh tubuhnya. Sepertinya wajahnya jadi semakin cantik dan oohhh

Sepasang bukit dadanya benarbenar mengagumkan dan menggetarkan hatiku, tapi Bagian bawahnya Kulihat rambut kecilkecil halus berwarna pirang menutupi cembungan dipangkal pahanya. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulihat, sepertinya semuanya tersembunyi dibalik rambut halus itu.

Wow, seru Ema.

Berbaringlah terlentang, aku ingin bisa melihatnya dengan jelas.

Aku tidak bisa menolaknya, aku terlentang sambil memperhatikan Ema. Dia bergeser mendekati diriku. Sepasang bukit dadanya ikut bergoyang, pemandangan yang menakjubkan sekali. Aku tidak memperhatikan tangannya sampai ketika jarijarinya mengelus batang penisku dengan lembut.

Oh besar sekali, keras, tapi kulitnya lembut sekali. kata Ema sambil tangannya menjelajahi seluruh bagian penisku, meremas dan mengusapusapnya dengan lembut.

Ouchh! erangku. Sepertinga tubuhku melambung tinggi

Benarbenar luar biasa, desis Ema benarbenar terpesona menyaksikan penisku yang tegang kukuh dan keras. Kurasakan jarijari Ema mengocokkocok batang penisku naik turun dengan penuh gairah.

Aku tidak pernah melihat penisku menjadi sebesar itu, sepertinya penisku telah mengembang secara maximum. Mataku tertutup rapatrapat Mulutku mendesahdesah tanpa dapat kukendalikan lagi,

Ooohhh Aaahhh aku benarbenar tidak pernah merasakan senikmat ini.

Kau senang aku beginikan? bisik Ema dengan suara genit.

Gerakan tangannya naikturun semakin cepat sampai pinggulku terangkatangkat menahan nikmat dan geli luar biasa. Akhirnya aku tak dapat menahan lagi, dengan diiringi teriakkan nyaringku, spermaku meledak dan menyembur kuat keudara beberapa kali.

Inilah untuk pertama kalinya aku mengalami orgasme. Ema juga berteriak tertahan dan meloncat menjauhiku, gadis ini benarbenar terkejut melihat spermaku yang begitu dasyat menyembur keudara dan sebagian jatuh menimpa tangan, paha dan dadanya.

Beberapa saat aku terkulai lemas. Sepertinya aku sempat tak sadar beberapa detik. Begitu pula Ema, gadis ini terbengongbengong melihat kejadian yang benarbenar tak pernah terbayangkan olehnya.

Apa Apa yang terjadi?? kata Ema terbatabata.

A A Aku tidak tahu. Aku tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya. kataku tergagapgagap.

Setelah berpikir beberapa saat Ema berkata pelan.

Aku tahu. Kau mengalami orgasme. katanya sambil mengusapusap cairan kental spermaku yang berhamburan kemanamana.

Ini adalah sperma. Tapi aku benarbenar tidak menduga proses keluarnya begitu luar biasa.

Yeah, memang sangat luar biasa. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan sulit kugambarkan. kataku.

Ema tertawa genit.

Itu karena aku! Aku yang membuatmu sampai orgasme! Tadinya aku khawatir, kau mengerangerang seperti kesakitan.

Yeah. Benarbenar luar biasa. Jarijari tanganmu juga luar biasa kataku sambil melihat tubuh moleknya yang telanjang bulat. Dan akupun tak ingin membuang tempo lagi.

Hey. Sekarang gantian aku!! Cepat kamu berbaring kataku.

Tapi Tapi kau pelanpelan ya?? kata Ema.Aku takut.

OK, jangan khawatir, aku tak akan menyakitimu.

Ya Tuhan, inilah hari bersejarahku sebagai seorang lakilaki. Dihadapanku berbaring terlentang sesosok tubuh gadis yang luar biasa cantiknya telanjang bulat. Mataku benarbenar termanjakan dengan pemandangan yang benarbenar menakjubkan.

Pelahanlahan kuusap cairan spermaku yang menempel di bukit kecil di dada Ema. Tanganku sampai gemetaran meraba kulit kenyal dan halus di sepasang bukit indah itu. Puttingnya yang kecil jadi mengeras ketika tanganku mengeluselusnya.

Apalagi ketika putting itu kepegang dan kupilinpilin lembut, Ema mengerang lembut. Hatiku sampai berdesir mendengar erangan aneh itu. Sepertinya mengandung kekuatan magis yang membangkitkan kembali gairahku.

Kuturunkan tanganku menelusuri perutnya kebawah sampai daerah pangkal pahanya. Kuusapusap rambut halus pirang disana. Rambut yang panjangnya sekitar 1/4 inci itu sangat lembut. Aku tidak menduga didaerah itu bisa tumbuh rambut.

Ujung jariku kususupkan ke celahcelah yang membelah vertikal gundukan kecil di pangkal pahanya. Daerah itu ternyata basah oleh cairan lendir.

Buka lagi pahamu, aku tidak bisa melihat apaapa disini.

Ketika Ema membuka lagi pahanya, tampaklah celahcelah yang berwarna pink yang mengkilat basah oleh cairan lendir.

Wow!!!

Benarbenar pemandangan yang luar biasa, aku tidak pernah membayangkan seperti itu bentuk vagina seorang gadis. Kudekatkan wajahku agar bisa melihat lebih jelas daerah misterius yang sudah lama ingin kulihat.

Kucium aroma khas yang segar dan juga cukup harum. Kukita Ema sangat rajin membersihkan daerah itu. Tapi kembali aku tak bisa melihat apaapa selain celah vertikal yang tertutup. Dengan hatihati kususupkan jarijariku kebibir vertikal yang cukup tebal itu, kurasakan kebasahan dan kehangatan didaerah itu.

Pinggul Ema terjungkitjungkit setiap kali kugosok celahcelah itu, bibirnya setiap kali juga mengeluarkan desahandesahan aneh yang merangsang pendengaran, apalagi ketika ujung jariku menyentuh tonjolan clitorisnya.

Sepertinya daerah tersebut sangat sensitif seperti juga sulit penisku, dan Ema juga merasakan nikmat yang tak kalah bebatnya seperti ketika Ema mengusap penisku. Aku jadi semakin bersemangat menggerakkan jariku menyusuri celahcelah itu.

Akhirnya mataku melihat lubang kecil berwarna merah muda dibawah tonjolan clitorisnya. Dari lubang itulah cairan bening itu keluar. Lubang itu cuma sebesar ujung jari kelingkingku. Aku yakin itulah yang disebut vagina yang tadi ditunjuk oleh Ema, dan di buku dikatakan bahwa penis dimasukkan ke lubang itu.

Tapi koq begitu kecil? Kumasukkan ujung jariku ke lubang itu, terasa hangat dan ketika kugerakgerakkan tibatiba aku sangat terkejut, sepertinga ujung jariku terhisap oleh lubang itu. Aku jadi penasaran sekali, ketika akan kumasukkan lagi tibatiba Ema membentakku.

Hey! Apa yang kamu lakukan?! katanya sambil melompat ketika ujung jariku kumasukkan lebih dalam.

I just want to see what it feels like., I said, still pushing. Now, it was past the first knuckle.

Aku hanya ingin tahu lubang apa itu., kataku sambil terus mau memasukkan ujung jariku lagi.

Cut it out! she was squirming. I kept pushing. She moaned and said again, but more softly,

Keluarkan cepar keluarkan. kata Ema panik.

Ujung jariku seperti menabrak suatu dinding dan ketika kudorong lagi.

Auw.. aduh stop!! Jerit Ema kesakitan. Dengan gugup kutarik ujung jariku keluar lubang kecil dan sempit itu.

Itukan lubang dimana penis dimasukkan bukan?? kataku mencari kepastian.

Mungkin.

I started pushing my finger into her again,Does it feel like a penis?

Aku memulai mendorong lagi jariku ke dalam lubang itu,

Apakah seperti dimasukkan penis? tanyaku lagi. Pinggul Ema kembali menggeliatgeliat.

Aduuhhh stop, stop please! Rintih Ema.

Aku ingat ketika singa jantan memasukkan penisnya kevagina singa betina. Tapi Ema sepertinya merasa kesakitan dan keenakan sekaligus. Kini jariku kugerakkan keluar masuk. Lubang itu begitu sempit dan ketat menjepit ujung jariku.

Cairan lendir semakin banyak keluar. Kulihat Ema tidak lagi kesakitan, cuman mulutnya tak hentihentinya mendesis keenakan dan tubuhnya menggeliatgeliat begitu menggairahkan Sampai tibatiba tubuhnya menggigil dan mengejang,

Aaahhh Ooohhh, jeritnya nyaring sambil menarik tanganku dari liang itu.

Apa yang terjadi??? tanyaku keheranan.

Entah, ahhh. Desah Ema dengan nafas tersegalsegal.

Mungkin aku orgasme, bisik Ema sambil tersenyum manis sekali.

Ohhh, kupikir memang benar penis harus dimasukkan ke lubang itu, kataku, Tapi aku tidak yakin lubang itu terlalu kecil untuk ukuran penis.

Kenapa tidak? kata Ema sambil melihat penisku yang mulai membesar dan menegang lagi.

Penis terlalu besar. Ujung jariku saja sudah sulit masuk, apalagi penis yang ukurannya jauh lebih besar dan panjang.

Ema meraih kembali penisku.

Yeah aku tahu maksudmu.

Dia memperhatikan penisku dengan seksama sambil mengusapusapnya. Sepertinya dia sangat sangat tertarik dan menyukai penisku itu, seperti barang antik yang sangat berharga.

Jika tidak cukup, paling tidak kita bisa mencobanya untuk meyakinkan samapi sejauh mana. kata Ema sambil melirik ke arahku, senyuman genis tersungging dibibirnya.
Apa kau pikir cukup aman? tanyaku raguragu. Tentunya aku sangat senang melakukannya, tapi aku khawatir Ema akan kesakitan.

Ema kembali berbaring terlentang dan pahanya dibuka lebar.

Yakin. Bila tidak muat dimasukkan ke dalam milikku, maka kita akan mencari cara lainnya. Apapun juga kamu bisa ejakulasi, dan itu tidak akan menbuatku hamil karena tidak masuk ke dalam.

Aku segera menempatkan pinggulku diantara kedua pahanya. Terasa hangat, basah dan lembut. Kugerakgerakkan ujung penisku untuk menemukan lubang itu, begitu menyentuh lubangnya, kutekan sedikit, kemudian kugerakkan pinggulku sambil terus menekan.

Sepasang bukit dadanya mengeras, putingnya menusuk dadaku. Kedua tangannya merangkul leherku. Kami kembali berciuman. Tubuh kamu saling menekan dan menggesek.

Ema ketawa genit sambil berbisik, Aku sangat senang kamu ada disini, dalam posisi seperti ini, katanya sambil memelukku dengan mesra sekali.

Kami terus saling menggesek dan menekan, tangan kami juga saling mengelus dan meremasremas. Nafas kami semakin cepat dan tubuh kami juga semakin panas, peluh kami mulai membasahi tubuh kami. Ini benarbenar luar biasa. Gesekangesekan itu demikian nikmatnya. Tapi usaha penisku untuk masuk ke lubang itu selalu gagal.

Masih belum bisa masuk? Bisik Ema.

Coba kutekan agak keras lagi, kuangkat sedikit pinggulku, kemudian kutekan keras, tapi ternyata malah meleset kesamping.

Uhhh desis Ema.

Coba kubantu, bisik Ema sambil tangannya meraih batang penisku, kemudian ditempatkan tepat di gerbang liang vaginanya.

Tekan!! kata Ema.

Yeah, kataku sambil menekan pinggulku cukup kuat.

Kuangkat sedikit lagi, kembali kutekan lebih keras sambil tangan Ema mengarahkan penisku. Kurasakan liang itu semakin mengembang dan tibatiba sebagian ujung penisku berhasil melesak ke dalam.

Stop! teriak Ema.

Ohhh keluhku, sambil menghentikan gerakanku.

Kepala penisku yang bulat sudah berhasil masuk keliang vagina Ema. Begitu ketatnya liang itu seperti mengunci ujung penisku.

Ujung penisku sudah berhasil masuk, bisikku.

Ya, aku tahu. Aku dapat merasakannya. kata Ema.

Pelahan kutarik sedikit penisku pelanpelan, kemudian kutekan lagi dengan tekanan lebih kuat. Begitu kulakukan berulangulang sampai ujung penisku tibatiba menabrak kuat dinding penghalang disana.

Ahhh, stop, kita sebaiknya berhenti, ohhh jangan! kata Ema terbatabata.

Meskipun mulutnya mengatakan jangan, tapi kurasakan pelukan Ema malah semakin erat, dan pinggulnya pun bergerak mengimbangi tusukannku.

Kita sebaiknya berhenti Kita, ohhh stop! rintih Ema.

Yeah. kataku, tapi penisku tidak mau berhenti. Tekanan pinggulku makin lama makin kuat sehingga akhirnya

Aaahhh ADUH!!! Ohhh Aaahh, jeritan Ema melengking kuat ketika penisku berhasil menembus benteng penghalang itu. Batang penisku tenggelam seluruhnya ke dalam liang yang sudah tidak perawan lagi, sampai bola testicleku menekan pangkal pahanya. Jeritan Ema dan cengkeraman kukunya mencengkeram kuat di pundakku dan pahanya memeluk kuat kuat pinggulku membuatku benarbenar terkejut.

Aduh! stop, stop! jerit Ema.

Kurasakan jepitan liang vagina Ema yang begitu kuat dan ketat sekali, kurasakan juga denyutandenyutan dinding liang itu seperti menyedot penisku, dan kurasakan kehangatan disana.

Ema. Penisku sudah masuk semua. kataku sambil terengahengah.

I can tell. It hurt. A lot.

Aku bilang stop! Sakit sekali tahu! bentak Ema. Kulihat wajahnya merah padam dan air matanya mengalir membasahi pipinya.

Maafkan aku Ema. Aku tidak bisa mengendalikan diriku.

OK. Bisa kamu tarik keluar sekarang?

OK Aku cabut penisku pelanpelan, Ema merintih, kutekan lagi pelanpelan dan kembali kutarik lagi sedikit. Kurasakan sesasi gesekan antara penisku dan dinding liang vagina Ema begitu luar biasa nikmatnya. Tubuhku sampai menggigil menahan geli dan nikmat yang teramat sangat.

Ema, sebaiknya jangan dilepas, bisikku.

Ya, aku tahu desah Ema sambil menggerakkan pinggulnya keririkanan mengikuti gerakan pinggulku. Tangan Ema kembali memelukku eraterat. Seperti juga aku, sepertinya Ema juga merasakan sensasi kenikmatan yang sangat luar biasa.

Dia ingin menghentikannya, tapi kenikmatan itu sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dan tibatiba kembali tubuh Ema mengejang sambil mengerang cukup keras, ketika Ema mencapai orgasmenya yang kedua kali. Ema sepertinya mengatakan sesuatu kepadaku, tapi tidak jelas, akhirnya ia menggigit pundakku.

Diding liang vaginanya berdenyutdenyut kuat, membuat penisku tersedotsedot dan sepertinya aku juga tidak kuat lagi menahan diri. Kutekan penisku dalamdalam dan

Aaahhh spermaku menyembur kuat berkalikali didasar liang vagina Ema.

Entah berapa lama kami terkulai sambil berpelukan, penisku masih tertanam diliang vagina Ema

Ketika kami sadar, segera kutarik penisku yang sudah mengecil itu. Kulihat cairan spermaku bersama cairan vagina Ema berhamburan dimanamana. Dan cairan itu berwarna merah Memang benarbenar darah Ema yang bercampur cairan sperma.

Ya ampun, Ema, aku benarbenar melukaimu, maafkan aku Ema, seruku panik.

Ohhh tidak! jerit Ema sambil melihat ke vaginanya.

Kamu ejakulasi di dalam lubang vaginaku!! Kau masukkan spermamu di dalam! Aduh, kamu bisa membuatku hamil!!!

Cepatcepat kuperiksa vagina Ema. Tidak kelihatan ada luka disana, tapi darah keluar dari liang vaginanya. Aku yakin, pasti bagian dalam liang vagina itu ada yang luka.

Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menceritakan kepada orang lain kalau Ema sembuh nanti. Kami cuman bisa menunggu untuk melihat apakan Ema hamil atau tidak. Kami segera berpakaian dan aku segera lari pulang kerumah. Sampai beberapa minggu kami berdua dihinggapi perasaan takut. Dan Ema pun sepertinya takut untuk menemuiku. Dia selalu menghindar kalau melihatku.

Kami memang tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada orang lain, dan kami juga tidak pernah melakukan hubungan sex lagi, tapi kami masih berteman sampai beberapa tahun, sampai akhirnya aku pindah ke Denver. Tapi aku tidak pernah melupakan hari bersejarah yang sangat menakjubkan itu!!

Post Terkait