cerita dewasa

Cerita Sex Melia Kekasihku

Koskosanku berkamar 8 termasuk kamarku sendiri. Isinya cowok semua dan seperti lazimnya koskosan cowok, maka koskosanku termasuk berantakan. Rumput tumbuh tinggi, halaman tak pernah disapu dan tentu saja kamar yang seperti kapal pecah. Nah apa hubungannya dengan Melia, akan kuceritakan berikut ini.

Ketika ada kamar kosong satu, kebetulan temenku membawa kenalannya seorang cewek angkatan 98. Namanya Melia asalnya dari Bandung, orangnya kecil, wajahnya manis dan kulitnya halus serta putih bersih.

Cerita Sex Terbru Melia Kekasihku

Si Melia ini orangnya supel, cepat akrab dengan siapapun, termasuk denganku. Ia ingin kost disitu, tentu saja kitakita dengan kompak menjawab silahkan. Toh pemilik kostnya nggak disitu. Eh siapa tahu.. Nah jadilah koskosan itu dalam waktu kurang dari seminggu semenjak kedatangan Melia menjadi bersih dan asri. Nah kejadian yang ingin kuceritakan ini menyangkut aku dan Melia dan kepindahan besarbesaran seluruh penduduk kost tersebut.

Semakin hari aku mengenal Melia semakin tumbuh benihbenih (bukan cinta) nafsu. Si Melia ini meskipun orangnya kecil tetapi karena tingkah lakunya yang kekanakkanakan justru membuatku on setiap kali kita bercanda. Kadangkadang bercandanya memang kelewatan.

Suatu pagi sekitar 04.30, setelah semalaman aku tak bisa memejamkan mata karena insomnia, aku tibatiba saja memikirkan sesuatu yang hangat di sebelah kamarku. Memikirkannya saja membuat kontolku tegak mengacung. Sambil mengeluselusnya membuatku membayangkan jika saja aku berada dikamar sebelah, mungkin batang ini sudah aku eluseluskan kelehernya yang mulus atau keselangkangannya yang pasti bersih dan mulus. Atau kueluseluskan kedindingdinding vaginanya yang pasti hangat dan ketat.

Lama itu terjadi, aku nggak kuat lagi. Aku keluar kamar dan menengok kirikanan tampak sepi, aku berjalan mengendapendap mendatangi kamar Melia yang hanya terpisah satu kamar dengan kamarku. Aku intip lewat jendela, tak kelihatan apaapa karena selain gelap juga ada korden tebal.

Aku putar pegangan pintu perlahan.ups. Ternyata tidak dikunci. Perlahan sekali aku putar dan buka pintu kemudian aku masuk dan menutupnya lagi perlahan dan memasang gerendel dan menyalakan lampu tidur yang remangremang. Remangremang tampak sesosok tubuh mungil sedang tergolek pulas diranjang. Aku bergerak mendekatinya dan ..ups.. dia menggeliat.

Aku diam tak bergerak menunggu dia pulas lagi. Dia mengenakan pakaian tidur yang berbentuk seperti rok panjang terusan. Wah memudahkan, pikirku. Perlahan aku mendekatinya lagi dan memandanginya dari jarak yang sangat dekat. Wajahnya tampak lucu dan tenang ketika tidur. Aku memandangi tubuhnya yang mungil, payudaranya masih kecil meski sudah berbentuk. Pinggulnya pun proporsional.

Dan.. uuhhh.. vaginanya tampak menggunduk seperti sabun gif terbentuk karena baju tidurnya yang lembut. Aku singkap perlahanlahan rok tidurnya itu, perlahan sekali agar dia tak terbangun. Aku berhasil membuatnya tersingkap sampai separuh paha atas. Ayo kurang sedikit. ups menggeliat lagi. Aku diam dan posisi akhir geliatannya sungguh membuatku bersyukur dilahirkan sebagai lakilaki. Kaki kirinya terbuka lebar kesamping dan itu cukup membuat semuanya terbuka.

Melia mengenakan celana dalam kombrang, sehingga dari samping tampak vaginanya. Perlahan sekali aku membuka kaki kanannya sehingga daerah selangkangannya semakin terbuka lebar. Ini membuat celana dalamnya tertarik kesamping dan membuka area vaginanya lebih luas. Jembutnya masih jarangjarang sehingga kelihatan sekali celahnya yang masih mulus. Itilnya tampak menonjol besar merah mengkilat, begitu pula bibirbibir labianya masih tampak ketat dan halus belum menggelambir. Aku mendekatkan wajahku kebagian itu, dan tercium bau khas. Dengan cermat kuperhatikan bagian itu, sedetildetilnya.

Ada tahi lalat kecil dibagian luar bibir sebelah kiri, tertutupi samarsamar oleh jembut yang masih lembut.
Aku menghela nafas panjang, batang kontolku terasa mengejang. Tiap kudenyutkan rasanya ngilungilu nikmat. Aku menarik wajahku dan melepas celana sehingga aku telanjang bagian bawah sedangkan aku masih mengenakan kaos.

Perlahanlahan aku naik ke atas ranjang, perlahan sekali sehingga posisi Melia tak berubah. Terus kudekatkan wajahku kebagian selangkangannya. Perlahan sekali kutarik celana dalamnya kesamping sehingga bagian vaginanya menghadap penuh kewajahku. Melia masih pulas. Dengan telunjuk dan jempol tangan kananku, kubuka perlahan belahan vaginanya, sehingga bibirbibir labianya tampak jelas.

Tak tahan, aku mendekatkan mulutku ke itilnya, dan menyentuhkan lidahku perlahan kepermukaannya. Melia mengejang perlahan, terasa oleh tangan kananku gerakan perlahan di bagian pinggir belahan vaginanya. Aku menggerakkan perlahan lidahku menyapu permukaan itilnya dengan gerakan berputarputar searah jarum jam.

Gerakan mengejangnya semakin terasa tidak hanya oleh tangan kananku, tetapi juga oleh gerakan kaki kirinya yang terangkat perlahan. Aku berharap semoga ia sedang bermimpi erotis sehingga tidak terbangun
segera. Aku mulai mencium bau yang kuat keluar dari lubang vaginanya. Wah. ini mulai berair.pikirku. Aku memutarmutar lidahku semakin cepat dengan arah yang berubahubah.

Gerakan kaki kanannya menutup tetapi terhalang oleh kepalaku. Terasa hangat permukaan dalam pahanya dipipiku. Dan hebatnya, ia belum terbangun. Aku mengaisais bulatan itilnya dengan ujung lidah dengan mantap. Ia mengeluarkan suara melenguh. Aku berhenti sejenak, tapi ia hanya merubah posisi tangannya tanpa terbangun sedikitpun.

Aku kembali mendekatkan wajahku tapi kali ini kebagian bibirbibir labianya. Meski Melia ini kecil, tapi bibirbibir vaginanya agak besar sehingga menonjol keluar. Kembali tercium bau khas. Aku mengemut bibir labia mayora kirinya dan menyedotnya perlahan dan memainkan permukaannya dengan lidah.

Kali ini reaksi Melia nggak lagi mengejang perlahan tetapi menutup kedua pahanya sehingga kepalaku terjepit diantaranya dan terasa hangat sekali permukaannya dipipiku. Kali ini aku membukanya tanpa perlahanlahan lagi, maklum lagi nafsu banget. Dari kepala kontolku keluar cairan bening, batang mengeras dan menampakkan uraturat besarnya.

Anehnya Melia tidak terbangun, dan membiarkan kedua tanganku membuka kedua pahanya. Tangan kananku menarik celdalnya kesamping sedangkan tangan kiriku membuka belahan vaginanya sedangkan seluruh bagian mulutku mengolah bibirbibir vaginanya. Aku merasakan adanya cairan yang mulai membasahi permukaan bibir vaginanya. Aku terus menyedot dan menggigitgigit perlahan labia mayoranya dengan asyik sedangkan tangan kiriku sekarang mengeluselus itilnya dengan cairan pelumas dari lubangnya.

Asyik sekali.. saking keasyikannya.. tibatiba. Ada dua tangan menjambak rambutku, aku tidak menghentikan aktivitasku. Mulanya kupikir..ini..hanya reaksi spontan dari mimpi erotisnyaeh kok tambah lama terasa ada goyangan perlahan di bagian selangkangannya.

Begitu pula tanpa kusadari ada suarasuara nafas tertahan dan jambakan dirambutku bukan lagi jambakan pasif tetapi mulai mengeluselus dan memegang kupingku. Aku tibatiba tersadar Dia telah bangun. Aku termangu duduk diantara selangkangannya dan melihat kearah wajahnya dikeremangan.

Kok, berhenti mas..hh!, suaranya berat perlahan dengan tatapan wajah yang sayu.
Ehh.. anuu.. iii.. ni apa eehh anu!, aku gelagapan.
Ehh terusin mas hhh kurang dikit lagi..!, suaranya tertahan.

Aku masih terduduk bingung dan memandangnya dengan pandangan bodoh. Dan yang menjengkelkan, batang kontolku tak berkompromi. Dia tegak mengacung sehingga mencuat diantara kaosku. Kepalanya tampak licin karena cairan bening yang keluar. Sebenarnya kontolku nggak terlalu besar tapi panjang, sehingga tampak mencuat lucu.

Tibatiba Melia bangun, dan duduk dihadapanku memandang aku dengan sayu. Aku semakin culun dan tanpa kusadari tangannya menggenggam batang kontolku mantap. Tiba.tiba.. auh.. ia menunduk dan memasukkan kepala kontolku yang mengeras seperti helm kopassus kemulutnya. Dan ketika sadar aku langsung merasa melayang merasakan kenyotan kenyal diseluruh permukaan batangku.

Setelah berapa lama aku merasakan sesuatu akan mengalir keluar dari dalam batangku. Ia memencet bagian pangkalnya sehingga aliran itu tidak jadi keluar dan tertahan sehingga menahan rasa nikmat disekujur selangkanganku. Wah ahli banget Melia padahal aku nggak ngasih tahu kalau akan keluar. Nggak nyangka deh!. Ia memegang batang kontolku lama sambil tersengalsengal.

Kemudian memandangku perlahan dan meletakkan dirinya terlentang di ranjang. Ia menarik lepas celana dalamnya dan menarik rok tidurnya sehingga vaginanya terpampang jelas, kemudian membuka kedua pahanya dan mengangkat lututnya ke atas sehingga lubangnya terlihat.

Ia mengelus perlahan permukaan vaginanya sambil memandangku dan berkata,

ayo.mas..masukin. Aku seperti tersihir, antara bingung dan nafsu, menggerakkan diri untuk berlutut diantara kedua pahanya dan memegang kepala batangku yang licin kena ludahnya dan mengarahkannya kelubang merah mengkilat itu.

Sejenak aku lupa bahwa dia masih belasan tahun, yang kurasakan secara reflek setelah dikenyot habishabisan olehnya ialah bahwa ia sudah tak perawan lagi.

Dan Sssleeeppp ketat tapi tak begitu menjepit dan tanpa hambatan sama sekali (benar dugaanku!). Aku menusukkan seluruh panjang batangku ke dalam lubang itu, dan hebatnya seluruh panjang itu masuk total kedalamnya serta membiarkannya sejenak merasakan denyutan hangatnya.

Melia melenguh agak keras. Aku khawatir juga karena dari jendela mulai terlihat cahaya fajar. Tapi karena malaikat nafsu lebih berkuasa, ya sudah aku cuek saja dan mulai menarik batangku itu dari dalam lubangnya dan memasukkannya lagi seluruhnya. Entah karena apa, aku tak begitu merasakan rasa nikmat yang cepat naik. Memang terasa basah, licin dan enak tetapi ya lebih karena ini memang sedang bersetubuh.

Aku mulai berpraktek dengan berbagai macam cara menusuk dan arah tusukanke dalam lubang vaginanya. Yang mulai mencemaskanku Melia sama sekali tak berusaha menahan suaranya. Ia mulai melenguh danmengerang keraskeras ketika aku mulai mempercepat gerakanku. Aku antara cemas dan mulai nikmat, tak perduli lagi.

Lagian suaranya mulai merangsangku dan ini membuatku menusuknusuk dengan gerakan yang cepat dan keras.

Aaahhh aayooo mass aaduhhh cepat.. masss..!, ia mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya.

Bunyi beradunya kemaluan kami mulai terdengar keras, berkecepak ..cckkk cckkk dan aku mulai merasakan lereng gunung telah kucapai. Tinggal mendaki cepat dan sampai dipuncak. Tibatiba Melia menghentikan gerakanku, dan menutup kedua pahanya sehingga terasa ada jepitan yang luar biasa disekujur batangku.

Kemudian dia memandangku sayu. Aku tahu apa yang dimaksudkannya dan mulaimenggenjot lagi. Aku menjepitkan kedua betisnya diantaraleherku dan bertumpu pada kedua tangan sedang aku membentuk busur dengan tubuhku, merapatkan kedua pahaku sehingga terasa batangku membesar dan mulai menusuk nusuknya cepat.

Aaa hhh ssss.., terdengar bunyibunyian antara suaranya yang merangsang dan bunyi kecepakan kemaluan kami yang beradu.

Sedang aku sendiri mengeluarkan suara helaan nafas yang cepat. Beberapa menit kemudian, aku merasakan aliran yang semakin cepat memenuhi pinggul dan seluruh tubuhku. Keringatku telah mengucur deras. Dan..

Melll.. Melia . aaadddduuuhhh ssss.. Mel.!, spermaku menyemprot deras ke dalam lubangnya.

Aku mengerang keras dan terus mengocok batang kontolku dengan dindingdinding lubang vaginanya. Lama aku terus menusuknusuk lubangnya karena rasa nikmatnya terus mengalir, dan tak berapa lama kemudian.

Masss aaaaaa maassss ssshhhhh aaddduuhh!, Melia menaikkan pelvisnya dan menerima tusukantusukan terakhirku dengan denyutan dinding vagina yang terasa cepat dan kenyal.

Aku menindih tubuhnya yang kecil dan merasakan detak jantung yang cepat di dadanya dan dengusan nafas hangat diubunubunku. Batangku masih menancap dalam di dalam vaginanya dan merasakan denyutan yang tak kunjung reda. Tiba..tiba

Rud.., kamu di dalam situ?, suara Andi (teman kostku) memanggilku dari luar pintu kamar Melia .

Ini adalah bagian kedua dari empat bagian dari cerita Melia. bAntara sadar dan tidak, dengan batang kontolku yang masih tercengkeram didalam lubang vaginanya, Melia berkata perlahan:

Ada apa mas Andi?
Eh enggak, Rudi ada didalam situ nggak?
Emang kamar mas Rudi disini?
Eh sorry.sorry.! dan Andi pun berlalu. Beberapa saat kami terdiam.

Aku pun tak berusaha mencabut batang kontolku yang entah karena apa terus terasa tegang (nggak tegang tegang amat tapi juga nggak mengecil sehingga tetap terjepit di dalam lubang vagina Melia ). Aku mengelus keningnya lembut, terasa ada keringat membasahi.

Melia bergerak perlahan merubah posisi kakinya sehingga membuatku tergigil karena gerakan itu terasa seperti kuluman terhadap batang kontolku. Eh.mell.aku mau nanya terus terang kepadamu, aku udah nggak perawan sejak kapan? Sorry kalo nyinggung . soalnya aku nggak nyangka. Aku bertanya perlahan nyaris berbisik kedekat telinganya.

Ia menghadap kearahku sehingga tercium bau mulutnya yang khas dan berkata perlahan,

Nggak apaapa kok mas, aku udah bolong sejak dari kelas 1 SMP. Mulanya sih nyobanyoba sama pacar pertamaku, eh nggak taunya dia udah pengalaman banget. Pas dirabaraba sih nggak terlalu terasa, waktudijilatin itu yang aku nggak kuat.Tembus deh!. Aku juga nggak nyesel kok, enak sih!
Kamu begini udah berapa kali? Mumpung lagi jujur, aku terusin nanya.
Wah nggak keitung deh! Lagian pas SMA aku pernah ke dokter nanyain kalokalo aku hamil, eh nggak taunya dikasihtau kalo aku mandul, nggak bakalan bisa punya anak, ya udah semakin menjadijadi! Samasiapa aja?
Selain sama pacarkalo punya, ya sama siapa aja asal aku lagi pengin dan dianya mau, seperti sama mas sekarang ini! Sambil berbisikbisik saling bertanya, aku memperhatikan buahdadanya yang mungildan belum turun, pentilnya tampak menonjol.

Aku jadi terangsang lagi, batangku yang masih menghangati lubangvaginanya tibatiba perlahanlahan mengeras lagi. Aku takjubukan main,biasanya kalo habis ngocok ya setidaknya butuh 2 hari untuk gampang tegang kembali. Aku jadi merasa tidak nyaman karena posisi masuknya batangku itu membentuk sudut yang kecil sehingga ketekuk. Tadi pas agak lemas bisa melengkung enak, sekarang .Auuuhh .. pokoknya nggak enak rasanya.

Mas Rudi mau lagi? Aku nggak bisa menjawab lha wong lagi konsentrasi kebatang kontolku yang terjepit itu.
Mas pernah ngerasain anorexia orgasm nggak?,
Nggak, apa itu? Jadi kalo kita mau orgasme, jika udara nggak masuk ke otak beberapa saat itu akan membuat orgasmenya beberapa kali lebih nikmat Wah..teori apa pula ini.

Gila bener nih anak, kecilkecil udah canggih.

Kalo mas Rudi mau bisa tak ajari sebentar,
Lha kalo nanti mati
Ya palingpaling masuk neraka Gila, ini udah nggak bener.

Tibatiba ia bergerak sehingga batangku tercabut dari lubangnya. Melia berdiri dan berjalan kearah rakbukunya dan mengambil selotip kertas yang lebar. Kemudian iamenelentangkan aku dan memasangkanselotip ke hidung denganrapat dan ke mulut dan membuka sedikit ujungnya sehingga tidaktertutup semua sehingga aku masih bisa bernafas.

Mas Rudinikmati saja dan jangan berontak, tak janjiin terbang dehnanti. Melia memegang batangku dan mengocoknya perlahan.

Mulamula mengelusnya halus sehingga perlahanlahan batangkuitu berdiri. Kepalanya masih tampak mengkilat dan memerahkarena cairan vagina Melia yang kental. Aku mulai merasakanrasa nyaman yang mengalir perlahan dari selangkangan kekaki,paha dan pinggang. Ia mulai mengulum batangku itu dan akumerasakan permukaan lidahnya yang kasar tapi lembut mengeluspermukaan batang kontolku.

Aku mulai tersengalsengal karenapasokan udara yang sedikit masuk keparuparuku. Nafasku mulailebih cepat dan detak jantungku berdebar keras.Sensasinyasungguh aneh karena yang terasa nikmat bukan saja batangkontolku tetapi seperti menjalar keseluruh tubuh sehingggerakan kecil saja dari kakiku terasa enak. Melia menghentikan kocokannya dan berjongkok diatas tubuhku. Tangan kirinya memegang batangku dan menggosokgosokkan kepalanya keareavaginanya.

Aku sudah tersengalsengal berat tapi Melia melarangku menarik selotip itu dari mulut dan hidungku. Melia menggerakkan pinggulnya kebawah sehingga batang kontolku untuk yang kedua kalinya memasuki lubangnya. Kali terasa agak lain, agak terasa menjepit dibandingkan tadi. Ia memasukkan seluruh panjangnya sehingga terbenam habis ditelan vaginanya.

Aku menghela nafas panjang dan berusaha menghirup nafas sebanyakbanyaknya dari lubang kecil disudut mulutku yang tertutup selotip. Melia berhenti sejenak dan meletakkan kedua tangannya kedadaku. Rasain aja ya mas, kalo mau teriak teriak aja nggak pa pa, nanti rasanya akan semakin nikmat! Melia berkata pelan.

Setelah tumpuannya sempurna, Melia mulai bergerak perlahan lahan sehingga batangku sekali lagi tergesekgesek permukaan licin lubang vaginanya. Mulamula ia bergerak perlahan, lama kelamaan, ia mulai bergerak cepat dan teratur dan nafasnya mulai terdengar keras diselingi jeritanjeritan kecil. Aku merasakan rasa nikmat yang dengan cepat menjalar keseluruh tubuh dan kembali lagi mengumpul kebatang kontolku yang sedang dikocok dengan cepat.

Sekitar 10 menit Melia bergerak dengan cepat, dan aku merasakan rasa nikmat yang mulai akan meledak. Tibatiba Melia berhenti dan dia merapatkan sisa lubang selotip dimulutku sehingga dengan segera aku kehabisan nafas, dan dia mulai bergerak lagi tidak dengan perlahanlahan tapi langsung cepat. Aku merasakansesuatu seperti bergerak keluar dari dalam otak dan menggelitik rasa nikmat yang sedang mengumpul.

Kurang dari 1 menit Melia melakukan itu dan aku mulai merasakan gelap yang nikmat, tibatiba dia berdiri sehingga batangku tercabut dan dengan sigap mengocok batang kontolku dengan kedua tangannya. Tangan kanannya memencet keras bagian pangkalnya sedangkan tangan kirinya mengocok bagian batangnya dengan cepat.

Aku merasa tegang yang nikmat, dan merasakan aliran rasa nikmat seperti konvoi berbondongbondong menuju batangdan kepala kontolku yang sedang dikocoknya dengan cepat, dan aku merasakan orgasme sudah dekat tapi seperti ada sesuatu yang menghentikannya tepat dipintu keluarnya sehinggagerombolan nikmat itu menyebar dan mendesakdesak keseluruhbagian di area sekitar selangkanganku.

Aku sudah tidak sanggup berpikir, tanganku lemas tapi badanku tegang bergetar getardidesakdesak oleh rasa nikmat yang semakin tinggi tapi tidak kunjung mencapai puncak semakin tinggi semakin tinggi

Aku merasa melayang keluar dari tubuhku. Batangku yang sedang dikocok oleh Melia tidak terasa apaapa, tetapi seluruh tubuhku dimulai dari pangkal batang kontolku terasa seperti dikerokkerok oleh sesuatu yangenak sekali. Tibatiba segalasesuatunya seperti berhenti, ketika mendadak Melia melepaskan pencetannya kebatang kontolku.

Rasa nikmat yang terkurung tadi seperti mengadukaduk tubuhku tapi tidak terasa seperti keluar dari batang kontolku. Melia mengusapusap bagian dalam pahaku yang basah kuyup oleh keringat sehingga rasanya seperti adukan nikmat yang luar biasa. Tanganku tak sanggup bergerak lagi.

Aku merasa kaku dan sangat nikmat serta lemas tak sanggup berbuat apa pun. Keadaan ini berlangsung terasa lama sekali dalam rasa gelap dan nikmat yang kurasakan. Melia membuka selotip dimulut dan hidungku dengan gerakan cepat, sehingga udara segera mengalir dan mengembalikan kesadaranku perlahanlahan. Aku terbangun pada sore harinya dalam keadaan yang sangat lemas dan Melia telah pergi.

Post Terkait