cerita dewasa

Cerita Sex Making love Bersama Pacar Sedang Hamil

Namaku Anggit, Aku kuliah di Universitas di salah satu di Kota Jogjakarta. Di kampusku aku punya cewek bernama Sonia, dia cantik putih seksi dan pinter, kami satu angkatan kuliah Cuma beda jurusan, dan Kami pacaran hampir sekitar 4 tahun. Lalu kami putus setelah aku pulang kampung di halamnku, saat itu aku udah meneyelesaikan tugas akhirku dan di acc. Waktu itu hanya nunggu sidang saja. Dan waktu aku pulang ke semarang akhirnya mendapatkan pengganti Sonia. Dia tetanggaku sendiri dan teman SMA ku dulu.

Dan beberapa bulan kemudian aku pergi ke jogja kembali bermaksud untuk mencari pekerjaan setelah aku meneyelesaikan tugas akhirku dan akhirnya aku wisuda, setelah beberapa bulan lagi aku bertemu dengan Sonia di jogaja, dan dia ternyata udah menikah, yang membuatku kaget Suaminya itu teman kuliahku dulu tapi kami gak akrab banget, akhirnya Kami mengobrol bersama ber tiga atau dengan suaminya Sonia.

Dan membahas sana sini bla bla bla sampai membahas masa lalu. Ternyata sekarang mereka tinggal di Bandung, karena suaminya orang Bandung. Waktu itu mereka di jogja dan bertemu dengan ku karena sedang liburan bersama. Waktu itu Sonia sedang hamil 6 bulan, Dia selama liburan di jogja nginap di rumahnya Orang tuanya Sonia yang berada di daerah Jogja, dan jaraknya tidak jauh dari tempat kosku dulu.

Akudulu pun suka datang kerumahnya Sonia atau di rumah Orang tuanya Sonia, dan Suaminya pun tidak tahu kalau aku dulu dengan Sonia berpacaran dan sampai empat tahun lamanya, jadi dia gak gimana-gimana. Dan kami ngobrol sambil bahas pekerjaan karena aku kembali ke jogja sebenernya nyari pekerjaan. Waktu itu hari jumat malam, jam 19.00 aku kerumahnya Sonia dan bermaksut main saja, dan kebetulan suaminya Sonia pergi sama Ayah Sonia dari jam 15.00 sore tadi nemenin belanja untuk beli dagangan atau usahanya di Bandung.

Baca Juga: Cerita Dewasa Akibat Melirik bokong mbakku

Akhirnya aku datang ke rumah Orang tua Sonia kami hanya mengobrol di ruang tamu. Kami hanya berdua saja karena Ibunda Sonia udah meninggal. Dan Sonia pun tanya padaku,

“Kamu masih suka cewek-cewek yang buah dadanya besar gak Nggit,?” tanya Sonia sambil becanda.

“Pasti suka tohh, tapi kalau kebesaran malah ngeri..,” jawabku sambil senyum .

Dan waktu itu Sonia bermain leptop waktu ngobrol dengan ku di ruang tamu, dah aku mencoba menggodanya,

“Eh..Sonia sekarang banyak situs pornografi di Indonesia ,? Coba Buka dong..!” ujarku tiba-tiba.

“Nanti kamu kepingin ,” jawab Sonia.

“Udah deh cepet bukain dulu..!” Aku sambil memaksa.

Aku tau masalahnya dulu kalau Sonia kalau nonton filem atau nonton sejenis filem seks dia nafsunya langsung meningkat, dia seperti orang hiperseks kalau sedang nonton filem porno karena jaman pacaran dulu kami sering nonton filem porno bersama sebenernya untuk menambah pengetahuan, tapi aku dan Sonia kadang praktek bersama, Dia pun akhirnya membukakan situs porno dan situs cerita dewasa dsb. Dan aku akhirnya membaca sendiri. Setelah beberapa menit kemudian Sonia tanya,

“Apa bener ceritanya seperti ini dan kisah nyata?” tanya Sonia.

“Iya bener,?” Jawabku.

“Masak sih,,,!” Sonia.

“Kalau gak percaya yasudah,” jawabku sambil mengajaknya, sambil aku menegelus pahanya.

Karena gak ada orang aku duduk di sebelahnya dan membaca cerita dewasa ini sambil mengelus pahanya yang mulus, aku yakin dia kalau tak elus-elus pahanya sampai keselakangan Sonia pasti gak bisa nahan nafsunya karena dia mudah nafsu atau mudah merangsang saat di gitukan,

“Anggit, aku nanti kalau kamu gitukan aku nanti pengen ML , kamu tau sendiri toh kalau aku paling gak bisa nahan, dan suamiku masih belanja, nanti malah pengenya sama kamu” Ujar Sonia.

Dan aku pun mengelus pahanya yang mulus bermaksud untuk mencium pipinya malah dia langsung ngasih ciuman bibirnya, karena dia kayaknya udah mulai nafsu birahi dan aku tau semuanya, dan dia semakin hot melumat lidah ku dan bibirku sampai menjilati leherku. Sonia masih aja nafsunya tinggi, bringas seperti dulu, lalu aku ditanya Sonia,

“Anggit, aku udah 3 bulan lamanya suamiku gak melakukan hubungan seks denganku. Padahal aku pengen banget.” kata Sonia.

“Paling Suamimu gak tega mau main seks sama kamu, karena melihat kamu berperut besar,” Jawabku.

Sonia meskipun hamil, masih kelihatan cantik dan yang membuatku sangat terangsang sekali saat melihat buah dadanya yang tambah besar dan kencang sekali. Kami akhirnya berciuman berpelukan sambil meremas remas buah dadanya sambil melepasi baju masing-masing.

“Anggit, kamu jangan kaget ya, aku gak pakai celana dalam, hehehe..” Sonia, sambil tertawa sedikit.

Ternyata Sonia tidak memakai celana dalam karena dia selama ngobrol sama aku dia sering keluar masuk dari kamar mandi, kira-kiran hampir lima kali dia keluar masuk kamar mandi, karena orang hamil itu sering pipis terus terus sekalian gak memakai celana dalam (kata si Sonia).

“pasti kamu udah gak nafsu lagi sama aku ya Anggit, kanaku lagi hamil.” Sonia lagi.

“Aku sekarang beda Sonia, aku lebih menarik dan lebih menantang hubungan seks sama ibi hamil seperti mu,” jawabku. Padahal dulu aku paling tidak nafsu kalau melihat cewek hamil atau ibu hamil.

“Anggit ayo cepetan puasin aku, mumpung Suami dan Ayahku belum datang, dan nanti kamu jangan minta begaya aneh-aneh ya,?” Sonia lagi.

Dan aku langsung memulainya, aku langsung berdiri dan dia duduk di sofa ruang tamu, lalu penisku dikulumnya, dan kulumanya ini membuatku gak bisa melupakan Sonia, beda jauh dengan cewekku yang sekarang. aku hanya merem melek merasakan keenakan saat penisku dikulum Sonia. Hisapannya lebih kencang sekali.

Lima belas menit kemudian aku berpindah posisi, kemaluannya yang berbulu lebat membuat batang penisku semakin tegang. Posisi aku yang jongkok, dan Sonia duduk di sofa sambil ku lebarkan pahanya dan aku melihat hutan lebat dan memeknya yang membuatku untuk segera cepat memasukan batang penisku. Perutnya yang besar membuat sensasi seksku tambahan liar dan hot.
Akhirnya aku jilat pakai lidahku mengenai bagian dalam memeknya dan Sonia merintih halus, sambil menarik rambutku,

“Ahmmmm..ahhhhhhhhhhh..sshhhhhh klitoriku ni Nggit, mainkan dengan lidahmu,” kata Sonia sambil tangannya menjambak rambut ku.
Dan tak lama setelah kumainkan memeknya dan klitorisnya Sonia tiba-tiba menuju klimaks,

“Anggit.., mau keluar nih, Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,ahhhhhhhhhh,” Sonia sambil menikmatinya.

Dan akhirnya dia keluar atau klimaks pertama, padahal batang penisku belum aku masukan ke dalam memeknya,

Lalu aku meremas remas buah dadanya yang besar dan sambil ku kulum batang putingnya, sesekali aku menjilati putingnya, Kemudian aku memasukkan batang penisku masuk ke memeknya Sonia dan,

“Blessssssssssssssssssssssssss,,ahhhhh” Aku.

“ Yang keras kaya dulu Anggit,” Sonia.

Akhirnya aku menggerakan gaya genjotan atau maju mundur yang sangat keras sekali sambil memeknya kadang berbunyi, dan akupun terkadang di goyang sama Sonia. Dan di pikaranku (Ternyata memek orang hamil itu enak dan lebih kenyal gak seperti memek orang yang tidak hamil) dalam hatiku. Serasa kayak dipijat batang penisku.

Selama melakukan gaya maju mundur kira-kira dua puluh menit aku memainkan, sambil aku meremas buah dadanya terkadang aku kulum putingnya dan aku mau keluar,

“Sonia aku mau keluar nih,” Aku.

Dan ternyata Sonia juga menuju klimaks lagi karena dia merasakan genjotan dan gaya maju mundurku sangat keras sekali, Tiba-tiba batang penisku merasakan basah dan ternyata Sonia keluar lagi, dan tak lama aku juga,

“crottttttttt..crotttttttttttt,crottttttttttttt,,Ahhhhhhhhhhhhhhh,,sssttttttttttt, aku masukkan air maniku ke dalam memeknya Sonia dan Aku sambil merintih keenakan,”.

Lalu aku cabut batang penisku dan aku segera berpakain kembali dan Sonia juga memakai baju hamilnya tadi yang dia pakai. Lalu Sonia ke dalam untuk memberishkan tubuhnya dan kami bergantian membersihkan diri masing-masing, lalu kami kembali ke ruang tamu lagi dan ngobrol-ngobrol seperti biasa, dan waktu menunjukkan jm 21.30 Suami dan Ayahnya pulang, kami lega karena setelah melakukan ML ini dan kami selesai, akhirnya Ayah dan Suami Sonia pulang.

Seperti tidak terjadi apa-apa beliau berduapun (Ayah dan Suami Sonia) tidak merasa curiga kalau tadi kami berdua melakukan ML dengan nikmat. Dan akhirnya kami ngobrol ber empat, karena dulu aku sering maen ke rumah Sonia jadi Ayah Sonia mengajak Aku ngobrol, karena kami udah berbulan-bulan gak bertemu. ML ku tadi dengan Sonia sulit untuk di lupakan, karena besok-besok lagi kami berdua belum tentu ketemu kembali.

Post Terkait