cerita dewasa

Cerita Sex Kekuatan Cinta

Sobatku di Bandung, sebut saja Erik, barangkali benar. Dia menyebutku gila. Gimana nggak, aku terbang belasan jam meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Selama ini dia hanya menyebutku nekat untuk affairku yang lain beberapa tahun lalu. Di matanya, berarti aku naik grade dengan kenekatanku sekarang ini. Biarlah. Inilah mungkin yang orang sebut sebagai the power of love.

Kenapa aku sampai segila ini, well.. kubawa Anda flashback sebentar pada awal perkenalanku dengan Rachel. Bermula dari sepucuk mail yang kuterima mengomentari tulisanku di 17tahun. Mail yang masuk itu berasal dari mailaddress Yahoo. Dari namanya, jelas aku dapat menebak bahwa pengirimnya wanita dari etnis Chinese.

Kesan pertamaku, pengirim mail ini orangnya terbuka, sebab puluhan mail yang kuterima sebelumnya seluruhnya menggunakan domain web based mail yang gratis dan 100 % menyembunyikan identitas (termasuk aku juga lho). Cerita Dewasa

Maklumlah, di negeri kita soal yang menyangkut sex dibahas tertutup atau malumalu. Rachel berbeda, dia mengirim komentar kisah tabuku menggunakan address yang terang benderang. Inilah yang menarik, sehingga aku cepatcepat membalas commentnya mendahulukan mailmail lain yang masuk duluan. Aku ingin mengenalnya lebih dekat, siapa tahu kelak berlanjut.

Baca Juga: Cerita Sex Joe and Me Next Day

Waktu itu aku berpikir juga, siapa tahu aku bisa terlibat affair lewat virtual world, seperti yang pernah kubaca di majalah dan di tabloid, kelihatannya excited, gitu. Hal lain yang membuatku begitu bersemangat adalah, terus terang, karena dia Chinese. Aku belum pernah berpacaran dengan keturunan China. Bergaul sih sering, di kantor atau di kompleks perumahan di mana aku tinggal.

Mail pertama yang kukirim ke Rachel langsung kusebutkan statusku sebenarnya dengan jujur, yaitu usiaku yang sudah jauh di atas ABG, berkeluarga, kota tinggal, dll kecuali nama asli. Aku masih menyembunyikan nama asliku. Pembaca bisa maklum kan, di cyber world ini awalnya wajib berhatihati, siapa tahu mailpal kita ini ternyata tetangga sebelah atau kawan kantor, kan bisa terbuka kenakalanku selama ini, berabe

Niat awalku sih bisa mengenalnya lebih jauh, kemudian janjian ketemu, dan berlanjut ke ranjang (kenyataannya kemudian berlanjut lain, melibatkan emosi dan perasaan cinta, sungguh di luar dugaanku). Balasannya menyebutkan bahwa dia pernah tinggal di Bandung, nah.. kalau dia sekarang tinggal di Jakarta atau kota lain yang agak dekat, aku bisa mewujudkan keinginanku itu. Cerita Mesum

Tapi ternyata dia sekarang tinggal di negara lain yang ribuan mil jaraknya dari negeriku. Oh, pupus sudah harapanku. Tapi mailmail Rachel memang menarik dibaca karena begitu terbuka, blakblakan menceritakan kehidupannya seharihari, termasuk kehidupan sex bersama pacar tetapnya yang sekarang (yang ternyata pencemburu berat) dan juga bersama temanteman prianya yang lalu.

Aku begitu exited mengikuti pengalaman sexnya yang diceritakan lewat mail dan situs 17thn. Bayangkan, dengan beraninya dia ML dengan anjing di dalam rumahnya ketika pacarnya tidak ada di rumah. Juga ketika dia menikmati betulbetul ketika dikerjain sama orang di atas bis kota di Roma. Libidonya memang termasuk tinggi dan nekat.

Coba aja kamu tulis cerita pengalaman pribadi kamu rada banyakan ke situs ini, kataku lewat mail.
Nggak ah, bahasa Indonesia gue nggak bagus, katanya, juga melalui mail.
Ah, siapa bilang, bagus gitu kok, kataku jujur.

Walaupun sudah belasan tahun di negeri barat, Rachelmasih fasih berbahasa Indonesia, hanya logatnya memang terasa campuran (aku bisa mengetahuinya ketika bertemu dia).

Selain nekat, jujur, blakblakan, dan libido tinggi, Racheljuga periang, suka humor dan smart. Ketawanya lepas dan terdengar sexi. Masih muda sudah menduduki posisi bagus di perusahaan teknologi informasi di negara Sphagetti, punya penghasilan lebih dari cukup, menunjukkan dia mampu mengalahkan negara maju itu. Hanya orang yang cerdas yang mampu melakukan itu.

Lalu muncullah rasa aneh di dada, suatu desiran perasaan yang nyerinikmat. Perasaan sama yang pernah kerasakan sewaktu kelas II SMA ketika pertama kali mengenal indahnya cinta. Sepanjang petualanganku bersama wanita, jarang aku merasakan yang seperti ini. Umumnya hanya satu rasa yaitu nafsu sexual. Apalagi ketika Rachelmemanggilku dengan sebutan Mas sementara aku memanggilnya dengan Sayang atau Yang saja (romantis ya?).

Lama kelamaan pikiranku banyak dipenuhi oleh Racheldi manapun dan sedang apapun. Perasaan nyeri tapi nikmat ini makin sering kualami ketika aku mengenang kembali ucapan mesranya melalui mail. Padahal pembaca, saat itu aku sedang berpacaran dengan seseorang, sebut saja Lisa, yang tinggal di salah satu kota di Sumatera. Cerita Ngentot

Masa pacaranku dengan Lisa sudah memasuki tahun kedua. Ratarata kami bertemu 2 bulan sekali dan tempat pertemuan bisa di kotanya, atau di kotaku, atau di Jakarta. Semua pertemuanku dengan Lisa kami lakukan di hotel, tentu saja menginap satu kamar beberapa malam, layaknya pasangan yang melakukan bulan madu.

Perkenalanku dengan Lisa terjadi sewaktu kami sekelas dalam suatu training manajemen di Jakarta. Kini, kedudukan Lisa di hatiku dengan perlahan namun pasti telah tergeser oleh Rachel. Aku lebih banyak melamunkan Racheldibanding Lisa, lebih suka membaca mailmail Rachelketimbang mail Lisa.

Sejujurnya, aku tidak suka dengan keadaanku ini, begitu mudah beralih. Aku menginginkan seorang saja kekasih tetap, selain isteri lho. Aku merasa lelah berpetualang. Kehadiran Lisa mampu mengurangi kenakalanku bersama cewekcewek lain. Aku mengharapkan hubunganku dengan Lisa akan berjalan terus sampai kami sepakat untuk berpisah baikbaik dan setelah itu aku akan berhenti sama sekali melakukan affair.

Memanage kekasih gelap memang melelahkan. Harus pandaipandai mengatur waktu, banyak berbohong pada yang di rumah. Menyiapkan jawaban yang masuk akal ketika suatu saat istri nanya. Siap berkelit. Kini aku lelah memanage Lisa. Benarbenar lelah.

Saat itulah Rachel hadir memasuki kehidupanku. Dia hadir begitu saja tanpa kurencanakan, tanpa mampu aku menolaknya. Rachel lebih matang, lebih mengerti kondisi masingmasing untuk membina suatu hubungan, sehingga kuperkirakan dia tak akan melakukan tindakan yang membahayakanku atau rumah tanggaku.

Kami makin sering berkirim mail, bisa 2 3 kali sehari. Rasanya ada sesuatu yang kurang kalau aku tidak membaca mailnya sehari saja. Kadang pertanyaannya membuatku terhenyak kaget.

Are you circumsized? tanyanya suatu ketika.

Wah! Kujawab jujur iya. Dengan senang kujawab semua pertanyaan Racheltentang perbedaan penis yang disunat dengan yang asli. Rupanya, priapria yang pernah jadi pacarnya semuanya tidak disunat. Dia begitu penasaran sama yang satu ini.

Kontak kami makin berkembang, tak hanya lewat mail tapi juga lewat telepon. Dia punya usulan yang menyenangkan.

Gue aja deh yang nelepon, katanya.
Lho, kenapa? sahutku.
Dari sini lebih murah, gue beli kartu buat sejam nelepon ke Indonesia cuma 10 dollar.
Murah banget, separoh dari tarif di Indonesia.

Tapi kalau aku lagi kangen, nekat nelepon juga pakai HP. Dan kemudian Rachelyang menelepon balik.

Aku tak berani pakai telepon rumah atau kantor. Tagihan membengkak bisa jadi masalah.

Untuk memperkaya media komunikasi, Rachelusul untuk chatting. Padahal aku paling tidak suka chatting, sebab selain butuh waktu yang khusus juga bandwidth kantor tak menunjang buat chatting. Menulis mail bisa dilakukan kapan saja di selasela jam kerja.

Tapi kalau lewat mIRC beda, begitu instant, kata Rachelsambil menyebut nama server yang sering dia pakai yakni DALNET yang terkenal itu. Diajarinya aku mendonloat (Istilah lucu Racheluntuk menyebut down load) software dari website itu dan bagaimana memulai chat.

Eh, ternyata menyenangkan dan aku jadi kecanduan. Cuma aku harus memperhitungkan perbedaan waktu yang 15 jam. Demi Rachelaku rela begadang sampai jam 1 malam dan berangkat kantor jam 6.30 untuk bisa chatting. Again, thats a kind of power of love.. padahal temanku si Erik menasihatiku bahwa jangan terlalu percaya sama cewek dari Internet (maklum sih dia pernah ditipu bulat bulat sewaktu naksir sama cewek yang dia kenal dari IRC).

Aku jadi susah tidur, yang semakin mengurangi waktu tidurku sampai aku jatuh sakit! Mungkin karena kurang tidur, atau karena lagi banyak kerjaan, atau kombinasi keduanya. Yang jelas aku merasakan indahnya cinta, bak remaja puber saja. Atau ini memang masa puber keduaku yang datang lebih awal? Tak tahulah..

Yang membuatku ganjil adalah, aku sudah jatuh cinta pada Rachel, padahal kami belum pernah ketemu dan si Erik sudah memberikan info kepadaku bahwa si Rachelini mungkin saja penipu setelah dia mendapatkan info dari temannya bahwa temannya pernah kenal cewek dengan nama Racheltetapi emailnya jarang dibalas! kadang aku berpikir bahwa akulah pria terberuntung di muka bumi ini dan benar juga, Savage Garden bilang

I know I love you before I met you bukan bohongan.

Aku mengalaminya. Kasusku inipun memperkuat pendapat psychologist Erlich Fromm bahwa cinta tak harus memiliki. Aku punya anak isteri. Racheltelah dimiliki pacar tetapnya yang bernama Erick, tapi kami saling mencintai.

Saling berkirim foto merupakan cerita tersendiri yang kupikir agak lucu. Aku menscan foto yang kuambil dari rumah sedapatnya (jangan sampai isteriku tanya ada angin apa nih nyarinyari foto) dan kukirim lewat mail. Racheljuga telah kirim picnya lewat yahoo emailnya tapi Rachelbelum juga membuka file jpeg fotoku, belum siap katanya (ini membuatku agak kurang pede juga, janganjangan Racheljadi berubah ketika melihat wajahku yang biasabiasa saja).

Lalu dia bilang, kalau dia akan membuka picku pada saat yang bersamaan di hari jumat karena disaat itulah kita berkenalan pertama kali dan Rachelingin mencoba membuat hari itu tidak terlupakan. Jadilah, Jumat pukul 13.00 WIB kami tahu wajah masingmasing.

Ingin tahu kesanku setelah membuka email berisi 1 lembar foto Rachel? Tak kusangka, Rachelitu muda dan cantik! Muda layaknya gadis baru lulus SMA, yang berarti lebih muda beberapa tahun dari umurnya sekarang, dan cantik mirip artis GS. Matanya tidak sipit seperti layaknya Chinese meskipun kesan mandarinnya ada. Eh, pembaca pria yang barangkali tertarik pada Rachel, mendingan nggak usah cobacoba deh. Bukan apaapa, Rachelini kalau sudah jatuh cinta adalah tipe setia.

Selama 3 bulan aku mengenalnya, sudah ada 2 cowok di sekitar pergaulannya yang coba mendekati dan semuanya ditolak. Dan keduanya jatuh pada pandangan pertama. Kenapa Rachelmenolak? Demikian kirakira pertanyaan Anda bukan? Good question. Sayangnya, aku belum tahu jawabannya apalagi jika anda membaca ceritanya disaat dia menikmati percintaannya dengan anjing dan disaat diisengin sama orang asing di bis kota.

Ok, lanjut ke kisah cintaku, Apa reaksinya setelah tahu tampangku? Dagdigdug juga aku menunggu mail di hari berikutnya. Racheltak berubah, ini membuatku makin sayang kepadanya. Well, Erik, teman baikku bahkan tidak percaya bahwa Rachelbegitu cantik bahkan dia sempat menggodaku bahwa dia sempat naksir sewaktu aku menunjukkan picnya kepada si Erik tetapi setelah dia selesai menggodaku, dia kembali menasehatiku bahwa itu bisa saja cowok yang berpurapura menjadi cewek, tetapi aku tetap tidak percaya dengan pernyataannya.

Bukan Rachelkalau tak membuat kejutan dalam mailnya. Suatu saat gue pengin tidur sama Mas tulisnya. Mabuk dah gua jadinya. Sudah tentu, aku mulai caricari peluang untuk bisa terbang belasan jam menemuinya. Segala kemungkinan kujajaki. Semua cara mengandung resiko. Resiko memang harus kuambil kalau ingin berhasil mencapai sesuatu. Aku nekat. Bahkan percaya atau tidak, si Erik sempat bilang kalau aku termasuk cowok terbodoh yang pernah dia temui karena aku rela terbang jauh hanya untuk menemui seseorang yang tidak jelas jati dirinya dengan alasan yang sudah kuuraikan diatas.

Akhirnya Bule itu menyerahkan passporku sambil senyum standar Welcome to America, katanya.

Thank you, balasku datar.

Lepas dari imigrasi aku lewati saja gerbang Customs tanpa hambatan, karena memang aku hanya membawa satu koper kecil persediaan pakaian buat seminggu. Lega. Tak lega benar sebenarnya, deburan jantungku makin menguat ketika mendekati pintu keluar. Beberapa menit lagi aku menjumpai kekasihku yang selama ini hanya ada dalam bayangan.

Tibatiba terlintas dalam kepalaku, bagaimana kalau Racheltak menjemput? bagaimana jika selama ini aku ditipu dan pernyataan si Erik menjadi kenyataan? Apa yang harus kulakukan di Roma apalagi aku tidak mempunyai kenalan sama sekali di negeri barat ini? Ini sama sekali tak pernah kubayangkan. Pokoknya ke luar dulu, urusan lain dipikir nanti saja lagipula aku bawa uang yang lumayan banyak ini.

Ha! Aku bersorak, dengan senyum lebar Rachelbangkit dari duduknya menyambutku.

Hallo Flo
Kami berpelukan erat, deburan dadaku bukannya reda, malah bertambah. Gugup dan salting. Mulutku terkunci.
Nih.. katanya sambil menyerahkan 5 tangkai mawar merah (means: I love you very much), sesuai permintaanku, juga rok yang dikenakannya. Rachel jarang memakai rok, jelas ini hanya khusus buatku. Aku memang lebih suka melihat cewek memakai rok dibanding celana panjang, lebih feminim.

Dalam perjalanan menuju tempat parkir kami tak banyak bicara, lidahku benarbenar kelu. Kami hanya saling pandang dan lempar senyum. Sambil jalan tangan kiriku merangkul bahunya. November di Roma dinginnya menusuk tulang. Tapi bukan karena kedinginan itu aku memeluk bahunya. Ini memang sering kukhayalkan sebelumnya, aku ingin semesra mungkin.

Wow, Rachel membuka pintu mobilnya yang iklannya berbunyi, Kelas tersendiri warna biru dan jendela kaca yang gelap.

Welcome to America, Mas sambutnya setelah kami duduk di mobil.
Oh, makasih Yang, sahutku menatap matanya. Kami saling bertatapan.

Kusingkirkan deraiderai poninya lalu kukecup dahinya, lembut tapi penuh perasaan. Matanya terpejam, bahkan belum terbuka ketika aku melepaskan kecupanku. Kusentuhkan punggung jarijariku ke pipinya. Rachel membuka mata. Kukecup ujung hidungnya yang mancung, sekejap. Lalu wajahnya mendekat, bibirnya sedikit membuka dan kami siap berciuman untuk pertama kalinya. Aku kecele. Bibir Rachel mendarat di bawah bibirku.

Oh.. Kenapa aku lupa! Dalam chatting kami Rachel pernah menulis dia suka mencium daerah antara bibir dengan dagu. Tapi aku tak mau kalah, kupegang dagunya dan kukecup bibirnya. Lumatan erat diikuti dengan permainan lidah. Tubuhku mulai menghangat. Sesak nafas dan sesak di bawah sana.

Bibir Rachel bergeser ke bawah, aku segera tahu apa yang akan dilakukan: menggigiti daguku. Kubalas dan Rachel melenguh, lenguhan pertama yang kudengar. Posisi ciuman yang kurang nyaman sebenarnya, sebab tubuh kami dipisahkan oleh box dan tongkat gigi automatic mobilnya. Pinggang kami masingmasing harus diputar 45 derajat.

Tapi tak mengapa, perasaan nikmat bercumbu yang sudah lama ditunggu mampu mengatasi rasa pinggang tak nyaman. Ketika aku mencumi lehernya, kurasakan ada bayangan sekelebat lewat. Dengan refleks aku melepaskan ciuman dam memeriksa sekeliling. Bayangan dari orang yang menyeret koper besar lewat di depan kami.

Tenang aja, dia nggak akan lihat kata Rachel. Kulepas jacket Rachel.
Nggak dingin kan Yang? Rachel menggeleng, walaupun hanya memakai blouse tanpa lengan.

Bibirku menelusuri lengan atasnya yang terbuka. Benarbenar sehalus kulit bayi.

Blouse tanpa lengan itupun telah kulepas. Kujilati dadanya yang masih tertutup bra cream muda, mulai di belahan terus bergeser kiri dan kanan. Perlahan kuturunkan tali bra kirinya lalu kuciumi bagian atas gumpalan bukit kirinya.

Aauw.. teriakan kecilnya ketika tanpa sadar aku menggigit buah dadanya.

Gemes! Ketika aku ingin melepaskan branya, Rachel menahan. Kupandangi matanya, caraku bertanya tanpa suara. Rachel menjawab dengan melepaskan kancing kemejaku satu persatu, juga singletku. jarijarinya menelusuri bulubulu dadaku, lalu menciuminya. Kesempatan ini kugunakan untuk melepas kaitan bra dipunggungnya. Dengan gemas aku mengunyelunyel kedua bukit kembarnya.

Rachel melepas sepatu dan mengangkat kakinya menyeberang tongkat perseneling ke arahku. Aku tanggap, mengeluselus sepasang kaki panjangnya sebelum menciuminya. Kedua tanganku menerobos masuk rok hijaunya menelusuri lengkungan pahanya. Aku harus bangkit agar mulutku bisa mencapai sepasang paha putihnya. Mulut Rachel terus mencerecau. Melenguh dan merintih, kadang teriak. Pada saat kedua tanganku mencapai pinggangnya, kutarik celana dalamnya.

Sekilas sempat kulihat cairan bening ketika kain itu berpisah dengan isinya. Belum sempat aku menyerbu kewanitaannya, tibatiba Rachel bangkit melepaskan ciumanku di pahanya. Dengan tergesa dibukanya ikat pinggangku, kancing celanaku dan reitsletingnya lalu mengeluarkan isinya yang tegak menjulang.

Dan.. ohh.. mulutku berdesis seperti orang yang kepedasan. Entah apa saja yang dilakukan mulut Rachel pada milikku itu, hasilnya: nikmat. Kadang ujung lidahnya yang sedikit keluar dari mulutnya menelusuri bagian bawah seluruh batangku, kadang seolaholah menggigit dari arah samping, dan kadang punyaku lenyap ke dalam mulutnya.

Kami berdua telah siap untuk tahap terpenting: penetrasi. Tapi aku ragu melangkah, aku belum pernah bersetubuh di dalam mobil. Bercinta di dalam mobil adalah agenda pertama yang sudah kami rencanakan jauh hari sebelumnya. Aku yang memintanya dan Rachel merancang agenda 1 ini di tempat parkir. Gimana posisinya? Rachel yang mengambil inisiatif. Dia pindah dari kursi di belakang setir ke kursiku lalu duduk di pangkuanku dengan kakinya yang membentang. Digenggamnya kemaluanku lalu disapusapukannya di selangkangannya.

Saat Rachel melepas pegangannya dari milikku, kurasakan tubuhnya menekanku. Aku mulai memasuki tubuhnya. Hangat, basah, dan nikmat. Kami lalu berkudaan. Kedua tanganku mengunci punggungnya dan mulutku bermain di dadanya. Kedua kakiku bertumpu kuat di lantai mobil sehingga sesekali aku menusuk kuat dengan sekali mengangkat tubuhnya.

Rachel jadi lebih aktif dengan posisi begini. Tubuhnya berguncang makin cepat. Kadang aku harus melambatkan gerakannya agar aku bisa merasakan sensasi gesekan batang kejantananku pada dindingdinding kemaluannya. Gerakannya jadi bervariasi yang membuat tubuhku serasa melayanglayang.

Oohhh Yaannggggg..! teriakku.
Maaassssssss. balasnya.

Kucengkeram tubuh Rachel kuatkuat, tanpa ragu aku memuntahkan spermaku ke dalam tubuh Rachel. Aku berani ejakulasi di dalam, karena Rachel telah mempersiapkan semuanya. Dia telah memproteksi tubuhnya agar aman, khusus hanya untukku. Bahkan untuk pacar tetapnya Rachel, Erick dan bahkan ketika dia bersenggama dengan pacar gelapnya yang bernama Herman (kata dia lho) masih melakukan coitus interuptus.

Oh Rachel, sungguh aku terharu atas upayamu ini. Aku mencintaimu. Setelah itu Rachel memelukku dengan erat dan setelah aku checkin di hotel, kita melakukannya lagi seharian apalagi menurut pengakuannya, kekasihnya Erick selalu sibuk dengan urusan bisnisnya dan sekarang dia sedang pergi ke Pontianak, Indonesia untuk urusan bisnisnya dan aku berada di Roma bersama kekasih gelapku sementara istriku menungguku di rumah, gila ya? Tapi aku senang sekali karena aku bisa menikmati liang kewanitaan dari cewek yang cukup.

Post Terkait