cerita dewasa

Cerita Sex Ibu Guru Ku Seksi membuat Saya Nikmat

Nama lengkapku Deni Boy Wibisono, sering dipanggil Boy , kini usiaku 25 tahun, kisah yang kuceritakan ini terjadi sepuluh tahun yang lalu. Malam itu aku tidur lelap sambil tersenyum dan tak sempat kurasakan apapun, tapi ketika aku terjaga karena jam wekerku berbunyi tepat pukul enam pagi, baru terasa badanku pegalpegal terutama lutut dan pinggangku, bahkan untuk bangun dari tempat tidurpun berat sekali rasanya Jika kakakku tidak masuk ke kamar, memaksaku bangun, mungkin aku terus ketiduran. Dengan memaksakan diri, aku bangun dari tempat tidur, namun saat kuberdiri terasa lututku lemas dan bergetar, hampir aku jatuh terduduk Baru setelah mandi badanku terasa agak segar.

Selesai berpakaian seperti biasa aku duduk di meja makan untuk sarapan. Tak lama kemudian Bi Tuti pembantu keluargaku seperti biasanya datang mengantar nasi goreng kesukaanku, tanpa terasa perasaanku mendadak tegang sekilas kulihat wajahnya rasanya tak ada yang aneh tapi langkah kakinya terlihat agak berat, Aman , pikirku. Ketika aku minta telor rebus setengah matang, dia menjawab dan berlaku seperti biasa saja, akupun makin yakin dia tak tahu apa yang terjadi semalam.

Akupun menjalani harihari selanjutnya seperti biasa, sikapku jika berdekatan dengan Bi Tuti tetap seperti biasa seakan tak pernah terjadi apaapa. Padahal setiap saat aku selalu mencari waktu untuk mengulang perbuatanku dulu, tapi sulit sekali karena akhirakhir ini dia sering tidur bersama kakak perempuanku. Sikapku selalu dapat kujaga tapi kontolku tidak, hampir setiap aku dekat Bi Tuti kontolku langsung berdiri tegang. Pertama masih bisa kutahan, tapi makin lama kutahan makin pusing kepalaku aku tidak suka onani karena kupikir kenapa mesti pakai tangan jika ada yang lebih enak yaitu bersetubuh dengan perempuan.

Akhirnya aku dua punya sasaran baru, yaitu guru Matematikaku yang bernama Bu Indah, usianya 26 tahun,belum kawin, sesuai dengan namanya, wajah cantik mirip Yuni Shara, kulitnya putih bersih dan bentuk tubuhnya sangat indah, tinggi langsing dengan buah dadanya yang besar tegak menantang dan teman wanita sekelasku yang bernama Jihan. Wajahnya cantik, kulitnya putih sekali tapi yang lebih penting bagiku adalah ukuran buah dadanya paling besar diantara teman wanita sekelasku. Setiap hari aku memutar otak, mencari akal bagaimana caranya supaya aku bisa mencumbu salah satu dari mereka sampai puas.

Suatu hari, aku dipanggil ke ruang oleh Bu Indah dan aku dimarahi karena nilai ulangan Matematikaku hancur, padahal aku sengaja tidak belajar supaya diperhatikan sama Bu Indah. Saat itu aku beralasan kurang mengerti ketika diajari di kelas dan langsung aku minta les tambahan sama Bu Indah. Pucuk dicinta ulampun tiba, Bu Indah langsung setuju dan kamipun berunding mengenai tempat les, di sekolah atau di rumah. Bagaimana kalau di rumah Bu Indah saja? usulku. Dia langsung setuju, saat itu pula baru aku tahu kalau Bu Indah tinggal sendirian di rumah kontrakan dan les dimulai sore hari itu juga setelah pulang sekolah. Dengan hati berbungabunga akupun kembali ke kelas. Tiba di rumah aku langsung mempersiapkan diri, pokoknya badanku harus bersih dan wangi, kupakai celana dalam yang longgar dan celana Levis 501 ku yang tidak pake retsleting tanpa pake sabuk, dan tak lupa kubawa sebuah gunting kecil.

Sorenya kuberangkat sekitar pukul 3. Kurang lebih setengah 4 aku sudah berdiri didepan pintu rumah Bu Indah dan belum sempat kuketuk pintunya guruku sudah membukakan pintu.

Sore Bu, sapaku berbasabasi. Setelah membalas salamku langsung dia menyuruhku masuk untuk menunggu di ruang tamunya karena katanya dia mau kebelakang dulu. Tampaknya Bu Indah baru datang juga karena dia masih mengenakan seragam guru yang tadi siang, mungkin rapat dulu pikirku. Ruang tamunya cukup besar, tapi bersih dan tertata rapi juga kulihat beberapa photo keluarga. Sambil duduk di kursi tamu yang terbalut kulit dan empuk, aku menyiapkan buku Matematika untuk bahan les.

Selang beberapa menit kemudian Bu Indah datang lagi dengan segelas air es ditangan kanannya. Boy .. maaf yachIbu nggak punya apaapa. Pembantu lagi mudik .. jadi nggak ada yang masak. Barusan aja Ibu dari rumah Bu Yanti dulu.. yang ngajar Akuntansi di A3.. itu yang pindahan dari Bandung. Kamu tahu khan? Kamu siapin aja dulu bukunya..sambil bacabaca, Ibu mau mandi dulu sebentar.. nggak enak.. gerah nih! katanya tanpa memberiku kesempatan tuk membalas ucapannya.

Memang guruku ini nggak kaku kalau ngajar di kelas. Bahkan terkadang kalau ngomong kayaknya nggak terlalu ada jarak dengan murid. Ma kasih Bu jadi mengerepotin .. , jawabku sambil berusaha melirik sedikit belahan buah dadanya di balik kemeja dalam berwarna putih satin berlengan panjang saat guruku membungkuk meletakan gelas di atas meja. Rupanya blazer seragam warna hijau guruku sudah dilepasnya bahkan mungkin rencananya mau ganti baju dulu .. sebab kemeja putihnya sudah dikeluarkan dari balik rok. Nggak apaapa kok.., balasnya sambil berlalu keruang dalam.

Dengan sengaja mataku mengikuti langkah guruku bertelanjang kaki ke ruang dalam. Kupandangi gerak pinggulnya saat berjalan..samarsamar terlihat cetakan celana dalamnya.. betis putihnyahingga lenyap dibalik tembok pemisah ruangan. Tak lama kemudian terdengar gemericik suara siraman air. Oh Bu Indah pikirku menerawang membayangkan guruku ini mandi telanjang tanpa benang sehelaipun.

Dalam benakku terbayang adegan erotis dengan guruku. Tanpa bisa ditahan gairahku meningkat .. organ kelelakianku menegang. Ohh aku menghayalkan guruku sendiri.. Ibu Indah. Sempat timbul pikiran kotorku untuk mencoba mengintipnya dari lubang kunci .. sebab aku ingat omongan guruku kalau pembantunya lagi mudik jadi nggak bakal ketahuan.

Tanpa terasa menunggu, Bu Indah sudah muncul di hadapanku dengan memakai kaus putih ketat YSL tanpa kerah berleher V. Dengan rok katun longgar warna gelap menjutai sampai kemata kakinya, sungguh dimataku Bu Indah sangat menggairahkan, dengan BH hitam yang jelas membayang tanpa bisa menyembunyikan buah dadanya yang tegak membusung.

Boy .. koq kamu bengong.. bukannya baca buku? tanyanya sambil berjalan menghampiriku sambil mengikat rambutnya ke atas. Jelas sekali leher putihnya yang jenjang .. untaian anak rambut sedikit tergerai. Entah.. aku sendiri bingung antara terpesona atau tergiur. Yang jelas dimataku Bu Indah sungguh seksi menggairahkan. Nggak Bu.., jawabku sedikit gugup.

Ayo Boy .. mulai kamu bawa buku Matematikanyakan? katanya sambil duduk di sofa panjang tepat di hadapanku. lalu diambilnya kertas kosong dibawah meja tamu dan tanpa sengaja untuk kedua kalinya aku mendapat kesempatan memandangi celah buah dadanya yang putih, menggelayut, tampak kontras di balik BH hitamnya ketika dia menunduk. Kali ini keberuntunganku cukup lama karena guruku sedikit membereskan majalah2 di bawah meja. Sungguh sejak aku membayangkannya mandi, gairahku belum mereda bahkan kini semakin membara.

Sambil membawa kertas kosong untuk coretan .. guruku duduk di sebelahkuku, disofa panjang, tak lama kemudian dia mulai serius menerangkan rumus integral dengan pensil ditangannya, sebaliknya gairahku membawa pikiran dan khayalku untuk menikmati kehangatan, keseksian, kesintalan tubuhnya. Aku hanya mengomentari dan berkata, Ya ya .. ngerti Bu! dan tanpa disadarinya mataku dengan buas memandangi wajah molek sambil membayangkan dapat menjilati dan melahap gumpalan terbelah, payudara putih segar yang menyembul disangga BH berwarna hitam yang tampak jelas dari samping atasnya. Jelas perasaanku tak karuan jantungku berdegup kencang .. tercium aroma parfum yang lembut dihidungku .. makin membuat dudukku nggak nyaman.. dan aku tahu apa sebabnya organ kelakianku yang terus menerus tegang membuat pikiran gelap mulai menggodaku.

Hingga akhirnya Bu Indah .. memberiku soal latihan untuk dikerjakan,Coba Boy .. kamu buat ini .. soal yang tadi siang untuk PR . Ibu pingin tahu .. kamu udah ngerti belum? kemudian dia berdiri sambil ngambil sebuah majalah dari meja sudut kemudian duduk di kursi sebelah kanan depanku. Sekilas kulihat dia membacanya sambil duduk miring menghadap ke arah jalan. Sambil mencoba menyelesaikan soal itu, kuperhatikan guruku membaca sebuah majalah Kartini. Kemudian kelihatan guruku merubah posisi duduknya dengan sedikit membelakangiku sambil menumpangkan kaki kanan dengan badan sedikit bersandar sambil memeluk bantal kursi.

Langsung aku menghentikan kegiatanku kupandangi guruku dari belakang tampak benar bulat pinggulnya yang cukup besar ..oh sungguh menggoda pikirku. Terlihat pula sedikit celana dalam hitam bagian atas karena kaos guruku yang sedikit terangkat. Selang beberapa saat aku terpana .. tibatiba Bu Indah menengok ke arahku. lalu memperbaiki posisi duduknya.

Sepertinya Bu Indah sadar sedang diperhatikan, dia membereskan kaosnya lalu dia kembali duduk di sampingku. Jarak tubuhnya dengan tubuhku hanya sejengkal saja. Aduuuhhh harum sekali wangi tubuhnya, tak tahan aku untuk memeluknya. Tapi aku takuuttt.. dan malu. Setelah kami berdiskusi tentang Matematika hampir tiga jam lebih, obrolan mulai melebar, kami semakin akrab. Sesekali kulit kami bersentuhan. terasa halus sekali. lain dengan kulit bi Tuti, semakin membuatku ingin merambahi seluruh bagian tubuh yang dimilikinya untuk mereguk kenikmatan yang ada di dalamnya.

Entah setan mana yang menggodaku hingga aku semakin berani. Tanpa basa basi, tubuh Bu Indah langsung kupeluk dengan kuat, secepat kilat bibirku menempel di bibirnya yang ranum. dia kaget sekali. matanya melotot. Mmmphh Boy, apa apaan kamu katanya sambil menggelengkan kepalanya untuk menghindari bibirku dan tangannya mendorong bahuku. Kujawab dengan mempererat pelukan hingga tangannya tak bisa bergerak kuciumi bibirnya dengan penuh nafsu. kusedot sedot dan kugigit bibir bagian bawah tapi mulut Bu Indah tertutup rapat. Mmmmpphh.mmpphh kepalanya menggelenggeleng dan bergerak mundur berusaha untuk melepas ciumanku. tapi bibirku terus menempel di bibirnya. kucoba untuk merangsangnya lewat bibir.

Kepalanya terdorong hingga ke pojok sofa hingga tak bisa bergerak lagi seluruh tubuhku bergerak secara reflek menindih tubuhnya selangkanganku tepat menempel di selangkangannya menggesek gesek memeknya, badannya menggelinjanggelinjang. kakinya terus bergerakgerak. menendangnendang. tangannya mendorong dadaku dengan kuat, berusaha melepaskan diri dari tubuhku yang menindihnya, tapi aku tetap memeluknya dengan kuat. hingga kurasakan gerakannya mulai berkurang dan melemah.. sorot matanya berubah sendu. dan berkacakaca

Mulutku terus menutupi mulutnya bibirnya kukulum sambil kusedot dan kugigit bibir bawahnya kumainkan lidahku untuk membuka mulutnya kucoba untuk merangsangnya selangkangannya kutekan dan kugesekgesek dengan selangkanganku akhirnya usahaku membuahkan hasil.. mulutnya mulai terbuka nafasnya mulai memburu. bibirnya bergerak membalas permainan bibirku aduuuhh enakknyaaa kamipun berciuman dengan normal, tanpa ada paksaan ternyata Bu Indah, guruku yang cantik, sangat ahli dalam berciuman lidahnya dan lidahku saling berpilin dan menarik saling menyedot enak sekali rasanya pelukanku lepas dengan sendirinya dan tanganku menyelusup ke balik kaosnya mulai menggerayangi perutnya.. ketika buah dadanya kurabaraba, Bu Indah mendesah, Boy, jangan Nak.. oohh kamu memang nakal. awass ya! oohh. aahh ssstt aahh .

Sikapnya seperti ingin menolak tapi desahannya menunjukkan dia merasakan nikmat aku jadi lebih agresif tubuhku bergeser mulutku berpindah sasaran kuciumi lehernya yang putih kujilatjilat tanganku semakin rajin mengelus meraba terdengar desahan lirih aaaaahhhh aaaahhh. ooohhh. kedua tangannya menjambak rambutku, kugeser perlahanlahan kaos putihnya dan tubuh Bu Indah semakin terbuka tanganku bergerak ke balik punggungnya kubuka kaitan BHnya ketika kubuka penutup buah dadanya, mendadak kedua tangan Bu Indah menepis tanganku dan menutupi dua gundukan yang menjulang dengan menyilangkan tangannya dan menurunkan kaosnya, sambil berkata, Cukup, jangan diteruskan lagi Ingat, kamu adalah muridku ! Jangan kurang ajar !! , matanya memandang tajam ke mataku sambil mendorong dadaku dengan kasar.

Aku kaget dan terdiam sejenak, Wah, bahaya nih, tapi kepalang basah , pikirku dan nafsuku sudah di ubunubun kontolku makin tegang dan berdenyutdenyut aku benarbenar sudah nekat. Kugeser kembali tubuhku menindihi tubuhnya kupegang kepalanya dengan kuat kuciumi bibirnya dengan lebih bernafsu kedua tangan Bu Indah berusaha menahan tindihanku dengan mendorong dadaku perlawanan itu membuatku semakin bernafsu lehernya kutelusuri dengan lidahku bagian belakang kupingnya kuciumi kujilati kugigit ujung kupingnya kumainkan lidahku di lobang kupingnya

Tubuh Bu Indah menggelinjanggelinjang matanya merem sambil menggigit bibirnya sendiri mulutnya berdesah tertahan, Boy aahhh. ooohhh. Booy aaahhhh mmmm. su..su..dah jajangan.. diteruskanaahh De..de..niiiBooy su..sudaha..aaaa..hhh suu..dah..

Desahan itu membuatku tambah lupa diri, tangan kananku kembali menyusup ke balik kaosnya, langsung kuremas buah dada Bu Indah yang sebelah kiri waahhh ternyata buah dadanya benarbenar keras dan kenyal kaosnya kutarik keatas tampaklah sepasang buah dada putih bersih dengan putingnya yang kecil berwarna agak kecoklatan kusambut kedua gundukan daging itu dengan remasan dan mulutku. Kujilat kuciumidan kugigit sambil kusedot sedot puting yang ranum itu desahan Bu Indah terdengar semakin lirih.. Aaahhh. ooohhh..ooohhh. ooohhh mmmmmhhmmooohhhmmmmm. , kedua tangannya mencengkeram rambutku dengan kuat kepalanya semakin menyusup ke pojok sofa matanya merem melek merasakan kenikmatan buah dadanya terus kuremasremas kuciumi ku uruturut. Aaaahhh nikmatnya kugeser tubuhku ke sampingnya, kuturunkan kedua kaki ke lantai, sambil berlutut aku terus menelusuri setiap lekuk tubuh Bu Indah dengan mulutku, kujilatjilat puting dan perutnya secara bergantian.

Tangan kananku berusaha membebaskan kontolku yang sudah sangat tegang dari penghalang, dengan sekali tarikan, seluruh kancing celanaku langsung terbuka kontolku langsung menyeruak, berdiri dengan kokoh juga keras kuturunkan celanaku perlahanlahan tanpa sepengetahuan Bu Indah. Setelah itu, tangan kananku menyibakkan rok longgarnya sambil mengelus dan merabaraba pahanya.. makin ke atas, hingga tiba pangkal pahanya yang masih tertutup celana dalam warna hitam tipis.

Kuletakkan telapak tanganku dengan perlahan, kuusapusap dengan lembut. kugesekgesek jari tengahku di celah bibir memeknya tubuh Bu Indah tibatiba tersentak, tangannya menggapaigapai berusaha menarik tangan kananku Boy jangannn oohhhmmhhmm. oh.. ja..ja..ngannnn. mmhmm oohhhaaahh Boooy. mmmhhmmm mmmhhmm.., desahannya makin keras seperti merintih kesakitan tangannya terus menggapai tanganku. Ketika tanganku terpegang, langsung ditariknya ke buah dadanya sejenak ku ikuti kemauannya. Kedua buah dadanya kuremas sambil menyedotnyedot dan menggigit putingnya.

Mulut Bu Indah terus merintihrintih nikmat tangan kananku terus berusaha membuka celana dalamnya, tapi selalu gagal karena pahanya dirapatkan dan tangan kirinya memegangi tanganku. Berkalikali kucoba, tapi selalu gagal. Mulutku kuarahkan kembali ke mulutnya bibirku dan bibirnya menyatu saling mengulum menyedot. menggigit dan buah dadanya kuremas dengan kuat. Mmmmmhhmmm. mmmmhhhmmm.mmhhmmmmmm. mmmhhmmm , dia merintihrintih sambil berciuman. Kedua tangannya menjambak rambutku, kedua pahanya merenggang sendiri.

Nah, sekarang ,kuambil gunting kecil dari celanaku, kutarik roknya lalu perlahanlahan sekali dan tanpa menyentuh memeknya, sedikit demi sedikit kugunting bagian depan celana dalamnya dan aku berhasil tanpa disadari olehnya. Nafsuku semakin berkobar membayangkan kenikmatan saat kontolku keluar masuk lobang memeknya. Sedikit demi sedikit aku menggeser tubuhku ke antara dua pahanya, tanpa ada paksaan, kedua pahanya berhasil kurenggangkan hingga tubuhku ada diantaranya dengan posisi bertumpu pada lutut.

Tubuh Bu Indah kutarik sedikit demi sedikit ke pinggir sofa saat mulutku menciumi bibirnya. lalu lehernya kujilati terus turun ke buah dadanya kumainkan lidahku di perut dan pusarnya Tubuh Bu Indah semakin menggelinjang gelinjang dan rintihannya semakin keras, Ooohhhh aaahhhh ooohh oooohhh. aahhh. Booy aaahhhh. geliiii. oohhh. aa..aahhkkhhh… Ketika posisi lobang memek Bu Indah agak ke pinggir sofa, akupun mulai merangkak naik sambil mengusapkan ludah di kepala kontolku yang sudah sangat keras bibirku dan bibirnya kembali bersatu kami berciuman agak lama nafasku dan nafasnya semakin memburu badannya sudah licin oleh keringat, sorot matanya sayu dan pasrah.

Kuangkat kaki kanannya lalu kuletakkan di atas meja, kedua pahanya semakin merengganglalu kugenggam batang kontolku, kuarahkan kepalanya tepat di depan lobang memeknya, bulubulu tipis halus terasa menyentuh tanganku. Aaahhh, belahan memek Bu Indah pasti terlihat jelas bulu memeknya yang tipis halus tak mungkin akan menutupinya sambil membayangkan bentuk memeknya, kudorong pantatku dengan sepenuh perasaan. perlahan namun pasti. kepala kontolku mulai menyentuh bibir memeknya. masuk sedikit demi sedikit..

Kualihkan perhatian Bu Indah dengan memainkan lidahku di lobang kupingnya, Ibu cantik sekali maafin Boy Bu Bu Indah sayaaangg maafin Boy ya bisikku, kugenggam keras tangan kanannya dengan tangan kiriku., Booy. oohhhaahhh. sudahh yaa aa..ahhh. ooohhh. jangan diteruskan. Boooy please susu.dah Ibu takuutt., rintih Bu Indah dengan lirih. Pantatku terus kudorong, terasa sebagian kepala kontolku sudah masuk ke lobang memek Bu Indah yang sudah basah dan licin tapi sangat sempit. lalu kugesekgesek dan kutekan perlahan tangan kananku terus menggenggam batang kontolku membimbing hingga semuanya masuk.

Kontolku semakin berdenyutdenyut ketika kepala kontolku masuk. tubuhnya tersentak mata mendadak terbelalak kaget. tangan kirinya menahan perutku menahan dorongan pantatku tapi tanganku terus menggerakgerakkan kontolku kutekan sedikit kutarik. kugesekgesekan ke itil nya kutekan lagi kuputarputar kugesekgesek lagi itil nya hingga dia meratap sambil merintihrintih nikmat, Oooohhhoohhhaahhoohhh.. Booy. Booyy. ja..ja..nnggan ooohh oohh.. jangan.. mmmhhmmmmm sakiiitt.. aahhh..uuhhh sakkkiitt.. Ibu..nggak mau Booy oooohh Booy jja..ja..ngaaan a..duuuhngggakhaahhhmmhmm..nnggg. uuhhh

Walaupun memek Bu Indah sudah basah dan licin, kontolku hanya masuk sepertiganya sempit sekali ketika kudorong dorong pantatku lebih kuat, tubuh Bu Indah bergetar. rintihannya semakin keras seperti jeritanjeritan keci, Boooyy. aaahhhhhhaaaahhhh uuuuhhhh.. uuhhh ooohhhhhh.. aaaaaa. sakiiittt.aww..mmmmhhmmmooohhhh.. mmmmhhmm nnggak mauu. Boooyy. sakiiittt.. Boy.. BooyBooooy.. Booooooooy. aaaaaaaaaahhhh..

Bu Indah menjeritjerit kecil memanggil namaku ketika doronganku semakin kuat. semakin kuat. hingga akhirnya kontolku masuk setengahnya, kutarik lalu kudorong lagi lebih kuat, baru masuk 3/4 keburu mentok, terasa kepala kontolku menyentuh dinding yang bergerinjalgerinjal, saat itu Bu Indah merintih agak panjang. crep..crep crepp crepp. bleessssss terasa sekali nikmatnya jepitan dinding memek Bu Indah Aaahhh.aahhhh. enaakk. nikmattt. , kontolku terasa agak perih. tibatiba ada cairan hangat merendam kontolku. hangat dan licin nya mendatangkan kenikmatan tersendiri. membuatku terpejam sejenak nikmat.

Kulihat kepala Bu Indah mengelenggeleng dengan kuat rintihannya menjadi tidak jelas.. seperti orang mengigau. menangis lirih. kutegakkan tubuhku sambil kupegang pinggangnya yang kecil dengan kedua tanganku lalu kumulai gerakan menarik mendorong menarik dorong. tarik. crepp blesss. creppp blessss creppp.crepppp. crepppp.. tampak sekali pemandangan indah ketika kontolku keluar masuk memek Bu Indah, creppcreppp. creppp. creppp blesss.blesss. blessss.. anganku melayang dibuai kenikmatan aneh biar lobang memek Bu Indah sempit sekali tapi kontolku keluar masuk dengan leluasa karena adanya cairan pelicin.

Bu Indah pun semakin tak jelas rintihannya, kadang nadanya seperti menangis mulutnya menggigitgigit tangannya yang mengepal, nghhhh.nghhhh.ngggnggh.. aa..aa..ahhhh.. eekh.. aahh ngggngggg mmhmm. o..o..oohhhh ngghh. Booooy sssakiit nggnggg. aww oohh.. Boooy pelaan pe..pe..laan.. aaaaaaaaaaaa..aaaahhhhhhhhhnnggngg. aaahhhhhhhh

Gerakanku semakin kupercepat terusss makin cepaatt. sesaat kemudian Bu Indah merintih histeris, sambil melingkarkan kedua kakinya di pinggangku mulutnya terus merintih nikmat sambil menjilat dan menggigiti kuku tangannya. saat itu pula kembali kurasakan ada cairan hangat merendam kontolku di dalam lobang memeknya.. kedua kaki Bu Indah menjepit pinggangku dengan kuat hingga tak bisa bergerak beberapa saat. Booy Boooy aahhhohhh. ka.. ka..mu jahaat.. aaakkhhh. akh. Booooy.. enaaaak. aa..aaahh oohh , desah Bu Indah.

Kugeser tubuhnya memanjang di sofa, kedua kakinya terlipat, kutindih tubuhnya sambil memasukkan kontolku. dan setelah kugesergeser posisiku hingga terasa nyaman dan leluasa, akupun mulai menggerakkan pantatku naik turun. crepp..blesss..creppp..blesss.creppp..blesss creppp crepppcreppp crep..crepp..crepp.. crepp gerakanku semakin cepat, tubuh Bu Indah menggelinjanggelinjang liar kedua kakinya melingkar dan menjepit pinggangku kedua tangannya mencengkeram punggungku. lidahku menarinari di lobang kupingnya nafasku semakin memburu.. gerakanku semakin cepat. cepaaat. makin kuat hentakanku.

Bagian dalam memek Bu Indah terasa semakin basah dan hangat, kurasakan kontolku mulai berdenyutdenyut dan terasa sangat geli inilah saat paling kutunggu rasa geli yang amat sangat diakhiri dengan keluarnya air mani. kuperlambat sebentar gerakanku. lalu kupercepat lagi. kupercepat lagii. semakin cepat gerakanku membuat rintihan Bu Indah semakin pendek tak menentu, mmh.. ugh.. ugh ughaa..a..aahhh.. ngnggg.. uuhh.oohh mm..mm..mm.. ngng ohh..ohh.. ohh.. nnngg eekh aahh..ahhmmhh te..te..te..rus.. te..te..ruus.. oohh.. aahhaahh.. Bbbooyy Bbooyy ah..ah.. sa..sa..yangggaahhh laagii teruusss.. ehhh ehh aaahhh.. .

Mulut Bu Indah bergerak ingin mengulum kupingku lidahnya terasa menggelitik lobang telingaku. tak lama kemudian kontolku berdenyut keras ingin memuntahkan air mani, Aaahhhhhh. aaahhhh. aa..aa..aaahhhh. akuu.. tak kuat lagi Buuuuuuuu.. gerakan naik turunku semakin cepat.rasa geli semakin terasa kontolku makin tegang berdenyutdenyut.

Bu Indah semakin histeris, mendadak pantatnya mengangkat dan bergoyang. memutar, Aaakh aaaaa. Booyy.Booooy.. sa..yang.tataa.. oohhh tahannn sesebentarr. ta..ta..hannn.. aa..ayosesekarang sekarang yaaayaa.eee..eennaaakk.ooohhh. oohhh. mmmhhmm.oooohhhh aaaaaahhh.. Kontolku terasa dipilinpilin dan disedotsedot akhirnya., Aaaaahhhhh. aaahhhh.. Ibuuuu. aaahhhahh, kudorong pantatku sekuatkuatnya, air maniku menyembur banyak sekali cretcretcretcretcretcretcret kupeluk tubuh Bu Indah sekuatnya, mataku terpejam merasakan kenikmatan tiada tara yang barusan terjadi.., demikian juga Bu Indah ketika maniku menyembur di dalam memeknya badannya seperti menggigil dan tersentaksentak kedua matanya terbeliakbeliak nikmat, kedua kakinya melingkari pinggang dengan kuat.. kedua tangannya mencengkeram punggungku sampai kukunya menancap, kureguk seluruh kenikmatan sambil kami saling memeluk, mencium sambil bergulingguling untuk meredam nafsu dan emosi yang sangat tinggi.

Setelah kurang lebih sepuluh menit saling berpelukan, aku mulai bangkit, kuangkat tubuhku, perlahanlahan kucabut kontolku dari lobang memek Bu Indah. Air maniku terlihat mengalir keluar, menetes. kuseka dengan rok panjang yang masih di kenakan Bu Indah. Lalu kubersihkan dengan mengusapusap celah memeknya yang merah merekah yang hanya ditutupi bulu bulu halus dengan potongan celana dalamnya.

Tubuh Bu Indah masih tergolek lemas tak bertenaga. tapi tatapan mata Bu Indah mengarah tajam kearahku aku mencoba untuk tersenyum sambil menjulurkan tangan menolong untuk bangkit. Tak lama Bu Indah duduk disampingku tanpa membereskan bajunya terlebih dahulu, buah dadanya hanya tertutup sebelah saja, roknya tidak diturunkan hingga pahanya tidak tertutupi sepertinya dia tidak malamalu lagi padaku, tapi matanya terus menatapku.

Ibu marah. ? , tanyaku sambil tersenyum lalu mendekatkan bibirku ke bibirnya, tapi tibatiba plokkplokk kedua pipiku ditampar keras. Aku berdiri bengong sambil mengusapusap pipi, tadi dia bilang sayang, tapi sekarang menamparku. eeh setelah menamparku Bu Indah tertunduk sambil menangis di di depanku. Aku jadi bingung.., nggak ngerti kok jadi begini, tapi aku tidak mau tahu. pokoknya aku berhasil menyetubuhinya dan aku benarbenar puassss.

Tanpa berkata sepatah katapun, aku memakai celanaku kembali, langsung membereskan buku catatan les Matematikaku, bersiap untuk pulang. Tibatiba Bu Indah berlari masuk ke kamar tidurnya sambil menangis terisakisak.. Semula aku sih cuekcuek aja, lama kelamaan aku menjadi tidak tega. kuikuti masuk kamar tidurnya. kulihat. dia sedang menangis sambil tengkurap sambil memeluk bantal, kaos dan roknya tersingkab, sebagian pantatnya ke bawah terlihat jelas, kulitnya bersih, putih mulus, bagian pantatnya yang lain masih tertutup celana dalam hitam tapi sudah sobek digunting dan sebagian punggungnya terbuka. Sepertinya dia sudah tidak memperhatikan lagi keadaan dirinya.

Aku duduk di sisi tempat tidur, sambil menunggu reaksi, kuperhatikan sekeliling kamarnya, hampir semua barangnya bagus dan bermerk. Tempat tidurnya empuk sekali, pegasnya sangat elastis, isak tangis Bu Indahpun cukup terasa membuat kasur seperti bergelombang. Stereo set, TV, meubel, lukisan, tumpukan sepatu dan peralatan kosmetiknya termasuk merk yang sangat mahal.

Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, nggak terasa sudah lima jam aku berada di rumah Bu Indah. Hampir lima belas menit aku menunggu, tapi isakan Bu Indah belum berhenti juga. Ketika aku duduk di sampingnya, kucoba memegang tangannya, uluran tanganku langsung ditepis olehnya. Aku semakin bingung, kucoba mengusap rambutnya, tapi dia semakin terisakisak sambil menggeser tubuhnya menjauhiku sambil menedangnendangkan kakinya kearahku. tanpa disadarinya potongan celana dalam yang menutupi sebagian pantatnya terbuka seluruh pantat sampai ke kaki terlihat sangat jelas.

Isengiseng kuperhatikan dari kaki hingga pangkal pahanya, kulitnya putih bersih merata, mataku terpaku di belahan pantatnya. terlihat jelas lobang anusnya tertutup rapat dan disebelahnya tampak celah yang merekah berwarna merah muda dikelilingi bulubulu halus membuat aku terangsang oleh pemandangan yang terpampang jelas di depanku, kurasakan kontolku bergerak mulai menegang kucoba mengalihkan perhatian dengan memandangi lukisan tapi kontolku malah semakin tegang.

Pusing aku jadinya. tampaknya Bu Indah marah padaku. akhirnya kutimbangtimbang antara pulang saat itu juga atau menunggu sampai kemarahan Bu Indah reda. Tapi pikiranku semakin sulit diajak kompromi, perhatianku tetap tertuju pada celah yang merekah itu terbayang nikmatnya ketika kontolku keluar masuk celah itu.. Apakah Bu Indah masih mau kusetubuhi selagi dia masih marah padaku.. tapi.. jangankan kusetubuhi, baru kupegang tanganpun dia tak mau.. kusetubuhi atau tidak, dia tetap marah padaku, Ah, tadipun dia tidak mau kusetubuhi, tapi setelah terangsang dan merasakan nikmatnya bersetubuh akhirnya dia mau juga, kucoba lagi ah. , pikirku.

Diamdiam kucopot kancing celanaku satu per satu, kubuka seluruh penutup tubuh hingga telanjang bulat. perlahanlahan kugeser tubuhku mendekati pantatnya. Tempat tidur pegas Bu Indah benarbenar asyik. sedikit gerakan membuat permukaan kasur bergoyang seperti gelombang. Bu Indah tahu aku mendekatinya dia malah menutupi kepalanya dengan bantal. hingga dia tak tahu bahwa aku sudah telanjang bulat. samarsamar kudengar isak tangis yang ditahan.. tapi aku tak perduli.. yang kuperhatikan hanya lobang memek yang merekah berwarna merah muda di belahan pantatnya.

Sambil menunggu saat yang tepat, kucoba bersikap baik, kuusapusap punggungnya dengan lembut. perlahan kutarik tali BHnya lalu kulepas.. kaosnya kurapikan sehingga punggungnya tertutup ternyata Bu Indah tidak menunjukkan gerakan menolak perbuatanku. akupun semakin berani.. diamdiam kulepas kancing roknya. kubuka retsletingnya. roknya kurapikan. kuturunkan seluruhnya menutupi pantat sampai ke mata kakinya kupijatpijat lembut kakinya sambil menggeser sedikit demi sedikit supaya renggang. lalu aku tengkurap di sebelah Bu Indah. kuusapusap lagi punggungnya kuangkat sedikit bantal yang menutupi kepalanya kutempelkan mulutku di kupingnya sambil berbisik Buu. maafin Boy ya. perbuatan Boy bikin Ibu jadi sedih. aku janji tidak akan mengulanginya.. maafin Boy ya.. , Bu Indah menggelenggelengkan kepalanya sambil menutupi kuping dengan kedua telapak tangannya, wajahnya tertunduk dalam sepertinya dia tidak mau mendengar omonganku atau melihatku lagi karena perbuatanku tadi.

Aku mengangkat tubuhku perlahanlahan kutindih punggungnya sambil kubelai lembut rambutnya bahu Bu Indah terguncangguncang isak tangisnya makin keras dikiranya aku akan menghiburnya, padahal kugeser pantatku sedikit demi sedikit sambil kulepas kancing roknya. kubuka retsletingnya. kusibakkan semua yang menutupi belahan pantatnya hingga lobang memeknya yang makin merekah terlihat jelas akupun jadi tidak sabar ingin menusukkan kontolku ke lobang yang sudah menganga itu.

Kubasahi kepala kontol dengan ludah. perlahanlahan kuangkat pantatku hingga tepat di atas pantatnya dan kurapatkan kedua kakiku diantara kakinya. kugenggam kontolku. kuarahkan kepalanya tepat di bibir lobang memeknya. pantatku turun pelanpelan. tanpa raguragu langsung kudorong. Akh, kontolku sulit masuk seret masih kering dan sempit ada rasa perih di kontolku.

Saat itu tubuh Bu Indah tersentak. dia kaget sekali merasa ada sesuatu menyentuh bibir memeknya dan memaksa masuk. tubuhnya langsung merontaronta ingin melepaskan diri dari tubuhku.. tubuhnya bergeser maju pantatnya digoyanggoyang. berusaha untuk menghindari dorongan kontolku kedua kakinya tak bisa apaapa karena tertahan oleh rok dan kakiku. sambil menahan tubuhnya kudorong kontolku dibantu tangan kananku hingga pada dorongan keempat, kontolku masuk setengahnya kudorong lagi. kutekan sedalam dalamnya sampai mentok.

Makin kuat Bu Indah meronta makin terasa tubuh kami bergoyanggoyang berayunayun akibat pegas tempat tidurnya sangat elastis. tanganku langsung menyusup ke balik kaosnya kurabaraba perutnya Bu Indah semakin meronta.. kupeluk tubuhnya dengan cara menyilangkan kedua tangan sambil mencengkeram buah dadanya yang kenyal dan keras lalu kuremasremas dengan lembut. kedua putingnya kutariktarik dan kupuntirpuntir mulutku menjilatjilat dan menciumi tengkuknya sampai basah kujilat hingga ke belakang kupingnya. kugigitgigit ujung kuping..

Gerakan meronta tubuh Bu Indah makin melemah kutekan pantatku dengan kuat sambil kuputarputar. hingga tubuh kami bergoyanggoyang.. pegas tempat tidur ini memang sensitf sekali sedikit saja bergerak langsung terasa seperti diayunayun aku merasakan kenikmatan bersetubuh yang unik di tempat tidur ini kulihat mata Bu Indah berkacakaca. dia menangis merintihrintih kesakitan Nnggnnggng uuhhuu.uuuhhhnggg aduuuhhh sssssssakiiiitt.. nngg aaaaa.aaa.

Tubuhnya tengkurap tak bergerak. tangannya menjuntai lemas. pelanpelan kutarik kontolku aduuhh sempit sekali rasanya seperti di jepit kudorong lagi pelanpelan. kutarik. kudorong.. kutarik.. creeeeeeep creeeeeeep creeeeeeep creeeeeeep.. creeeeep. seret sekali

Kucabut kontolku lalu kubasahi lagi dengan ludah. kumasukkan lagi. Nah, sekarang agak licin. Terasa buah dadanya makin mengeras putingnya kupijit dan kupuntir. samarsamar kudengar rintihan kesakitan Bu Indah berubah menjadi rintihan nikmat akupun mempercepat gerakan naik turun sesuai ayunan pegas tempat tidur ini pantat Bu Indah bergerak seperti membalas gerakanku. bergoyang, menarik dan mendorong rintihannya semakin jelas dan keras tampaknya Bu Indah mulai terhanyut oleh kenikmatan persetubuhan ini, rasa sakitnya sudah berubah menjadi sakitsakit nikmat. Aku yakin sebentar lagi dia tidak akan merasa kesakitan. tapi kenikmatan yang luar biasa

Dia merintih, Aa..ahhhh aahh.. mmmhhmm ooohhhh ooohhhh.. ooohhh a.. aa..a.. aahhhh tak lama kemudian terasa ada cairan hangat membanjiri seisi memek Bu Indah. kontolku semakin lancar keluar masuk menggesekgesek dinding memeknya mulai terasa nikmat gerakan naik turunku semakin cepat Aku semakin bernafsu creeppcreeppcreeppcreepp creepp creepp creepp. creepp.. creepp.. creepp dan terasa dinding memeknya seperti berdenyut.

Bu Indah semakin histeris A..aa..hhh.aaaaa..aahhhh Boooy. ooohhhooohhh aaaa..aahhh. mmmhhhmaahhhooohhoohhhh. Bbboooyy. ssu..su..ddaah aakh..aaah. ssu..ssud. a..aa..aaahhhhh. tetee..russs Bbbooy llagii.. laagii oohhh. , Mendengar rintihan tak keruan itu, aku makin liar kuangkat tubuhku lalu kutahan dengan sebelah tangan sambil kujambak rambutnya. gerakan naik turunku makin cepat. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. crep.. dengan gaya seperti joki sedang menunggang kuda.

Tangan Bu Indah yang semula terjuntai lemas menggapaigapai ke kakinya menariknarik roknya dia ingin kedua kakinya bebas bergerak Akupun mengerti lalu kucabut kontolku dengan cepat dan Bu Indah menjerit kecil Ja..jangan..dilepass. tubuhnya merontaronta cepatcepat kutarik rok panjangnya juga celana dalam yang sudah sobek kugunting kubuka kaosnya dengan kasar kini tubuh kami tidak ditutupi sehelai benangpun

Bu Indah langsung membalikkan tubuhnya sambil mengangkang dan tangannya menarik pinggangku dengan tergesagesa kumasukkan kontolku ke lobang memeknya kutekan dengan kuat. kutarik. lalu kutekan dengan kuat. bibir kami saling mengecup.menyedot. gerakanku semakin liar. creeepp.creeeppppcreeppp.creeppp creeppppcreeeppp. kutekan kontolku sampai mentok creeeeeepp Bboooy. aahhhh ooohhhhh. oohhh.ooohhh.. enaaakkk.. ooohhh Booy.. terruuss te..tee..rrusss ooohhh. aaahhhhh. aaaaaahhhhh.. , Bu Indah merintih rintih dan menjerit histeris matanya terbeliakbeliak tangannya menariknarik pantatku. kakinya menjepit pinggangku dengan kuat hingga tak bisa bergerak. sepertinya Bu Indah baru mencapai puncak kenikmatan terasa muncul cairan hangat membanjir, merendam kontolku.. licin sekali hingga kontolku seperti ada di lubang yang besar, basah, hangat dan licin.

Tibatiba Bu Indah mendorong tubuhku dengan kuat hingga kontolku terlepas. Sudah ah katanya dengan bibir bergetar, kemudian kedua tangannya menutupi mukanya dengan kedua kaki masih mengangkangi tubuhku. Akupun ikut diam tapi untuk beristirahat memulihkan tenaga dan mengatur nafas lalu kuseka batang kontolku yang basah dengan kaos. Ketika aku bersiap kembali memasukkan kontolku, Bu Indah berkata dengan lirih, Boy, sudah ya, Ibu mohon jangan diterusin Ibu takut hamil.. dengan kedua tangan menutup memeknya, dia berusaha duduk sambil menarik mundur pantatnya menjauhi kontolku tampaknya dia ingin mengakhiri persetubuhan ini.

Akupun berdiri di tempat tidur sambil mengusapusap kontolku yang masih berdiri tegak, sambil duduk Bu Indah memandangku dengan sayu dan berkata, Terima kasih Boy, kamu mau ngerti .

Tanpa berkata apaapa, aku bergerak mendekatkan kontolku ke wajahnya. kupegang kepalanya kudekatkan kontolku ke mulutnya, rupanya Bu Indah mengerti kemauanku, dia menggelengkan kepalanya, Nggak..Ibu nggak mau !. Kupegang kepalanya dengan kedua tanganku kutempelkan ujung kontolku ke bibirnya. kudorongdorong. tapi mulut Bu Indah tertutup rapat. Ayolah, sebentar saja Bu, kataku sambil duduk di depannya, Bu Indah tetap menggelengkan kepalanya, sambil berkata Nggaknggak mau pokoknya nggak mau jijik.!.

Aku jadi gemas, kutarik tubuhnya hingga menindih tubuhku, kupeluk tubuhnya lalu kucium bibirnya. dengan lemah tubuhnya merontaronta kulumat bibirnya kumainkan lidahku di dalam mulutnya, sampai akhirnya dia membalas pelukan dan ciumanku kami berciuman lama sekali, sekali dia berhenti menciumku dia hanya memandangku. tangannya mengusapusap rambutku.

Tanpa disadarinya, aku mengarahkan kontolku ke lobang memeknya. Ketika posisinya sudah tepat, kuangkat pantatku mendorong dan blesssss. kontolku langsung masuk, tubuh Bu Indah tersentak, dia berusaha mengangkat pantatnya tapi pingangnya kutahan dengan kuat malah kutekan kebawah hingga kontolku hampir masuk semua Bu Indah mendesah, Booy aa..aaahhh kamu memang nakaal Booy oohhh.. aaahhhhh.

Lalu kami saling pandang, lama tak ada yang bergerak diantara kami. Bu Indah menundukkan kepalanya dia mencium bibirku lembut sambil berkata Kamu memang nakal.. jahil kamu nggak mudah menyerah rupanya nggak mau nurut sama omongan Ibu kamu jahat. sekarang lepasin tangan kamu.. kalo nggak awas !.

Tapi Bu kataku, sambil mengerakgerakkan pantatku keatas dan menekannekan pinggangnya ke bawah kuangkat pantatku berulang ulang sesekali ketika kuangkat pantatku dengan kuat, pinggangnya kutekan ke bawah, hampir seluruh batang kontol masuk ke dalam memek Bu Indah saat kepala kontolku menabrak dinding paling dalam, Bu Indah menjerit kecil, badannya bergetar.

Diapun tidak bisa menyelesaikan katakatanya dengan benar, malah jadi merintih nikmat, Nggak ada tapitapian, kamu mau lepas nggak ? Ntar Ibu mmma..mmau. la..lapor. aaahhhh aaww. sstt. ooohhhh. ntar Ibu.. laporrrinn ssama aww ppo.. mmhhmmaaahhhh.. polisssiii aahhh. ooohh aaahhh. aww.. aaaaaaaaaaaaaahhhh sssstt.. aahhh. ooohh aa..aaww. Bbooy terusss. aaahh oohh. Booooy. Boooyyy. aa..aaaaaww. aaahhh ooohhh. te..teruuss teruuusss oohh aahh oohh..oohhh.. eeenaaakk aa..aaaww lagiii enaak.. ssaayyaang.

Kudorong tubuhnya supaya tegak, hingga posisinya seperti sedang berjongkok diatas kontolku dan pantatnya kutahan dengan kedua tanganku, kuhentakhentak kudorong.. pantatku keatas dengan kuat, dengan bantuan tempat tidur pegas ini, hentakanku makin lama makin cepat sambil sesekali pantatnya kudorong melawan hentakanku hingga kontolku masuk sedalamdalamnya. aduuhh nikmat sekali makin lama makin terasa sempit dinding memeknya yang paling dalam dan ada sesuatu yang bergerinjalgerinjal menjepit kepala kontolku. aku merasakan suatu kenikmatan yang baru kutekan pantat Bu Indah ke bawah kutahan beberapa saat kurasakan kepala kontolku terjepit dinding yang bergerinjalgerinjal aku terdiam mataku terpejam nikmaat. enaaakk saking nikmatnya akupun mendesah, Buuu enaak sekaliiii. ssstttt. aahh Ibuuu..Buu.. Indaahh gelii enaaak ayooodong gerakin lagi pantatnya yaaa. saayyanngg yaa

Kulihat dia merintih sambil menggigit bibirnya, matanya terbeliakbeliak meremmelek. kedua tangannya menjambakjambak rambutnya. kepalanya menggelenggeleng. setiap kepala kontolku menyentuh dinding memeknya yang paling dalam tubuhnya tersentak dan gerakannya semakin histeris pantatnya naik turun dengan cepat. rintihannya semakin keras diselingi jeritan kecil setiap pantatnya menekan ke bawah Booyy aah.. ooohh.. oohh aa..aaaaawww aaaa..hhh oohhhaaahh aa.aa.aaaawww. Bbbooyy.. eenaak. aahhaaahhh aaaaa..aaaww. enaak. Akhirnya ketika Bu Indah menekan pantatnya dengan kuat, hingga kepala kontolku dijepit dinding bergerinjalgerinjal, mulai terasa ada rasa geli luar biasa. kontolku berdenyutdenyut. terasa air maniku memakas ingin keluar hingga tak mungkin lagi kutahan..

Buuu..Buu Indaah.. Boy ma..mmau keluarrr aduuhhh geliii rintihku.

Bu Indah menggerakkan pantatnya maju.. mundur lalu berputar.. maju lagi ke kiri.. ke kanan diangkat sedikit terus maju lagi berputar lagi kontolku terasa dipilinpilin diuruturut. disedotsedot rasa geli itu semakin kuat makin kuat. nikmat bercampur geli

Tibatiba tubuh Bu Indah menyentaknyentak sambil menjerit kecil, Booyy ayo ssssayang sama.. samaa.. aaahh oohh aaahhh BBooooooyyyyyyyyy. aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh. tubuhnya menindihku. pantatnya menekanku dengan kuat. bibirnya mengulum bibirku. dia memelukku dengan kuat. dan akupun memeluknya lebih kuat. sambil membalas ciumannya..

Bersamaan dengan itu Aaaaaaahhhhhh kontolku menyemprotkan air mani ke dinding memeknya berkalikali cret cret cret cret cret cret cret aaahhh.. nikmatnya. tak terasa tubuh kami bergulingguling sambil berpelukan dan berciuman mereguk seluruh kenikmatan dari persetubuhan ini.

Selama dua puluh menit, kami terdiam sambil berpelukan. saling memandang lalu berciuman dengan lembut lamaa saling mengusapusap rambut tanpa ada satupun kata yang keluar dari mulut kami. Ketika aku akan mencabut kontolku dan melepaskan pelukan, Bu Indah merintih manja, Ntar aja jangan dulu..Ibu masih ingin begini..ya.. sayang , sambil mengecup bibirku dan mengusapusap rambutku dengan penuh kelembutan, seperti tak ada rasa marah, menyesal atau sedih.

Tak lama kemudian, secara bersamaan kami saling melepas pelukan dan samasama tergolek lemas bersebelahan sambil memejamkan mata merenungi apa yang sudah terjadi diantara kami. Ketika aku membuka mata, ternyata Bu Indah sedang memandangi aku sambil menahan kepala dengan tangannya dan dia tersenyum, sambil mencolek hidungku dan berkata, Kamu ini memang anak kurang ajar nggak punya kesopanan umur kamu berapa sih? . Melihat sikapnya yang ramah disertai senyum, aku jadi berani, kujawab sambil mengecup tipis bibirnya, Ibu nggak usah nanya umur deh, yang penting, aku suka sama Ibu .

Dan dia menindihku sambil membalas kecupanku, Kamu ini ngomong kaya udah gede aja, kenapa sih kamu suka sama Ibu tanyanya. Kok nanyanya gitu, Ibu mau apa nggak disukain sama Boy.. ? aku balik bertanya. Kalo kamu udah gede, Ibu pasti mau sekarang Ibu pengen tahu kenapa kamu suka sama Ibu ? katanya penasaran, sambil memencet hidungku.

Nggak ah.. ntar Ibu marah kalo Boy jawab.. kataku.

Dia langsung menjawab, Nggak, Ibu nggak bakalan marah.. sumpah . Sumpah apa ? tanyaku, Sumpah ini katanya sambil mencium bibirku dengan lembut. Tanpa kami sadari, telah terjadi keakraban diantara kami sepertinya kami pasangan yang sebaya.

Sambil membalikkan tubuhnya, kujawab, Boy suka sama Ibu karena. , aku tidak meneruskan jawabanku, dia makin penasaran, Karena apa ? , katanya sambil cemberut. Karena. Ibu baik. cantik terus.. karena ini. dan ini kataku sambil menunjuk dadanya dan mengusapusap memeknya. Ihhh jangan nakal nanti Ibu tampar lagi mau..? , katanya sambil melotot tapi mulutnya tersenyum manis lalu dia menciumku lagi.

Kami berciuman lagi sambil memelukku Bu Indah berbisik mendesah di telingaku, Ibu sayang kamu. kamu jangan pulang.. masih banyak yang ingin Ibu omongin sama kamu sekarang kita istirahat aja ya.

Post Terkait