cerita dewasa

Cerita Sex Dosa Termanis

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot terbaru 2016 | Angin malam mendesir perlahan dan hawa dingin begitu menusuk tulang, namun untung saja balutan jaket tebal ini masih mampu menahan dinginnya suhu malam itu. Sunyinya Pelataran parkir Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta menjadi saksi bisu kegalauan batinku yang saat ini tengah menunggu. Tidak banyak orang di pelataran parkir malam itu, hanya beberapa pengemudi taksi yang tengah menikmati rokoknya masingmasing untuk mengusir hawa dingin, sambil mengharapkan dapat mengais rejeki dari para penumpang yang berdatangan di Bandara terbesar di Indonesia ini.

Cerita Sex Dosa Termanis Ist

Benarkah apa yang aku lakukan ini?
Siapkah aku dengan segala resiko yang akan terjadi nanti?
Lalu, mengapa harus dia?

Cerita Sex Terbaru | Begitu banyak pertanyaan yang tak dapat kujawab berkecamuk dalam benakku. Pertentangan antara si jahat dan si baik riuh dalam batinku, namun hebatnya rasa ini sepertinya mampu mengalahkan segala logika dan akal sehat yang coba ku bangun sebagai benteng pertahanan terakhir.

Tak lama dari pengeras suara yang ada, terdengar pengumuman yang menginformasikan bahwa penerbangan terakhir dari maskapai berlogo singa terbang, JT19 yang berasal dari Denpasar telah mendarat di Runway Bandara Soekarno Hatta. Penantianku pun akan segera berakhir. Langsung saja kumatikan bara api dari rokok yang tengah ku hisap dan dengan segera menuju ke area tunggu kedatangan penumpang.

Sekitar 10 menanti, tampaklah sosok yang selama ini kutunggu. Sosok yang sanggup mengganggu di setiap tidur malamku, dan membangkitkan hasrat dan gairah akan petualangan yang mungkin sulit aku hentikan.

Perempuan muda itu tampak diantara kerumunan para penumpang. Sosoknya begitu mempesona, paling tidak dimataku. Kulit kuning langsatnya yang cerah memancarkan aura kecantikannya. Rambut pendek yang di highlight kecoklatan tergerai indah sebahu. Posturnya yang semampai namun mampu menampakkan keindahan bentuk tubuhnya. dan pipinya yang bersemu merah memperlihatkan kebeliaannya. Cerita Dewasa

Tersungging senyuman manis ketika ia menyadari keberadaanku, namun jarak yang masih memisahkan membuat kami belum dapat saling menyapa. Ia hanya melambaikan tanggannya.

Selamat Malam Nona, Selamat Datang di Kota Jakarta, kota yang tdak pernah tidur.

Aku menyapanya sambil membungkukkan badan, ketika ia sudah berdiri dihadapanku. Menggodanya layaknya penerima tamu di hotel. Ia tertawa melihat kelakuanku

Ih Mas Fajar bisa aja. Selamat malam juga. Lama ya nunggu nya? tanyanya padaku.
Enggak koq ,Hmmmm..Cuma satu jam. Jawabku.
Wah lama ya, pasti bosen deh? terkanya.
Ahenggak juga, tadi kebetulan ada mbakmbak pramugari yang pulang tugas, terus nemenin aku
di sini. Jawabku asal.

Ia terbahak mendengar bualanku sambil mencoba mencubit lenganku

Ih asal, .mana ada pramugari yang mau sama Mas Fajar? jawabnya lagi.
Jangan salah, mereka malah yang merengekrengek minta diantar pulang sama aku, tapi aku terus nolaknolak mereka karena aku punya yang jauh lebih cantik dari pramugaripramugari itu.
Ih, Mas Fajar Gombal. jawabnya sambil merajuk namun tak lama ia pun tersenyum manis, terlihat pipinya merona memerah dan tersipu malu.
Ayo ke mobil. Ajakku.

Segera ku ambil tas yang dibawanya dan kita pun berjalan beriringan menuju mobilku yang terparkir.

Perempuan muda itu bernama Tari,usianya saat ini 22 tahun. Ia tak lain dan tak bukan adalah sepupuku sendiri, anak dari tanteku. Hal inilah yang menimbulkan pertentangan batin yang hebat dalam diriku. Bisabisanya aku yang sudah menikah malah jatuh cinta lagi, dan ironisnya justru dengan sepupuku sendiri. Namun tampaknya godaan setan memang seringkali justru lebih kuat dosisnya dan memabukkan pada insan yang punya level keimanan tipis seperti diriku ini. Aku yang memang type lelaki petualang pun akhirnya terjatuh pada pesona Tari sepupuku dan menjalani kisah yang yang semu ini. Semu karena akupun tak bisa menerka endingnya.

Pada awalnya tidak ada yang spesial diantara kita berdua, hanya berkomunikasi sewajarnya antara dua saudara yang terpisah oleh jarak dan waktu, aku terbiasa mengomentasi status yang di tulisnya di FB maupun media BBM nya, begitu juga sebaliknya, dan sesekali menggodanya melalui media sosial. Namun karena intensitas komunikasi yang cukup sering, level hubungan diantara kita berdua pun meningkat. Di mulai dengan saling curhat tentang kehidupan masingmasing dan membicarakan problematika bersama pasangan, akhirnya benihbenih rasa sayang tumbuh dalam hati. Cerita Ngentot

Tanpa pernah ada pengungkapan rasa cinta,kami berdua pun mulai menyadari ada yang berbeda di hati kami. Pada percakapan yang kerap kami lakukan, katakata mesra dan panggilan sayang menjadi bumbu komunikasi yang terjadi. Ironis memang mengingat status kami masingmasing, aku yang sudah berkeluarga dan Tari yang tahun depan menikah dengan pria pilihannya. Bukan kami tidak menyadari dan mencoba untuk berhenti namun mungkin inilah yang dinamakan Dosa Termanis. Sudah tahu salah tapi tetap di teruskan.

Sebait intro lagu pun mengalun pelan dalam benakku.

Kulupakan semua aturan
Kuhilangkan suara yg berbisik
Yang selalu menyuruhku
Tuk tinggalkan kamu

Hanya hati yg kuandalkan
Dan kucoba melawan arus
Namun saat bersamamu
Masalahku hilang terbang melayang

..

Bagaimana tadi penerbangannya,Hun? tanyaku memecah kesunyian ketika CRV hitamku melaju membelah sepinya ruas toll Cengkareng malam itu. Hun atau Honey adalah panggilan sayangku padanya.
Biasa mas Delay, terus pas melewati awan juga guncangan terus, hujan kayaknya di atas tadi.
Tapi kamu gak mabuk?
Enggak mas. Masih tahap wajar lah.

Kembali hening menyergap kabin mobil.

Kemana jadinya kita Hun ? tanyaku padanya.
Terserah mas aja, kan Mas yang ngundang aku ke Jakarta.
Oh iya. Jawabku sambil nyengir

Aku memang yang mengundang Tari untuk datang ke Jakarta. Tari pun menyanggupi dengan mengambil cuti selama 3 hari. Akupun terpaksa berbohong pada istriku demi menemani sepupu yang kin menjadi selingkuhanku ini.

Kesunyian kembali menyelimuti seisi kabin mobil, benak kami sibuk dengan pikiran masingmasing, walau sulit namun mencoba memahami arti dan makna dari pertemuan ini.

Ku arahkan mobilku menuju ruas toll Jagorawi, Kawasan Puncak menjadi destinasiku malam itu. Ku lirik sekilas Tari di sisi kiriku, kulihat matanya mulai meredup. Tangannya di katupkan di sisi kepalanya dan difungsikan sebagai penahan kepalanya agar tidak terbentur kaca. Mulai mengantuk rupanya. Kulit wajahnya terlihat halus dan bercahaya ketika tertimpa sinar lampu jalan yang kulewati. Manis sekali.

Malam itu memang bukan waktu weekend, area Ciawi yang mengarah ke Puncak terlihat lengang. Rintik hujan yang turun semakin menambah sepi suasana. Mobil mulai berjalan mendaki. Tujuanku berikutnya adalah Cisarua dimana terdapat kawasan konservasi satwa liar yang sekaligus juga sebagai tempat wisata. Aku memang tidak memesan satu kamar penginapan pun sebelumnya, go show saja.

Sekitar pukul 1 dini hari kamipun tiba di area taman wisata tersebut, tujuanku adalah menginap di salah satu penginapan yang berbentuk caravan atau rumah mobil. Untungnya masih ada kamar yang tersedia. Setelah menyelesaikan proses administrasi, kami pun diantar salah satu room boy menuju salah satu caravan yang tersedia. Cerita Mesum

Tari cukup excited dengan pilihan penginapanku, bagaimana tidak, caravan ini bagaikan terletak di tengah hutan belantara dengan pohonpohon besarnya. Suara binatang malam dan hewanhewan liar kerap kali terdengar, belum lagi hawa dingin Puncak yang menusuk tulang menambah syahdu suasana. Kulihat Tari menekuk badannya sambil berjalan, segera saja kusamprkan jaket yang ku kenakan ke pundaknya.

Begitu memasuki caravan, suhu udara menjadi lebih hangat dan kesan hoomy begitu terasa. Tidak terlalu luas memang hanya ada double bed dan beberapa perabotan yang cukup fungsional.

Akupun menjatuhkan diriku pada sofa yang ada sambil kuminta Tari membersihkan dirinya. Tari pun langsung mengambil perlengkapan mandinya dan masuk ke dalam kamar mandi. Untung saja caravan itu di fasilitasi dengan air panas, kalo tidak, apa jadinya mandi tengah malam di cuaca dingin seperti ini.

Tidak lama Tari membasuh tubuhnya dan ketika keluar dari kamar mandi, aroma bunga dari sabun mandinya segera menyergap seisi caravan. Harum. Kulihat Tari hanya mengenakan tshirt putih dan celana super pendek. Bentuk payudara yang mencuat terlihat dari balik tshirt nya. Sepertinya ia tidak lagi mengenakan bra di balik T Shirtnya. Paha mulusnya terlihat menggoda. Rambutnya yang basah dibiarkannya tergerai.

Terus terang, penampilan Tari saat itu langsung membangkitkan gairah kelelakianku saat itu juga. Aku segera bangkit berdiri dan langsung memeluknya pinggangnya dan kucoba mengecup leherya. Tari cukup kaget dengan apa yang kulakukan karena pada saat itu ia tengah berkonsentrasi mengeringkan rambutnya, seketika ia langsung mencoba menepis tubuhku dan melepas dekapanku namun tidak terlampau keras

Ahmas
Kamu cantik Hun.

Aku mencoba menciumnya lagi namun ia segera menghindar

Mandi dulu sana, bau . ucapnya sambil merajuk tapi kemudian tersenyum.
Abis kamu seksi banget sih, siapa yang tahan coba?
Iiihhhhh gombal.ucapnya sambil mendorong tubuhku ke arah kamar mandi.

Aku segera mengecup pipinya dan berlalu masuk ke kamar mandi.

Setelah ritual mandiku selesai, kudapati Tari tengah duduk bersandar di sofa sambil membaca majalah tentang area tempat wisata ini. Akupun duduk disebelahnya sambil mencoba melihat apa yang dibacanya.

Baca apa sih non, serius amat.
Ini mas, artikel area tempat wisata ini, ternyata luas juga ya, jauh lebih luas daripada yang ada di Bali.

Tari pun melanjutkan membolakbalik halaman majalah yang ada dalam genggamannya.

Besok kita ke sini yuk Mas

Ia pun menunjuk gambar salah satu wahana wisata yang berupa atraksi satwa yang terdapat di area tersebut. Aku pun mengiyakannya Tak lama kita pun larut dalam diskusi sambil melihatlihat gambar yang ada di majalah tersebut.

Akhirnya karena terbawa suasana yang dingin dan posisi duduk yang semakin rapat, aku pun mencoba mencium tengkuknya, Tari tidak menolaknya dan kulihat ia sedikit memejamkan matanya sambil menarik nafas. Dari samping, aku pun mencoba memeluknya, dan mengambil majalah yang tengah di bacanya dan meletakkan nya ke meja.

Tari pun berinisiatif memalingkan tubuhya menghadapku, masih ada sedikit kecanggungan diantara kita berdua, hal yang wajar karena baru malam inilah kita berdekatan secara fisik. Aku pun memijat telapak tanggannya perlahan dan meraih tengkuknya dan tak lama kitapun larut dalam French kiss yang semakin lama semakin liar. Lidah kami saling bersilaturahmi dalam rongga mulut masing masing dan menimbulkan bunyi mengecap memenuhi seisi ruang caravan tidak kalah dengan suara hewanhewan liar yang juga mungkin sedang bercinta di luar sana.

Permainan pun semakin panas, akhirnya Tari berpindah ke pangkuanku sementara aku tetap bersandar di sofa. Kini tubuh Tari tepat dihadapanku. Aku pun melanjutkan permainanku ke level selanjutnya. T shirt Tari kusingkapkan ke atas dan Tari pun membantu dengan meloloskan t shirt melewati kepalanya dan membuangnya ke lantai. Kini di hadapanku terpampang tubuh indah Tari. Payudaranya yang tidak terlalu besar mungkin hanya berukuran 32 A namun memiliki bentuk yang sangat indah. Bentuknya bulat dan mencuat ke atas dengan puting susu kemerahan yang menegang keras.

Tanpa membuang waktu aku pun langsung melahap puting susu dan payudara yang seperti menantangku itu. Tari terpekik ketika lidahku menyapu permukaan payudaranya. Dengan sigap Tari memeluk kepalaku dan menjambak rambutku, kepalanya tertunduk bersandar pada kepalaku. Terus aku mengisap puting susu itu dengan rakusnya. Setelah puas dengan payudara kiri, aku pun menjamah payudara kanannya. Tari semakin terpekik dan kadang mendesis menahan nikmat. kepalanya terus menggelinjang. Tubuhnya bergetar menahan sensasi yang timbul akan permainan lidaku pada payudaranya

Aacchh.maaass.
Hhffftticccsshhhh

Setelah puas aku pun menarik mulutku dari payudaranya. Kulihat kedua payudara itu basah oleh sapuan lidahku. Putingnya terlihat makin memerah dan menegang. Tari terlihat terengahengah, aku pun langsung mencium bibirnya dengan mesra.

Lalu aku memintanya berdiri, aku pun mmelucuti pakaianku. Tari tak mau kalah, ia pun pun meloloskan celana pendek yang dikenakannya. Tubuh kami kini sudah samasama telanjang bulat. Kulihat tubuh Tari begitu indah dengan lekuk pinggang yang ramping dan yang lebih menarik lagi adalah bentuk kemaluannya yang terlihat imut diimbuhi bulubulu halus yang tertata rapi. Tampak juga segaris belahan memek yang memerah dan agak basah.

Tari cukup takjub melihat kontolku, tidak besar memang, ratarata ukuran orang Indonesia lah, namun bentuknya sangat proporsional dengan kepala yang lebih besar dari batangnya, kontol itu terlihat seperti jamur yang tengah berkembang di musim penghujan. Batangnya terlihat berurat dan kokoh.

Aku lalu memintanya duduk dan bersandar di sofa, ku renggangkan kakinya lebarlebar dengan kedua tanganku, kali ini aku akan memberikan kenikmatan lebih padanya. Aku berjongkok tepat di hadapan memeknya. Memeknya begitu indah, bukit kemaluannya tidak terlalumenggembung, dan bibir memeknya masih mengatup sempurna. Bulu halus menghias bukit itu, tipis namun rapi. Segera saja kudekatkan mulutku dan menjulurkan lidahku menyapu permukaan labia majora dan menembus ke labia minoranya. Tari terpekik tertahan dan tangannya menjambak rambutku kembali. Sakit memang, tapi kudiamkan saja, Tari menahan rasa nikmat yang menjalar dalam tubuhnya.

Kulanjutkan aktifitasku. Lidahku semakin liar menjelajah di rongga kewanitaannya. Sesekali kuhisap klitorisnya dan membuat tubuh Tari menggelinjang dengan hebatnya. Tak lama Tari pun mengalami orgasme. Dari belahan memeknya mengalir cairan kewanitaanya. Asin.

Tari cukup malu dengan keadaan dirinya yang tidak mampu mengontrol orgasmenya. Ia pun
mengusap pipiku perlahan,

Maaf ya mas, aku keluar duluan.hehehehehe.habis enak.

Aku hanya bisa tertawa mendengarnya Tari lalu bangkit berdiri dan aku kembali duduk bersandar ke sofa Tanpa menunggu waktu, ia segera berjongkok menghadap kontolku. Di genggamnya dengan lembut dengan kedua tangannya yang halus. Dan sambil menatap mataku dengan sayu, perlahan dimasukkan nya kontolku ke dalam mulutnya. Dengan lembut, perlahan ia menyapu kepala kontolku dengan sapuan lidahnya. Seketika itu pula seperti ada sengatan listrik yang menyentuh batang kontolku. Batang itu dialiri tambahan darah sehingga menjadikannya lebih keras dan lebih tegang.

Dengan lembut Tari terus menyapu seluruh batang kontolku dengan lidahnya. Tidak terlewatan satu centi pun, mulai dari kepala, batang sampai ke kantung buah zakar tidak luput dari sapuan lidahnya. Kemudian dia mulai mengulum kontolku. Mulutnya terlihat penuh dengan kontolku. Dan dia pun mulai memaju mundurkan batang kontolku dalam rongga mulutnya sambil lidahnya terus bermain pada kontolku. Kenikmatan tiada tara yang kurasakan. Aku pun menggelinjang. Kepalaku mendongak ke atas sambil tanganku memegang kepalanya.

Sepuluh menit Tari berkonsentrasi penuh pada kontolku, tak lama aku memintanya berhenti,. kalau tidak dihentikan, bisabisa aku yang ejakulasi duluan sebelum menyetubuhinya. Rasanya batang ini pun sudah berdenyut hebat. Aku pun sudah tak sabar untuk menyetubuhi sepupuku itu. Tari berhenti mengulum kontolku dan ia segera bangkit berdiri lalu menaiki tubuhku. dengan posisi setengah berjongkok di atas tubuhku, ia mulai mengarahkan belahan memeknya tepat di atas kepala kontolku. Ia pun memegang kontolku dan mengarahkan tepat ke lubang vaginya sedang aku memegang pinggangnya dengan kedua tanganku.

Pelan tapi pasti belahan memek itu mulai menyeruak dan kepala kontolku mulai menembusnya semakin dalam. Dan dengan sekali hentakan, amblaslah seluruh batang kontolku yang sepanjang 15cm ke dalam liang kewanitaannya.

Blesss

Tari terpekik

Aaccchh..

Tari mendiamkan sesaat tubuhnya, mencba meresapi kenikmatan tenggelamnya batang kontolku pada liang memekku. Batang kontolku terasa sesak dalam liang tersebut.

Aku tahu, Tari bukan pertama kali ini bersetubuh, dari curhatannya kepadaku sebelumnya, ia sering bersetubuh dengan pacarnya, namun Tari merasa tdak puas karena cowoknya hanya mau menang sendiri dan cepat sekali orgasmenya sedang Tari belum pernah merasakan yang namanya orgasme. Namun satu hal yang aku kagumi, walau Tari sering bersetubuh, namun liang memeknya tetap terasa peret, cenderung sempi tan dan baunya harum. Pertanda ia sangat pandai merawat organ kewanitaanya.

Perlahan namun pasti, Tari mulai menggerakkan tubuhnya naik turun, kakinya menopang pada sofa. Dengan lembut kontolku terlihat keluar masuk pada lobang memeknya. Cairan memeknya terlihat mulai membanjiri liang kewanitaannya menjadikan proses keluar masuknya kontolku menjadi semakin mudah dan licin, kontolku semakin terlihat mengkilat. Tari mulai mempercepat memompa tubuhnya naik turun dengan diselingi gerakan melingkar pada panggulnya dan menimbukan sensasi nikmat pada diri kami berdua.

Tangan Tari memeluk tengkukku. Wajahnya memandangku dengan tatapan yang syahdu, sesekali matanya terpejam merasakan sensasi kenikmatan pada liang kewanitaannya. Nafasnya mulai memburu dan peluh terlihat mula membasahi poripori kulit wajah dan dadanya. Tanganku terus memeluk pinggangnya sambil membantu menahan tubuhnya. Payudaranya terlihat keras dan bergerak naik turun seirama pergerakan tubuhnya.

Aku lalu mendekap tubuh Tari, payudaranya menekan dadaku. Kepalanya disandarkan di pundakku. Panggulnya terus bergerak naik turun. Aku mencium daun telinganya dan menggigitnya secara perlahan. Tari mendesah makin keras dan panggulnya mulai bergerak tak beraturan. Sepertinya aku menyentuh zona erotis di telinganya dan tak lama dengan dengan pekikan yang cukup keras, panggul Tari menghentak tubuhku Terasa sekali pada batang kontolku, rongga memek Tari berdenyut ber irama dan mulai terasa hangat oleh aliran cairan kewanitaannya. Tubuh Tari seperti tak bertenaga bersandar padaku. Payudaranya menjepit dadaku, tubuhnya basah oleh peluh.

Dengan lembut aku mengusapusap punggungnya dan kukecup keningnya. Tari memandangku dan tersenyum manis sekali, kamipun berciuman dengan mesra. Tubuh kami tetap meyatu di atas sofa. Batang kontolku pun masih tertanam sepenuhnya di liang memeknya.

Terima kasih Mas, belum pernah aku merasakan senikmat ini ini dengan cowokku

Aku hanya tersenyum penuh arti.

Setelah mengatur nafas kami masingmasing, aku pun mengajaknya berpindah ke ranjang. Tari mengangkat tubuhya dan kontolku tercabut dari liang memeknya. Tari lalu berjalan mendekati ranjang dan akupun mengikuti di belakangnya. Bokong Tari terlihat membulat dan padat ketika berjalan telanjang di hadapanku.

Melihat pemandangan demikian, akupun menghentikan langkahnya, kuraih pinggangnya dari belakang dan kuminta ia menungging. Dengan posisi berdiri, Tari menungging dihadapanku. Tangannya bertumpu pada tepian ranjang, akupun mulai mengarahkan batang kejantananku memasuki liang kewanitaannya. Dengan sekali hentak, batang itu pun melesak kedalam liang memeknya, Tari pun terpekik tertahan.

Dengan posisi doggy style aku terus memaju mundurkan pinggulku sementara tanganku tetap mencengkeram kedua pinggangnya. Posisi itu menimbulkan bunyi kecipak beradunya kulit paha kami masingmasing. Aku terus menaikkan tempo hujaman kontolku pada liang memeknya. Dengan setengah menunduk ku mencoba meraih kedua bukit kembarnya dan meremas serta memilin puting susunya. Tari menggelinjang dengan hebatnya dan mulutnya terus meracau mengeluarkan suara desahan dan rintihan yang semakin riuh. Cukup lama kami melakukan gaya itu dan belum tampak tandatanda orgasme dari kami berdua.

Akhirnya kucabut batang kontolku yang kini terlihat basah dan mengkilat oleh cairan kewanitaan Tari. Kumintanya untuk naik ke atas ranjang.Tari lalu merebahkan diri pada ranjang double bed yang tersedia di caravan tersebut. Ia menelentangkan tubuhnya pasrah dan kakinya pun direnggangkan siap menerima tubuhku kembali. Bibir memeknya kini terlihat merekah dan basah. Liangnya terlihat kemerahan, perlahan aku pun menaiki tubuhnya dari atas, kugenggam batang kontolku dan kutuntun menuju lubang kenikmatan Tari, setelah tepat diatas bibir memeknya aku pun menggesekgesekkan kepala kontolku pada labia majoranya. Tari terlihat cukup geli dan tertawa.

Iihh..apaan sih di gituin, usil deh, protesnya.
Cepetan dimasukin mas, aku gak tahan nih.
Bener nih gak tahan? tanyaku sambil terus menggodanya menggesekgesekkan kepala kontolku tepat di bibir memeknya.
Iya.gak tahan.

Dengan sekali hentakan, akhirnya kuhujam kontolku kembali menembus liang kewanitaannya. Tari terpekik kaget, kepalanya mendongak keatas dan tangannya mengenggam sprei sampai terserabut di ujungujungnya.

Aku pun tertawa melihat reaksinya, setelah menyadari kelakuanku Tari mencubit pahaku keras sekali

Aduhhh. Sakit tau. Aku berteriak.
Biarin .usil sich.
Tapi enak kan..hehe.

Tari tidak menjawab hanya cengengesan.

Aku pun mulai menggenjot pinggulku, kontolku kembali menyeruak keluar masuk liang memeknya. Kupegang kedua tungkai kakinya dan kurenggangkan lebarlebar. Aku terus memompa tubuhnya dengan tempo yang semakin lama semakin cepat. Tari semakin menggelinjang, kini kepalanya mulai menengok ke kanan dan kekiri dan dari mulutnya terus keluar desahan dan pekikan.

Aaachhh.aaachhhh..tteeerrruusss maaasss
Ouuccchhhhhh..isssshhhtttt..
Enak hun? tanyaku
Eeennnaaakkkkk baanggeettttt .maaasssss..

Aku semakin mempercepat tempo sodokan kontolku ke dalam memeknya, tanganku kini bertumpu di sisi dadanya. Wajahnya terlihat manis, matanya terpejam dan mulutnya menganga mengeluarkan rintihan kenikmatan. Payudaranya terlihat berguncang mengikuti irama sodokanku. Tangannya menggenggam sprei dengan eratnya. Pinggulnya tanpa sadar bergerak memutar, semakin menambah nikmat sensasi persetubuhan ini.

Mendapat sensasi seperti itu, akupun makin mempercepat tempo sodokanku, pertahananku tampaknya akan segera runtuh, dan kurasakahan dibawah, tubuh Taripun makin menggelinjang semakin hebat, kepalanya bergerak tak beraturan dan dari mulutnya keluar suara meracau dan rintihan yang semakin riuh. Sepertinya iapun akan segera mecapai klimaksnya kembali.

Terus mas.aku mau keluaaar

Aku semakin semangat memompa pinggulku dan tak lama,

Aaaccchhhhhh..hun, aku keluar. Aku pun menncapai ejakulasi.
Aachhhhhh..Aaakkkuuu jjuuugga masss

Aku membenamkan seluruh batang kontolku dalam memeknya, jebol juga pertahananku . Cairan spermaku menyempot dengan deras ke dalam rahimya. Kurasakan pula liang memek itu kembali berdenyut dan seperti memijat batang kontolku dengan lembut. Cairan kelamin kami bersatu di liang memeknya.

Tubuhku ambruk menimpa tubuh Tari, dadaku menindih payudaranya. Tari segera memeluk tubuhku dengan lembutnya dan tangannya mengusapusap rambutku. Nafas kami samasama tersengalsengal, stamina kami terkuras setelah mendaki puncak kenikmatan secara bersama sama di tengah hawa dingin kawasan Cisarua.

Setelah aliran nafas kami mulai teratur, akupun menindahkan tubuhku ke sisinya. Kontolku yang suduh lemas pun tercabut dari dalam liang memeknya, sekilas kulihat dari belahan memek meleleh cairan berwarna putih susu sisasisa pertempuran kami. Tari memalingkan wajahnya menatapku lembut. Segera kurengkuh kepala dan tubuhnya ke atas dadaku. Kudekap erat sambil tanganku mengusap punggungnya yang masih basah oleh peluh dan dengan lembut ku kecup kening Tari sepupuku.

.

kau adalah kesalahan yg terindah
hingga buatku marah
tapi juga menikmati

kau adalah dosa termanis
yang menggodaku saat kubutuh
rasakan sedikit cinta

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, Selingkuh, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016

Post Terkait