cerita dewasa

Cerita Sex Desahan Masturbasi Cewe Mahasiswi Lugu

Kenalkannamaku Putria Leksianaaq saat ini masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogjasudah sejak 2007 aq di jogja. Namun, nuansa kental religi dan budaya di sini membuat aq menjadi semakin berat tuk meninggalkan jogja aku anak bungsu dari 3 bersaudara. Abiku seorang petinggi PAN di daerah kelahiranku di Kalimantan. Umiku hanya seorang Ibu Rumah Tangga biasa. Kakaku yang pertama bernama Ulfah sekarang dia sudah bersuami, tinggal di Semarang. Kakaku yang kedua bernama Safira, tinggal di Solo, masih single. Sementara aku dilahirkan di Kalimantan tgl 20 Februari 1987.
Semenjak pertama kali menginjakkan kakiku di Jogja, aku tak kenal siapapun di sini, kecuali Kakaku Safira yang menemaniku untuk mencari tempat kos dan kampusku. Oh ya, kosanku ada di daerah Condongcatur. Di sini aku banyak teman aktivis. Mereka adalah aktivis KAMMI, yang ratarata adalah senior di kampusku. Aku mengenal dunia aktivis juga dari mereka. Adalah Kak Sherly yang membawaku ke dunia ini. Entah kenapa akupun jadi tertarik untuk bergabung, hingga kini, karena keaktifanku di kampus, aku menduduki ketua bidang kaderisasi
Di KAMMI, para akhwat seringkali bertemu atau berkoordinasi dengan para ikhwan. Seringnya pertemuan itu, tak jarang membuat para akhwat mengidolakan salah seorang dari mereka. Sebutlah kak Feri, Kak Arga, dan Kak Utomo. Mereka adalah 3 orang yang menduduki puncak pimpinan KAMMI di kampusku. Begitu juga aku, entah kenapa gairah kewanitaanku begitu bergejolak saat melihat mereka, melihat ketampanan dan kewibawaan mereka dan tubuh mereka yang tegap tak jarang membuat(emhhaku malu menyebutnya) membuat celana dalamku basah Aku begitu terangsangentahlah, cairan itu begitu derasnya mengalir saat ketiga atau salah seorang dari mereka lewat di depankuAkupun langsung tertunduk malu dan wajahkupun memerahohhbegitu menderitanya aku
Hingga suatu saat secara reflek tanganku memainkan atau menekannekan bagian paling sensitif di tubuhku. Kata orang, bagian itu adalah klitoris. Yaaku bermasturbasi. Tak jarang itu aku lakukan di depan mereka. Tentu saja mereka tak mengetahui karena aku menggunakan jubah yang lebar atau jaket KAMMI.
hmm. saat inilah aku bertaaruf dengan masturbasidengan sexooh.
Bila teman teman disini ingin membayangkan wajahku seperti apaCobalah lihat acara INTERPOL di TV One. ada Host bernama Dinna Handani mungkin bila dibandingkan, wajahku mirip sekali dengannya
kiranya perkenalanku saat ini cukup, esok kan kuteruskan kisah sex pertama kaliku.
Waktu itu, tepatnya di hari Kamis pagi. saat aku telah menahan lapar dan dahaga. Semua kader berkumpul di halaman kampus untuk apel persiapan aksi menentang penurunan BBM. Aku mengenakan jubah lebar bercorak bunga mawar kombinasi merah dan hitam, jilbab Rabbani yang aku kenakan berwarna hitam yang menjulur sampai ke pinggang. Saat itu, Kak Feri memimpin briefing. Suaranya yang lantang dan dalam, janggutnya yang tipis rapih, lagilagi membuat aliran darahku mengalir lebih cepat dari biasanya
Seperti biasa, berkat jubahku dengan model kancing di depan dan jaket organisasiku, aku lebih leluasa untuk..yah paling tidak meredakan denyutan jantungku yang berdetak kencang.. Sambil menatap tajam pada mata dan mulutnya, aku mainmainkan klitorisku yang memang sudah basah sedari tadi Posisi berdiriku yang paling belakang membuat aku leluasa memilin dan memainkan jemari lentikku di bagian itu.
Entah kenapa, cara ini membuat aku merasa nyaman terutama saatsaat di mana aku merasakan seperti ingin pipis. Saat itulah secara reflek jemariku menekan semakin kuat, mataku aku pejamkanakupun tak kuasa menggigit bibir mungil bagian bawahku
oohssshh..ahhh.. sambil kurangkul tas ransel semakin eratOoohaku merasakan cairanku yang masih kental, mungkin karena kevirginanku, jemari lentik yang kumainkan terasa kesetseperti dua permukaan balon basah yang saling bergesekan..oughtak bisa kubayangkan begitu nikmatnya momenmomen seperti itu
2 detik menjelang pipis, aku sedikit menggelinjang dan tempeik sambil sepontan kepalaku yang terbalut jilbab menengadah ke atas dengan mata terpejam
ssssshhhhh!!!! Kenikmatan yang luar biasaaku terkulai lemassementara jemariku masih menelusup ke selasela kancing depan di balik jilbab lebarku tanganku basah kuyup karena lendir kewanitaanku.
Ukhti Leksianaanti ndak papa? sontak teguran itu membuatku terkaget dan salah tingkah, ternyata ukhti Leli mengira aku sakit karena pekikan kecil dan eranganku membuatnya heran.
Waktu itu, ia nampak anggun dengan potongan khas aktivis KAMMI, jilbab merah jambu sampai ke dada, atasan putih longgar, dan rok bluzz panjangsampai ke mata kaki.
Oh,Ukhti Leliengnggak papa kok ukhti, aku baikbaik aja sambil segera ku cabut tanganku dari balik jubah merahku
ohya sudah, bener kamu nggak papa?, tanyanya lagi..
bener ukhti nggak papa, tanpa sengaja kuseka dahiku dengan tangan yang basah kuyup oleh cairanku
oh tidak! pikirkuuntungnya dia tak sadar, mungkin dia mengira bahwa cairan itu adalah keringatkufiiuhhh! Eh, ukhti, tolong ambilkan selebaran di sekretariat ya30 menit lagi kita start longmarch dari depan kampus menuju perempatan kantor pos besaremmmdi sana udah ada Kak Feri, nanti kamu tanyakan saja sama diadia tahu koq tempatnya Seru Ukhti Leli padaku..
Apa..???! pikirku dalam hatiKak Feri baru saja kubayangkan sedang menjilati klitoriskuapa yang akan terjadi bila aku bertemu dengannya di ruangan yang sepi dan sempitDarahku mulai mengalir derasentah kenapa daerah sekitar kelangkanganku seolah berdenyutdenyut geli ingin dimainmainkanooh
Langkahku lemas menuju sekretariat. Pikiranku melayang menerawang jauh hingga halhal yang tidak mungkin aku lakukan dengan Kak Feri.
kacau! pikirkuTak terasa lamunanku mengantarku pada Kak Feri, di sekretariat KAMMI.saat itulah, pengalaman pertama yang tak akan mungkin aku lupakan.Perlu kalian ketahui wahai para pembaca yang budiman.
di tempat yang sama, dan momen yang hampir serupa, Seniorku bernama Ukhti Salma dan Akhi Ramdan (nama aku samarkan) mengalami hal terburuk dalam hidupnyaMereka dipergok sedang bersenggama di dalam sekretariat KAMMI yang sepiparahnya lagi, Ukhti Salma tak menanggalkan jilbab dan jubah lebarnya, lengkap dengan ikat kepala KAMMI yang sering kami gunakan untuk aksihingga akhirnya mereka dikeluarkan dari kepengurusan
Saat itu hampir jam 9 menjelang pemberangkatan longmarch anti kenaikan BBM. taganku dengan mangset berwarna putih membuka pintu sekretariat..Krekeeeeeeeek!
Assalamualaikum
Waalaikum salameh ukhti Leksianamari masuk, disuruh Ukhti Leli untuk ngambil selebaran ya? Sahut Kak Feri
emmmi..iya Kak aku tersipu, wajahku memerah, dan tak ada kata yang bisa kuucapkan
nih, ukhtiselebarannya Ia mengambil satu rim selebaran.. Akupun berusaha mendekati dan meraihnya, dan AAAAAHhh!!! sontak aku kaget karena tikus yang berlari melintas di bawah jubah merahku, spontan aku singkapkan hingga ke lutut hampir ke atas lutut! untung aku mengenakan stoking coklat muda, akupun sempat melihat mata Kak Feri yang membelalak melihat betisku yang terbungkus stoking
Suasana di sekretariat menjadi kacau, selebaran yang akan kuraih tercecer di lantai
Aduuhmmaaf Kak, aku, belum selesai kalimatku, Kak Feri menimpali..
Nggak papa ukhtya sudah Ana bantuin ya? Suasana menjadi hening, kami samasama merangkak di lantai memunguti selebaran yang tercecerhingga tak sengaja tanganku dan tangannya saling berpegangan
Namun anehnya, naluriku tak sedikitpun menarik genggaman tangan Kak Feri, begitu juga dengan kak Feri yang semakin erat menggenggam tangankuperlahan ia menatapku yang kerepotan memegang jilbab lebarku yang menjuntai ke lantai
Uhti., bibirku diam seribu bahasa, area kemaluan di balik jubah merahku yang ikut berdenyut, degup jantungku semakin berdebar kencang, cairan vaginaku yang belum mengering kini kembali dialiri lendir kewanitaanku
Perlahan tapi pasti, dengan posisi masih menungging di lantai, wajahku dan wajah kak Feri saling berdekatantangan kananku yang sempat memegang beberapa selebaran, kini beralih memegang jilbab rabbani warna hitam yang menjuntai ke bawah, aku dekapkan ke dada. Tak kusangka, bibir kak Feri mulai mencumbu bibir mungilkukecupan, pagutan, dan sedikit sedotan bibir kak Feri membuat nafsuku membludakpengalaman pertama mencium bibir lakilaki bahkan yang bukan muhrim, adalah satu hal yang paling dibenci kami sebagai aktivis kerohanian di kampus
emmmfffenghhsylurup suarasuara aneh bagiku seorang wanita yang masih mengenakan jilbab rabbaninya mulai membangkitkan nafsuku, Seorang Leksiana, tepatnya Putria Leksiana.
Dengan posisi masih menungging, ciuman penuh nafsu itu terus kami lakukan.. Seiring gairah kami yang semakin membara, aku rasakan denyutan di area kemaluanku di balik jubah ini telah membanjiri celana dalamku berwarna pink lengkap dengan rendarenda di sisinya. Kamipun perlahan duduk saling berhadapan tanpa melepas bibir kami berdua, tangan Kak Feri mulai berani memegang pundakku..
engggh! aku hanya pasrah menerima perlakuan kak Feri, begitu nikmat kurasa
oouh..emmh! kini perlahan tangannya mulai menyusup ke dalam balik jilbab rabbaniku, dia meremas payudaraku! payudara seorang gadis berjilbab, aktivis KAMMI yang loyalSylrup..! aku lepaskan bibirku darinya, mataku terpejam penuh nafsu, secara spontan kepala kutengadahkan ke atas
Nafas Kak Feripun semakin terengah penuh nafsuKini giliran tangan kanannya meremas payudara sebelah kiri ku, hingga kini tampak di balik jilbab rabbaniku tersembulsembul gerakan tangan Kak Feri yang begitu menggairahkan..
OuhhhKak Ferri.Eranganku semakin keras saat ada benda hangat menyentuh puting susukuAaaarghhh!!! Akhii!! Kak Feri OOOhIa terus memilinmilin puting susukuTak kusangka kancing jubah merahku sudah terbuka di bagian dada, dan kedua tangan Kak Feri menyelusup masuk ke dalam BHkuRangsangan yang belum aku rasakan sebelumnya ini telah membuatku gelap matanafsuku tak tertahan lagi, aku langsung mengemut jari telunjukku (bagai lolipop yang diemut anak kecil) sambil memejamkan mata.
Aku yang masih mengenakan jilbab robbaniku telah membuat Kak Feri gelap mata pulaSegera Kak Feri membenamkan mulutnya ke dalam payudarakuIa menyelinap ke balik jilbab Rabbanikukarena bentuk jilbabku yang lebar, membuat kepala Kak Feri yang sedang menyedot dan menggigitgigit payudaraku bersembunyi di balik jilbabkuaku bergelinjang kenikmatan, kedua tangankupun spontan menekan gundukan dibalik jilbabku yang itu adalah kepala Kak Feri yang tersembunyi di balik jilbab.. Oouhh..ouuhssshemmhAku bergelinjang menikmati gigitangigitan kak Feri di putingku yang masih mungil
Spontan posisiku aku rubah menjadi duduk di atas pangkuan Kak Feri yang kini duduk bersila, layaknya adegan Kama Sutra yang pernah aku lihat di internet, kedua tangan kak Feri memegang erat punggungku, sementara kedua tanganku memeluk erat kepala Kak feri memaksa agar semua payudaraku masuk dalam mulutnyaNamun, karena aku mengenakan jubah lebar, kepala Kak Feri yang tersembunyi dibalik jilbabku, sebagian kakinya yang bersila juga terhalang oleh jubah lebarku membuat aku seolah memeluk sebuah guling besar dengan eratnya
Basahnya kemaluanku yang langsung bergesekan dengan titit Kak feri di balik celana bahannya, membuat celananyapun terlumuri oleh cairan vagina LeksianaAku semakin gila, sambil memejamkan mata, akupun mencari sensasi sex dengan menggesekgesekkan kemaluanku di atas benda runcing yang tersembunyi di balik celananyaouuhnikmat sekali
10 menit berlalukepuasan Kak Feri menelan buah dadaku belum usaiia menatap sebentar ke arahkuaku yang masih terbalut jilbab yang sudah kusut ini, hanya menatap pasrah pada Kak Feri, dengan posisiku yang masih duduk di pangkuannya, tangan kanannya lalu membuka resleting celananya, dan menyingkapkan gundujan panjang di balik celana dalamnya yang seolah ingin melesat keluarCeng! jantungku berdegup kencang saat kak Feri berhasil mengeluarkan tititnya yang besar dan panjang dari himpitan celana dalamnya
Ouh! aku tempeik keras dan tak lama aku terkulai melihat ukuran titit Kak Feri yang begitu ngaceng dan kerasseolah terbiasa, tangan kananku mulai mengocokngocok batang besar itu
karena sudah licin oleh cairan vaginaku dan cairan pelumas milik Kak Feri akupun tak kesulitan mengocok batang licin ituKak Feri hanya mengerangdan mengerag..
oohssshUkhti dengan posisiku yang masih berpangku, tak jarang jubah lebarku menghalangi pemandangan indah ini, tangan kiriku lalu menyingkapnya hingga perut sementara tangan kananku mengocok batang Kak feri yang sudah panas dan berlendirsambil sesekali kugesekgesekkan ke celana dalamku yang sudah basah kuyupOughhKak Ferinikmatnya
Karena nafsu yang bergejolak di tubuhku, seorang wanita lengkap dengan jilbab rabbani dan jubah panjangnya, dan juga Kak Feri yang sedari tadi sudah tak karuan, lalu Kak feri mulai menyingkapkan celana dalamku tepat di depan lubang kemaluanku yang merah merekahooohhaku sudah tak sabar merasakan gesekan batang besar itu di dalam vaginaku yang selama ini kuimpikan
Posisiku masih berpangku padanya, dan Kak Feri dengan posisi bersila, ia mengarahkan batangnya pada lubang vaginakuakupun membantunya dengan mentyingkapkan jilbab lebarku dan jubah yang menghalangi masuknya batang Kak FeriPerlahan ia gesek2an batangnya pada permukaan vaginakuooughhkemaluanku selama ini yang hanya aku mainkan dengan jari jemari, kini benarbenar batang jalan tol mulai menyobek selaput kehormatankuooohh
Perlahan Kak Feri memasukkan ujung batangnya ke dalam lubang tempeku yang masih sempit dan sucidengan seksama dan mendebarkan kuperhatikan semuanya detikdemi detikawalnya sakit yang tak terbayangkan terasa olehku saat batang Kak Feri berusaha menyeruak lubang kehormatanku
ssshhAAAaawwKak Feri.!! Aku pun membantunya untuk memasukkan batang itu dengan menggoyanggoyangkan pinggul ke atas dan ke bawahhingga akhirnyaBlesss!!! cairan berwarna merah segar membasahi kelangkangan kami, denyutan di tempeku semakin kencang saja menjepit erat batang Kak Feriaku hanya bisa pasrahberahrap ini semua berakhir dengan indah
Karena ini pengalaman pertamaku, aku tak bisa lagi membendung kenikmatan yang di awal kubilang pipis, kini seluruh otot di selangkanganku mengejang berusaha menyemburkan cairan itu sekuat2nya dan crrt..crrtsambil memeluk erat Kak Feri hingga tersembunyi di balik jilbab lebarku
Ah!Ah..AAAaaaaaaah! Kakaku.lemes melihat kondisiku yang sudah melemas, batang kak Feri yang sedari tadi diam menikmati pijitan vagina dan semburan hangat tempe seorang wanita berjilbab, kini mulai menggerakkan teratur ke atas dan ke bawah
namun, kaerna ini pengalaman pertama Kak Feri, ia pun tak kuasa membendung kenikmatan ini terlalu lama, hingga buruburu ia cabut batang penisnya dan sambil mengocokngocok penisnya sendiricrooot..crooot..crooot..!!! aaaaahahhhh.semburan hangat sperma Kak Feri membuat jubah dan jilbabku belepotan cairan sperma, darah, kehormatanku, dansemuanyaAku terkulai lemas, perlahan aku pun tergeletak lemas dengan jilbab yang sudah kusut, dan jubah yang tersingkap hingga pinggulKak Feripun merasakan hal yang samaia tergeletak di atas tumpukan kertas selebaran yang akan dibagikan siang ini
Inilah pengalaman pertamakuawal kisahku dengan sexsaat itu aku tak ingat lagi apa yang terjadihanya saja Kak Leli menemukanku dalam keadaan tergeletak di lantai tanpa Kak feri.3 hari pasca Percintaan dengan kak Feri telah membuatku sakit, badanku panas, pikiranku terus saja tak lepas dari kejadian itu Kenikmatan yang kurasakan tak mudah aku lupakan.
Ukhti Leli yang selama ini membantuku membuatkan bubur dan membelikan obat di kosku. Selangkanganku terasa perih, tapi selalu berdenyut2 dan seolah ingin melakukan untuk kedua kalinya.
tapi tak mungkin pikirku. Saat pikiran itu datang, tanganku seolah refleks untuk mengarah pada selangkanganku tapi kucoba untuk memainkan seperti biasa, rasanya ngilu bercampur geli. Akhirnya aku gunakan baby oil milik Ukhti leli yang biasa ia gunakan. aku nggak ngerti baby oil itu digunakan untuk apa oleh Ukhti leli.
Aku tumpahkan sedikit ke telapak tangan, lalu aku masukkan tanganku ke dalam selimut yg kupakai. Sambil setengah duduk (bersandar pada bantal di tembok), aku mengangkangkan kakiku seperti posisi seorang wanita yang mau melahirkan rasa ngilu yang tadi kurasakan kini hilang
emmmh sambil memejamkan mata membayangkan batang kemaluan Kak Feri yang besaroooughgeli, nikmat, entah katakata apalagi untuk menggambarkan betapa nikmatnya posisi itu
klitorisku terus ku pilin2 dan sesekali menekan..di dalam kamar aku hanya mengerang dan menggeliatgeliat,
ouhssshh..awennnghhh aku semakin gila, semakin kurasa ingin pipis, aku mempercepat gerakankudan oh!oh!..aah!ssshhh!spontan aku ambil guling sementara tangan kananku terus mengocok klitoriskuaku peluk eraterat gulingku dan..
ah!ah!..aaaahhh! 5 menit ternyata cukup membuatku orgasmeaku terkulai lemaskarena kondisiku yang tidak fit, aku pun tertidur dengan posisi kaki masih mengangkang sementara guling berada di pelukanku
selimut yg kupakai agak tersingkap di bagian lutut, sehingga bila dilihat dari arah kaki, tentu saja selangkanganku akan terlihat jelas dengan rok panjang yang kukenakan
hhmmmhhh. aku menarik nafas panjang dan tertidur pulas.
2 jam berlalu aku tertidur pulas, jam menunjukkan pkl.11 siang, aku terbangun dengan kondisi acakacakan, selimut sudah tak menutup lagi badanku, rok panjang yang kukenakanpun tersingkap ke bagian pinggul, waktu itu aku tak memakai celana dalam..
Ya ampun..! spontan aku melihat ke jendela yang terbuka, dan
mudahmudahan nggak ada yang liat pikirku.
Aku bergegas mandi, setelah selesai menyegarkan badan biasanya aku langsung mengenakan jilbab rabbaniku berwarna putih berpadu pink, jubah berkancing depan dengan motif bunga2 kecil, dan celana dalam berenda warna pink kesayanganku kali ini aku singkapkan jubahku dan celana dalamku untuk melihat area kesayanganku, kehormatanku, my pinky area aku perhatikan,
lubangnya masih sempit pikirku. berharap agar kejadian itu tak terulang kembali.
Akupun bergegas meninggalkan kos, menuju kampus. Tepat jam 1 siang, aku ada kuliah ekonomi manajemen waktu itu. Singkat cerita, setelah perkuliahan usai sekitar jam 15.30 ada dering sms masuk ke HPku
Oh tidak!kak Feri Pikiranku langsung melayang tak jelas, teringat kembali memori itu.
ohh.. ku buka sms darinya..isinya kurang lebih begini,
Ass,Ukhti Af1 ganggu, aq tw km gamau bc sms driq, tp tlg sekali ini saja di depan toilet lantai 3 Fakultas Pertanian..jazakillah
Jantungku berdegup kencang setelah kubaca sms itu, selain isinya yg mengajak bertemu, juga tempatnyamengapa kak Feri mengajak bertemu di tempat yang sepi oh pikiranku berkata tidak, tapi hatiku seolah menuntunku untuk pergi kesana
Apakah akan terulang lagi..? pikirku.
Dua lantai aku lewati, sampailah aku di tempat perjanjian. Selain waktu sudah sore, memang tempat ini jarang dikunjungi mahasiswa karena sedikit sekali mahasiswanya, di samping memang kondisinya yang tidak terawat. Di kejauhan terdengar sorak sorai orang sedang bermain basket, namun, rindangnya pohon Mahoni umur ratusan tahun menutupi tempat itu..
Awalnya aku takut, karena tak ada siapapun disini,
Apa kak Feri terlanjur pergi dari sini? Akupun memberanikan diri tuk memanggilnya,
AssalamualaikumKaaak? kak FeriKakak di mana? sambil celingukan aku mencarinya tibatiba
Aaaahhh! mmmffff..!!! Aku sontak kaget! badanku tak bisa bergerak, sebuah tangan menutup mulutku, sementara tangan yang lain memelukku dari belakang! Pikiranku mulai kalut, air mata mulai mencair dari mataku
sementara aku berusaha merontarontaJilbab dan jubahku kusut tak karuan.
ssshssshUkhti, ini akuKak Feri bisik orang itu.
lalu perlahan aku menoreh ke belakang, pelukan dan cengkeraman tangannyapun mulai dilepaskansetelah kuyakin perkataannya benar, aku hanya menarik nafas panjang..dengan ngosngosan aku berkata padanya
hhmmhhKak Ferimaksudnya apa???
Iya Ukhti, sabarafwan kalo caraku kasaraku hanya ingin bicara Sebelum mulutku bicara, kak Feri sudah memotongnya,
pertamaaku minta maaf atas kejadian itu, kedua aku ingin bertanggungjawab, ketiga aku tak bisa meninggalkan kuliahkuke empat, aku menyukaimu ukhti Mendengar perkataan itu, aku hanya diam seribu bahasa, aku tertunduk layu
tak lama tangannya mengangkat dahuku, akupun sedikit kaget karena wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku, danemmmfffmmmhclep..clpot bibirnya segera membungkam bibir mungilkuAneh, aku tak menolaknya, my pinky area di balik jubahku mulai berdenyutdenyut meminta untuk diperlakukan adilAku hanya memejamkan mata menikmati ciuman dan cumbuan Kak Feri Cerita Bokep
emmh..mff.. Begitu terangsangnya aku sehingga aku memeluk pundaknya dan ia menarik pinggulku ke arahnyaooughterasa sekali gundukan batang Kak feri di balik celana bahannyasilatan lidah kak Feri membuatku melayang, karena belum pernah aku diperlakukan seperti itu, apalagi bagiku, seorang koordinator pengkaderan KAMMI komsat kampus yang masih lengkap mengenakan jilbab robbaniku dan jubah panjangku
5 menit berlalu, ciumanpun semakin panas, tanganku beralih ke kepalanya, berusaha untuk menekan lebih dalam ke dalam mulutkusementara kedua tangan Kak feri mulai menarik ke atas jubah panjangku. Seperti salah satu adegan di film Ghost, saat kedua insan sedang menikmati sex
Tak terpikirkan olehku, aku bercinta untuk kedua kalinya dengan tetap mengenakan jilbab robbani dan jubahkusaat itu, posisi kami masih berpelukan, kak Feri mendorongku ke arah tembok, hingga aku tersandar pada tembok yang lembab. Lumut2 hijau mulai menempel dan mengotori jilbab putih kunamun, semua itu hilang, terkalahkan oleh sensasi ciuman dan silatan lidah Kak Feri yang seolah ingin menyedot lidahku ke dalam mulutnya
ooughemmmmhssshhh! perlahan tapi pasti, pinggul, paha, dan betisku yang terbalut stoking berwarna krem terpampang sudah,
tak mau ketinggalan, tangan kananku secara refleks menurunkan resleting celana Kak feri dan berusaha mengeluarkan batang kemaluan Kak feri yang sering aku bayangkan saat bermasturbasioogh
Besar sekali Kakbisikku padanya, awalnya aku kesulitan untuk mengeluarkannya, namun, dengan bantuan Kak Feri akhirnya aku bisa mengeluarkan ayam jagoku dari sangkarnya
kini mengacung sebuah batang besar di hadapanku Kini giliran kak Feri yang menyelinap masuk ke dalam celana dalam pink ku yang sudah basah sejak aku menaiki tangga pertama
Ooughahhh kak Feri seperti sudah lihai memainkan klitoriskudipilin2nya benjolan kenikmatan itusesekali ia tekantekanoouhhsensasinya begitu membuatku melayangspontan aku menengadahkan kepalaku ke atas sambil memejamkan mataposisi itu tak disiasiakan Kak Feri, tangan kanannya menyingkap jilbab robbaniku dan ia mulai mengecup dan menyedot leherkuaawhhh..betapa geli bercampur nikmat yang kurasakanaku hanya tertawa geli nan centil sambil memukul2 ke pundak Kak Ferilebarnya jilbab Robbaniku membuat kepala kak Feri tersembunyi di balik Jilbabku
aku hanya bisa menikmati permainan jemari kak Feri di Klitorisku, dan silatan lidahnya di leherku, apalagi sesekali dia menggigit dan menyedot lehet dan di bagian belakang telingakuseolah kak Feri ingin menyedot semua keringat yang keluar dari leherku
oohkak Feriiiihkak Ferikakoough..
Kemaluanku mulai banjir dan lengket, kak Feri semakin berani memasukkan jarinya ke dalam lubang kemaluanku, tempat biasa aku pipisoouhdia menggelitik2an jarinya di dindingdinding vaginakuoouhemmhaku hanya bisa merasakan nikmat yang tak terhingga dan aku menjepit erat tangan yang masuk ke selangkangankuoouhhdan
kakaku maupipiiiisss.. dan crrr!crrret..! ah!ah!sssh! aaahhhmmm aku peluk erat kak Feri
kamu capek ukhti..? tanyanya, aku hanya menggeleng2kan kepala walau keringatku sudah membasahi jilbab robbani dan jubahku
lalu kak feri mengeluarkan jemarinya dan menggendongku, namun, tangannya memangku pada pangkal kedua lututku sehingga posisiku mengangkang namun kakiku tak mendarat di lantai. Tentu saja, posisi itu membuat lubang tempeku ternganga jelas. Akupun bingung..
mau kau apakapakan aku akhi? pikirku
Entahlah, tanganku mulai spontan menyingkapkan celana dalamku tepat di bagian depan lubang pipisku, dan kak Feri mulai menggoyanggoyangkan pinggulnya sambil mengarahkan batangnya ke tempeku akupun membantunya dengan menyingkapkan jubahku yang lebar yang menghalangi jalan masuknya ayam jagoku ke dalam lubang pipiskulubang pipisku semakin senutsenut, karena baru satu kali dimasuki batang Kak Feri, maka otomatis lubangnyapun masih mungil.. area kemaluankupun berubah menjadi merah muda kegelapan. Seolah semua darah bekumpul di sana. Tak lama kemudian, batang kemaluan Kak Feri berhasil masuk..blessskamipun berdua tempeik
Aaargghh lalu dengan nafas terengahengah kak Feri mengayunayunkan tubuhku ke arah atas, menyesuaikan masuk keluarnya batang kemaluannya yang kini sudah bersembunyi di balik jubah tempeku
OoohemmmhaaawsssshhKak Feri.gesekangesekan yang begitu terasa, seperti dua permukaan balon basah yang saling bergesekan, Sejak awal, aku terus digendong Kak Feri, aku hanya pasrah sambil memegang jubah panjangku agar tak menghalangi kemaluan kak Feri jilbabku sudah kotor dengan lumut, jubahkupun sudah kusut tak karuan aku tak peduli, bunyi cepakan dari kemaluanku yang semakin membuatku terangsang hebat
cepakcepakcepakplokplokplok! Semakin lama semakin nikmat, kak Feri semakin mempercepat goyangannya, hahhahhh..emmmh Kak Feri mulai meracaudan
kakaku pipislagi! sambil memeluk erat ke pundak kak feri akupun orgasme
crrrt..crrrt..crrt.. aku lemas, tinggal kak feri yang batangnya semakin panas terasa olehku
Ayo kakayo keluarin akhi. kak Feri semakin meracau
hahhh..emmmhUkhtiaaaaaarrgggghhhh!!! !1″ croootcrooot..croooot.tiga kali semburan hangat yang kurasakan di dalam tempekuoooh, kak feripun menghentikan goyangannya hingga kakiku kini menginjakkan di lantai, perlahan jubahku menjuntai ke bawah sampai mata kakiku
sementara jalan tol kak Feri berangsursngsur lemas keluar dari lubang pipisku
Kak ferijanji akan bertanggung jawab setelah kuliah? sambil kupeluk tubuhnya..
Aku janji ukhti jawabnya terengahengah
Waktu menunjukkan jam 4.30 sore, saat langit mulai menghitam. toilet dan bekas jilbabku di tembok berlumut itu menjadi saksi bisu percintaanku dengan kak Feri. namun hingga kini, kak feri tak jua menyelesaikan kuliahnya Sejak percintaan itu, aku mulai membatasi komunikasi dan pertemuan dengannya. Khawatir Ukhti Leli tau, aku hanya bermasturbasi di kamar kos jika kangen masamasa itu hingga sekarang hayalanku jadi semakin terasa riil

Post Terkait