cerita dewasa

Cerita Sex Akhirnya Aku Berhasil Juga

Kebahagiaanku yang kedua, saat 2 tahun kemudian putriku yang kedua diwisuda. Hampir setahun dia bekerja, kemudian dia dipersunting oleh pemuda gagah tampan, juga dari seberang yang bekerja di kota kami. Agar aku tidak kesepian dan mereka juga tidak mengeluarkan uang banyak, mereka pun dengan senang hati menerima tawaranku. Mereka tinggal dan menetap di rumahku. Kami tinggal bersama.

Kamar kami bersebelahan. Terlalu sering aku mendengarkan desahan desahan kenikmatan dari putriku. Mulanya aku risih juga, tapi dalam usiaku ke 39 tahun, lamalama aku menimati desahan nimat putriku yang entah diapakan oleh suaminya Boby yang memang gagah, tinggi dan kelihatannya perkasa.

Saat pagi Boby keluar dari kamar madi (hanya kamar tidurku yang meiliki kamar mandi) dia melilitkan handuk di tubuhnya. Senyumnya yang manis pagi itu mendebarkan hatiku. Terlebih tadi malam aku mendengar desahan dan rintihan nikmat dari putri bungsuku.

Saat itu juga kemaluanku berdenyutdenyut. Gila. Aku kan mertuanya? Andaikan orang lain, aku akan merayunya sampai bisa menaklukkannya. Walau usiaku sudah 39 tahun, tapi aku yakin tubuhk masih sintal dan masih menarik dari sisi seksualitas. Banyak mata lelaki jalang menatap bodyku. Banyak suitan dan ucapan merayu dan bahkan banyak yang harus menelan air liur mereka, bila aku melintas dekat mereka.

Baca Juga: Ibu pacarku dan tante girang

Lalu bagaimana dengan Boby menantuku? Kenapa tibatiba aku menginginkannya, setelah mereka tiga bulan tinggal di rumahku? Kenapa pula aku selalu menanti derit ranjang mereka di kamar sebelah. Kenapa pula aku menantikan suara rintihan dan desahan nikmat dari putriku sendiri dan mebayangkan bagaimana mereka melakukan persetubuhan? Apakah aku sudah gila? Tidak, ini tidak boleh terjadi.

Tapi semakin aku berusaha menahan gejolak diriku, demikian pula aku merasakan betapa keinginan itu membubung tinggi di awangawang yang jauh. GIlakah aku? Masih normalkah aku? Dari sisi agama mungkin tidak. Dari sisi seksualitas, aku masih 39 tahun dan suadh 11 tahun menahankan diri untuk tidak disentuh oleh lakilaki.

Saat kami sarapan pagi bersama di meja makan, aku mendengar celotehan mereka dan putriku demikian manja kepada Boby. Duh kenap aku jadi cemburu? Bukankah wajar saja pengantin baru dan kemudian seorangisteri memanjakan dirinya kepada suaminya dan suami memberikan kemanjaan kepada isterinya? Cepat aku menyelsaikan sarapanku, kemudian meningalkan mereka. Aku mengambil kesibukan lain seperti menata bungabunga di pot serta mengguntingi dedaunannya.

Saat mereka mau berangkat bekerja, mereka menyalamiku dengan takzim, cium tangan. Saat Boby mencium tanganku, kemudian tak sengaja bibirnya terkena ke ujung jariku, langsung hatikui bergemuruh, kemudian nafsuku bergelora. Duh Gusti. Tolong aku, jangan sampai aku mencintai menantuku sendiri. Tolonglah agar nafsu yang bergejolak ini bisa aku redam.

KUhabiskan waktuku memasak untuk makan siang kami kemudian kucari berbagai kesibukan lainnya. Baru saja aku hampir menyelesaikan pekerjaanku, tibatiba Boby menyapaku dan dia sudah berada di depanku. Langsung dia mendorong gerbang dan membukany alalu masuk ke rumah.

Lho.. kok cepat pulangnya? kataku.
Tidak bu hanya ada sesuatu yang ketingalan dan harus aku ambil, katanya bergegas melintasku.

Saat itu kami bersenggolan. Duh tetekku tersenggol oleh tangannya dan kebetulan tadi aku memang membuka braku, karean aku merasa gerah saat aku baru saja pulang belanja. Ketika aku mau buang sampah ke bak sampah di depan ruamh, saat itu Boby ada di depan gerbang.

Aku mengikutinya ke dalam rumah.

Tumben pagi ini ibu cantik sekali, katanya sembari tersenyum.
Apa benar ibu masih cantik? tanyaku mengikuti seloronya yang aku anggap adalah seloro.
Masih cantik lho bu. Bahenol lagi. Tubuh ibu lebih padat dan lebih berisi dari tubuh Niniek, katanya memujiku.

Mungkin sja apa yang dikatakannya itu benar. Nineik putriku memang tidak montok, bahkan tubuhnya juga kurang padat.

Saat itu aku tidak mengerti, kenapa pula aku mengikuti pembicaraan yang seperti itu.

Menurut kamu bagian mana dari tubuh ibu y ang menarik?:
Menurutku, semua, BU. Pantat ibu masih cukup padat. Tadi aku tersenggol tetek ibu, juga masih terasa kenyal, katany sembari tersenyum. Aku menjadi malu.

Aku diam dan tertunduk, walau aku tersenyum simpul secara sembunyi juga.

Bibir ibu juga sangat sensual, aku sebenranya menginginkannya, Bu, katanya tegas.

Aku gemuruh. Gemetar dan aliran darahku berdesirdesir. Saat aku mendongakkan wajahku, saat itu juga Boby langsung menangkap tengkukku dan kemudian dan mengecup bibirku dan memelukku. Aku terkesima, seperti aku tersihir. Kenapa sejak beberapa hari lalu aku sangat menginginkannya, tapi saat ada peluang, justru Boby sendiri yang memulai, aku malah menjadi kaku?

Melihat aku tidak bereaksi, Boby melepaskan pelukannya dan segera keluar rumah sembari menutup gerbang dan menctarter motor bebeknya. Saat mau bernagkat, dia sembpat tersenyum manis dan mengedipkan matanya sebelah untukku. Aku membalas dengan senyum. Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

Aku kembali ke dapur untuk meneruskan memasak. Terus terang aku tidak konsentrasi. Aku masih merasakan bibir Boby lengket di bibirku dan dan aku masih merasakan saat dipeluknya, tetekku menempel di dadanya. Aku masih merasakan tetekku nempel di dadanya yang hangat. Haruskah

Aku masih mendengar suara sepeda motor Boby. Setelah dia jauh, aku pun menyadarinya, akalu aku sangat terangsang dicium dan dipeluknya, terlebih saat terasa gesekan tetekku di dadanya.

Cepat aku memakai dasterku, kemudian aku keluar kamar. Aku tidak memakai Bra dan celana dalam. Aku menegerjakan sesuatu di dapur, namun aku tetap terbayang pada kecupan bibir Boby menantuku dan pelukannya yang membuat tubuhku membara. Kenapa tadi aku diam saja dan tidak memberikan perlawanan apaapa?

Tibatiba saja rasa maluku hilang, karena desakan libidoku yang membuncahbuncah. Aku segera menekan tutstus HP ku dan mjenunggu Hp diangkat. Da ah. Dadaku gemeretar, karena tibatiba HP diangkat das terdengar suara demikian merdu dan lembutnya.

Hallo mama sayang

Duh merdunya suara menantuku dan merayu. aku sadar kalau aku sedang dirayu, tapi aku membutuihkannya. Membutuhkan rayuan, membutuhkan seks dan bahasa kasarnya, aku membutuhkan jalantol.

Hayo, kembali dong kataku seperti memelas.
Hahahahahahahaha sudah kuduga, Mama pasti membutuhkan aku. OK aku segera tiba. Tidak sampai 5 menit, katanya.

Duh dia sudah pergi lebih dari 15 menit, tapi kenapa bisa kembali bisa hanya 5 menit? Akankah dia ngebuit sekencangkencangnya.

Benar, bahkan tidak sampai 5 menit, dia sudah kembali dan langsung memasukkan sepeda motornya ke dalam rumah. Dia tersenyum nakal dan penuh nafsu, tapi entah kenapa aku menyukainya. Setelah dia menutup pintu rumah dan menguncinya dengan aman, dia serbu aku. Langsung dia memelukku dan mengecup bibirku. Aku hanya mampu memebalas pelukannya yang kuat dn menerima lidahnya bermain di rongga mulutku.

Kancingkancing dasterku sudah lepas, kemudian disusul lepasnya pakaianku berceceran di lantai. Aku sudah bugil. Seluruh tubuhku, tidak lagi yang menghalangi pemandangan mata, bahkan tidak bisa lagi menghalangi, jika sesuatu menusuknusuk kemalauanku.

Boby juga dengan segera melepaskan pakaiannya dan bugil sepertiku. Duh tubuhnya yang atletis dan kontolnya yang megacung dan mencari sesuatu.

Ayo cepat. Sebentar lagi aku akan menjemput isteriku mama sayang, katanya.

Dia tangkap tengkukku dan dituntunnya mulutku untuk mengulumngulum kontolnya dan Pepekku menjadi basah. Aku tak tau lagi harus berbuat apa ketika itu. Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

Dengan mudahnya, Boby mengangkat tubuhku, saat sedikit pantatnya duduk di kursi makan. Kedua pahaku sudah mengangkang, karena kedua betisku bnerada di sudut siku tangannya, sedang kedua telapak tangannya memgang buah pantatku. Kontolnya yang menegang, dia kenakan ke lubangku dan setelagh ujung kontiol itu menempel di lubangku, tubuhku pun diturunkanya dan jalantol besar dan panjang itu, langsung menusuk Pepekku yang sudah basah.

Tangannya yang kekar menarik majumundurkan pantatku, hingga kontolnya keluar masuk di dalam lubangku. Huuuuhhhh Pepekku benarbenar sudah basah dan becek. Nafasku terengahengah menahankan kenikmatanku. Aku jadi tak perduli pada diriku sendiri. Aku bukan ibu mertua lagi. Bukan wanita terhormat yang operlu disegani lagi. Aku sudah menjadi LONTE sekarang. Tapi aku tak perduli, karean aku membutuhkannya dan sangat membutuhkannya. Tak perduli Boby adalah menantuku. Dia adalah seorang lakilaki perkasa yang selama mereka tinggal di rumahku, aku sangat menginginkannya.

Aku tak mampu mengimbangi kocokannya. Yang kulakukan memeluk tengkuknya kuatkuat dan kubenamkan kepalaku di lehernya. Aku mendesahdesah dan merintihriontih kecil.

Aku sudah sampai sayang. Aku lemas, kataku berbisik dan merengangkan pelukan di tanganku.
Sabar aku akan keluarkan kepuasanku, katanya menidurkan diriku di atas meja makan, lalu dia mempompa diriku dengan kuat dan cepat, sampai spermanya muncrat di dalam tubuhku.

Kami berpelukan sejenak dan dia membelai kepalaku. Indahnya perasaanku, diperlakukan seperti gadis remaja tingting/ DImana perempuan seusiaku, diperlakukan seperti yang diperlakukan olehj Boby pada diriku. Indah sekali perasaanku. Kami pun membersihkan diri dan berpakaian. Boby buruburu berpakaian dan merapikan rambutnya. Dengan kecupan di pipiku dia keluar dan menstarter sepeda motor bebeknya, lalu pergi.

Bahagia sekali perasaanku. Aku pun makan siang dan tidak menunggu mereka lagi. Usai makan siang, aku rebahan di tempat tidur, sembari mengenangkan kejadian tadi. Semakin aku mengenangkannya, aku menjadi horni dan aku ingin diperlakukan seperti tadi. Ingin aku memanggilnya kembali, tapi aku malu hati.

Tibatiba anakku menghubungiku via HPnya dan mengatakan dia mungkin pulang malam dan diantarkan oleh mobil kantor. Akua menjadi gembira, berarti aku akan bisa berhubungan lagi dengan Boby. Cepat aku menetakan nomor Boby. Saat aku mau menekan nomor terakhir Boby sudah menghubungiku seperti tertera dalam layar HP.

Hallo, kataku manja. Kok aku bisa bermanja ya? Aneh juga rasanya.
Hallo mama sayang. Gimana, Nikmat gak.
Nikmat sekali sayang.
Masih mau?
Tentu dong. Andaikan kamu berada di sini sekarang, aku ingin kita mulai lagi, kataku tanpa sungkan dan ragu.
OK aku segera datangt. Aku harap, mama menyambutku dalam keadaan telanjang. Membuka pintyu dengan telanjang dan semuanya dengan telanjang, katanya merayu.
OK! kataku pula dengan mantap.

Begitu HP terputus, aku langsung melepaskan semua pakaianku adan aku berbugil ria di rumahku. LKIma menit kemudia, aku mendengar suara klakson sepeda motor bebek dan aku mengenalnya, dia adalah Boby. AKu membujka pintu dan melongokkan kepalaku tak berani keluar dari balik pintu. Bobyg mengertio, kalau aku sudah bugil. Dia tersenyum Nakal dan memasukkan sepeda motor ke dalam rumah.

Setelah berada dalam rumah, aku langsung menutup dan mengtunci pintu. Boby mematikan mesin kenderaan dan melapas pakaiannya dan melemparnya di lantai. AKu langsung menyerbu dan menubruknya dan memeluknya. Kami berpelukan, sepertinya aku masih berusia 16 tahun. Boby langsung mehecup bibirku dan meremasremas tetekku. Benar, tetekklu tidak kencang lagi, tapi tidak molor seperti tetek perempuan seusiaku.

Kami saling pagut dan saling memuaskan diri. Tubuhku dijilat dengan lembut. Dibagian mana tubuhku dijilati, dibagian itu pula aku menjilati tubuhnya. Sampai akhrinya aku sudah tidak mampu lagi menahankan siksaan. Kutolak tubuh Boby di lantai dan aku menaiki tubuhnya dari atas. Kuarahkan kontolnya ke dalam lubang vaginaku, lalu aku meliukliukkan tubuhku di atas tubuhnya. Puting tetekku, tergesekgesek di atas dadanya dan aku menjuiklati lehernya. Buah pantatku di remas kuat oleh Boby dan membantuku untuk memutarmutar lubang Pepekku.

Aku pun tak tahan lagi dan menjepit kedua kakiku ke bagian mana saja di tubuh Boby dan aku melepaskan nikmatku. Seeerrrrrrr. sesuatu berdesir keluar dari lubang memekku. NImmat sekali rasanya. Saat iotulah Boby langsung membalikkan tubuh kami dan aku berada di bawah, lalu kami pun saling berhimpitan. Kami saling rankul dan.

Post Terkait