Cerita Dewasa

Cerita Pesta Seks Tukar Pasangan di Villa

Ini merupakan 2 pasang kekasih yang melakukan pesta seks disebuah villa, melampiaskan hasrat birahinya mereka pun bertukar pasangan untuk mendapatkan sensasi yang luar biasa, kenikmatan yang dirasakan pasangan muda yang masih pacaran yang akan menjadi cerita indah dalam hidupnya. Selengkapnya, simak kisahnya dibawah ini!

Pagipagi benar handphoneku sudah bunyi. Aku sedikit kesal dan malas bangun dari tempat tidurku. Tapi bunyinya itu tidak kurang keras, aku malah tidak bisa tidur lagi. Akhirnya aku paksakan juga berdiri dan lihat siapa yang call aku pagipagi begini. Eh, tidak tahunya temanku Vivie. Aku sedikit ketus juga menjawabnya, tapi langsung berubah waktu aku tahumaksudnya. Si Vivi mengajakku ikut bareng cowoknya ke vilanya tidak terlalu jauh dari tempatku.Aku sih setuju sekali sama ajakan itu, terus aku tanya, apa aku boleh ajak cowokku. Si Vivi malah tertawa, katanya ya jelas dong, memang harusnya begitu. Rencananya kami bakal pergi besok sore dan kumpul dulu di rumahku.

Singkat cerita kami berempat sudah ngumpul di rumahku. Kami memang sudah saling kenal, bahkan cukup akrab. Alf, cowoknya Vivie teman baik Ricky cowokku. Oh ya, aku belum mengenali aku sendiri ya, namaku Selvie, umurku sekarang 17 tahun, samasama Si Vivie, Ricky cowokku sekarang 19 tahun, setahun lebih tua dari Alf cowoknya Vivie. Oke, lanjut ke cerita. Kami berempat langsung cabut ke villanya Vivie. Sekitar setengah jam kami baru sampai. Aku sama Vivie langsung beresberes, menyimpani barangbarang dan menyiapkan kamar. Ricky sama Si Alflagi main bola di halaman villa. Mereka memang pecandu bola, dan kayaknya tidak bakalan hidup kalau sehari saja tidak menendang bola.

Villa itu punya tiga kamar, tapi yang satu dipakai untuk menyimpani barangbarang. Mulanya aku atur biar aku sama Vivie sekamar, Ricky sama Alf di kamar lain. Tapi waktu aku beresberes, Vivie masuk dan ngomong kalau dia mau sekamar sama Si Alf. Aku kaget juga, nekad juga ini anak. Tapi aku pikirpikir, kapan lagi aku bisa tidur bareng Si Ricky kalau tidak di sini. Ya tidak perlu sampai gitugituan sih, tapi kan asik juga kalau bisa tidur bareng dia, mumpung jauhdari bokap dan nyokapku. Hehehe, mulai deh omesku keluar. Oke, akhirnya aku setuju, satu kamar buat Alf dan Vivie, satu kamar lagi buat Ricky sama aku.

Baca Juga: Kisah Cinta Dengan Ibu Hana

Soresore kami makan bareng, terus menjelang malam, kami bakar jagung di halaman. Asik juga malammalam bakar jagung ditemani cowokku lagi. Wah, benarbenar suasananya mendukung. Hehehe, aku mulai mikir yang macammacam, tapi malu kan kalau ketahuan sama Si Ricky. Makanya aku tetap diam purapura biasa saja. Tapi Si Vivie kayaknya memperhatikan aku, dan dia nyengir ke aku, terus gilanya lagi, dia ngomong gini, Wah.. sepertinya suasana gini tidak bakalan ada di Bandung. Tidak enak kalau dilewatin gitu saja ya. Aku sudah melotot ke arah dia, tapi dia malah nyengirnyengir saja, malah dia tambahin lagi omongannya yang gila benar itu, Alf, kayaknya di sini terlalu ramai, kita jalanjalan yuk! Aku sudah tidak tahu harus apa, eh Si Alf juga samanya, dia setuju sama ajakan Si Vivie, dan sebelum pergi di ngomong sama Ricky, Nah, sekarang elu harus belajar bagaimana caranya nahan diri kalau elu cuma berdua sama cewek cakep kayak Si Selvie. Aku cuma diam, malu juga dong disepetsepet kayak gitu.

Aku lihati Si Alf sama Si Vivie, bukannya jalanjalan malahan masuk ke villa. Aku jadi tidak tahu harus ngapain, aku cuma diam, semoga saja Ricky punya bahan omongan yang bisa diomongin. Eh, bukannya ngomong, dia malah diam juga, aku jadi benarbenar bingung. Apa aku harus tetap begini atau nyarinyari bahan omongan. Akhirnya aku tidak tahan, baru saja aku mau ngomong, eh.. Si Ricky mulai buka mulut, Eh.. kamu tidak dingin? Duer.. Aku kaget benar, tidak jadi deh aku mau ngomong, sebenernya aku memang mau ngomong kalau di sini itu dingin dan aku mau ajak dia ke dalam. Tapi tidak jadi, aku tidak sadar malah aku gelenggeleng kepala. Ricky ngomong lagi, Kalau tidak dingin, mau dong kamu temenin aku di sini, lihat bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu lihat..! Ricky tibatiba teriak sambil menunjuk ke langit. Akukontan berdiri kaget sekali, bukan sama bintang jatuhnya, tapi sama teriakan Si Ricky, aduh.. malu benar jadinya. Ricky ikutan berdiri, dia rangkul aku dari belakang, Sorry, aku tidak punya maksud ngagetin kamu. Cuma aku seneng saja bisa lihat bintang jatuh bareng kamu.Aku cuma bisa diam, tidak biasanya Ricky segini warmnya sama aku. Dia malah tidak pernah peluk aku seerat ini biasanya. Aku tengok arlojiku, jam 11.00 malam. Kuajak Ricky ke dalam, sudah malam sekali. Dia setuju sekali, begitu masuk ke villa kami disambut sama bunyi pecah dari lantai atas. Kontan saja kami lari ke atas melihat ada apa di atas. Ricky sampai duluan ke lantai atas, dan di nyengir, terus dia ajak aku turun lagi, tapi aku masih penasaran, memang ada apa di atas. Waktu aku mau ketuk pintu kamar Vivie, tibatiba ada teriakan lembut, Aw.. ah.. pelanpelan donk! Gila aku kaget setengah mati, tapi tanganku sudahkeburu ngetuk pintu. Terus kedengaran bunyi gedubrakgedubrak di dalam. Pintu dibuka sedikit, Alf nongol sambil nyengir, Sorry, ngeganggu kalian ya? tidak ada apaapa kok kami cuma..Aku dorong pintunya sedikit, dan aku lihat Si Vivie lagi sibuk nutupi badannya pakai selimut. Dia nyengir, tapi mukanya merah benar, malu kali ya. Aku langsung nyengir, Ya sudah, lanjutin saja, kami tidak keganggu kok.

Terus aku ajak Ricky ke bawah. Ricky nyengir, Siapa coba yang tidak bisa nahan diri, hehehe. Tibatiba ada sandal melayang ke arah Ricky, tapi dia langsung ngelak sambil nyengir, terus buruburu lari ke bawah. Aku ikutikutan lari sambil ketawaketiwi, dan kami berdua duduk di sofa sambil mendengarkan lagu di radio. Tidak lama kedengaran lagi suarasuara dari atas.Aku tidak tahan dan langsung nunduk menahan ketawa. Gila, bisabisanya mereka berdua meneruskan juga olah raga malamnya, padahal sudah jelasjelas kepergok sama kami berdua. Eh, di luar dugaan aku, Ricky bediri dan mengajakku slowdance, kebetulan lagu di radio itu lagu saat Ricky ngajak aku jadian. Aku jadi ingat bagaimana degdegannya waktu Ricky ngomong, dan bagaimana aku akhirnya menerima dia setelah tiga bulan dia terus nunggui aku. Ricky memang baik, dan dia benarbenar setia menungguiku.

Selesai dance, Ricky tanya lagi, Eh kalau mereka berdua ketiduran, aku tidur dimana? memang tidur sama barangbarang? aku malu sekali, bagaimana ngomongnya. Tapi akhirnya akubuka mulut, Kita.. kita tidur berdua. Wah lega sekali waktu omongan itu sudah keluar. Tapiaku takut juga, bagaimana ya reaksi Si Ricky. Eh tahunya dia malah nyengir, Oke deh kalau kamu tidak masalah. Sebenernya aku juga sudah ngantuk sih, aku tidur sekarang ya. Aku jadi salah tingkah, Ricky naik ke lantai atas dan tidak sengaja aku panggil dia, Eh.. tunggu! Ricky berbalik, dia nyengir, Oke.. oke.. ayo naik, tidak bagus anak cewek sendirian malammalam gini. Aku sedikit canggung juga sih, baru kali ini aku tidur seranjang sama cowok, tapi lamalama hilang juga. Kami berdua tidak ngapangapain, cuma diam tidak bisa tidur. Dari kamar sebelah masih kedengaran suara Vivie yang mendesah dan menjerit, dan sepertinya itu juga yang bikin Ricky terangsang. Dia mulai berani remasremas jariku. Aku sih tidak nolak, toh dia khan cowokku. Tapi aku kaget sekali, Ricky duduk terus sebelum aku tahu apa yang bakal dia lakukan, bibirku sudah dilumatnya. Aku mau nolak, tapi kayaknya badan malah kepingin. So, aku biarkan dia cium aku, terus aku balas ciumannya yang semakin lama semakin buas.

Baru saja aku mulai nikmati bibirnya yang hangat di bibirku, aku merasa ada yang meraba tubuhku, disusul remasan halus di dadaku. Aku tahu itu Ricky, aku tidak menolak. Aku biarkan dia mainmain sebentar di sana. Ricky makin berani, dia angkat badanku dan diduduki di pinggir ranjang. Dia cium aku sekali lagi, terus dia mau buka pakaian tidurku. Aku tahan tangannya, ada sedikit penolakan di kepalaku, tapi badanku kayaknya sudah kebelet ingin mencoba, kayak apa sih ngesex itu. Akhirnya tanganku lemas, aku biarkan Ricky buka pakaianku, dia juga buka baju dan celananya sendiri. Dia cuma menyisakan celana dalam putihnya. Aku lihat penisnya yang membayang di balik celana dalamnya, tapi aku malu melihati lamalama, so aku ganti lihat badannya yang lumayan jadi. Mungkin karena olahraganya yang benarbenar rajin.

Aku tidak tahu apa aku bisa tahan memuaskan Ricky, soalnya aku tahu sendiri bagaimana staminanya waktu dia main bola. 2×45 menit dia lari, dan dia selalu kuat sampai akhir. Aku tidak terbayang bagaimana aksinya di ranjang, janganjangan aku harus menerima kocokannya2x45 menit. Gila, kalau gitu sih aku bisa pingsan.

Waktu aku berhenti memikirkan stamina dia dan aku, aku baru sadar kalau braku sudah dilepasnya. Sekarang dadaku telanjang bulat. Aku malu setengah mati, mana Ricky mulai meremas dadaku lagi, yah pokoknya aku tidak tahu harus bagaimana, aku cuma diam, merem siap menerima apa saja yang bakal dia lakukan. Tibatiba remasan itu berhenti, tapi ada sesuatu yang hangat di sekitar dadaku, terus berhenti di putingku. Aku melek sebentar, Ricky asik menjilati putingku sambil sesekali mengisapngisap. Aku makin malu, mana ini baru pertama kali aku telanjang di depan cowok, apalagi dia bukan adik atau kakakku. Wah benaran malu deh.

Lamalama aku mulai bisa menikmati bagaimana enaknya permainan lidah Ricky di dadaku, aku mulai berani buka mata sambil melihat bagaimana Ricky menjelajahi setiap lekuk tubuhku. Tapi tibatiba aku dikagetkan sesuatu yang menyentuh selangkanganku. Tepat di bagian vaginaku. Aku tidak sadar mendesah panjang. Rupanya Ricky sudah menelanjangiku bulatbulat. Kali ini jarinya mengeluselus vaginaku yang sudah basah sekali. Dia masih terus menjilati puting susuku yang sudah mengeras sebelum akhirnya dia pindah ke selangkanganku.

Aku menarik nafas dalamdalam waktu lidahnya yang basah dan hangat pelanpelan menyentuh vaginaku naik ke klitorisku, dan waktu lidahnya itu menyentuh klitorisku, aku tidak sadar mendesah lagi, dan tanganku tidak sengaja menyenggol gelas di meja dekat ranjangku. Lalu Prang.. gelas akhirnya pecah juga. Ricky berhenti, kayaknya dia mau memberesi pecahan kacanya. Tapi entah kenapa, mungkin karena aku sudah larut dalam nafsu, aku malah pegang tangannya terus aku menggeleng, Barkan saja, nanti aku beresin. Lanjutin.. please..
Sesudah itu aku lihat Ricky nyengir, terus diciumnya bibirku dan dia melanjutkan permainannya di selangkanganku. Ricky benarbenar jago mainkan lidahnya, benarbenar bikin aku meremmelek keenakan. Terus di mulai melintirmelintir klitorisku pakai bibirnya. Aku seperti kesetrum tidak tahan, tapi Ricky malah terusterusan melintirmelintiri kacangku itu. Euh.. ah.. ah.. ach.. aw.. aku sudah tidak tahu bagaimana aku waktu itu, yang jelas mataku buram, semua serasa mutarmutar. Badanku lemas dan nafasku seperti orang baru lari marathon. Aku benarbenar pusing, terus aku memejamkan mataku, ada lonjakanlonjakan nikmat di badanku mulai dari selangkanganku, ke pinggul, dada dan akhirnya bikin badanku kejangkejang tanpa bisa aku kendalikan.

Aku coba atur nafasku, dan waktu aku mulai tenang, aku buka mata, Ricky sudah buka celana dalamnya, dan penisnya yang hampir maksimal langsung berdiri di depan mukaku. Dia megangi batang penisnya pakai tangan kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aku tahu dia mau dikaroakein, ada rasa jijik juga sih, tapi tidak adil dong, dia sudah muasin aku, masaaku tolak keinginannya. So aku buka mulutku, aku jilat sedikit kepala penisnya. Hangat dan bikin aku ketagihan. Aku mulai berani menjilat lagi, terus dan terus. Ricky duduk di ranjang, kedua kakinya dibiarkan terlentang. Aku duduk di ranjang, terus aku bungkuk sedikit, aku pegang batang penisnya yang besarnya lumayan itu pakai tangan kiriku, tangan kananku menahan badanku biar tidak jatuh dan mulutku mulai bekerja.

Mulamula cuma menjilati, terus aku mulai emut kepala penisnya, aku hisap sedikit terus kumasukkan semuanya ke mulutku, ternyata tidak masuk, kepala penisnya sudah menyodok ujung mulutku, tapi masih ada sisa beberapa senti lagi. Aku tidak maksakan, aku gerakkan naikturun sambil aku hisap dan sesekali aku gosok batang penisnya pakai tangan kiriku. Ricky sepertiya puas juga sama permainanku, dia mrlihati bagaimana aku mengkaraokein dia sambil sesekali membuka mulut sambil sedikit berdesah. Sekitar 5 menit akhirnya Ricky tidak tahan, dia berdiridan mendorong badanku ke ranjang sampai aku terlentang, dibukanya pahaku agak lebar dandijilatnya sekali lagi vaginaku yang sudah kebanjiran. Terus dipegangnya penisnya yang sudah sampai ke ukuran maksimal. Dia mengarahkan penisnya ke vaginaku, tapi tidak langsung dia masukan, dia gosokgosokkan kepala penisnya ke bibir vaginaku, baru beberapa detik kemudian dia dorong penisnya ke dalam. Seperti ada sesuatu yang maksa masuk ke dalam vaginaku, menggesek dindingnya yang sudah dibasahi lendir.

Vaginaku sudah basah, tetap saja tidak semua penis Ricky yang masuk. Dia tidak memaksa, dia cuma mengocokngocok penisnya di situsitu juga. Aku mulai meremmelek lagi merasakan bagaimana penisnya menggosokgosok dinding vaginaku, benarbenar nikmat. Waktu aku asik meremmelek, tibatiba penis Ricky maksa masuk terus melesak ke dalam vaginaku. Aw.. ah.. vaginaku perih bukan main dan aku teriak menahan sakit. Ricky masih menghentak dua atau tiga kali lagi sebelum akhirnya seluruh penisnya masuk merobek selaput daraku. Stt.. tahan sebentar ya, nanti juga sakitnya hilang. Ricky membelai rambutku. Di balik senyum nafsunya aku tahu ada rasa iba juga, karena itu aku bertekad menahan rasa sakit itu, aku menggelengkan kepala, Tidak apaapa.. aku tidak apaapa. Terusin saja.. ah..

Ricky mulai menggerakkan pinggangnya naikturun. Penisnya menggesekgesek vaginaku, mulamula lambat terus makin lama makin cepat. Rasa sakit dan perihnya kemudian hilang digantikan rasa nikmat luar biasa setiap kali Ricky menusukkan penisnya dan menarik penisnya. Ricky makin cepat dan makin keras mengocok vaginaku, aku sendiri sudah meremmelek tidak tahan merasakan nikmat yang terusterusan mengalir dari dalam vaginaku. Tidak lama lagi.. tidak bakalan lama lagi.. Ricky ngomong di balik nafasnya yang sudah tidak karuan sambil terus mengocok vagina aku. Aku juga.. ah.. oh.. sebentar lagi.. ah.. aw.. juga.. aku ngomong tidak jelas sekali, tapi maksudnya aku mau ngomong kalau aku juga sudah hampir sampai klimaks. Tibatiba Ricky mencabut penisnya dari vaginaku, dia tengkurapi aku, aku sendiri sudah lemas tidak tahu Ricky mau apa, tapi secara naluri aku angkat pantatku ke atas, aku tahan pakai lututku dan kubuka pahaku sedikit. Tanganku menahan badanku biar tidak ambruk dan aku siapsiap ditusukdari belakang.

Beneran saja Ricky memasukkan penisnya ke vaginaku dari belakang, terus dia kocok lagi vaginaku. Dari belakang kocokan Ricky tidak terlalu keras, tapi makin cepat. Aku sudah sekuat tenaga menahan badanku biar tidak ambruk, dan aku rasakan tangan Ricky meremasremas dadaku dari belakang, terus jarinya menggosokgosok puting susuku, bikin aku seperti diserang dari dua arah, depan dan belakang. Ricky kembali mengeluarkan penisnya dari vaginaku, kali ini dimasukkannya ke anusku. Dia benarbenar memaksakan penisnya masuk, tapi tidak semuanya bisa masuk. Ricky sepertinya tidak peduli, dia mengocok anusku seperti mengocok vaginaku, kali ini cuma tangan kirinya yang meremas dadaku, tangan kanannya sibuk mainmain di selangkanganku, dia masukkan jari tengahnya ke vaginaku dan jempolnya menggosoki klitorisku.

Aku makin meremmelek, anusku dikocokkocok, klitorisku digosokgosok, dadaku diremasremas dan putingnya dipelintirpelintir, terus vaginaku dikocokkocok juga pakai jari tengahnya. Aku benarbenar tidak kuat lagi, akhirnya aku klimaks, dan aku merasakan Ricky juga sampai klimaks, dari anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari penis Ricky. Akhirnya aku ambruk juga, badanku lemas semua. Aku lihat Ricky juga ambruk, dia terlentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang badanku, ternyata aku juga basah keringatan. Benarbenar kenikmatan yang luar biasa.Tidak tahu berapa lama aku ketiduran, waktu akhirnya aku bangun. Aku lihat arloji, sudah jam 2 subuh. Leherku kering, tapi waktu aku mau minum, aku ingat gelas di kamarku sudah pecah garagara kesenggol. Aku lihat ke lantai, banyak pecahan kaca, terus aku ambil sapu, aku sapu dulu ke pinggir tembok. Aku turun ke bawah, maksudnya sih mau ambil minum di bawah, aku masih telanjang sih, tapi aku cuek saja. Aku pikir si Alf pasti masih tidur soalnya dia pasti capai juga olah raga malam bareng Si Vivie.

Aku turun dan mengambil air dingin di kulkas. Kebetulan villanya Vivie lumayan mewah, ada kulkas dan TV. Aku ambil sebotol Aqua, terus sambil jalan aku minum. Aku duduk di sofa, rencananya sih aku cuma mau dudukduduk sebentar soalnya di kamar panas sekali. Tidak tahu kenapa, tapi aku akhirnya ketiduran dan waktu aku bangun aku kaget setengah mati. Aku lihatSi Alf dengan santainya turun dari tangga langsung menuju kulkas, kayaknya mau minum juga.

Aku bingung harus menutupi badanku pakai apa, tapi aku telat Si Alf sudah membalik duluan dan dia melongo melihat aku telanjang di depannya. Dia masih melihatiku waktu aku menutupi selangkanganku pakai tangan, tapi aku sadar sekarang dadaku kelihatan, makanya tanganku pindah lagi ke dada, terus pindah lagi ke bawah, aku benarbenar bingung harus bagaimana, aku malu setengah mati.

Alf akhirnya berbalik,
Sorry, aku pikir kamu masih tidur di kamar. Jadi.. jadi..
Tidak apaapa, ini salahku.
Aku masih mencaricari sesuatu untuk menutupi badanku yang telanjang polos, waktu akhirnya aku juga sadar kalau Alf juga telanjang. Sepertinya dia pikir aku masih di kamar sama Si Ricky, makanya dia cuek saja turun ke bawah. Aku pikir sudah terlambat untuk malu, toh Alf sudah melihatku dari atas sampai ke bawah polos tanpa sehelai benangpun, apalagi aku sudah tidak perawan lagi, so malu apa. Cuek saja lah. Kamu sudah boleh balik, aku tidak apaapa. Aku mengambil remot TV terus menyalakan TV. Aku setel VCD, aku pikir bagus juga aku rileks sebentar sambil nonton TV. Alf juga sepertinya sudah cuek, dia berbalik tapi tidak lagi melongo melihatiku telanjang, dia duduk sambil ikut nonton TV.

Gilanya yang aku setel malah VCD BF. Tapi sudah tanggung, aku tonton saja, peduli amat apa kata Si Alf, yang penting aku bisa istirahat sambil nonton TV.
Bagaimana semalem? aku buka percakapan dengan Alf.
Dia berbalik, Hebat, Vivie benarbenar hebat.
Alf sudah bisa nyengir seperti biasanya.
Aku mengangguk, Ricky juga hebat, aku hampir pingsan dibikinnya.
Alf nyengir lagi, lalu kami ngobrol sambil sesekali menengok TV. Kayaknya tidak mungkin ada cowok yang tahan ngobrol tanpa mikirin apaapa sama cewek yang lagi telanjang, apalagi sambil nonton film BF. Tiap kali ngomong aku tahu mata Alf selalu nyasar ke bawah, ka dadaku yang memang lumayan menggoda. Aku tidak memuji sendiri, tapi memang dadaku cukup oke, ranum menggoda, bahkan lebih seksi dari kepunyaan Vivie, itu sebabnya Alf tidak berhentiberhenti melihati dadaku kalau ada kesempatan. Ada sedikit rasa bangga juga dibalik rasa maluku, dan sekilas kulihat penis Alf yang mulai tegang. Aku nyengir dan sepertinya Alf tahu apa yang aku pikirkan.

Dia pegang tanganku, Boleh aku pegang, itu juga kalau kamu tidak keberatan. Wah berani juga dia, aku jadi sedikit tersanjung, terus aku mengangguk. Alf pindah ke sebelahku, dia peluk aku dan tangannya mulai remasremas dadaku. Mulamula dia sedikit raguragu, tapi begitu tahu kalau aku tidak nolak dia mulai berani dan makin lama makin berani, dan jarinya mulai nakal memelintir puting susuku. Aku mulai meremmelek sambil memutar badanku. Sekarang aku duduk di paha Alf berhadaphadapan. Alf langsung menyambar putingku dan lidahnya langsung beraksi. Aku sendiri sudah kebawa nafsu, aku mulai mengocok penisnya pakai tanganku dan sepertinya Alf juga puas dengan permainanku. Aku mulai terbawa nafsu, dan aku sudah tidak peduli apa yang dia lakukan, yang jelas enak buatku.

Alf menggendongku, kupikir mau dibawa ke kamar mandi, soalnya kamar di atas ada Vivie sama Ricky, tapi tebakanku keliru. Dia malah menggendongku ke luar, ke halaman villa. Aku kaget juga, bagaimana kalau ada yang lihat kami telanjang di luar. Tapi begitu Alf buka pintu luar, aku melihat di seberang villa, sepasang cowokcewek lagi sibuk ngesex. Cewek itu mendesahdesah sambil sesekali berteriak. Aku lihat lagi ke sekitarnya, ternyata banyak juga yang ngesex di sana. Rupanya villavilla di sekitar sini memang tempatnya orangorang ngesex. Bagaimana? kita kalahkan mereka? Alf nyengir sambil menggendongku. Aku ikutan nyengir, Siapa takut? terus Alf meniduriku di rumput. Dingin juga sisa air hujan yang masih membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tapi dadaku lebih basah lagi sama liurnya Si Alf. Udara di luar itu benarbenar dingin, sudah di pegunungan, subuhsubuh lagi. Wah tidak terbayang bagaimana dinginnya deh. Tapi lamalama rasa dingin itu hilang, aku malah makin panas dan nafsu, apalagi Alf jago benar mainkan lidahnya. Sayupsayup aku mendengarkan suara cewek dari villa seberang yang sudah tidak karuan dan tidak ada iramanya. Aku makin nafsu lagi mendengarnya, tapi Alf sepertinya lebih nafsu lagi, dia itu seperti orang kelaparan yang seolah bakal nelan dua gunung kembarku bulatbulat.

Lama juga Alf mainmain sama dadaku, dan akhirnya dia pegang penisnya minta aku mengkaraokeiin itu penis yang besarnya lumayan juga. Garagara tadi malam aku sudah mencoba mengkaraokeiin penis Ricky, sekarang aku jadi kecanduan, aku jadi senang juga mengkaraokein penis, apalagi kalau besarnya lumayan seperti punya Si Alf. Makanya tidak usah disuruh dua kali, langsung saja aku caplok itu penis. Aku tidak mau kalah sama permainan dia di dadaku, aku hisap itu penis kuatkuat sampai kepalanya jadi ungu sekali. Terus kujilati mulai dari kepalanya sampai batang dan pelirnya juga tidak ketinggalan.

Kulihat Alf melihati bagaimana aku main di bawah sana. Sesekali dia buka mulut sambil berdesah menahan nikmat. Aku belum puas juga, kukocok batang penisnya pakai tanganku dan kuhisaphisap kepalanya sambil kujilati pelanpelan. Alf meremmelek juga dan tidak lama dia sudah tidak tahan lagi, sepertinya sih mau keluar, makanya dia cepatcepat melepaskan penisnya dari mulutku. Aku tahu dia tidak mau selesai cepatcepat, makanya aku tidak ngotot mengkaraokein penisnya lagi.

Alf sengaja membiarkan penisnya istirahat sebentar, dia suruh aku terlentang sambil mengangkang. Aku menurut saja, aku tahu Alf jago mainkan lidahnya, makanya aku senang sekali waktu dia mulai jilati bibir vaginaku yang sudah basah sekali. Benar saja, baru sebentaraku sudah dibikin meremmelek garagara lidahnya yang jago sekali itu. Sepertinya habis semua bagian vaginaku disapu lidahnya, mulai dari bibirnya, klitorisku, sedikit ke dalam ke daerah dinding dalam, sampai anusku juga tidak ketinggalan dia jilati.

Aku dengarkan, sepertinya pasangan di seberang sudah selesai main, soalnya sudah tidak kedengaran lagi suaranya, tapi waktu aku lihat ke sana, aku kaget. Cewek itu lagi mengkaraokein cowok, tapi bukan cowok yang tadi. Cowok yang tadi ngesex sama dia lagimembersihkan penisnya, mungkin dia sudah puas. Sekarang cewek itu lagi mengkaraokein cowok lain, lebih tinggi dari cowok yang tadi. Gila juga itu cewek ngesex sama dua cowok sekaligus. Tapi aku tarik lagi omonganku, soalnya aku ingatingat, aku juga sama saja sama dia. Baru selesai sama Ricky, sekarang sama Alf. Wah ternyata aku juga sama gilanya. Aku nyengir sebentar, tapi terus meremmelek lagi waktu Alf mulai melintirmelintir klitorisku pakai bibirnya.

Alf benarbenar ahli, tidak lama aku sudah mulai pusing, aku lihat bintang di langit jadi tambah banyak dan kayaknya mutarmutar di kepalaku. Aku benarbenar tidak bisa ngontrol badanku. Ada semacam setrum dari selangkanganku yang terusterusan bikin aku gila. Ah.. ah.. Alf.. Ah.. berhenti dulu Alf.. Ah.. Ah.. Shh.. aku tidak tahan sama puncak nafsuku sendiri. Tapi Alf malah terusterusan melintirmelintir klitorisku. Aku benarbenar tidak tahan lagi, aku kejangkejang seperti orang ayan, tapi sudahnya benarbenar enak sekali, beberapa menit lewat, semua badanku masih lemas, tapi aku tahu ini belum selesai.

Sekarang bagianku bikin Alf meremmelek, makanya aku paksakan duduk dan mulai menungging di depan Alf. Alf sendiri sepertinya memang sudah tidak tahan ingin mengeluarkan maninya, dia tidak menunggu lama lagi, langsung dia tusukkan itu penis ke vaginaku. Ada sedikit rasa sakit tapi tidak sesakit pertama vaginaku dimasukkan penis Ricky. Alf tidak menunggu lama lagi, dia langsung mengocok vaginaku dan tangannya tidak diam, langsung disambarnya dadaku yang makin ranum karena aku menungging. Diremasnya sambil dipelintirpelintir putingnya. Aku tidak tahan digituin, apalagi badanku masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk menahan hentakanhentakan waktu Alf menyodokkan penisnya saja sudah tidak kuat. Aku ambruk ke tanah, tapi Alf masih terus mengocokku, dari belakang.

Ah.. euh.. ah.. aw.. aku cuma bisa mendesah setiap kali Alf menyodokkan penisnya ke vaginaku. Aku coba mengangkat badanku tapi aku tidak kuat, akhirnya aku menyerah, aku biarkan badanku ambruk seperti gitu. Alf memutarkan badanku, terus disodoknya lagi vaginaku dari depan. Aku sudah tidak bisa ngapangapain, setiap kali Alf menyodokkan penisnya selain dinding vaginaku yang tergesek, klitorisku juga tergesekgesek, makanya aku makin lemas dan meremmelek keenakan.

Alf memegang kaki kiriku, terus diangkatnya ke bahu kanannya, terus dia mengangkat kaki kananku, diangkatnya ke bahu kirinya. Aku diam saja, tidak bisa menolak, posisi apa yang dia ingin terserah, pokoknya aku ingin cepatcepat disodok lagi. Aku tidak tahan ingin langsung dikocok. Ternyata keinginanku terkabul, Alf menyodokku lagi, kakiku duaduanya terangkat, mengangkang lagi, makanya vaginaku terbuka lebih lebar dan Alf makin leluasa mengocokngocokkan penisnya. Vaginaku diadukaduk dan aku bahkan sudah tidak bisa lagi berdesah, aku cuma bisa buka mulut tapi tidak ada suara yang keluar.

Aku mau keluar, aku mau keluar.. Alf membisikkan sambil ngosngosan dan masih terus mengocokku.
Jangan di.. jangan di dalam. Ah.. ah.. oh.. aku.. aku tidak mau.. hamil.
Aku cuma bisa ngomong gitu, seenggannya maksud aku ngomong gitu, aku tidak tahu apa suaraku keluar atau tidak, pokoknya aku sudah usaha, itu juga sudah aku paksapaksakan. Aku tidaktahu apa Alf ngerti apa yang aku omongin, tapi yang jelas dia masih terus mengocokku.

Baru beberapa detik lewat, dia mencabut penisnya, kakiku langsung ambruk ke tanah. Alf mengangkang di perutku, dan dia selipkan penisnya ke selasela dadaku yang sudah montok sekali soalnya aku sudah dipuncak nafsu. Kujepit penisnya pakai dadaku, dan Alf mengocokngocok seolah masih di dalam vaginaku. Tidak lama maninya muncrat ke muka dan sisanya di dadaku. Aku sendiri klimaks lagi, kulepaskan tanganku dari dadaku, maninya mengalir ke leherku, dan mani yang di pipiku mengalir ke mulutku. Aku bahkan tidak bisa menutup mulutku, aku terlalu lemas. Aku biarkan saja maninya masuk dan aku telan saja sekalian.

Belum habis lemasku, Alf sudah menempelkan penisnya ke bibirku. Aku memaksakan menjilati penisnya sampai bersih terus aku telan sisa maninya. Alf menggendongku ke dalam, terus dia membaringkanku di sofa. Aku lemas sekali makanya aku tidak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya. Yang jelas baru jam 8.00 aku baru bangun. Begitu aku buka mata, aku sadar aku masih telanjang. Aku memaksakan duduk, dan aku kaget kenapa aku ada di kamar Vivie. Terus yang bikin aku lebih kaget lagi, aku lihat sebelah kiriku Alf masih tidur sedangkan di kananku Ricky juga masih tidur. Mereka berdua juga masih telanjang seperti aku.

Belum habis kagetku, Vivie keluar dari kamar mandi di kamarku, dia lagi mengeringkan rambutnya dan samasama masih telanjang. Baru akhirnya aku tahu kalau semalam Vivie bangun dan melihat aku lagi ngesex sama Alf. dia sih tidak marah, soalnya yang penting buat dia Alf cinta sama dia, soal Alf memuaskan nafsu sama siapa, tidak masalah buat dia. Ternyata Vivie melihat dari jendela bagaimana aku sama Alf ngesex dan Ricky yang juga bangun subuhsubuh kaget melihat aku lagi ngesex sama Alf. Dia keluar kamar, sepertinya mau melihat apa benar aku lagi ngesex sama Alf, tapi dia sempat menengok ke kamar sebelah dan melihat Vivie yang lagi nonton aku sama Alf ngesex dari jendela. Ricky langsung dapat ide, so dia masuk ke dalam dan mengajak Vivie ngesex juga. Singkat cerita mereka akhirnya ngesex juga di kamar. Dan waktu aku sama Alf selesai, Alf menggendongku ke atas dan melihat Ricky sama Vivie baru saja selesai ngesex. Makanya kami berempat akhirnya tidur bareng di kamarnya telanjang bulat.

Hehehe, tidak masalah, kami berempat malah makin dekat. Nanti malam juga kami bakalan ngesexlagi berempat, tidak masalah buat aku Ricky atau Alf yang jadi pasanganku, yang penting aku puas. Tidak masalah siapa yang muasin aku.

Seperti rencana kami semula, malam itu juga kami ngesex berempat barengbareng. Asik juga sekalikali ngesex bareng seperti gitu. Ricky masih tetap oke walaupun dia sudah ngocok Vivie duluan. Aku masih kewalahan menghadapi penisnya yang memang gila itu. Alf juga tidak kalah, biarkan dia masih ngosngosan waktu selesai ngocok aku, dia langsung sambar Vivie yang juga baru selesai sama Ricky. Terus kami ngesex lagi sampai akhirnya samasama puas. Aku puas sekali, soalnya baru kali ini aku dipuasi dua cowok sekaligus tanpa jeda. Baru saja selesai satu, yang satunya sudah menyodoknyodok penisnya ke vaginaku. Pokoknya benarbenar puas sekali deh aku.

Masuk ke cerita, malam ini kami rencana tidak akan ngesex lagi, soalnya sudah capai sekali dua hari gituan melulu. Makanya Ricky sama Alf langsung menghilang begitu matahari mulai teduh. Mereka sih pasti main bola lagi, tidak bakalan jauh dari itu. Vivie menghabiskan waktunya di villa, kayaknya dia capai sekali, hampir seharian dia di kamar. Aku jadi bosan sendirian, makanya aku putuskan aku mau jalanjalan. Kebetulan di dekat situ ada air terjun kecil. Akurencana mau menghabiskan hari ini berendam di sana, biar badanku segar lagi dan siap tempur lagi. Aku tidak langsung ke air terjun, aku jalanjalan dulu mengelilingi kompleks villa itu. Besar juga, dan villanya kerenkeren. Ada yang mirip kastil segala. Sepanjang jalan aku ketemu lumayan banyak orang, ratarata sih orangorang yang memang lagi menghabiskan waktu di villa sekitar sini. Hampir semua orang yang ketemu melihati aku. Dari mulai cowok keren yang adadi halaman villanya, omom genit yang sibuk menggodai cewek yang lewat sampai tukang kebun di villa juga melihati aku. Aku sih cuma nyengir saja membalas matamata keranjang mereka.

Tidak aneh sih kalau mereka melihatiku, masalahnya aku memang pakai baju paspasan, atasanku kaos putih punyanya Si Vivie yang kesempitan soalnya kamarku dikunci dan kuncinya terbawa Ricky. Aku malas mencari dia, makanya aku pakai saja kaos Si Vivie yang ada di meja setrika. Itu juga aku tidak pakai bra, soalnya bra Vivie itu sempit sekali di aku. memang sih dadaku jadi kelihatan nonjol sekali dan putingnya kelihatan dari balik kaos sempit itu, tapi aku cuek saja, siapa yang malu, ini kan kawasan villa buat ngesex, jadi sukasuka aku dong.

Oh ya aku jadi lupa, bawahan aku lebih gila lagi. Aku tidak tega membangunkan Vivie cuma untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali pengasih Ricky bulan lalu, ya aku pakai saja. Aku ikat di kananku, tapi tiap kali aku melangkah, paha kananku jadi terbuka, ya cuek saja lah. Apa salahnya sih memarkan apa yang bagus yang aku punya, benar tidak?

Singkat cerita, aku sampai ke air terjun kecil itu. Aku jalanjalan mencari tempat yang enak buat berendam. Kaosku mulai basah dan dadaku makin jelas kelihatan, apalagi Samping yang aku pakai, sudah basah benarbenar kena cipratan air terjun. Enak juga sih segar, tapi lamalama makin susah jalannya, soalnya Samping aku jadi sering keinjak. Aku jadi ingin cepatcepat berendam, soalnya segar sekali airnya, dan waktu aku menemui tempat yang enak, aku siapsiap berendam, aku lepas sandalku. Tapi waktu aku mau melepas Sampingku tibatiba ada tangan yang memegang bahuku, aku berbalik ternyata seorang cowok menodongi pisau lipat ke leherku. Aku kaget camput takut, tapi secara naluri aku diam saja, salahsalah leherku nanti digoroknya.

Mau.. mau apa lo ke gue? aku tanya ke orang yang lagi nodong pisau ke aku. Aku tidak berani lihat mukanya, soalnya aku takut sekali. Ternyata cowok itu tidak sendiri, seorang temannyamuncul dari balik batu, rupanya mereka memang sudah ngincar aku dari tadi. Temannya itu langsung buka baju dan celana jeansnya. Aku tebak kalau mereka mau memperkosa aku. Ternyata tebakanku benar, orang yang menodongi pisau bicara, Sekarang lo buka semua baju lo, cepet sebelum kesabaran gue habis! Aku jadi ingat bagaimana korbankorban perkosaan yang akulihat di TV, aku jadi ngeri. Janganjangan begitu mereka selesai perkosa aku, aku dibunuh. Makanya aku beranikan diri ngomong kalau aku tidak keberatan muasin mereka asal mereka tidak bunuh aku.

Oke.. oke, aku buka baju. Kalem saja, aku tidak masalah muasin elu berdua, tapi tidak usah pakai nodong segala dong. Aku berusaha ngomong, padahal aku lagi takut setengah mati. Orang yang nodongin pisau malah membentak aku, Goblok, mana ada cewek mau diperkosa, elu jangan macemmacem ya! Aku makin takut, tapi otakku langsung bekerja, Santai dong, emangnya gue berani pakai baju ginian kalau gue tidak siap diperkosa orang? Lagian apa gue bisa lari pakai samping kayak ginian? Kedua orang itu melihati aku, terus akhirnya pisau itu dilipat lagi. Aku lega setengah mati, tapi ini belum selesai, aku masih harus puasin mereka dulu.

Aku mulai buka Sampingku, Maunya bagaimana, berdua sekaligus atau satusatu? Orang yang tadi nodongin pisau melihat ke orang yang satunya, Eloe dulu deh. Gue lagi tidak begitu mood. Temannya menganggukangguk dan langsung mencaplok bibirku. Aku lihatlihat, ganteng juga nih orang. Aku balas ciumannya, dia sepertinya mulai lebih halus, pelanpelan dia remas dadaku dan tahutahu aku sudah ditiduri di atas batu yang lumayan besar. Dia tidak langsung main sodok, dia lebih senang mainmain sama dadaku, makanya aku jadi lebih rileks, so aku bisa menikmati permainannya.

Ah.. yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe? aku tanya dibalik desahandesahanku menahan nikmat. Dia nyengir, mirip sekali Si Alf, dia terus membuka celana dalam birunya, dan penisnya yang sudah tegang sekali langsung nongol seperti sudah tidak sabar ingin menyodokku. Tidak usah disuruh, aku langsung jongkok, tanganku memegang batangnya dan ternyata masih menyisa sekitar 5 7 senti. Aku jilat kepala penisnya terus aku kulumkulum penisnya. Dia mulai menikmati permainanku, Oke.. terus.. terus.. Yeah.. Ternyata ada juga cowok yang suka berdesahdesah kayak gitu kalau lagi ngesex. Aku berhenti sebentar,
Belum dijawab?
Oh, sorry. Nama gue Jeff.
Dia menjawab sambil terus meremmelek menikmati penisnya yang aku kulum dan kuhisaphisap. Kulihatlihat sepertinya aku kenal suaranya.
Elo tinggal di sini juga ya, elu yang lusa kemarin ngentot di halaman villa?
Jeff kaget juga waktu aku ngomong gitu.
Memang elu tahu dari mana?
Aku nyengir terus aku teruskan lagi menghisap penisnya yang sudah basah sekali sama liurku.

Aku berhenti lagi sebentar, Gue lihat elu. Gila lu ya! berdua ngentotin cewek, keliatannya masih kecil lagi. Jeff nyengir, Itu adik kelas gue, dia baru 15 tahun, tapi bodinya oke sekali. Gue ajakin ke sini, dan gue entot bareng Si Lex. Dia sendiri sepertinya suka digituin sama kami berdua. Aku tidak meneruskan lagi, aku berhenti dan langsung cari posisi yang enak buat nungging. Jeff mengerti maksudku, dia langsung menyodok penisnya ke vaginaku bareng sama suara eranganku. Terus dia mulai mengocok, mulanya sih pelanpelan terus tambah cepat. Terus dan terus, aku mulai meremmelek dibikinnya. Terus dia cabut penisnya, aku digendong dan dia masukkan penisnya lagi ke vaginaku. Terus dia mengocok aku sambil bediri, seperti gaya ngocoknya Tom Cruise di film Jerry Maguire. Vaginaku seperti ditusuktusuk keras sekali dan aku makin meremmelek dibuatnya. Dan akhirnya aku tidak tahan lagi, aku kejangkejang dan aku menjerit panjang. Pandanganku kabur, dan aku pusing. Aku hampir saja jatuh kalau Jeff tidak cepatcepat memegangi pinggangku.

Aku lagi nikmati puncak kepuasanku, tibatiba seorang sedang mendekatiku, sepertinya sekarang dia nafsu sekali garagara mendengarkan desahandesahanku. Dia sudah telanjang dan penisnya sudah tegang sekali. Aku tahu dari mukanya kalau dia sedikit kasar, makanya aku tidak banyak cingcong lagi, aku langsung maksakan bangun dan jongkok mengkaraokein penisnya. Penisnya sih tidak besarbesar sekali, tapi aku ngeri juga melihat otototot di sekitar paha dan pantatnya. Janganjangan dia kalau ngocok sekeraskerasnya. Bisabisa vaginaku jebol.

Lama juga aku mengkaraokein penisnya, dan akhirnya dia suruh aku berhenti. Aku menurut saja, dan langsung ambil posisi menungging. Aku sudah pasrah kalau dia bakal menyodoknyodok vaginaku, tapi kali ini tebakanku salah. Dia tidak masukkan penisnya ke vaginaku, tapi langsung ke anusku. Ah.. aduh.. anusku sakit soalnya sama sekali tidak ada persiapan. Tapi rupanya Lex tidak peduli, dia tetap maksakan penisnya masuk dan memang akhirnya masuk juga. Walaupun penisnya kecil tapi kalau dipakai nyodok anus sih ya sakit juga. Benar dugaan aku, dia kalau nyodok keras sekali terus tidak pakai pemanasanpemanasan dulu, langsung kecepatan tinggi. Aku cuma bisa pasrah sambil menahan perih di anusku. Dadaku goyanggoyang tiap kali dia menyodok anusku, dan sepertinya itu membuat dia makin nafsu. Dia tambah kecepatan dan mulai meremas dadaku.

Benarbenar kontras, dia mengocok anusku cepat dan keras, tapi dia meremas dadaku halus sekali dan sesekali melintirmelintir putingnya. Mendadak rasa sakit di anusku hilang, aku mulai merasakan nikmatnya permainan tangannya di dadaku. Belum habis aku nikmati dadaku diremasremas, tangan kirinya turun ke vaginaku dan langsung menyambar klitorisku, mulai dari digosokgosok sampai dipelintirpelintir. Rasa sakit kocokannya sudah benarbenar hilang, sekarang aku cuma merasakan nikmatnya seluruh tubuhku.

Aku mulai meremmelek kegilaan dan akhirnya aku sampai ke puncak yang kedua kalinya hari itu, dan bersamaan puncak kenikmatanku, aku merasakan cairan hangat muncrat di anusku, aku tahu Lex juga sudah sampai puncak dan aku sudah lemas sekali, akhirnya aku ambruk. Mungkin aku kecapaian soalnya tiga hari ini aku terusterusan mengocok, tidak sama satu orang lagi, selalu berdua. Aku masih sempat lihat Jeff menggendong aku sebelum akhirnya aku pingsan. Aku tidak tahu aku dimana, tapi waktu aku bangun, aku kaget melihat Ricky lagi mengocok cewek. Cewek itu sendiri sibuk mengulumngulum penisnya Alf. Aku paksakan berdiri, dan waktu aku lihat di sofa sebelah, ada pemandangan yang hampir sama, bedanya Jeff yang lagi sibuk mengocok cewek dan aku lihatlihat ternyata cewek itu Vivie. Vivie juga sibuk mengulumngulum penis Lex. Aku jadi bingung, tapi aku tetap diam sampai mereka selesai main.

Terus aku dikenali sama cewek mungil yang tadi ngesex bareng Ricky dan Alf, namanya Angel. Aku baru ingat kalau tadi aku pingsan di air terjun habis muasin Jeff sama Lex. Ternyata Jeff bingung mau bawa aku ke mana, kebenaran Ricky dan Alf lewat. Mereka sempat ribut sebentar, tapi akhirnya akur lagi, dengan catatan mereka bisa menyicipi Angel ceweknya Jeff sama Lex. Angel sendiri setuju saja sama ajakan Ricky sama Alf, dan waktu mereka lagi mengocok, Vivie kebetulan lewat. Alf memanggil dia dan dikenali sama Jeff dan Lex, terus mereka akhirnya ngesex juga. Makin asik juga, sekarang tambah lagi satu cewek dan dua cowok di kelompok kami, dan seterusnya kami jadi sering main ke villa itu untuk muasin nafsu kami masingmasing. Dan kami kasih nama kelompok kami MAGNIFICENT SEVEN.

Post Terkait