Cerita dewasa

Cerita Mesum Dengan Pacar Sendiri

Cerita dewasa – Perkenalkan namaku Seli. Umurku 22 tahun, aku masih kuliah disalah satu kampus di Bandung, Disini aku akan menceritakan pengalamanku pertama kali mengenal alat bantu sex yang namanya vibrator. Aku dan cowokku sebut aja namanya Miko udah sering ngentot. Permainan kami ga kalah hot dengan pemain bokep. Tapi kami tidak ngentot tiap hari karna aku takut kalau nanti bisa hamil.

Suatu sore cowokku ngajak ketemuan, sepulangnya dari kampus. Dia langsung menuju kostku untuk jemput aku.

Karena seringnya dia datang ke kost jadi sudah kenal dengan yang jaga, sehingga kalau dia datang dia langsung menuju ke kamarku. Ketika dia datang aku cuma memakai tanktop putih tanpa BH, dan CD hitam. Lalu dia bilang ke aku

“Seli, entar ke kost’an aku dulu ya, aku mau mandi juga ganti baju dulu”.

Baca Juga: Model Senior Yang Nakal

Aku pun segera ganti baju cuma pakai cardigan sama celana panjang. Aku jarang sekali pakai BH.

Selesai ganti baju, kami langsung berangkat menuju kost’an cowokku. Setelah sampai di kost’annya, dia bilang

“Seli..aku punya hadiah lho buat kamu”, tanpa basa basi dia langsung mencumbu bibirku dengan lembut. Aku pun terkejut dibuatnya.

Emang dasar aku juga nafsuan, aku langsung balas cumbuannya. frenchkiss dan segala teknik yang kami tau sudah kami lakukan. satu hal yang bikin aku kagum dengan dia adalah dia tau bagaimana cara membuatku terlena dengan permainannya, kami bercumbu sangat lama saat aku sadar ternyata aku sudah telanjang.

Saat kami bercumbu dan sampai aku telanjang ternyata kamar pintu belum ditutup. Untung kost’an lagi sepi.

Miko memang sangat pandai bikin aku bernafsu. Hanya dengan ciumannya saja memekku sudah banjir. Ketika itu dia masih berpakaian utuh. Dari bibir, sekarang dia turun pindah menciumi kedua puting toketku. Tak cuma diciumi, putingnya pun dipermainkan habis-habisan, digigit kecil, dijilat dengan penuh nafsu. Aku menggeliat penuh gairah dam mendesah. Ku akui kalau titik nafsuku selain itil, juga ada puting. Miko yang sudah tau akan hal itu dengan sengaja mempermainkan nafsuku dari putingku. Oh nikmatnya, kalau saja kita sudah nikah, pasti giliran aku yang memperkosa dia.

Selesai dengan puting, Miko mulai mempermainkan itilku dengan jarinya. Digosok dengan lembut mulai dari bibir luar memekku lemudian dia buka memekku dengan jari telunjuknya, dia gosok-gosok bibir dalam memekku yang sudah basah dari tadi, lalu cairan itu digunakannya untuk membasahi ititku yang udah ereksi dengan manisnya.

Kami melakukan permainan ini dalam posisi berdiri dengan pintu kamar masih terbuka lebar. Ketika Miko mempermainkan kelentitku, tiba-tiba dia hisap puting kananku yang membuatku langsung mendesah dengan kerasnya. Aku sudah tidak tahan lagi menahan nafsuku. Sebentar lagi aku bakal orgasme. Tapi tiba-tiba Miko menghentikan permainannya. Aku langsung terduduk lemas dengan perasaan kecewa.

“Kenapa kog berhenti sih Mik?”, tanyaku
“Tenang sayang, aku punya sesuatu untuk kamu. Tapi kamu harus diikat dulu biar ga kabur”. jawabnya
“iiih apaan sih kog pake ikat-ikat segala” jawabku.
“ya sudah kalo ga mau, aku akhiri aja ya permainannya” kata Miko.

Aku yang udah terlanjur nafsu berat dengan terpaksa mengiyakan keinginan Miko. “Sialan juga ni orang” gerutuku dalam hati.

Lalu Miko mengikatku di sebuah kursi tanpa senderan. Kedua kakiku diikat dikaki kursi, tanganku diikat ke belakang sehingga kedua toketku membusung tegang kedepan, dan mulutku pun ikut diikat, katanya agar desahanku ga terdengar sampai luar. Aku jadi bingung, mau diapain aku ssebenarnya?

Lalu dia mengeluarkan sesuatu benda dari dalam lemarinya. Benda itu berbentuk seperti telur puyuh tapi terhubung dengan semacam remote. Karna mulutku diikat, aku jadi ga bisa tanya benda apa itu. Miko mendekatiku dan bilang

Baca Juga : Kisah Malam Pertamaku

“Say, ini hadiah buat kamu. Kamu bakal merasakan enak meskipun agak sedikit kesiksa. Aku pasangin yah”. Kemudian dia mengambil selotip, menempelkan satu telur itu ke putingku yang kanan dan satu ke puting sebelah kiri, lalu satu lagi membuatku terperanjat, dia memasukkan ke dalam memekku.

Aku mencoba meronta pertanda ga mau. Tapi karna kaki dan tangan ku terikat, jadi aku ga bisa berbuat banyak. Aku pun pasrah aja, karna aku yang nafsuan, memekku udah basah banget. Jadi dengan gampang telur yang ketiga itu masuk ke dalam memekku.

Miko melepas seluruh pakaiannya. Yang membuatku makin bernafsu saat ia melepaskan CDnya. Kontolnya berdiri dengah gagahnya langsung melompat keluar begitu CD itu dibuka. Lalu dia bilang

“aku mandi dulu ya say. Selama ku tinggal mandi, kamu nikmatin dulu aja”. lalu setelah mengabil handuk mandinya, dia menyetel sesuatu pada ketiga remote tadi.

Edaaan badanku langsung terasa kaya mati rasa. Ketiga telur tadi mulai bergetar. Puting kanan, kiri, dan liang memekku di goyang dengan nada yang teratur. Ah sialan kamu Miko, kenikmatan ini sungguh terlalu. Aku mulai kehilangan akal sehatku. Badanku mulai menyerah dengan rasa enak yang kebagetan menyerang tubuhku ini. Tapi tidak cukup kuat untuk aku bisa mencapai orgasme seperti yang aku inginkan.

Tubuhku sudah tidak bisa di kendalikan lagi. Desahan demi desahan bakal keluar dari mulutku dengan sangat keras kalau saja mulutku tidak di sumpal sama si Miko. Beberapa menit kemudian Miko selesai mandi. Dengan keadaan telanjang dia menghampiri aku yang hampir nangis karena menahan untuk mendapatkan orgasmeku. Tapi Miko malah tertawa.

“Gimana Seli sayang? enakkan hadiah dari aku?? tenang aja, nanti boleh kamu bawa pulang alat itu satu, dua, atau tiga2nya”. Mungkin Miko juga sudah ga tahan dengan melihat wajahku yang memelas minta untuk dipuaskan, lalu dia melepaskan semua ikatan ditubuhku.

Setelah dilepas, langsung aku tampar wajahnya dengan lembut pastinya.

“itu hadiah untuk kamu yang udah ngasih aku siksaan kayak gini. Sekarang giliran kamu puasin aku”. kataku

Miko tidak butuh banyak gaya untuk membuatku orgasme. Dia cukup hanya memasukkan satu jarinya kedalam memekku dan dengan sedikit hisapan di kelentitku, tanpa harus menunggu lama, aku mendapatkan orgasmeku yang ku inginku dengan sempurna. Orgasme yang beberapa detik membuatku kehilangan kesadaranku. Aku benar-benar ga tau seperti apa wajahku saat itu karna aku sangat menikmati orgasmeku.

Ketiga vibrator itu masih bergetar tanpa henti membuat tubuhku tidak bisa dikendalikan. Karna saking ga bisa ngendaliin tubuh sendiri, aku sampe pipis di lantai kamarnya. Untungnya kasur Miko dalam posisi berdiri karna sedang tidak digunakan. Jadi pipisku ga mengenai kasurnya.

Dengan nafas yang tidak teratur dan belum sadar sepunuhnya, aku bilang ke Miko

“Sudah Miko…ampun aku sudah ga kuat” dan akhirnya ketiga telur sialan pembawa nikmat itupun dimatikan oleh Miko.

Aku langsung terkulai tak berdaya di lantai kamar Miko. Tergeletak di atas air kencingku sendiri. Miko menyadari kalau kekuatanku belum akan pulih untuk beberapa waktu kedepan, dia cuma membisikkan

“kamu udah pipis di kamar, terus membiarkan kontolku ngaceng gitu aja, kamu masih hutang ya say”. aku pun mengangguk pelan.

Tanpa aku sadari kalau hutang itu nantinya bakal ditagih Miko dengan cara yang ga bisa aku bayangin juga. Setelah melap lantai dan memapahku ke kamarmandi, lalu Miko memandikanku. Makin cinta deh aku sama si Miko sialan ini. Selesai mandi, tanpa memakai pakaian terlebih dulu, aku dan Miko tidur lelap. Lebih tepatnya aku yang tidur lelap dan badan yang begitu lemas.

Post Terkait