Cerita dewasa

Cerita Hot Dewasa Seks

Cerita dewasa – Vania punya seorang ibu tiri yang umurnya selama 38 tahun dan dua orang kakak perempuan, Yang tertua namanya Niken, umurnya 28 tahun dan yang nomor dua namanya Luna umurnya 26 tahun. Walaupun ibu tiri, namun ibunya paling baik. Mereka bermukim 3 orang satu rumah. Sedang kakaknya yang kesatu telah menikah & belum punya anak dan bermukim ditempat lain. Hubungan mereka sekeluarga paling akrab. Keluarganya ramah terhadapku.

Minggu berikutnya aku main lagi ke lokasi tinggal Vania. Waktu tersebut kakaknya yang no. 2 yakni Luna terdapat dirumah. Dia tidak masuk kerja. Setelah basa basi dengan kakaknya aku masuk kekamar Vania. Didalam laksana biasa sesudah kami ngobrol-ngobrol tidak banyak aku mendekati Vania.

Jarak antara kami kian dekat. Kupegang tangannya,kemudian perlahan-lahan kudekatkan wajahku kepadanya. Kami saling berciuman. Kulumat bibirnya yang berwarna kemerah-merahan dan Vania menjawab ciumanku.

Aku meremas tangannya,kemudian ciumanku menyusuri lehernya yang putih bersih. Nafas Vania tersiar agak terengah-engah. Aku meneruskan ciumanku dengan meremas dadanya yang indah. lantas satu persatu kancing bajunya kutanggalkan,sampai dia melulu pakai BH saja.

Baca Juga: Dengan Pegawai Asuransi

Vania kian menderu nafasnya. Aku terus asyik menghisap payudaranya yang sekal itu. Tapi secara tiba-tiba aku melirik ke pintu yang tidak banyak terbuka,disitu kulihat Luna berdiri termangu. Aku segera menghentikan gerakanku.

Luna lantas masuk kekamar Vania. Tapi Vania cuek saja menyaksikan kakaknya masuk kedalam kamarnya. Dia tidak berjuang menutupi tubuhnya. Malah tidak mempedulikan saja tubuhnya dalam suasana terbuka. Aku pasti saja merasa grogi. Aku fobia Luna marah lantas melarangku main kerumahnya lagi. Tapi Luna tidak marah justeru tersenyum menyaksikan aku yang salah tingkah. Kemudian Luna bicara:

“Kamu inginkan kubuatkan teh Aguoes?”
“Ya mbak,boleh.. eh.. terima kasih..”jawabku agak gugup.

Kemudian aku terbit dari kamar dan Vania menggunakan bajunya tanpa mengenakan BH lagi. Masih kelihatan payudaranya yang montok itu dibalut baju kaos yang tipis. Aku diruang tamu ngobrol-ngobrol saja bareng Vania dan kakaknya. Luna sama sekali tidak menyebut kejadian tadi,dan bicara hal-hal lain.

Lalu aku membuka celana dalamnya,sehingga kini dia tidak menggunakan pakaian sehelai benangpun. Aku menjilati pahanya yang putih mulus. Jilatanku terus naik kearah vagina Vania yang memancarkan hawa harum dan wangi. Vania kemudian mendorongku,sehingga aku berada dalam posisi telentang. Dia langsung menunjukkan bibirnya yang mungil ke penisku.

Vania pun memahami dengan keinginanku. Penisku kuarahkan kearah vagina Vania dan memasukkannya dengan perlahan-lahan. Vania menjerit terbendung begitu penisku masuk seluruh kedalam vaginanya. Aku mengusung pantatku perlahan-lahan,dan memasukkannya. Begitu seterusnya aku lakukan,memaju-mundurkan pantatku.

Sampai kesudahannya dia menjerit dengan suara yang agak keras. Dan akupun menikmati cairan hangat yang mengairi penisku didalam vaginanya. Rupanya Vania telah keluar. Sementara aku nampaknya masih lama untuk menjangkau puncak orgasmeku. Tiba-tiba aku dikejutkan suara yang telah aku kenal.

“Wah.. anda kuat pun ya Aguoes.. . “

Rupanya tersebut suaranya Luna kakak Vania. Rupanya dia telah dari tadi berdiri dibelakangku menyimak apa yang kuperbuat bareng dengan adiknya. Aku paling kaget sekali,dan menarik keluar penisku yang masih tegang dari vagina Vania. Kupikir tadi Vania telah mengunci pintu kamar.

Luna segera mendekat kami berdua. Kulihat Vania cuek saja dan masih merasakan puncak orgasmenya. Luna duduk disamping kami dan menyimak punyaku yang masih tegang. Sementara aku sendiri masih jauh dari puncak orgasmeku. Melihat situasinya seperti tersebut aku jadi memberanikan diriku meraih tangan Luna.

Kutarik lembut tangannya dan aku segera melumat bibirnya yang lembut. Sementara tanganku langsung meremas-remas payudaranya. Sekilas aku melirik Vania dan kulihat dia tersenyum menyaksikan yang kuperbuat dengan kakaknya. Dia bilang,

“Nah.. . kini giliran saya yang nonton kakak ya.. . ?”

Luna melulu menjawab dengan tersenyum saja. Nampaknya Vania hendak aku melakukan yang sama dengan kakaknya. Aku segera mencungkil semua pakaian yang menempel ditubuhnya,sampai dia tidak mengenakan pakaian selembar benangpun alias bugil,seperti Vania. Aku terus melumat bibirnya.

Luna juga tidak kalah menjawab ciumanku. Ciumanku terus turun kelehernya yang putih bersih. Luna mengelinjang menciptakan aku semakin energik saja. Aku terus menciumi payudaranya yang montok,mungkin ukurannya ada selama 36,aku tidak tahu serupa tapi seukuran dengan payudara Vania.

Aku terus saja menghisap puting payudara Luna. Sementara tangan kiriku meraba-raba selangkangan Luna. Aku menikmati bulu-bulu vaginanya yang lembut. Ciumanku terus kuturunkan kedaerah vaginanya. Aku menjilati klitoris Luna dan Luna terus saja menggelinjang. Aku menikmati cairan yang khas dari vaginanya,tapi aku yakin dia belum orgasme.

Aku nyaris tidak tahan lagi. Aku mengajak Luna agar menungging. Aku lalu menata posisiku di belakang Luna. Perlahan-lahan aku memasukkan penisku kedalam vaginanya. Tapi sebelum aku memasukkan penisku,Vania bergerak mendekatiku dan tangannya menggenggam penisku.

“Biar kumasukin Aguoes.. . ,”katanya.

Tapi sebelum tersebut dia masih sempat-sempatnya menghisap penisku. Setelah tersebut dia menunjukkan penisku ke kemaluan kakaknya. Dia tersenyum padaku. Luna pun tersenyum padaku. Aku semakin tidak tahan dan segera memasukkan penisku ke vagina Luna.

“Ahh.. . Aguoes.. . punyamu kaku sekhali.. “

Aku semakin energik menggoyangkan pantatku. Sementara Vania duduk disampingku. Aku segera meraih tangan Vania dan aku bilang,

“Vania, sini payudaramu aku hisap.. . “

Vania segera menyodorkan payudaranya kemulutku. Jadi sedangkan aku menggoyang Luna,mulutku menghisap payudaranya Vania. Luna semakin histeris menjerit-jerit keasyikan kugoyang vaginanya dari belakang. Aku lalu mengajak Vania berdiri dan menunjukkan selangkangannya ke mulutku. Aku pulang menjilati klitoris Vania. Vania tersiar menjerit-jerit keasyikan seperti kakaknya.

Tak lama tubuh Luna menegang. Agaknya dia telah mau keluar. Benar saja tak lama aku menikmati cairan hangat mengairi penisku yang masih menancap di vaginanya. Vania pun masih menjerit-jerit. Aku kemudian berdiri dan menunjukkan penisku yang masih tegang ke kemaluan Vania yang berada dalam posisi berdiri dari depan.

“Ahh.. . Aguoes.. . anda pintar pun juga pake gaya berdiri laksana dalam film. “

Tapi sebelum aku keluar,Vania sudah terbit duluan dan badannya seketika jadi lemas. Aku segera mencengkram pantatnya dan mendekap tubuhnya.

“Akh.. . “

Spermaku mengairi vagina Vania. Aku tidak powerful lagi menyangga tubuh Vania dan tidak mempedulikan dia terduduk dan kesudahannya penisku juga tercabut dari vaginanya.

Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas. Aku berada ditengah-tengah mereka. Tanganku masih saja bergantian meremas-remas payudara Vania dan Luna bergantian. Mereka pun masih merasakan remasan tanganku di payudaranya. Kami sama-sama unik nafas panjang. Lama kami terdiam. Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan suara panggilan.

“Luna,Vania kalian dimana? Ini mbak Niken datang nih.. . ?”
“Vania,biar mbak saja yang menemuin mbak Niken”

Lalu tanpa pakaian sehelai benangpun Luna berdiri dan solusi kamar. Aku kaget dan bertanya pada Vania,

“Vania,kalau ketahuan mbak Niken bagaimana nih.. . ?”kataku agak cemas.

Tapi Vania melulu tersenyum saja dan mengecup bibirku sebagai jawabannya. Sementara diluar kamar,mbak Niken paling terkejut menyaksikan adiknya Luna menyambutnya tanpa busana sehelai benangpun.

“Luna.. . anda ngapain.. ?Kok nggak pake pakaian.. . ?”tanya mbak Niken.
“Nggak apa-apa kok mbak.. . ” seraya menggandeng kakaknya kekamar Vania.

Sesampai dikamar Vania,mbak Niken kelihatan terkejut melihatku dan Vania pun tanpa pakaian. Luna segera menjelaskan,

“Mbak,itu Aguoes pacarnya Vania.. . Mbak udah kenal kan?”kata Luna.

Sementara aku masih agak cemas,takut kalau-kalau mbak Niken marah besar. Tapi rupanya Vania memahami perasaanku. Dia berbicara pada Niken,

“Mbak mari duduk disini,ngapain berdiri disitu. Bukankah Mbak dulu bilang bila nggak pernah puas bila main sama suami mbak.. . ?”
“Ayo Aguoes.. . anda teruskan aja, mungkin anda ketemu lawan tangguh.. . ,”kata Luna bercanda.
“Sekarang anda lawan mbak Niken gihh.. . berakhir kami capek sih.. . “kata Vania dengan manjanya.

Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Niken,sampai dia tidak menggunakan pakaian sehelai benangpun laksana adik-adiknya. Aku merasa kaget juga,karena payudaranya mbak Niken lebih besar dikomparasikan payudara adik-adiknya.

Sementara tersebut aku pun melirik Luna dan Vania dan mereka hanya tersenyum menatapku seraya mengelus-elus vaginanya masing-masing. Ciuamanku pulang kuarahkan keleher Niken yang putih bersih. Dan terus kuturunkan ke payudaranya yang montok. payudaranya kuciumi bergantian dan puting payudaranya kuhisap dengan lahap.

Ciumanku kuturunkan keperutnya yang putih dan ramping dan terus turun kepahanya yang mulus. Pahanya kujilatin hingga basah semua. Jilatanku kunaikkan ke sela-sela pahanya yakni ke vaginanya.

“Akh.. . apa ini Aguoes.. . ohhh.. terus Aguoes.. . “kata mbak Niken.

Mbak Niken membuka mulutnya dan melahap penisku dan menghisap penisku dengan paling bernafsu. Aku menyadari nafsu seks mbak Niken paling tinggi. Tapi aku yakin dapat memuaskannya. Akhirnya kusuruh mbak Niken telentang. Diapun menurut keterangan dari untuk telentang dan membuka kakinya lebar-lebar.

Aku paling senang sekali. Aku segera menaik-turunkan pantatku ke vagina mbak Niken. Jeritan dan desahan nafas mbak Niken kian keras. Aku tidak peduli dan terus saja menggenjot dan menaik turunkan pantatku. Sama laksana vagina adik-adiknya,vagina mbak Niken laksana meremas-remas penisku.

“Akh.. . akh.. akh.. terus Aguoes.. akh.. . aku telah mau terbit nih.. . akh.. ,”katanya terus menceracau.
“Aahh aku pun mau terbit mbak.. . “kataku seraya meremas dan menghisap payudaranya.
“Ahh.. . Aguoese.. mbak telah keluar.. . “kata mbak Niken.
“Mbak.. . akhu.. . jugha.. inginkan keluar.. . h.. “kataku dengan suara agak parau.

Akhirnya spermaku tumpah mengairi vaginanya. Aku tertelungkup lemas diatas tubuh mbak Niken. Kulihat Luna dan Vania tersenyum menatapku. Aku lalu menarik keluar penisku dari lubang vagina mbak Niken dan kamipun tiduran bersama. END