Cerita Dewasa79 Hilangnya Keperawanan Gadis PKL

Cerita Dewasa79 Kejadian ini adalah benarbenar kisah nyata yang sampai sekarang tidak pernah saya lupakan. Peristiwa ini terjadi sekitar bulan September 2000 dan yang merupakan pengalaman pertama saat keperjakaan saya hilang. Sebelumnya, saya perkenalkan diri, waktu itu saya ber usia 27 tahun, masih single lah, bukannya tidak laku lho tetapi memang saya masih ingin bebas. Kata orang, wajah saya cukup ganteng dengan badan atletis. Bekerja di suatu instansi pemerintah di kota Surabaya. Bekerja pada Bagian Sekretariat yang mengurusi suratsurat masuk dan mencatat segala keperluan dinas atasan ( sektretaris), juga mengetik suratsurat, karena memang saya cukup terampil dalam penggunaan komputer yang terkadang memberi pelajaran mengenai pengoperasian komputer di luar kantor. Seperti biasanya, suatu instansi pemerintah selalu ada siswasiswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang memang merupakan bagian dari kurikulum yang harus dijalani oleh setiap murid.

 

Pagi itu sekitar pukul 09:00 saya sedang mengetik suatu nota untuk dikirim ke suatu instansi lain, tibatiba saya didatangi oleh 3 siswi lengkap dengan seragam sekolahnya.
Selamat pagi, Pak! sapa mereka dengan kompak dan ramah.
Pagi.., ada yang bisa saya bantu? jawab saya dengan ramahnya.
Begini Pak.., kami ingin menyakan apakah di sini masih menerima anak sekolah untuk PKL?
Oooh.. kalian dari sekolah mana? tanya saya.
Saya dari SMK X pak.. dan ini surat permohonan kami dari sekolah., kata mereka sambil menyerahkan surat permohonan kepada saya.
Lalu saya baca, di sana tertulis namanama mereka, setelah selesai saya menatap mereka satu persatu.
Coba, saya ingin tahu namanama kalian dan ketrampilan apa yang kalian miliki? tanya saya sok pintar.
Nama saya Devi Pak, yang ini Desy dan yang itu Susy Pak.., mereka juga menjelaskan bahwa mereka bisa menggunakan komputer walaupun belum terampil, karena di sekolahnya diberikan ketrampilan komputer.

Si Devi memiliki postur tubuh yang agak kurus dengan bentuk wajah bulat dan memiliki bentuk payudara yang hampir rata dengan dadanya. Si Desy agak gemuk dan pendek tetapi memiliki payudara yang besar, dan yang satu ini memiliki postur tubuh yang agak tinggi dari temantemannya, sangat cantik dan sexy seperti bintang mega sinetron dengan bulubulu halus di tangannya, warna kulit kuning langsat dengan wajah yang imutimut dan bibir yang merah serta payudara yang montok, ukurandadanya 34B. Wah.. pikiran saya jadi kotor nih (maklum walaupun saya tidak pernah berhubungan badan, tetapi saya sering nonton BF). Umumnya mereka semua memiliki wajah yang cantik, kulit putih dan bersih.

Begini ya adikadik, kebetulan di sini memang belum ada yang PKL, tetapi akan saya tanyakan pada atasan saya dulu.., kata saya,
Nanti, seminggu lagi, tolong adikadik kesini untuk menunggu jawaban. lanjut saya sambil tidak hentihentinya memandangi wajah mereka satu persatu. Setelah berbasabasi sedikit, akhirnya mereka pulang.

Saya menghadap atasan yang kebetulan sedang baca koran, maklum pegawai negeri kan terkenal dengan 4D (datang, duduk, diam dan duit). Setelah bicara ala kadarnya, atasan saya menyetujui dan saya lah yang disuruh memberi tugas apa yang harus mereka kerjakan nanti.
Tolong, nanti kamu yang mengawasi dan memberi arahan pada mereka. kata atasan saya.
Tapi jangan diarahin yang nggangga lho.. Saya agak bingung dibilang seperti itu.
Maksud Bapak?
Iya, tadi saya sempat lihat, mereka cantikcantik dan saya perhatikan mata kamu ngga lepaslepas tuh.
Ah, Bapak bisa aja, saya ngga ada maksud apaapa, kecuali dia mau diapaapain. kata saya sambil bercanda dan tertawa.
Dasar kamu.., jawab atasan saya sambil ketawa.
Memang, walaupun dia atasan saya tetapi di antara kami tidak ada batas, maklum atasan saya juga mata keranjang dan rahasia bahwa dia sering main perempuan sudah merupakan rahasia kami berdua.

Seminggu kemudian, mereka bertiga kembali ke kantor. Setelah itu saya jelaskan bahwa mereka bisa PKL di sini dan langsung mulai bekerja. Setelah itu Devi dan Desy saya tugaskan di bidang lain, sedangkan Susy, saya suruh membantu pekerjaan di ruangan saya. Kebetulan ruangan saya tersendiri. Memang sudah saya rancang sedemikian rupa agar selalu dapat menikmati keindahan tubuh Susy yang saat itu kelihatan cantik dan sexy dengan rok yang agak ketat di atas lutut. Lalu saya mengantar Devi dan Desy ke ruangan lain untuk membantu karyawan yang lain, sedangkan Susy saya suruh menunggu di ruangan saya. Setelah itu saya kembali ke ruangan.

Apa yang harus saya kerjakan, Pak? tanya Susy ketika saya sudah kembali.
Kamu duduk di depan komputer dan tolong bantu saya mengetik beberapa nota. sembari memberikan beberapa lembar kertas kerja pada nya.
Dan tolong jangan panggil saya Bapak, saya belum Bapakbapak lho, panggil saja Mas Bimo. kata saya sambil bercanda.
Baik Mas Bimo, tetapi tolong ajarkan saya mengetik, karena saya belum mahir menggunakan komputer.

Saya mulai memberi arahan sedikit tentang cara mengetik sambil tidak hentihentinya memandangi wajah Susy tanpa sepengetahuannya. Saya berdiri di sampingnya sambil menikmati. Sebentarsebentar mencuri pandang ke arah payudaranya yang kelihatan dari atas karena kerahnya agak terbuka sedikit. Nampak sekali kelihatan belahan payudaranya yang putih mulus tertutup bra warna coklat muda. Apalagi ditambah dengan paha yang sangat sexy, mulus dan kuning langsat yang roknya naik ke atas ketika duduk. Tanpa disadari, kemaluan saya berdiri tegak. Pikiran kotor saya keluar, bagaimana caranya untuk bisa menikmati keindahan tubuh anak SMK ini.

Di hari pertama ini, saya hanya bisa bertanyatanya tentang sekolah dan keluarganya dan terkadang bercanda sambil menikmati keindahan tubuhnya. Ternyata Susy adalah anak yang enak diajak bicara dan cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Terkadang saya suka mengarahkan ke cerita yang pornoporno dan dia cuma tersipu malu. Selama itu, saya juga berpikir bagaimana caranya untuk merasakan kenikmatan tubuh Susy. Saya merencanakan untuk membuat strategi, karena besok atasan saya akan dinas ke luar kota beberapa hari sehingga saya bebas berdua dengannya.

Pada hari ketiga, pagipagi Susy sudah datang dan kebetulan atasan saya sedang dinas ke Bandung selama 5 hari. Seperti biasa, dia selalu menanyakan apa yang bisa dia kerjakan. Inilah kesempatan saya untuk melaksanakan rencana yang sudah disiapkan dengan pikiran kotor saya, apalagi ketika dia sedang duduk di kursi, tanpa disadari atau disengaja, duduknya agak mengangkang, sehingga dapat terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang putih mulus.