cerita dewasa

Cerita Dewasa Tante Siwi Mengajarkanku Sexs

Cerita Bokep kali ini menceritakan pengalaman Sex pertama dari seorang anak lelaki yang baru beranjak Dewasa. Dia bernama Agung, berawal dari hobinya beronani, pada akhirnya dia mendapatkan Sex nyata dari teman baik Mamah Agung. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Agung panggilanku, aku adalah seorang lelaki normal seperti umumnya lelaki. Aku mempunyai hasrat dan rasa ingin tahu soal sexs. Aku akan memnceritakan cerita sex pribadiku pada saat aku masih beranjak dewasa dan berumur 13 tahun. Aku adalah anak lakilaki kesangan orang tuaku karena kebetulan aku anak tunggal.

Nah ini dia awal dari kisah sexku, pada saat itu kedua orang tuaku sedang pergi keluar negeri karena ada kepentingan. Karena aku anak kesayangan, maka Mamahku memunyai inisiatid untuk mencarikan teman sekaligus untuk menjaga aku selama kedua orang tuaku keluar negeri.

Tante Siwi panggilanya, beliau adalah wanita yang sudah berkeluarga, kirakira beliau berumur yang berumur 28 tahun. Tante siwi dipercayakan untuk menjagaku karena beliau adalah teman baik Mamahku. Kebetulan juga suami tante Siwi pada saat itu harus keluar kota untuk urusan pekerjaan.

Baca Juga: Tante Sekdes Yang Mempunyai Hasrat Seks Yang Kuat

So daripada Tante Siwi kesepian dia berfikir untuk akan menginap dirumahku sembari menjagaku. Perawakan beliau bisa dikatakan proposional, karena dia mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal. Ditambah lagi dia mempunyai rambut yang indah dan terawat sekali.

Tante Siwi ini berkulit putih bersih, berwajah menawan, betubuh bohay dan suka berpakaian seksi. Tanpa berfikir panjang akupun sangat setuju sekali bila ditemani oleh Tante Siwi. Ketika suasana rumahku kosong, aku sering memainkan Penisku tetapi belum pernah sampai masturbasi.

Maklumlah karena pada saat itu aku masih belum mengerti apaapa. Yang aku rasakan hanya sekedar rasa geligeli enak, hhe. Sampai pada saat itu setelah pulang sekolah sembari menunggu Tante Siwi datang, aku mengambil kesempatan untuk mengelus dan memijat Penisku sembari berfantasi membayangkan Tante Siwi.

Aku membayangkan beliau seperti yang pernah aku lihat di majalah dewasa dari temantemanku di sekolah. Ketika sedang asikasyiknya berfantasi sendirian dikamarku, dengan tibatiba Tante Siwi ternyata sudah tiba dirumahku dan langsung saja membuka pintu kamarku yang kebetulan pada saat itu tidak terkunci.

Karena melihat aku yang sedang memainkan Penisku, Tante Siwi ketika itu sedikit terkejut waktu melihat aku berbaring diatas ranjang sembari memainkan Penisku yang berdiri tegak menantang. Ditambah lagi aku telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menemel ditubuhku.

Sungguh ketika itu aku benarbenar malu karena ketangkap basah lagi mainin Penis. Secara spontan kemudian akupun segera menutupi Penisku dengan bantal, diiringi dengan wajahku putih pucat karena ketakutan. Melihat aku ketakutan, Tante Siwipun hanya tersenyum dan berkata padaku,

Eh, kamu sudah pulang sekolah Agung, Tante juga baru saja datang . Sapa tante,

Aku tidak berani menjawabnya.

Tidak usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk anakanak mainin burung nya sendiri di usia seperti kamu ujarnya dengan santai.

Aku tetap tidak berani berkutik dari tempat tidur karena sangat malu. Tante Siwi lalu menambah,

Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu saja, kok ucapnya,

Tidak apaapakan kalau Tante turut melihat permainanmu , ucapnya sembari melirik dan menggodaku,

Belum sempat aku menjawab dia menyambungnya lagi ucapanya,

Kalau kamu mau, Tante bisa kok bantuin kamu, Tante bisa ikut dengan permainanmu Agung , tambahnya sembari mendekat kerahku.

Belum sempat aku menjawab Tante siwi sudah menyambung perkataanya lagi,

Oh iya Gung, tapi kamu tidak boleh bilang siapasiapa ya, ini akan menjadi rahasia kita berdua saja .

Walaupun tante Siwi berkata seperti itu, aku tetap saja tidak dapat menjawab apaapa , hanya mengangguk kecil walaupun aku tidak begitu mengerti apa maksudnya. Tante Siwi pergi kekamar mandi mengambil Baby Oil dan segera kembali kekamarku. Lalu dia berlutut dihadapan ku. Bantalku diangkat perlahanlahan , dan saking takutnya Penisku segera mengecil dan segera ku tutupi dengan kedua telapak tanganku.

Kesini dong sayan g !!! kasih Tante lihat permainanmu, Tante janji akan bakal buat kamu enak deh, , katanya sembari membujukku.

Tanganku dibuka dan mata Tante Siwi mulai turun kebawah kearah selangkanganku dan memperhatikan Penisku yang mengecil dengan teliti. Dengan perlahanlahan dia memegang Penisku dengan kedua jarinya dan menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu lagi dia meneteskan Baby Oil itu dikelapa Penis ku, senyumnya tidak pernah melepaskan wajahnya yang cantik.

Tante pakein ini supaya rada licin, kamu pasti suka deh katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.

Malunya setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat Penis ku, apa lagi memegangnya. Hatiku berdebar dengan kencang dan wajahku merah karena malu. Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan hangat.

Jangan takut Agung, kamu rebahan saja , ujarnya membujuk ku.

Setelah sedikit tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, aku mulai dapat menikmati elusan tangannya yang lembut. Tangannya sangat mahir memainkan Penisku, setiap sentuhannya membuat Penisku bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih enak dari sentuhan tanganku sendiri.

Lihat itu sudah mulai membesar kembali , ucap tante siwi,

Kemudian Tante Siwi melumuri Baby Oil itu keseluruh batang Penisku yang mulai menegang dan kedua bijinya. Kemudian Tante Siwi mulai mengocokin Penisku digenggamannya perlahanlahan sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusapi biji ku yang mulai panas membara.

Penisku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Siwi yang cantik. Perlahan Tante Siwi mendekati mukanya kearah selangkangan ku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang hangat berhembus dipaha dan dibijiku dengan halus. Aku hampir tidak bisa percaya, Tante Siwi yang baru saja ku khayalkan, sekarang sedang berjongkok diantara selangkanganku.

Setelah kira2 lima menit kemudian, aku tidak dapat menahan rasa geli dari godaan jari2 tangannya. Pinggulku tidak bisa berdiam tenang saja diranjang dan mulai mengikuti setiap irama kocokan tangan Tante Siwi yang licin dan berminyak. Belum pernah aku merasa seperti begitu, semua kenikmatan duniawi ini seperti berpusat tepat ditengah2 selangkanganku. Mendadak Tante Siwi kembali berkata,

Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari pada nanti kotorin ranjang Tante hisap saja yah . ucapnya,

Ketika itu aku masih saja belum mengerti apa yang dia maksud. Dengan tibatiba Tante Siwi mengeluarkan lidahnya dan menjilat kepala Penisku lalu menyusupinya perlahan kedalam mulutnya. Hampir saja aku melompat dari atas ranjang. Karena bingung dan kaget, aku tidak tahu harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras kedalam ranjang.

Tangannya segera disusupkan kebawah pinggulku dan mengangkatnya dengan perlahan dari atas ranjang. Penisku terangkat tinggi seperti hendak diperagakan dihadapan mukanya. Kembali lidahnya menjilat kepala Penisku dengan halus, sembari menyedot kedalam mulutnya. Bibirnya merah merekah tampak sangat seksi menutupi seluruh Penis ku. Mulut dan lidahnya terasa sangat hangat dan basah.

Lidahnya dipermainkan dengan sangat mahir. Matanya tetap memandang mataku seperti untuk meyakinkanku. Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku. Kepalanya tampak turun naik disepanjang Penis ku, aku berasa geli setengah mati. Ini jauh lebih nikmat daripada memakai tangannya. Sesekali Tante Siwi juga menghisap kedua bijiku bergantian dengan gigitangigitan kecil.

Dengan perlahan turun kebawah menjilat lubang pantatku dan membuat lingkaran kecil dengan ujung lidahnya yang terasa sangat liar dan hangat. Aku hanya dapat berpegangan erat kebantal ku, sembari mencoba menahan rintihanku. Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti yang aku hendak menjerit. Nafasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku menegang.

Ditambah lagi kepalaku mulai pening, akibat kenikmatan yang berada tepat diantara selangkanganku. Mendadak kurasa Penisku seperti akan meledak. Karena rasa takut dan panik, kutarik pinggulku kebelakang. Dengan seketika, Penisku seperti mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat kemuka dan kerambut Tante Siwi.

Seluruh badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak pernah kualami sebelumnya. Aku tidak sanggup untuk menahan kejadian ini. Aku merasa telah berbuat sesuatu kesalahan yang sangat besar. Dengan napas yang terengahengah, aku meminta maaf kepada Tante Siwi atas kejadian tersebut dan tidak berani untuk menatap wajahnya. Tetapi Tante Siwi hanya tersenyum lebar, dan berkata,

Tidak apaapa kok, ini memang harus begini , ucapnya nampak puas,

kembali dia menjilati cairan lengket itu yang mulai meleleh dari ujung bibirnya dan kembali menjilati semua sisa cairan itu dari Penisku sehingga bersih.

Tante suka kok, rasanya sedap , tambahnya.

Dengan penuh pengertian Tante Siwi menerangkan bahwa cairan itu adalah air mani dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali2. Kemudian dengan penuh kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan mencium ku dengan lembut dikeningku. Setelah semuanya mulai mereda, dengan malumalu aku bertanya,

Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini? ,

Yah, kadangkadang kita orang perempuan juga melakukan itu, tapi caranya agak berbeda terangya padaku,

Kemudian Tante Siwi berkata padakau, apabila aku mau, dia dapat menunjukkannya. Tentu saja aku bilang yang aku mau menyaksikannya. Jarijari tangan Tante Siwi yang lentik dengan perlahan mulai membuka kancing bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih. Waktu kutangnya dibuka payudaranya melejit keluar dan tampak besar membusung dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping.

Kedua payudaranya bergelayutan dan bergoyang dengan indah. Dengan halus Tante Siwi memegang kedua tanganku dan meletakannya diatas payudaranya. Rasanya empuk, kejal dan halus sekali, ujungnya agak keras. Putingnya warna coklat tua dan agak besar. Tante Siwi memintaku untuk menyentuhnya. Karena belum ada pengalaman apaapa , aku tekan saja dengan kasar.

Tante Siwi kembali tersenyum dan mengajariku untuk mengelusnya perlahanlahan . Putingnya agak sensitif, jadi kita harus lebih perlahan disana, katanya. Tanganku mulai meraba tubuh Tante Siwi yang putih bersih itu. Kulitnya terasa sangat halus dan panas membara dibawah telapak tanganku. Napasnya memburu setiap kusentuh bagian yang tertentu. Aku mulai mempelajari titik kenikmatan yang disukainya.

Tidak lama kemudian Tante Siwi memintaku untuk menciumi tubuhnya. Ketika aku mulai menghisap dan menjilat kedua payudaranya, putingnya terasa mengeras didalam mulutku. Napasnya semakin menderuderu, membuat payudaranya turun naik bergoyang dengan irama. Lidahku mulai menjilati seluruh payudaranya sampai keduanya berkilat dengan air liurku Mukanya tampak gemilang dengan penuh gairah.

Bibirnya yang merah merekah digigit seperti sedang menahan sakit. Roknya yang seksi dan ketat mulai tersibak dan kedua lututnya mulai melebar perlahan. Pahanya yang putih seperti susu mulai terbuka menantang dengan gairah dihadapanku. Tante Siwi tidak berhenti mengeluselus dan memeluki tubuhku yang masih telanjang dengan kencang. Tangannya menuntun kepalaku kebawah kearah perutnya.

Semakin kebawah ciumanku, semakin terbuka kedua pahanya, roknya tergulung keatas. Aku mulai dapat melihat pangkal paha atasnya dan terlihat sedikit bulu yang hitam halus mengintip dari celah celana dalamnya. Mataku tidak dapat melepaskan pemandangan yang sangat indah itu. Kemudian Tante Siwi berdiri tegak dihadapanku dengan perlahan.

Tante Siwi mulai membuka kancing roknya satu persatu dan membiarkan roknya terjatuh dilantai. Tante Siwi berdiri dihadapanku seperti seorang putri khayalan dengan hanya memakai celana dalamnya yang putih, kecil, tipis dan sexy. Tangannya ditaruh dipingulnya yang putih dan tampak serasi dengan kedua payudaranya diperagakannya dihadapanku.

Pantatnya yang hanya sedikit tertutup dengan celana dalam seksi itu bercuat menungging kebelakang. Tidak kusangka yang seorang wanita dapat terlihat begitu indah dan menggiurkan. Aku sangat terpesona memandang wajah dan keindahan tubuhnya yang bercahaya dan penuh gairah. Tante Siwi menerangkan yang bagian tubuh bawahnya juga harus dimainkan.

Sembari merebahkan dirinya diranjangku, Tante Siwi memintaku untuk menikmati bagiannya yang terlarang. Aku mulai merabaraba pahanya yang putih dan celana dalamnya yang agak demak dan bernoda. Pada awalnya tanganku agak bergemetar, basah dari keringat dingin, tetapi melihat Tante Siwi sungguhsungguh menikmati semua perbuatanku.

Matanya yang mulai sayu, diiringi napasnya semakin mengencang. Aku semakin berani dan lancang merabanya. Kadangkadang jariku kususupkan kedalam celana dalamnya menyentuh bulunya yang lembut. Celana dalamnya semakin membasah, noda dibawah celana dalamnya semakin membesar. Pingulnya terangkat tinggi dari atas ranjang.

Kedua pahanya semakin melebar dan Penisnya tercetak jelas dari celana dalam nya yang sangat tipis itu. Setelah beberapa lama, Tante Siwi dengan merintih memintaku untuk membuka celana dalamnya. Pinggulnya diangkat sedikit supaya aku dapat menurunkan celana dalamnya kebawah. Tante Siwi berbaring diatas ranjang tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.

Disitu untuk pertama kali aku dapat menyaksikan Penis seorang wanita dari jarak yang dekat dan bukan hanya dari majalah. Bulu2 diatas Penisnya itu tampak hitam lembut, tumbuh dengan halus dan rapi dicukur, sekitar Penisnya telah dicukur hingga bersih membuat lekuk Penisnya tampak dari depan. Tante Siwi membuka selangkangannya dengan lebar dan menyodorkan Vaginanya kepadaku.

Sembari bangkit duduk ditepi ranjang, Tante Siwi memintaku untuk berjongkok diantara kedua pahanya untuk memperhatikan Vaginanya dari jarak dekat. Dengan penuh gairah kedua jarinya mengungkap bibir Penisnya yang rada tebal dan kehitamhitaman dan memperagakan kepadaku, lubang Vaginanya yang basah dan berwarna merah muda.

Dengan nada yang ramah, Tante Siwi menggunakan jari tangannya sendiri dengan halus, menerangkan kepadaku satu persatu seluruh bagian tubuh bawahnya. Tempat2 dan caracaranya untuk menyenangkan seorang wanita. Kemudian Tante Siwi mulai menggunakan jari tangan ku untuk dirabaraba kan kebagian tubuh bawahnya. Rasanya sangat hangat, lengket dan basah.

Klitorisnya semakin membesar ketika aku menyentuhnya. Aroma dari Vaginanya mulai memenuhi udara dikamarku, aromanya menyenangkan dan berbau bersih. Dari dalam lubang Vagina nya perlahanlahan keluar cairan lengket berwarna putih dan kental dan mulai melumuri semua permukaan lubang Vaginanya. Mengingat apa yang dia sudah lakukan dengan air maniku, aku kembali bertanya,

Boleh ngga saya mencicipi air mani Tante? Tante Siwi hanya mengangguk kecil dan tersenyum.

Perlahan aku mulai menjilati pahanya yang putih dan sekitar lubang Vagina Tante Siwi yang merah dan lembut. Cairan nya mulai mengalir keluar dengan deras keselangkangannya. Lidahku menangkap tetesan itu dan mengikuti aliran cairan itu sampai balik keasal lubangnya. Rasanya rada asin dengan bau yang sangat khas, tidak seperti kata orangorang, Tante Siwi cairan sangat bersih dan tidak berbau amis.

Begitu pertama aku mencicipi alat kelamin Tante Siwi, aku tahu yang aku dapat menjilatinya terusterusan, karena aku sangat menyukai rasanya. Tante Siwi mendadak menjerit kecil ketika lidahku menyentuh klitorisnya. Aku tersentak takut karena mungkin aku telah membuatnya sakit. Tetapi Tante Siwi kembali menjelaskan bahwa itu hal biasa kalau seseorang mengerang waktu merasa enak.

Semakin lama, aku semakin berani untuk menjilati dan menghisapi semua lubang Vagina dan klitoris nya. Pinggulnya diangkat naik tinggi. Tangannya tidak berhenti memeras payudaranya sendiri, cengkramannya semakin menguat. Napasnya sudah tidak beraturan lagi. Kepalanya terbanting kekanan dan kekiri. Pinggul dan pahanya kadangkadang mengejang kuat, berputar dengan liar.

Kepalaku terkadang tergoncang keras oleh dorongan dari kedua pahanya. Tangannya mulai menjambak rambutku dan menekan kepalaku erat kearah selangkangannya. Dari bibirnya yang mungil itu keluar desah dan rintihan memanggil namaku, seperti irama ditelingaku. Keringatnya mulai keluar dari setiap poripori tubuhnya membuat kulitnya tampak bergemilang dibawah cahaya lampu.

Matanya sudah tidak memandangku lagi, tapi tertutup rapat oleh bulu mata yang panjang dan lentik. Sembari merintih Tante Siwi memintaku untuk menyodok2kan lidahku kedalam lubang Vagina nya dan mempercepat iramaku. Seluruh mukaku basah tertutup oleh cairan yang bergairah itu.

Kemudian Tante Siwi memintaku untuk berbalik supaya dia juga dapat menghisap Penisku bersamaan. Setelah melumuri kedua payudaranya yang busung itu dengan Baby Oil, Tante Siwi menggosokgosokkan dan menghimpit Penisku yang sudah keras kembali diantara payudaranya, dan menghisapinya bergantian.

Kemudian Tante Siwi memintaku untuk lebih berkonsentrasi di klitorisnya dan menyarankanku untuk memasuki jariku kelubang Vagina nya. Dengan penuh gairah aku pertama kalinya merasakan bahwa kelamin wanita itu dapat berasa begitu panas dan basah. Otot Vagina nya yang terlatih terasa berdekup memijiti jari tanganku perlahan.

Bibir dan lubang Vagina nya tampak merekah, berkilat dan semakin memerah. Klitorisnya bercahaya dan membesar seperti ingin meledak. Setelah tidak beberapa lama, Tante Siwi memintaku untuk memasuki satu jariku kedalam lubang pantatnya yang ketat. Dengan bersamaan waktu, Tante Siwi juga masuki satu jarinya pula kedalam lubang pantatku. Tangannya dipercepat mengocok Penis ku.

Pahanya mendekap kepalaku dengan keras. Pinggulnya mengejang keras. Terasa dilidahku uraturat sekitar dinding Vagina nya berkontraksi keras ketika dia keluar. Aku menjerit keras bersamasama Tante Siwi sembari memeluknya dengan erat, kita berdua keluar hampir bersamaan. Kali ini Tante Siwi menghisap habis semua air maniku dan terus menghisapi Penisku sampai kering.

Setelah itu kita berbaring telanjang terengah mengambil napas. Badannya yang berkeringat dan melemah, terasa sangat hangat memeluki tubuh ku dari belakang, tangannya tetap menghangati dan mengenggam Penisku yang mengecil. Aroma dari yang baru saja kita lakukan masih tetap memenuhi udara kamarku. Wajahnya tampak gemilang bercahaya menunjukan kepuasan.

Senyumnya kembali menghiasi wajahnya yang terlihat lelah. Lalu kita jatuh tertidur berduaan dengan angin yang sejuk meniup dari jendela yang terbuka. Setelah bangun tidur, kita mandi bersama. Waktu berpakaian Tante Siwi menciumku dibibir dengan lembut dan berjanji yang nanti malam dia akan mengajari bagaimana caranya bila kejantananku dimasuki kedalam Vaginanya.

Sejak hari itu, selama satu minggu penuh, setiap malam aku tidur dikamar tamu bersama Tante Siwi dan mendapat pelajaran yang baru setiap malam. Tetapi setelah kejadian itu, kita tidak pernah mendapat kesempatan kembali untuk melanjutkan hubungan kami. Hanya ada peristiwa sekali, waktu orangtuaku mengadakan pesta dirumah, Tante Siwi datang bersama suaminya.

Didapur, waktu tidak ada orang lain yang melihat, Tante Siwi menciumku dipipi sembari meraba Penis ku, tersenyum dan berbisik,

Jangan lupa dengan rahasia kita ya Gung .

Singkat cerita setelah, 3 bulan kemudian Tante Siwi pindah ke kota lain bersama suaminya. Sampai hari ini aku tidak akan dapat melupakan satu minggu yang terbaik itu didalam sejarah hidupku. Dan aku merasa sangat beruntung untuk mendapat seseorang yang dapat mengajariku tentang Sexs dengan cara yang sangat sabar, dan memuaskan. Thanks Tante Siwi, I miss u so much. Selesai.

Post Terkait