cerita dewasa

Cerita Dewasa Perselingkuhan Istri Muda

Perselingkuhan Istri Muda Namaku Anto (samaran) seorang karyawan swasta berumur 33 tahun. Dalam kehidupan pergaulan seharihari aku sering menjadi perhatian di lingkungan tempat aku bekerja, selain pergaulan yang luwes, aku memiliki postur yang bisa dikatakan lumayan. Dengan warna kulitku yang putih, tinggi 170 dan berat sekitar 67 Kg serta single, tidaklah sulit bagi diriku untuk mencari temanteman baru. Di perusahaan tempat aku bekerja, ada salah seorang teman wanita yang (pernah) menjadi perhatianku. Sebut saja namanya Anita. Dalam pergaulannya, Anita juga seorang yang luwes, oleh sebab itu dia di tempatkan oleh pimpinan perusahaan di bagian marketing, yang sebelumnya adalah teman satu bagian dengan aku. Awal tahun 2013 yang lalu Anita melangsungkan pernikahannya dengan seorang teman kuliahnya. Walaupun sekarang sudah menikah, Anita tetap seperti yang dulu, luwes dan anggun. Walaupun postur tubunya bukanlah tipe seorang yang bertubuh tinggi dan langsing, tapi dia memiliki kharisma tersendiri. Dengan kulit yang putih, payudara sekitar 34 serta betis yang indah, senyumnya yang menawan, tidak mengherankan bila menjadi perhatian para lelaki. Kedekatan diriku dengan Anita berawal sejak dia bekerja pada bagian yang sama denganku 3 tahun yang lalu. Sejak dia pindah bagian (lantai berbeda walaupun dalam satu gedung) dan menikah, aku jadi jarang sekali bertemu. Paling hanya berbicara melalui telpon atau saling kirim email. Kami sering bercakapcakap mengenai kantor dan kadangkadang menjurus ke hal yang pribadi. Karena Anita kadangkadang berkeluh kesah mengenai masalahmasalah kantor, yang sering membuat pikirannya cemas. Dan hal itu terbawa dalam keluarga. Rasa cemas Anita terkadang memang berlebihan, yang membuat sampai awal tahun 2004 ini belum ada tandatanda bahwa dirinya hamil. Setiap ada anggota keluarga atau temannya yang bertanya mengenai hal itu, menambah gundah dirinya. Segala upaya termasuk konsultasi kepada dokter sudah dilakukan, tetapi hasilnya tetap nihil. Rasa cemas dan bersalah timbul pada diri Anita, karena selalu menjadi bahan pertanyaan khususnya dari pihak keluarga. Aku sering kali memberi semangat dan dukungan kepadanya untuk selalu belajar menerima apa adanya dalam situasi apapun. Bila ada sesuatu pikiran yang membuat gundah Anita, aku selalu dapat membuat dirinya lupa dengan masalahnya. Aku selalu dapat membuat dirinya tertawa, dan terus tertawa. Pernah suatu ketika, Anita tertawa sampai berlutut dilantai sambil memegang perutnya karena tertawa sampai keluar air mata dan sakit perut!! *** Cerita Sex Dewasa Seks *** Suatu hari (aku lupa persisnya) minggu ke 2 di bulan Februari 2004 yang lalu, Anita menelponku melalui HP. Pada saat itu aku baru saja sampai di rumah, setelah seharian bekerja. Haloo Nitaa.. Lagi dimana lu? Tumben nih malemmalem nelpon, hehehehe.. kataku kemudian. Lagi di rumaah. Lagi bengongbengong, laper and cuapek buanget nih, tadi gue ada meeting di Kuningan (jalan kuninganJakarta) dari siang, lu sendiri masih dikantor? kata Anita kemudian. Nggak laah, baru aja sampai di rumah. Eh, lu dirumah bengangbengong ngapain sih? Emang di rumah lu kaga ada beras, sampai kelaperan gituh? candaku kemudian. Disana Anita terdengar tertawa renyah sekali, Hehehehe.. Emang benarbenar nih anak!! Gue capek karena kerja! Terus belum sempet makan dari pulang kantor!! Ooo, gitu. Gue kira lu capek karena jalan kaki dari kuningan ke rumah! kataku kemudian. Eee, enak aja!! Ntar betis gue besar sebelah gimana? Lhaa kan, tadi gue bilang jalan kaki, bukan ngangkat sebelah kaki terus loncatloncat? Kenapa betis lu bisa besar sebelah? Disana Anita hanya bisa tertawa, mendengar katakataku tadi. Sudah lu istirahat dulu Nit, jangan lupa makan, mandi biar wangi. Seharian kan sudah kerja, capek, ntar kalau lu dikerjain ama laki lu gimana, sementara sekarang aja lu masih capek? aku bicara seenaknya saja sambil meneguk minuman juice sparkling kesukaanku. Kalau itu mah laeen.. Gue enjoy aja!! Nggak usah mandi dulu laki gue juga tetep nempel. Lagian sekarang laki gue nggak ada, kok. Lagi ke Australia.. kata Anita kemudian. Ke Autralia? Wah, enak amat! Gini hari jalanjalan kesono sendirian, lu kok kaga ikut? Ngapain Nit, beli kangguru ya? tanyaku seenaknya. Eh, ni anak dodol amat sih!! Urusan kantornya lah!! kata Anita sengit, sementara aku hanya cekikikan mendengar Anita berkata sengit kepadaku. So anyway, seperti pertanyaan gue tadi, lu tumben Nit, malemmalem gini telpon. Baru kali ini kan? tanyaku. Iya, gue mau ngobrol aja ama lu. Abis disini sepi.. nggak ada yang bisa diajak ngomong lalu Anita menceritakan apaapa saja yang menjadi pembicaraan dalam meeting tadi. Seperti biasa, aku diminta pendapat dalam masalah kantor yang sedang ditangani, dalam sudut pandang aku tentunya. Tak terasa, kami berbicara sudah satu setengah jam yang kemudian kami berniat mengakhiri, dan berjanji akan di teruskan esok harinya di kantor. Sebelum aku menutup telpon, tibatiba Anita menanyakan sesuatu kepadaku, Eh, gue mau tanya dikit dong, boleh nggak? Tapi kalau lu nggak mau jawab, nggak apaapa.. Apa? tanyaku kemudian. Maaf Nto, kalau gue boleh tanya, Hmm.. Lu pernah ML nggak?. *** Cerita Sex Dewasa Seks *** Mendengar pertanyaan seperti itu aku sedikit kaget, karena walaupun pembicaraan aku dan Anita selalu apa adanya dan kadang bersifat pribadi, tapi belum pernah seperti ini. Ngg, pernah.. Kenapa Nit? tanyaku ingin tahu. Nggak, cuma tanya doang.. Lu pertama kali ML kapan, pasti ama cewe lu yah? tanya Anita. Gue pertama kali ML waktu SMA, sama teman bukan ama cewe gue, lu sendiri kapan? Mendengar jawaban ku tadi Anita langsung berkata, Gue sih, waktu kuliah. Itu juga setelah TA, sama Randy (suaminya). Rasanya gimana Nto, ML pertama kali? tanya Anita. Lhaah, lu sendiri waktu ML pertama kali gimana? Awalnya sih, sakit. Tapi enak juga.. Hehehe. Abis Waktu itu Randy buruburu amat. Maklum waktu itu kami takut ketauan.. Emang lu ML dimana, di kantor RW? Hahaha, nggak lah!! Gue lakuin di ruang tamu rumah gue sendiri. Waktu itu lagi nggak ada orang lain. Pembantu gue juga lagi keluar rumah Wah, ternyata waktu gue ke rumah lu kemarin, gue nggak sangka duduk di sofa yang pernah digunain untuk perang antar kelamin.. Anita hanya tertawa mendengar celotehanku itu. Kemudian kami saling bercerita mengenai pengalaman kami masingmasing, sampai dengan masalah posisi yang paling disukai dan yang tidak disukai dalam berhubungan intim. Kami juga samasama bercerita kalau kadangkadang melakukan masturbasi apabila keinginan sudah menggebu dan tidak tertahankan. Wah, Nto.. kalau lu abis mastur, jangan dibuang sembarangan dong, kasiankan, anak lu pada teriakteriak di got. Mending lu bungkus terus kirim ke gue aja, kalikali bermanfaat Emang lu mau sperma gue, bawanya gimana? Dibungkus? Kaya bawa nasi rendang! Kirim lewat apa dong? Mending langsung tuang ke lu langsung. Praktis dan nyaman, hehehehe. Week, mengharap amat! Lu yang nyaman, tapi gue yang nggak aman!! Nggak, gue cuma mau sperma lu aja celetuk Anita dengan sengit. Sudah ah, gue mau mandi dulu terus tidur, besok kita kan masih kerja.. kata Anita kemudian. Setelah itu kami samasama berpamitan untuk menutup telpon. TGF (Thanks God is Friday), hari itu aku melakukan seperti biasanya. Walaupun aku terasa mengantuk, tapi aku senang dan bekerja dengan semangat sekali karena besok dan lusa libur. Seperti janji semalam, aku makan siang dengan Anita untuk melanjutkan pembicaraan masalah kantor yang sedang dihadapinya. Aku dan Anitapun berangkat bersama, menuju restoran yang menyajikan masakan Thailand di bilangan Jakarta Selatan. Sepanjang perjalanan dan di tempat tujuan pembicaraan kami hanya berkisar masalah pekerjaan yang serius, sekalikali bercanda dan tertawa. Tidak ada satupun topik yang mengungkitungkit pembicaraan akhir di telepon semalam. Sampai pada saat kami diperjalanan pulang, kami hanya diam seribu bahasa. Mungkin karena Anita masih mengingat pembicaraan yang tadi dibicarakan. Kalau aku sih, sedang mengingatingat rencana apa yang akan dilakukan liburan nanti. Entah apa yang ada di benak Anita, mungkin pusing liat kemacetan lalu lintas yang sedang dihadapi, maklum dia yang jadi sopir. Sementara aku bersantairia disampingnya sambil mendengarkan lagu slow R

Post Terkait