cerita dewasa

Cerita Dewasa, Lukisan Sensual Tubuhku

Cerita Sex, Sandias. Sedikit gambaran tentang dirinya, tidak terlalu tinggi, hampir sepantaranku, berkacamata dan pipinya agak tembem dengan kulit sawo matang. Wajah sih tidak termasuk ganteng, malah cenderung culun apalagi dengan kacamata bingkai tebalnya itu. Sifatnya juga tertutup dan kuper, tidak biasa gaul dengan cewek, kalau bertemu di perpustakaan, kantin atau di areal kampus lainnya pasti sendirian atau minimal bersama 12 temannya yang cowok. Dia berasal dari Padang dan ngekost di di sekitar kampus ini. Karakternya yang unik ini membuatku ingin mengerjainya, aku ingin tahu apa orang seintrovert itu akan luluh oleh godaan wanita penuh gairah sepertiku.

Dalam prestasi dia memang biasabiasa saja, IPKku saja lebih tinggi darinya (bukannya sombong loh). Namun dia mempunyai sebuah bakat yang menonjol yaitu menggambar, terutama menggambar manusia dan gambargambar versi anime Jepang, wajah dan proporsi tubuhnya pas sekali, aku tahu hal ini karena seringkali kalau kuliahnya boring dia sembunyisembunyi menggoresgoreskan pensil pada kertasnya, di organizernya juga terselip beberapa hasil karyanya. Pernah suatu kali saking asyiknya menggambar dia tidak sadar kalau si dosen sedang berjalan di dekatnya, dan mengambil kertasnya dan mengamatamati gambarnya lalu berkata

Wah..wah anda ini lagi jatuh Dinnta sama siapa ya, sampai dibawabawa ke gambar begini, siapa nih di sini yang rambut panjang dengan kuDinr ke belakang sambil memperhatikan semua mahasiswi di kelas ini.

Cerita Dewasa, Kontan satu kelas termasuk aku tertawatawa dan saling menunjuk siapa yang di dalam gambar itu, wajahnya jadi memerah karenanya. Kalau saja dosennya killer pasti dia sudah dikotbahi macammacam atau bisa juga disuruh keluar, untung Bu Nadira (si dosen itu) tidak segarang itu, beliau cuma menyindir dan menegurnya namun beliau juga memuji gambarnya itu bagus.

Baca Juga: Kerasnya Kontol Gede Pacarku

Suatu hari pada mata kuliah American Culture and Institution yang dosennya obat tidur aku duduk di belakang dan kebetulan dia juga di sebelahku sehingga bisa ngobrol dengannya dengan suara pelan.

Biasa lu ngegambar dapat ide dari mana aja San ? tanyaku sambil melihatlihat gambargambar di organizernya.

Kebanyakan sih dari film atau fotofoto Din, kalo lagi iseng ya gambar, enjoy gitu !

Ehyang ini bagus nih, mirip aslinya, Vivian Hsu kan ?

Iya hehehe, modelnya langsung dari orang aslinya tuh katanya sambil nyengir

Ciyyeemimpi kali yee ! balasku menyikutnya pelan

Emang lu pernah pakai model asli untuk gambargambar lu San ? tanyaku lagi

Emmmpernah sih dulu saudara gua, tapi kebanyakan sih gua ambil dari foto ya, abis susah kan cari model

Kalau menggambar sampai selesai gini habis waktu berapa lama kirakira ?

Itu tergantung mood juga sih, tapi ratarata sih setengah jam lah

Gini San, kalau gua jadi modellu boleh ga ? pengen sih sekalisekali dilukis gitu, gimana ? tawarku

Wah, bener nih Din ? thanks banget kalau lu mau, kapan nih ada waktu ?

Gua sih abis ini ga ada apaapa lagi, lu sendiri gimana ?

Ooobagus kalau gitu di kost gua aja gimana ? jawabnya antusias dengan tawaranku

Singkat cerita, setelah selesai perkuliahan yaitu jam sebelas, aku mengikutinya ke kostnya, dari kampus kami jalan kaki sekitar sepuluh menit. Tidak banyak orang di sana, mungkin karena pada jamjam seperti ini masih banyak yang kuliah, hanya nampak seorang anak muda sebagai pembantu, seorang ibu setengah baya yang juga pembantu dan dua orang penghuni kost lainnya yang semua pria. Kamar Sandias bisa dibilang cukup rapi dibanding kamar pria pada umumnya,gairahsex.com di dalam sebuah rak tersusun beberapa model robot rakitan dan patungpatung keDinl tokoh anime, begitu juga di dindingnya tertempel posterposter anime dan game.

Typikal tukang gambar banget nih anak, kacamata dan anime maniac gini kataku dalam hati sambil mengamati koleksikoleksinya sementara dia sedang ke toilet.

Ok, Din bisa kita mulai ga ? Lu mau dilukis gimana ? tanya Sandias yang baru keluar dari toilet

Oohh..iya tapi omongomong lu bakal tegang ga kalo ngegambar pakai model nanti takutnya hasilnya jelek

Tegang ? ngga lahemang kenapa harus tegang

Soalnya gua mau dilukis agak beda gitu loh

Bedanya gimana Din ? kan lu cuma tinggal diam bergaya aja ya tanyanya bingung

Itu loh San, lu pernah nonton Titanic ga ? gua maunya digambar seperti itu tuh, gimana ? jawabku dengan polosnya, Tentu saja dia langsung tercengang dengan permintaanku itu dan wajahnya memerah

Hahyang bener lu Din, maksudlu bugil gitu ?

Hhemmwearing only this itu loh, gua yakin lu bisa kok aku lalu melepaskan satusatu kancing kemejaku dan memperlihatkan braku

Dinlu serius nih, berani kaya gini ? seakan tidak percaya apa yang dilihat di hadapannya.

Aku tertawa tertahan melihat reaksi amatirannya itu sambil terus melucuti satu demi satu pakaianku. Matanya seperti mau copot memandangku yang sudah telanjang di depannya, dari reaksinya aku yakin dia baru kali ini melihat perempuan bugil secara langsung.

Nahgimana San ? jangan tegang gitu dong, minum dulu aja deh Dia menerima gelas yang kusodorkan dan meminumnya lalu menarik nafas panjang

Ok dah tenang kan, buktiin dong kalo lu profesional artist, masa ngeliat tubuh cewek aja nervous gitu hehehe aku menenangkannya sambil tertawa kecil.

Ya tegang dong Din, gua kan ga pernah gambar bugil sebelumnya jawabnya terbatabata, namun dia sudah lebih rileks dari yang tadi. Kulihat matanya tidak pernah lepas memandangi tubuhku

Makanya lu harus cari pengalaman baru, supaya pandangan lu tambah luas

Gimana bisa kita mulai kan menggambarnya kataku sambil membaringkan tubuh di ranjangnya

Bentar Din sahutnya lalu mengunDin pintu terlebih dulu kalo ada yang masuk kan berabe

Posisi gini gimana ? bagus ga ? aku berbaring menyamping dengan menopang kepalaku dengan tangan kanan ditekuk

Kurang Din, biasa aja, mending lu tumpuk itu bantal buat sandaran tangan terus duduk bersimpuh, kayanya lebih bagus pintanya setelah mengamati sejenak.

Gini ? tanyaku mengikuti arahannya

Ya, lebih tegak dikit Din, ya gitu ok aturnya

Dia duduk di kursi seberang ranjang sana memegang clipboard. Sebelum mulai dia minum dulu untuk menenangkan diri. Lewat lima menit, dia gelenggeleng kepala melihat kertasnya, lalu ditariknya kertas itu dan diremasremas.

Kenapa San ? gagal ? tanyaku

Sory Din, belum biasa sih jadi ga bagus tadi, sekali lagi yah, sory ngerepotin

Ya udah, santai aja, lamalama juga biasa kok

Kali ini sepertinya dia sudah lebih enjoy melakukan aktivitasnya, tangannya bergerak dengan cepat diatas kertas, menggantiganti pensil, mengambil kapas dan penghapus, ibarat Leonardo yang melukis bugil Kate Winslet di film Titanic itu.

Ternyata jadi model lukisan gini capek juga loh, harus diam terus dan menjaga ekspresi wajah selama beberapa saat lamanya, semenit jadi seperti satu jam rasanya.

Wuiihhfinally ! sahutnya dengan bernafas panjang setelah empat puluh menitan bekerja keras

Udah San ? coba gua liat dong hasilnya sini pintaku tak sabar ingin melihat hasilnya

Dia berjalan ke sini dan duduk di tepi ranjang memperlihatkan karyanya kepadaku

Puas ga Din ? sory yah kalo jelek kan baru kali ini

Aku mengamatamati gambar itu sejenak, harus kuakui hasilnya lumayan, walaupun mukaku terlihat lebih lebar di gambar itu, namun secara keseluruhan sudah ok. Aku tahu dia terus memandangi tubuh polosku sejak tadi, tapi kubiarkan saja dia menikmatinya sambil aku melihat gambarnya.

Hhmmga nyesel kayanya gua capecape duduk telanjang selama ini yah, ya ga San ? kataku sambil menolehkan wajah melihatnya yang sedang memperhatikanku yang tanpa tertutup sehelai benangpun dengan wajah memerah.

Eh..kenapa lo San, kok ngeliatin gua sampai kaya gitu, belum pernah liat cewek bugil ya sebelumnya ? ujarku dengan tersenyum nakal

Liat aja sih sering Din, tapi kalau yang beneran baru kali ini, pernah juga melihat adik gua baru keluar mandi itu juga ga sengaja katanya sambil garukgaruk kepala

Jadi pegangpegang badan cewek ga pernah dong ? tanyaku memanDinngnya

Walah apalagi itu Din, pacar aja belum, mo sama siapa dengan sedikit terkekeh

Terus gimana reaksi lu ngeliat gua ga pake apaapa di depan lo gini ?

Wahgimana yah, susah omongnya nih, ya agak shock juga tadi abis baru kali ini jawabnya gugup

Ada pikiran macammacam gitu ngga waktu ngegambar tadi ? pancingku lagi

Emmmmacammacam gimana contohnya Din ? tanyanya purapura bego atau memang bego nih, ga taulah, who care, lucu juga aku dengan tingkahnya ini

Ya misalnya gini nih seraya kuraih tangannya dan kuletakkan pada payudara kiriku.

Terasa sekali tangannya gemetaran memegang dadaku, mulutnya melongo tak sanggup berkatakata dan mukanya tambah merah saja. Kubimbing tangannya meremasremas payudara montokku.

Mmhhgitu remasnya, pakai perasaanputingnya juga

Dia menuruti apa yang kuajarkan walau masih diam terbengong. Setelah gemetarnya berkurang aku memulai aksi terusannya, kudekatkan bibirku padanya hingga saling berpagutan.

Mulutnya dibuka San, jangan kaku gitu, gua ajarin lu cipokan bisikku dengan nada manja

Dengan agresif lidahku menjelajahi mulutnya, menyapu ke segenap penjuru, menjilati lidahnya mengajak ikut bermain sehingga pelanpelan lidahnya juga mulai aktif mengimbangiku. Tangannya pun tanpa kubimbing lagi sudah menikmati payudaraku dengan lebih semangat, bahkan kini dia lebih berani menjulurkan tangan satunya ke belakangku dan mengelusi punggungku.

Setelah puas berciuman, perlahan aku menarik mulutku, air liur nampak menetes dan berjuntai seperti benang labalaba ketika mulut kami berpisah pelanpelan.

Itu tadi namanya Frech Kiss, San, udah bisa belum ?

Hooh, seru banget, lagi dong Din ! pintanya

Eiittsabar dulu, jangan buruburu, masih banyak yang lebih seru kataku sambil membukakan kaosnya dan melemparnya ke kursi

Lu berdiri dulu dong, gua bantu buka celananya !

Dia bangkit dari duduknya dan berdiri di depanku yang duduk di pinggir ranjang. Kulucuti celananya tanpa menghiraukan reaksinya yang malumalu, terutama ketika akan kubuka celana dalamnya.

Iihhrese amat sih, minggir sana tangannya, gua bugil di depanlu aja santai, masa lu yang cowok malumalu kucing gini ! bentakku pelan

Iyaiya Din, sori habis baru pernah nunjukin anu gua ke cewek sih katanya gugup membiarkan celana dalamnya kuturunkan.

Aku melihat penisnya yang sudah tegang lalu kugenggam dengan jarijari lentikku.

Wah, belum maksimal nih ngacengnya, liat aja nanti kalau udah ngerasain mulut gua, pasti ketagihan lu, hehehe! pikirku mesum

Udah gede gini juga masih bilang malu, munafik lo ah ! ujarku sambil mengusapnya.

Kumulai dengan mengecup kepala penisnya dan memakai ujung lidahku untuk menggelikitiknya. Kemudian lidahku turun menjalari permukaan benda itu, sesekali kugesekkan pada wajahku yang halus, kubuat penisnya basah oleh liurku. Bibirku lalu turun lagi ke pangkalnya yang dipenuhi bulubulu, buah pelirnya kujilati dan yang lainnya kupijat dalam genggaman tanganku. Beberapa saat kemudian mulutku naik lagi dan mulai memasukkan benda itu ke mulutku. Kuemut perlahan dan terus memijati pelirnya.

Aaa..ahhh..geli Dinuuhhh ! desahnya bergetar

Kulihat ekspresinya meringis dan meremmelek waktu penisnya kumainmainkan di dalam mulutku. Kujilati memutar kepala kemaluannya sehingga memberinya kehangatan sekaligus sensasi luar biasa. Semakin kuemut benda itu semakin keras dan membengkak. Aku memasukkan mulutku lebih dalam lagi sampai kepala penisnya menyentuh langitlangit tenggorokanku. Setelah beberapa lama kusepong, benda itu mulai berdenyutdenyut, sepertinya mau keluar. Aku makin gencar memajumundurkan kepalaku mengemut benda itu. Sandias makin merintih keenakan dibuatnya, tanpa disadarinya pinggulnya juga bergerak majumundur di mulutku. Tak lama kemudian muncratlah cairan kental itu di dalam mulutku yang langsung kusedot hingga tuntas. Kulirikan mataku ke atas melihatnya merintih sambil mendongak ke atas, tangannya mengucekucek rambutku.

Sisa mani yang belepotan di batangnya kujilati hingga bersih, lalu aku merebahkan diriku di ranjang dan menarik tangannya agar berbaring menindihku, gambar itu kubiarkan jatuh ke lantai, daripada kusut di ranjang tergencet tubuh kami nanti.

Wahsumpah enak banget tadi itu Din ! katanya di dekat wajahku

Itu tadi baru pemanasannya, sayang, kita masih belum beres kataku sambil membelai lembut rambutnya

Yuk, sekarang nyusu aja dulu sambil istirahat suruhku memberi syarat padanya untuk melumat payudaraku

Gua isep sekarang yah Din katanya dengan kedua tangan sudah mencaplok sepasang payudaraku.

Aku mendesis dan tubuhku menegang merasakan mulut Sandias mulai beraksi di payudaraku. Bongkahan dada kananku dia jilati seluruhnya hingga basah, lalu dikenyotkenyot di dalam mulutnya. Kepalanya kudekap erat pada payudaraku. Selesai dengan yang kanan kini dia melakukan hal yang sama terhadap yang kiri yang sejak tadi dia remasi dengan tangannya. Kedua payudaraku jadi basah oleh liurnya. Tangannya mulai berani menyusuri lekuklekuk tubuhku, pantatku yang sekal dia eluselus sambil terus menyusu. Kuraih telapak tangannya yang lagi mengelus pantatku dan menggiringnya ke vaginaku.

Disini lebih hangat kan, San ?

Iya hangat Din, sedikit basah gitu

Coba lu masukin jarilu lebih dalam lagi ke situ, pelanpelan aja

Dua jadinya pelanpelan memasuki liang kenikmatanku, melewati dinding yang bergerinjalgerinjal.

Sekarang coba lu gosokin daging keci yangahhh !! aku tak tahan untuk tak mendesah sebelum selesai menjelaskan karena sensasi yang ditimbulkannya, Sandias sudah terlebih dulu mengepit benda itu diantara dua jarinya dan mengusapusapnya

Kenapa Din ? sakit ? tanyanya polos

Nggakenak terusin San, itu yang namanya klitoris, daerah rangsangan cewek, ayo gituin lagi !!

Dia melanjutkan usapannya pada klitorisku dan semakin lama semakin nikmat. Mulutnya kembali mencaplok payudaraku. Aku menggelinjang keenakan dengan nafas makin memburu, tanganku mencengkram pundaknya dan membelai kepalanya.

Oohhyessgitu, i like itterusterus !! desahku sesekali menggigit bibir bawah

Lagi enakenaknya terbuai tibatiba HPku berbunyi, sehingga Sandias berhenti sejenak melihat asal suara

HP lu tuh Din, mau diangkat ? tanyanya

Udah ah biarin ajaayo lagi tanggung nih ! kataku sambil membenamkan wajahnya ke dadaku lagi

Dari ringtonenya aku tahu itu pasti salah satu dari gengku, kalau tidak Verna, Indah, atau Ratna, palingpaling mau ngajak jalan atau ketemuan, nanti juga bisa.

Din, tapi itukalo penting? tanyanya lagi

Cerewet, ayo terusin lagi, bukan urusan lu ! bentakku membenamkan lagi wajahnya ke dadaku

Kamipun kembali berpacu dalam nafsu, ringtone HPku terus berbunyi sampai berhenti beberapa saat kemudian. Dia kini lebih ahli melakukan tugasnya, hisapannya pada payudaraku semakin mantap, pipinya sampai kempot menghisapnya. Tangannya pada vaginaku bukan cuma mengusapusap saja, namun sudah berani menusuknusuk sambil tetap memainkan klitorisku. Sebelum dia membuatku orgasme aku memegang pergelangan tangannya dan menyuruhnya menarik keluar dari vaginaku. Jarijarinya basah sekali oleh cairan kewanitaanku.gairahsex.com Aku mencegahnya waktu dia mau mengelap jarinya itu.

Jangan dibuang dong, mubazir cegahku

Hah, tapi lengket gini Din, emang mau diapain ? tanyanya heran

Aku tidak menjawabnya selain mendekatkan telapak tangannya ke mulutku, kemudian kumasukkan jari telunjuknya ke mulutku, kuemut dengan penuh perasaan merasakan cairanku sendiri. Tatapan mataku yang binal menatap wajahnya yang terbengongbengong dengan tingkahku yang liar.

Coba San, rasain deh sarinya cewek seperti gua tadi ! kudekatkan jarijari basah itu ke mulutnya

Mulanya dia agak raguragu dan risih menDinDinpi cairan itu, namun karena kubujuk terus akhirnya dia pun pelanpelan menjilati juga cairanku yang belepotan di jarinya itu.

Terus..lagi di sebelah sana tuh, belum habis aku menyemangatinya karena dia raguragu menjilatinya.

Gimana rasanya ? tanyaku dengan tertawa tertahan

Aneh Din, tapi lamalama enak juga sih

Setelah itu aku menyuruhnya rebahan lalu aku naik ke atasnya. Aku melepaskan kacamatanya lalu menaruhnya di meja keDinl sebelah ranjang. Kami berpelukan erat dan kembali berDinuman dengan penuh gelora. Sambil berDinuman tangannya menjalar turun mengelus punggungku dan meremas kedua belah pantatku. Nafas kami sudah demikian memburu sehingga hembusannya terasa pada wajah masingmasing. Mulutku merambat ke bawah menDinumi lehernya dan terus ke dadanya, putingnya kuDinum dan kugigit agak keras sambil menariknya.

AoowwDinnakal lu yahkaget tau ! tersentak kaget dengan gerakan agresifku

Aku tertawa cekikikan karena reaksinya, dasar amatiran, lucu banget ML sama yang model ginian. Sesaat kemudian aku meraih penisnya dan mulai mengarahkannya ke vaginaku.

Selamat yah sebentar lagi lu jadi pria dewasa ucapku seolah menyalaminya yang sedang menuju saatsaat terakhir keperjakaannya.

Pelanpelan aku menurunkan badanku hingga benda itu melesak ke dalamku diiringi desahan kami. Aku melihat wajahnya yang meringis antara rasa perih dan enak merasakan barangnya dijepit vaginaku. Setelah masuk setengahnya aku langsung menduduki penisnya dan blessamblaslah benda itu seluruhnya ke dalamku. Aku mendesah panjang, begitupun Sandias, matanya melotot dan mengerang merasakan jepitan dinding vaginaku pada penisnya yang merenggut keperjakaannya.

Aku sengaja mendiamkan sejenak penisnya tertancap padaku supaya dia bisa beradaptasi dan meresapi saatsaat pertamanya dulu. Kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku pelanpelan.

Enak san ?eeemmhhh ! tanyaku lirih

Iya Din.oohhenak abisughh, mantap !

Gerakan naikturunku bertambah cepat secara bertahap, payudaraku mulai ikut bergoyanggoyang seirama goyang badanku.

Mainin susu gua Sanohhh ! pintaku manja sambil menaruh tangan kanannya ke payudaraku

Aahh..ahhhhyang keras pencetnya ! desahku makin gila bersamaan dengan birahiku yang makin tinggi

Hentakan badanku makin keras sampai kepala penis itu terkadang menyodoknyodok rahimku. Keringat pun bercucuran pada tubuh dan wajah kami apalagi kamar ini tidak berAC, cuma dipasang exhaust van di atas pintu. Walaupun aku berusaha agar tidak terlalu gaduh mengingat hari masih terang dan banyak orang lalu lalang, namun sesekali aku tak kuasa menahan jeritan keDinl kalau hentakannya kencang atau mengenai Gspot ku. Memang tidak nyaman melakukannya pada saat dan tempat seperti ini, tapi kalau sudah kebelet ya apa boleh buat, lagipula ada sensasi tersendiri juga bermain dalam keadaan tidak safe seperti ini.

Tak lama kemudian aku merasakan perasaan yang luar biasa sehingga secara alami goyangan badanku bertambah kencang, hal ini membuat erangan kami semakin terdengar. Tanpa mengurangi frekuensi genjotan aku menunduk melumat bibirnya dengan tujuan meredam suara kami agar tidak mengundang perhatian. Akhirnya ketika gelombang orgasme menerpa, yang terdengar hanya erangan tertahan, dengan refleks aku menekan vaginaku hingga penis itu tertancap maksimal, Sandias jadi kelabakan karena aku menghisap lidahnya dengan kuat ditambah pelukanku yang makin erat. Akhirnya tubuhku melemas di atasnya dengan penis masih menancap di vaginaku. Dibelainya rambut dan punggungku dengan lembut

Din, itu tadi yang namanya orgasme yah ? gila banjir banget lu tadi, tapi enak, hangat ! komentarnya

Kamu capek Din ? udah lemas gini tanyanya melihatku yang bernafas ngosngosan.

Nggak, lu juga masih kuat kan, sekarang kita ganti gaya yah ! kataku sambil bangkit dan bertumpu dengan kedua tangan dan lututku

Pinggulku kutunggingkan seakan menantangnya memperlihatkan kemaluanku yang merah dengan bulubulunya hitam yang lebat. Tanpa harus kuajari lagi Sandias menempelkan penisnya pada bukit kemaluanku yang becek. Dengan mesra dia membenamkan penisnya sedikit demi sedikit.

Ooohhyeahh ! fuck me like thatuuhhim your bitch now ! erangku liar

Ronde berikutnya pun dimulai, kami saling memacu tubuh kami dalam posisi doggy. Sambil menggenjotku, tangannya memijati payudaraku yang bergelayutan dengan lembut, kupegangi tangannya agar remasannya ke payudaraku tambah keras, tubuhku kugoyangkan berlawanan arah dengan sentakannya sehingga sodokan penisnya makin terasa. Tidak siasia ajaranku, ternyata dia tidak mengecewakan seperti perkiraan dulu. Lima belas menit kemudian, kami berganti posisi lagi, aku telentang di tengah ranjang membuka lebar kakiku sementara dia tetap dalam posisi berlututnya diantara kedua pahaku. Sekarang dia yang memegang kendali tanpa arahanarahan dariku lagi, kedua betisku dinaikkan ke pundaknya, tangannya turut aktif menjelajahi tubuhku. Yang kulakukan kini hanyalah mendesah, menggelenggelengkan kepala dan menggigit jari menikmati hasil pengajaranku. Aku lalu menurunkan kedua betisku itu dan meraih lehernya, mengisyaratkan agar dia maju menindihku. Kami sudah demikian hanyut dalam kenikmatan sampai dua SMS yang masuk ke HPku pun tidak mengusik kami. Sambil terus menggumuliku, dia menDinumiku di mulut, pipi, telinga, dan leherGairahSex

AhhahhhSan, kita coba keluar barengan ya, lu udah mau kan desahku sambil mempererat pelukan ketika kurasakan perasan itu sudah mendekat

Iyah Din, gua juga udah mau ! jawabnya terengahengah sambil mempercepat genjotannya.

Kembali aku mengalami klimaks bersamanya yang lebih panjang dari sebelumnya, tanpa peduli keadaan aku mengerang panjang melepaskan segala perasaan yang ada dalam diriku. Disaat bersamaan pula, Sandias menyusul ke puncak dengan menyemburkan maninya yang kental ke vaginaku hingga bercampur dengan lendir kewanitaanku.

Oouuughh! dia pun melenguh panjang mengakhiri permainan ini

Kami berDinuman dalam pelukan menikmati sisa kenikmatan hingga akhirnya terkulai lemas bersebelahan namun masih tetap berpelukan, mata kami saling pandang satu sama lain tanpa berkatakata karena masih lelah.

Din, lu bakal hamil ngga ntar, takutnya tanyanya dengan khawatir

Aku tersenyum dengan pertanyaan polosnya lalu menjawabnya sambil memegang hidung keDinlnya

Ah lu, udah ngelakuin baru tanya akibatnya, tapi tenang, cewek kan ada masamasa suburnya dan sekarang gua lagi aman kok, masa gitu aja ga tau sih ? kaan dulu di biologi ada ?

Iya sih, tapi kan prakteknya gua belom gitu jelas, sekarang baru dijelasin ama lu hehehe dia tertawa renyah

Eh Din, gambar yang ini buat gua aja yah, buat kenangan pertama kalinya gua ngelukis bugil, ntar kalau mau gua gambarin lagi buat lu, please pintanya

Aku sih iyaiya saja, toh niatku menggodanya sudah tercapai.

Post Terkait