cerita dewasa

Cerita Dewasa Bercinta sama Tetangga

Namaku iQbal,usiaku 21 tahun,saat itu aku msh bekerja di sebuah pabrik di daerah tanggerang, dan tempat tinggalku di sebuah kontarakan yg berisi tiga ruangan di dalamnya. Aku pnya tetangga sebelah kontrakanku, mereka sepasang suami istri yg sangat baik dan ramah padaku.

Namanya mas Rizal (30thn) dan mbak Siti (27thn), mbak Siti orangnya tak begitu cantik,rambutnya panjang, kulitnya yg kuning langsat dgn tinggi yg hampir sama tingginya dngku dan payudaranya yg besar karena lg menyusui, serta pantatnya yg perlihat melebar, mbak Siti sangat terlihat sexi jika mengenakan pakaian yg ketat,mereka mempunyai anak laki2 yg msh sangat kecil namanya Tomi,berumur delapan bulan.

Suatu hari aku pulang kerja jam tiga sore, saat sampai di rumah,ku lihat mas Rizal tampak rapih sambil menenteng tas yg cukup mengembung, sepertinya ia mau pergi jauh.
Mau kemana mas.??tanyaku.
Mau ke Semarang,dra..jwbnya..

Ayo saya antar ke depan mas..kataku menawarkan untuk mengantarnya ke jalan raya yg lumayan jauh. Tiba2 terdengar suara mbak Siti dr dlm rumahnya.
Iya mas, diantar iQbal aja, saya repot bw Tomi kata mbak Siti ketika berada di luar sambil mengendong Tomi, mas rio memang mempunya motor yg selalu di bawanya jk bekerja, langsung saja ku putar motor yg ku naiki.

Setelah pamit pd mbak Siti mas Rizal naik ke motorku, di jalan mas Rizal cerita, klw ia ke semarang sekitar satu minggu untuk urusan pekerjaan, dan ia jg berpesan klw ada apa2 dgn anaknya ataupun mbak Siti, aku diminta untuk membantunya.

Sampai di dpan jalan raya mas Rizal naik angkot menuju terminal, dan aku langsung putar balik motorku untuk kembali pulang ke kontrakanku, sampai di rumah langsung saja ku masukan motorku ke dalam, lalu duduk2 di teras depan. Semenjak kepergian mas Rizal, mbak Siti mulai berani memintaku menjaga Tomi, jk ia mau mandi ataupun saat Tomi tertidur, sedang ia pergi ke warung.

Dan hari2 berikutnya mbak Siti mulai cuek dan tak malu2 mengeluarkan payudaranya untuk menyusui anaknya di dalam rumahnya, tp saat itu ada aku di depannya, otomatis aku bs melihat payudaranya yg besar di kenyot faret anaknya ,hingga aku merasa tak enak sendiri, dan aku sengaja menghindar keluar.

Hingga hari ke empat kepergian mas Rizal, kebetulan hari itu hari minggu atau hari libur kerja, seperti biasa jika hari libur aku bngun agak siang sekitar jam sembilan, karna badan terasa lemas, ku paksakan mandi agar segar, setelah mandi ku buat kopi lalu ku bawa ke teras depan kontrakanku.

Saat ku buka pintu ku lihat mbak Siti sedang duduk di lantai depan kontrakannya sambil menyuapi Tomi makan bubur..
tuch om iQbal baru bngun, smalem abis malem mingguan kali ama pacarnya..kata mbak Siti memanggilku om untuk mengajari anaknya.

Aku hanya tersenyum mendengar kata2 mbak Siti ia sambil melirik ke arah pahanya, karena daster yg di kenakan terangkat Lalu duduk di kursi panjang yg terbuat dr bambu yg ada di depan köntrakanku.

Om iQbal,pegangin Tomi dong bentar,mbak pengen mandi dulu,dr pagi blom mandi.. katanya memintaku menjaga Tomi.
Ya udah, Tomi maen ma om dulu ya.kataku sambil mendekat dan menggendong Tomi.
Hari ini ga kerja kan om tnya mbak Siti,
Ngga mbak, kan hari minggu..jwbku..
Ntar anter mbak, alfa ya, mau beli makanan Tomi..katanya.
Iya mbak jwbku.
Mbak mandi dulu ya.kata mbak Siti kemudian masuk ke dalam kontrakannya untuk mandi.

Ku ajak Tomi ke dalam ruangan depan kontrakanku,lalu ku tengkurabkan Tomi di lantai yg sudah ku beri kasur lantai. Sambil ngopi dan meroko aku duduk menyender pintu dan menggoda Tomi.
Skitar lima belas menit, mbak Siti keluar sambil menenteng ember berisi baju cuciannya, saat itu ia mengenakan daster seatas lutut warna putih, dgn motif kembang. Jelas terlihat ia tak mengenakan BRA, karena dr luar tampak puting susunya menonjol dan saat ku perhatikan pantatnya, celana dalam yg di kenakan jg terlihat jelas bewarna hitam.

Dikit amat cuciannya mbak?tnyaku.
Iya, cuma daster yg td di pakai aja.. jwbnya sambil membungkuk mengambil cuciannya hingga aku bs melihat kedua paha, bahkan celana dalamnya. Lalu mbak Siti memeras dan kemudian di jemur di gantungan lalu untuk kedua kalinya mbak Siti membungkuk dan seperti sengaja ia melebarkan kedua kakinya,hingga aku melihat lebih jelas selangkangannya yg menonjol tertutup celana dalam hitam.

Sambil menggoda Tomi yg ada di dalam kontrakanku mbak Siti menjemur sepasang dalemannya.. Ku perhatikan celana dalam yg di jemurnya bentuknya kecil.
Mendengar suara mbak Siti, Tomi merengek tp ia malah merangkak kepojok ruangan itu, ku lihat mbak Siti malah menutup pintu rumahnya lalu setengah berlari masuk melewatiku yg sdang duduk di pintu, ia langsung merangkak membelakangiku untuk mendekati Tomi kemudian menciumi Tomi yg sedang duduk.

Dgn posisi mbak Siti yg seperti sengaja merangkak membelakangiku, otomatis dgn bebas aku bs melihat paha dan pantatnya yg mengenakan celana dlm hitam.
pengen nenen ya kata mbak Siti sambil merebahkan terlentang tubuhnya di kasur lantai.
Tomi langsung naik ke atas tubuh mbak Siti sambil menepuk2 payudara mbak Siti.

Tanpa ragu2 mbak Siti melepas kancing dasternya yg ada di bagian dadanya,lalu tanpa kesusahan mengeluarkan satu payudaranya, Tomi langsung menyedot mengenyot puting susu mbak Siti, aku yg melihat pemandangan itu mulai tak konsentrasi, ku rasakan penisku perlahan mulai bergerak mengeras.

Untung saja deretan kontrakan itu bkanlah jalan umum, jd tak ada orang lewat, kebetulan juga tetangga deretan kontrakanku adalah seorang pedagang, jd jam2 segini mereka pergi berjualan, jd keadaan cukup sepi,!
Ku lirik lg payudara mbak Siti yg sedang di hisap Tomi, tp tiba2 Tomi melepas puting susu mbak Siti saat menatap mataku.

Ayo nenen lg sayang, ntar di minta om iQbal, nech om.. kata mbak Siti sambil memegang payudaranya. Tomi langsung mengenyot lagi puting susu itu,,mbak Siti melirikku yg sedang memperhatikan Tomi yg terus mengenyot tetenya.

om iQbal kenapa,sini kalau mau, kata mbak Siti pelan.
ah mbak Siti,ntar klw ada yg tau gmna. jwbku malu,lalu mengalihkan pandangan ke luar rumah.
makanya tutup pintunya trus jgn berisik katanya,membuat aku seperti tertantang.

Langsung saja aku menggeser dudukku lalu menutup pintu,kemudian langsung menguncinya. Saat aku mendekatinya sambil merangkak, mbak Siti mengeluarkan lagi satu payudaranya tp Tomi langsung memegangnya.
Ga boleh om ma rafelkata mbak Siti pelan sekali dan tersenyum

Aku tengkurab sejajar di samping mbak Siti yg terlentang memandangi kedua payudaranya yg besar, pelan2 mbak Siti mengangkat tangan Tomi, dgn perlahan aku menyentuh payudaranya dgn telapak tanganku, mbak Siti hanya tersenyum saja, karna sudah sangat terangsang, ku kecup saja puting susunya, lalu pelan2 mulai mengenyot seperti Tomi.

Ku rasakan asinya keluar,tp karna sudah bernafsu aku langsung menelannya meskipun rasanya asin dan manis. Mbak Siti seperti kegelian saat aku memainkan putingnya dgn lidahku.
geli ndra..katanya pelan sekali sambil mengusap kepalaku.

Karena tertindih, penisku terasa sakit, aku lalu memiringkan tiduranku, ku tatap mata mbak Siti yg jg menatapku, pelan2 ku dekatkan bibirku ke bibirnya. Pelan2 aku mengecup bibir mbak Siti, ia diam saja tp malah membuka mulutnya sambil menjulurkan lidahnya, langsung saja aku menghisap lidah mbak Siti, ia tak mau kalah, ia mainkan lidahnya di dlm mulutku.

Lima menit aku dan mbak Siti berciuman. Ku lirik mata Tomi yg sudah terpejam, tp mulutnya msh menghisap payudara mbak Siti. Ku beranikan tanganku meraba pahanya, lalu naik ke selangkangannya, mbak Siti malah melebarkan pahanya, ku angkat saja daster mbak Siti sampai perutnya.

Pelan2 telapak tanganku menyusup ke dalam celana dalamnya, ku rasakan jembutnya tak begitu tebal. Tepat di belahan vaginanya, aku menggerakan jari2ku. Ku rasakan sdikit basah di sekitar itu,ooouuuhhh ia mendesah pelan, ku lihat mata mbak Siti terpejam sambil menggigit bibirnya.

Sepertinya ia menikmati permainan jari2ku di vaginanya, ku turunkan ciumanku ke perutnya, dan saat itu pula mbak Siti melepaskan puting susunya dr sedotan Tomi yg sudah tertidur, lalu merebahkan merebahkan di sampingnya.
Karena sudah sangat bernafsu aku tak memperdulikannya, ku turunkan ciumanku ke selangkangannya, yg msh tertutup celana dalamnya, tp pelan2 aku melepasnya, terpangpanglah memek mbak Siti yg berjembut tipis.

Langsung saja aku meciumnya, tercium aroma sabun mandi dan aroma khas cairan yg ada di liang vagina mbak Siti. Perlahan aku mulai menjilati belahan memek mbak Siti,oouuh.. hanya itu suara pelan yg keluar dr mulut mbak Siti, membuat aku smakin bergairah.
Merasa puas mencium dan menjilati vagina mbak Siti, aku lepas semua pakaianku, mbak Siti tak berkedip saat melihat penisku yg sudah berdiri mengacung.

Ia lalu duduk kemudian menggenggam penisku yg cukup besar dan panjang..cium mbak kataku berbisik, tanpa menjawb mbak Siti membungkuk dan langsung mengulum penisku, memainkannya dgn lidahnya, hingga aku merasakan geli bercampur nikmat, setelah puas mbak Siti mengecup bibirku, lalu berbisik di telingaku, masukin ndra,mbak dah ga tahan.bgtulah bisiknya.

Kemudian langsung terlentang dan membuka lebar2 pahanya, ku jilat lagi liang vaginanya, lalu perlahan ku tempelkan ujung penisku di lubang memek mbak Siti, kemudian pelan2 aku menekannya. Mbak Siti sedikit menggoyang pinggulnya, dan akhirnya, slepbleeest..masuk semua penisku ke dalam memek mbak Siti.

Langsung saja aku menindihnya, mbak Siti melingkarkan kakinya di atas pantatku yg mulai naik turun berirama, ku tatap mata mbak Siti yg sayu. Bibir bawahnya terlihat di gigit, kurasakan pinggulnya ikut bergoyang seirama dgn naik turunnya pantatku..oouuh..oouuh..ouuch hanya itu suara yg keluar dr mulut mbak Siti, hingga aku bs merasakan sensasi nikmat yg luar biasa.

Sambil terus menaik turunkan pantatku, lidahku tak henti2nya menjilati payudara, leher bibir bahkan ketiaknyapun aku jilati, hingga sepuluh menit kemudian tubuh mbak Siti mengejang, diluruskan kedua kakinya lalu ia memeluku erat sekali, ndra,mbak mau keluar ndra katanya pelan.

Aku tak menjawab,ku percepat gerakan pantatku,tiba2 penisku terasa hangat sekali,,oooooooouuch..ndraaaa mbak Siti mendesah panjang sambil terus menggoyang pantatnya menyambut dorongan penisku. Matanya terpejam dan bibir bawahnya di gigit sepertinya ia sangat menikmatinya.

Pelukannya mulai mengendur, pinggulnya tak lg bergoyang. Meskipun aku terus memompanya, tp beberapa saat kemudian mbak Siti mulai menggoyang lagi pinggulnya, kami saling bertatapan, ku lihat senyum manis di bibirnya. Membuat aku mengecup bibirnya, mbak Siti membalasnya, tiba2 aku merasakan urat2ku tertarik, tanda aku mau mencapai klimak mbak aku mau keluar. kataku pelan..

Keluarin aja di dalam ndra, mbak jg mau keluar lagi,sama2 ya jwbnya sambil terus mendekapku dan menggoyang pinggulnya seirama dgn gerakan pantatku. Tiba2 sepermaku seperti sudah berada di ujung penisku, ku luruskan kedua kakiku, lalu..ooouh..mbaaaaak,,desahku sambil menahan penisku di dalam memek mbak Siti, ku rasakan nikmat yg sangat luar biasa.

Mbak Siti semakin mempercepat gerakan pinggulnya, eberapa detik kemudian tubuhnya tampak mengejang, didekapnya erat2 tubuhku, oooouuuchhh..ndraaa,, untuk kedua kalinya mbak Siti mendesah panjang, sambil meluruskan kedua kakinya.

Ku naik turunkan pantatku pelan2, menikmati sisa2 kenikmatan yg ada, mbak Siti mendekapku sambil berbisik, ndraa,baru kali ini mbak sampai keluar dua kali, mbak puas bener ndrabisiknya lalu mengecup bibirku.

Iya mbak sama2, mbak Siti ga nyesel kanjwbku..smbil bertanya, ia hanya menggeleng saja, lalu ku mencabut penisku yg mulai lemas dari dlm memek mbak Siti, kemudian pergi ke kamar mandi Tak lama mbak Siti menyusul untuk membersihkan badannya, sejak kejadian pagi itu, mbak Siti selalu minta jatah sex dariku, karna mas Rizal suaminya tak bs memuaskan kebutuhan sexnya.

Post Terkait