Cerita Dewasa

Bersetubuh Dengan Gadis Cantik Yang Masih Perawan

Aku seorang lelaki setengah baya namaku pak Imran, tadinya aku begitu merasakan kehidupan lokasi tinggal tanggaku. Kami bahagia hidup berasama aku dengan istriku dan pun anakku satu-satunya Fetty namanya, tapi seluruh berubah semenjak aku di PHK oleh perusahaan yang sudah menaungi aku sekitar ini. Sering kali aku merasa stress masing-masing hari melulu duduk saja di lokasi tinggal tanpa melakukan apa-apa.

Hingga kesudahannya akupun bergabung dengan semua pemain di di antara tempat hiburan, nyaris setiap malam aku mengupayakan peruntungan di meja judi. Berharap kehidupanku bakal berubah andai aku bisa memenangkan permainan itu, namun bukannya kemenangan yang aku raih justeru semakin berakhir tabunganku dari hasil duit pesangon PHKku, bahkan sekarang aku semakin menjadi.

Aku sering mengerjakan hubungan intim dengan semua pemain adegan dalam kisah sex sedarah. Uang aku hambur-hamburkan untuk dalil yang tidak jelas itu, bahkan perhiasan istriku yang dia simpan rapat-rapat aku curi juga.

Pertengkaranpun tidak terelakan lagi, dan sering pula aku bermain tangan bila cekcok dengan istriku yang saat tersebut aku rasa dia terlampau cerewet.

Baca Juga: Bertemu Janda Binal Di Jalan

Hubunganku dengan istriku bukan lagi harmonis bahkan aku tidak pernah lagi mengajaknya melaukan adegan laksana dalam kisah sex sedarah. Aku lebih tidak jarang melakukannya dengan semua gadis penghibur, yang labih muda dan lebih seksi dari pada istriku yang mulai tua kurasa. Dia pernah menemuiku di di antara tempat hiburan langgananku namun dengan tega aku mendorong tubuhnya guna segera pergi dari sana.

Tanpa terdapat rasa kasihan sama sekali aku terus menyiksanya tidak saja tubuhnya namun hatinya pun aku siksa. Tapi laksana sudah tertutup mata hatiku aku terus mengerjakan hal itu, bahkan yang lebih tega lagi aku mengerjakan hal yang tidak senonoh pada anakku sendiri. Saat tersebut Fetty anakku baru saja datang dari sekolahnya dia memang di antara murid SMU faforit.

Saat ini masih duduk di ruang belajar 3 namun bukannya mengayomi sebagaimana seorang ayah pada putrinya, aku justeru memerkosanya tanpa terdapat rasa kasihan dalam hatiku. Saat tersebut aku baru kembali setelah semalaman pergi ke lokasi hiburan malam, aku mabuk namun tidak terdapat gadis penghibur yang inginkan melayani aku sebab aku bukan lagi memegang uang, sebab terpengaruh minuman keras.

Akhirnya akupun melakukannya pada anakku, dengan tahapan sempoyongan aku masuk dalam rumahku, aku cari istriku guna memuaskan birahiku namun aku tidak bisa menemuinya. Sedangkan birahiku telah memuncak saat aku sedang di dalam dapur aku mendengar terdapat yang menyampaikan salam, aku tahu bila dia ialah Fetty anakku dan aku membuarkannya tanpa membalas salam darinya.

Sampai kesudahannya aku beranjak dari dapur mengarah ke ruang tamu namun begitu menyaksikan ke kamar Fetty, aku menyaksikan dia sedang melepas pakaian sragam sekolahnya. Saat itulah aku menyaksikan lekuk tubuhnya dengan demikian jelas, dengan tetek yang masih ranum dan pun putih bersih tubuh mulusnya membuatku birahiku pulang bergejolak dalam hatiku yang dari tadi hendak melampiaskan nafsuku.

Dengan cepat aku masuk kedalam kamar anakku, aku lihat dia kaget namun dengan sigap aku langsung mengunci kamarnya kemudian aku mendekat dia yang masih kikuk dengan tubuh yang tidak banyak terbuka ” Yah.. terdapat apa.. yah…. ini Fetty… ” masih jelas aku menilik kata-katanya, namun aku tetap mendekatinya kemudian aku pegang tubuh sintalnya dan aku cium teteknya yang masih terbungkus BH.

Bagai Adegan pemerkosaan dalam kisah sex sedarah aku terus mendorong tubuh Fetty semakin keras hingga akhirnya dia terjungkal jatuh pas di atas lokasi tidurnya. Dengan cepat aku tindih tubuhnya kemudian aku menyosor wajahnya dengan ciumanku yang bertubi-tubi. Fetty menangis masa-masa itu, namun aku tetap melakukan urusan tersebut padanya bukan lagi aku dengarkan rengekannya.

Dengan cepat aku buka celana dalamnya dengan tanganku yang kasar, ketika aku menyaksikan memek yang masih tampak dengan cantiknya. Akupun menerbitkan kontolku dari dalam celanaku kemudian aku acungkan pada memek Fetty yang telah aku buka lebarlebar pahanya, dia sejumlah kali memberontak sampai akhirnya akupun mengerjakan hal yang lebih kejam lagi.

Aku tampar wajah Fetty sampai diapun pingsan, dengan leluasa aku bisa memasukkan kontolku ” EEegggghhhh…. eeeeggggghh….. aaaagggghh… aaaaggghhh….. ” Begitu nikmat memek yang aku sentuh kali ini lain banget dengan memek seorang gadis penghibur, akupun begitu menikmatinya dan sejumlah kali aku goyang pantatku dengan keras dan lebih keras lagi.

Aku terus bergoyang bahkan dengan kasar aku terus menghentakan kontolku lebih dalam lagi ” Uuugghh… uuuuuuugggghh…….. aaaaaggggghhhh…… aaaagggghhh……. aaaaaggggghhhhh….. uuuggghh…. ” Desahku mengungguli kerasnya hentakan kontolku, aku dengan gemas meremas tetek Fetty yang tampak begitu estetis dan dengan bibirku akupun menghirup wajah cantik putriku.

Ketika aku masih asyik menggoyang pantatku tiba-tiba Fetty terbangun dari pingsannya seraya mendesah kesakitan kurasa ” OOouuggghh…. uuuuggggghhh…. uuuggggghhh…. jangan… yah….. aaaaaggggghhhh……… aaaaaagggghhh… ” Nampak dia begitu hendak melepaskan diri dariku namun semakin cepat pula aku menggoyangakn pinggulku di atas tubuhnya.

Sampai akhirnya saat sudah agak lama pun aku bergoyang, tubuhku terasa bergetar rasa nikmat menjalar dari dalam tubuhku. Akupun merintih keras ” OOOouuuugggggghhh….. oooouuugggghhh…. ooouuuggggghh… nik…. matnya…. ooouuuuuuuuuuggggghhhhh….. ” Aliran sperma yang terbit dari dalam kontolku terasa hangat dan pun nikmat.

Dengan mengurangi kontolku lebih dalam lagi aku terus menenggelamkan kontolku dalam memek Fetty, dia masih menangis di bawah tubuhku namun tetap saja aku tidak menghiraukannya. Yang terdapat aku begitu merasakan adegan laksana dalam kisah sex sedarah kali ini. Akhirnya tubuhkupun ambruk di samping tubuh Fetty yang pun tidak powerful lagi guna segera bangun tapi lantas aku melihatnya berlari mengarah ke pintu.

Post Terkait