cerita dewasa

Berhubungan Sex dengan Delisia

Kisah dibawah ini beralur antara hubungan ayah dan anak kandungnya namanya Delisia, dimana ayahnya rasa nya ingin merasakan tubuh anaknya yang sudah beranjak gede mau tau kisah Delisia bagaimana yuk baca , saat itu habis lulus SMA Delisia meneruskan ke jenjang kuliah di kota kembang, semasa sekolah Delisia mempunyai pacar bernama Angga sampai sekarang dia masih menjalin hubungan.

Wajah cantik dan kepintarannya dia lolos masuk ke universitas dengan jurusan yang dia sukai,

“Mau kemana lagi, Sann?” tanya Angga sambil melirik ke Delisia.

“Pulang, ah.. Aku capek sehabis ujian tadi,” jawab Delisia sambil bersandar pada jok mobil, matanya terpejam.

Angga sekilas melirik pada paha Delisia yang putih mulus. Rok mini yang dipakai Delisia naik tersingkap dgn posisi duduk Delisia tersebut.

“Sann, kita ke motel dulu, ya..?” ajak Angga.

“Yee, kamu horny ya?” kata Delisia melirik Angga sambil tersenyum.

“Habisnya aku tidak tahan melihat kamu…” kata Angga sambil tersenyum pula.

“Ya sudah, mau dimana?” tanya Delisia sambil tangannya mengelus paha Angga yang sedang mengemudi.

Angga tak menjawab. Hanya senyuman saja yang tampak di wajahnya sementara mobil diarahkannya menuju sebuah motel..

“Buka dong semua pakaian mu,” kata Angga sementara dia sendiri melucuti semua pakaiannya.

“Ih dasar otak mesum!” kata Delisia tersenyum sambil melepas seragam kuliahnya.

“Aku cinta kamu Sann..” kata Angga sambil memeluk tubuh telanjang Delisia dari belakang.

Satu tangan meremas buah dada Delisia, sementara satu tangan mengelus dan mengusap memeknya.

“Mmhhhh…” desah Delisia sambil terpejam. Tangan Delisia menggenggam penis Angga yang sudah tegak dan sesekali mengenai belahan pantatnya.

“Mmhhhh.. Enak syang…” bisik Angga ketika Delisia mengocok penisnya.

Delisia tersenyum dan langsung membalikkan badannya menghadap Angga lalu mengecup bibirnya. Angga membalas kecupan bibir Delisia dgn hangat.

“Cepat pulang ah…” kata Delisia setelah mereka selesai berpakaian dan merapikan diri.

“Ya syang…” kata Angga sambil menggandeng Delisia keluar kamar.

Sesampai di rumah, Angga segera pulang setelah berpamitan kepada Bpk dan ibu Delisia.

“Lama amat sih, san?” tanya ibunya.

“Iya, mam.. Tadi kami nyimpang dulu ke tempat makan,” kata Delisia ringan sambil segera ke kamarnya untuk ganti pakaian.

Malam harinya, ketika mereka sedang nonton TV, Bpk dan Ibu Delisia segera bangkit dari tempat duduk karena sudah waktunya jam tidur.

“Kamu jangan terlalu malam begadang, nanti sakit kepala,” kata ibunya kepada Delisia.

“Iya, Mam.. Tanggung nih film sedang seru-serunya,” kata Delisia sambil matanya terus melihat TV.

Lalu mereka segera masuk kamar. Setelah beberapa menit, telinga Delisia menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Sebetulnya Delisia sudah mengerti apa yang sedang terjadi di kamar orang tuanya. Delisia bersikap cuek saja awalnya.

Tapi rasa penasaran dihatinya membuat Delisia ingin mengintip mereka. Segera Delisia bangkit lalu mengendap mengintip dari lubang kunci. Walaupun tidak terlalu jelas tapi Delisia dapat melihat Bpk Ibunya sedang bersetubuh.

Darah Delisia berdesir karenanya. Ketika mata Delisia melihat buah zakar dan penis Bpknya yang keluar masuk memek Ibunya, darahnya makin berdesir. Matanya lebih jelas lagi melihat penis Bpknya ketika mereka telah selesai bersetubuh, Bpknya bangkit dan mengelap penisnya yang basah.

Tampak jelas di mata Delisia betapa penis Bpknya lebih besar dari penis Angga. Delisia segera berdiri, mematikan TV lalu segera bergegas masuk kamarnya. Di atas ranjang, Delisia tidak bisa memejamkan matanya. Terbayang terus persetubuhan Bpk Ibunya tadi, terlebih ketika terbayang penis Bpknya yang besar.. Perasaan Delisia jadi gelisah.

Sejak saat itu Delisia secara sadar arau tidak selalu memperhatikan gerak gerik Bpknya. Apalagi bila Bpknya hanya memakai kolor saja. Mata Delisia selalu mencuri pandang ke paha dan selangkangan Bpknya. Bpk Delisia waktu itu berumur 43 tahun. Badannya bersih dan tegap.

Suatu malam..

“Pijitin pundak Bpk, Met.. Pegal amat,” kata Bpk Delisia waktu mereka nonton TV.

“Kalau begitu Bpk duduk di bawah biar Delisia gampang mijitnya,” kata Delisia.

Bpknya segera turun dari kursi lalu duduk di lantai. Delisia segera memijit pundak Bpknya sambil nonton TV.

“Ibu ngantuk ah.. Mau tidur duluan, Pa…” kata Ibunya sambil bangkit dan menuju kamarnya.

“Delisia syang Bpk,” bisik Delisia sambil merangkulkan tangannya ke leher Bpknya.

“Nah, biasanya suka ada maunya kalau kamu sudah begini,” kata Bpknya sambil tersenyum dan menoleh ke Delisia.

“Mm.. Delisia tidak minta apa-apa kok, Pa…” bisik Delisia lagi manja.

“Delisia hanya mau bilang kalau Delisia syang Bpk,” kata Delisia sambil mencium pipi Bpknya.

Bpknya diam sambil tersenyum sambil tanganya memegang tangan Delisia yang sedang memeluk dirinya dari belakang.

“Tumben kamu manja begini,” kata Bpknya sambil menoleh dan menatap Delisia lama.

Delisia tersenyum lalu mencium pipi Bpknya lagi berkali-kali. Darah Delisia mulai berdesir.

“Ada apa sih, San?” kata Bpknya lagi sambil tersenyum.

Ucapan Bpknya tidak bisa terus ketika bibir mungil Delisia mengecup bibirnya.

“Delisia sangat syang Bpk,” bisik Delisia lirih sambil bibirnya melumat hangat bibir Bpknya.

Bpk Delisia pada awalnya kaget atas tindakan putrinya ini, tapi lama kelamaan sentuhan hangat bibir Delisia bisa menghangatkan perasaan dan gairahnya. Dibalasnya ciuman Delisia dgn hangat pula.

“Mm…” suara Delisia terdengar pelan.

Bpk Delisia bangkit lalu duduk berhadapan dgn Delisia. Kembali dilumat bibir Delisia dgn agak panas. Delisiapun membalasnya dgn agak panas pula. Tangan Delisia bergerak ke arah selangkangan Bpknya. Sambil tetap berciuman diremasnya pelan penis Bpknya. Terasa penis Bpknya mulai bergerak tegak dan tegang..

“Delisia syang Bpk,” kembali Delisia berbisik.

“Bpk juga sama…” kata Bpknya dgn nafas memburu.

“Jangan disini, Pa.. Nanti Ibu tahu,” kata Delisia sambil bangkit dan menarik tangan Bpknya ke kamar belakang.

Bpknya menurut mengikuti Delisia. Delisia langsung memeluk dan melumat bibir Bpknya dgn liar, Bpknyapun membalasnya semakin panas. Tangan Delisia mulai berani disusupkan dan masuk ke celana kolor Bpknya, lalu tanpa ragu menggenggam dan meremasnya pelan.

“Mmhh…” suara Bpknya tertahan karena masih berciuman.

Delisia kemudian melepaskan pelukannya lalu merendahkan tubuhnya hingga jongkok. Diperosotkan celana kolor Bpknya sampai lutut hingga penis besarnya yang tegak tampak di depan wajahnya. Delisia mengocok pelan penis Bpknya lalu segera mengulumnya. Bpknya terpejam sambil memegang kepala Delisia.

“Ohh…” desah Bpknya.

Dimaju mundurkan penisnya di dalam mulut Delisia. Setelah beberapa lama, tubuh Bpknya bergetar lalu… Crott! Crott! Crott! Air mani Bpknya muncrat di dalam mulut Delisia. Delisia dgn tenang menelannya habis. Delisia lalu berdiri sambil tersenyum.

“Delisia pengen, Pa..” pinta Delisia berbisik.

“Tidak bisa sekarang syang,” kata Bpknya sambil membetulkan celananya.

“Kapan, Pa?” kata Delisia sambil memeluk dan mengecup bibir Bpknya.

“Kamu pulang kuliah jam berapa?” tanya Bpknya.

“Jam 11, Pa…”

“Kalau begitu Bpk jemput kamu di kampus jam 12 untuk makan siang, lalu kita cari tempat…” kata Bpknya sambil tersenyum.

“Iya, Pa…” kata Delisia sambil tersenyum pula.

“Kasih tahu pacar kamu untuk tidak jemput, ya?” kata Bpknya. Delisia mengangguk.

“Sekarang tidurlah,” kata Bpknya sambil mencium bibir Delisia mesra.

Besok harinya sesuai dgn rencana, Delisia dijemput di kampus.

“Mau makan siang dimana?” tanya Bpknya.

“Tidak usah makan siang, Pa…” kata Delisia manja.

“Langsung saja…” kata Delisia tersenyum.

Bpk Delisiapun tersenyum. Mobil langsung di arahkan ke hotel. Di dalam kamar, mereka langsung berciuman. Delisia menatap mata Bpknya lalu melepas kancing kemeja Bpknya satu demi satu.

“Biar Bpk buka sendiri biar cepat. Waktu kita sedikit syang. Bpk harus segera ke kantor lagi,” kata Bpknya sambil tersenyum lalau melepas semua pakaiannya.

Delisia juga sama. Tubuh Delisia telentang di atas ranjang. Bpknya segera duduk di pinggir ranjang. Tangannya mulai mengelus dan meremas buah dada Delisia. Delisia terpejam menikmati belaian Bpknya itu. Sementara tangannya dgn segera meraih penis Bpknya yang sudah tegang besar. Diremas dan dikocoknya pelan.

Tangan Bpknya mulai turun ke memek Delisia. Diusap dan di gosoknya memek Delisia dgn mesra. Lalu salah satu jarinya mulai memainkan kelentit dan lubang memeknya bergantian. Delisia terpejam sambil menggigit bibir sementara tangannya tak henti mengocok penis Bpknya.

“Cepat masukkan, Pa…” pinta Delisia.

Bpknya tersenyum lalu bangkit dan segera menaiki tubuh anaknya. Disentuhkan penisnya ke memek ke belahan memek Delisia. Delisia menatap mata Bpknya sambil tangannya segera meraih penis dan mengarahkan ke lubang memeknya.

Dgn sedikit desakan, penis Bpknya perlahan masuk ke memek Delisia. Delisia terpejam merasakan rasa nikmat dari orang yang sangat disyanginya. Tak terasa air matanya mengalir di pipi.

“Ada apa syang?” tanya Bpknya sambil terus memompa penisnya.

“Delisia sangat bahagia bisa bersama Bpk saat ini,” kata Delisia sambil memeluk erat Bpknya.

“Delisia sangat syang Bpk,” bisik Delisia.

“Bpk juga sangat syang kamu,” kata Bpknya.

Delisia tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan pinggul Bpknya. Kenikamatan dan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Delisia saat itu. Siang itu Delisia dan Bpknya dgn liar bersetubuh bermandi peluh dan desahan serta jeritan kenikmatan. Sampai akhirnya terasa penis Bpknya berdenyut tanda akan mencapai orgasme.

Dicabutnya penis dari memek Delisia lalu digesek-gesekan ke belahan memeknya. Tapi Delisia dgn segera bangkit dan langsung menghisap serta mengocok penis Bpknya sampai akhirnya.. Crott! Crott! Air mani Bpknya menyembur banyak di dalam mulut Delisia. Delisia menelannya dgn tenang lalu tersenyum. Bpknya lalu mencium bibir Delisia.

“Kamu hebat syang…” bisik Bpknya.

“Lebih hebat dari Ibu kamu,” kata Bpknya lagi.

“Delisia syang Bpk…” bisik Delisia sambil tersenyum.

Mereka berpelukan..

Sesuai dgn penuturan Delisia, sejak saat itu hampir tiap hari Delisia dan Bpknya bersetubuh pada jam istirahat siang. Sesekali mereka bersetubuh di hotel bila ada waktu. Juga dgn Anggapun, Delisia tetap melayaninya setiap ada kesempatan.

Sekarang Delisia sudah menikah dgn Angga, dikaruniai anak 2. Masih tinggal di Bandung. Ketika masih mempunyai anak 1, Delisia masih berhubungan badan dgn Bpknya. Tapi setelah punya anak 2 sekarang ini, aktifitas itu berhenti karena usia Bpknya yang sudah uzur. Delisia sangat menyayangi Bpknya.

Post Terkait