cerita dewasa

BERCINTA DENGAN IBU SONIA

Dimulai pada saat itu aku lebih kuliah semester VII di salah satu PTS di B. kota Cerita kemudian saya putus dengan pacar saya lagi.

Tidak ada salah satu dari mereka telah bekerja sebagai dosen tapi di universitas lain, nama Mrs. Sonia. 40 tahun tetapi belum menikah.
Ibu Sonia bertanya, “Hey, kau terlambat pula sering melamun pula, apa ngelamunin yok? Jangan-jangan ngelamunin yang .. Memang, di kesehari-harian, ibu Sonia tahu karena saya sering curhat dia karena saya pikir dia sudah tua dan tahu banyak hal.

Aku mulai cerita, “Kau tahu masalah saya? Sekarang aku baru saja putus pada pacar saya,” kataku.
“Oh .. jadi ceritanya, pantesan aja aja dari minggu murung lalu dan sering ngalamun sendiri”, kata Bu Sonia.

Aku sangat dekat dengan Bu Sonia sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Sonia. Pada saat itu segala tepatnya sore di perguruan tinggi, aku sakit kepala akan saya melewatkan keluar dari perguruan tinggi. ketika aku bangun, eh agak sedikit heran mengapa masih ada orang di rumah, biasanya ketika di siang hari terbuka seperti ini sudah di ada satu di rumah tapi mengapa hari ini saya pikir ada ya teman-teman di rumah.

Aku pergi ke dapur. “Ibu Eh Sonia, tidak mengajarkan Mom?” Saya bertanya.
“Anda benar-benar tidak kuliah?” Dia bertanya.
“Out Ibu sakit,” kataku.
“Apa salahnya?” Menggoda Mrs. Sonia.
“Ah .. Ibu Sonia bisa aja”, kataku.
“Saya makan belum?” Dia bertanya.
“Tidak Bu,” kataku.
“Ini hanya semua ibu yang sama Masakin Anda ya,” katanya.

Ibu Sonia cekatan dimasak, kami segera makan bersama sambil ngobrol sekitar untuk titik yang kita bahas cerita agak seksis. Saya pikir Anda tidak suka nama cerita seks Sonia, eh tau-taunya dia menjawab dengan cerita yang panas lagi. Kami sudah semakin jauh ngomongnya. Saat itu saya sedang berbicara tentang wanita tua yang tidak merasa hubungan dengan jenis lain.

“Apa yang mereka sehingga keinginan untuk itu?” Saya bertanya.
“Enak aja, nafsu emangnya berkenalan dengan usia begitu”, katanya.
“Oh, kalau begitu Mrs. Sonia masih memiliki keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan jenis lain”, kataku.
“Jadi tentu dong”, katanya.
“Lanjutkan dengan siapa ibu untuk itu, Ibu, Anda belum menikah”, dengan lezat saya nyeletuk. “Saya melakukan pula,” kataku lagi dengan sedikit dingin sementara aku menatap wajahnya.

Ibu Sonia agak pudar merah entah apa yang dibutuhkan keberanian semakin booming dan tahu kapan harus mulai aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit gugup kebingungan Mrs. Sonia sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

“Okey, maaf ya Bu, aku sudah terlalu sombong untuk Mrs. Sonia”, kataku.
“Tidak, aku benar-benar salah dengan meladenimu mulai berbicara tentang hal itu”, katanya.

Dengan sukacita sedikit, hati saya di tangan saya lagi dengan lembut tangan sementara aku menempatkan bibirku ke dahinya. Lembut mencium keningnya. Ibu Sonia terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga mencium sedikit di bawah telinganya dengan lembut sambil berbisik,

“Aku mencintaimu, Bu Sonia”, tapi dia tidak menjawab sama sekali.

Dengan sedikit ragu-ragu juga aku membawa bibirku mendekati bibirnya. Piala .. jadi samar aku merasa kelembutan bibir. Aduh lembut, cekatan aku sudah menarik dirinya rangkulanku, dengan sedikit cemas lagi mencium bibirnya. sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut.

Aku mencium bibir bawahnya, ia berpikir eh .. tidak ada jawaban kecupanku. Kesempatan itu tidak saya buang. Aku berlari rongga mulut dengan lidah kukulum sedikit.

Aku menciumnya, “cuppp Aacchhh .. .. .. cuppp cuppp ..” ia mulai dengan membakar nafsu balasan kecupanku, ada sekitar 10 menitan kita lakukan, tapi kali ini ia telah dengan mata terbuka. Dengan kayak berjuang sedikit berjalan kerja keras saja.

“Aah .. tidak menelepon Mom, sebut Sonia menulis itu!
Ibu Sonia berbisik, “kami Sonia menulis kepada yuk kamar saya!”.

Terkejut tapi tanpa perlawanan berarti saya membawanya ke kamarku. Aku membawanya untuk duduk di tepi tempat tidur. Aku tidak tahan lagi, ini adalah saat aku sudah menunggu. Perlahan aku membuka kacing baju satu nya dengan satu, rakus aku melihat tubuhnya.

Owhh .. keindahan tubuh ini, mengapa tidak masih ada laki-laki yang kepengin secukupnya. Dengan kujilati membungkuk sedikit dengan pasien. Pertama-tama bagian dari kembar gunung.

“Aaccchhh .. sshhh .. terus Ian”, Ibu Sonia tidak bisa menunggu lagi, aku membuka bra-nya, terpampang kembar buah sendiri ukuran montok 34 B. mencium berpakaian-liku, “Aacchhh .. ssh ..” dengan sedikit turun aku berlari saya karena pada waktu itu ia menggunakan celana pendek dan celana kain agak tipis terlalu tipis, kuelus dengan lembut,

“Aacch .. Saya juga telah mulai terangsang. Saya melempar celana pendek untuk dipisahkan sekaligus dengan celana dalamnya, wowww .. gundukan berbulu indah.

Kuelus lembut membelai gundukan, “Aachhh .. uhhh .. .. sih pintar Ian sshh yang Anda lakukan, saya juga tidak tahan lagi”, sebenarnya itu adalah pemula bagi saya, eh ternyata kepengin Sonia juga membuka celana saya di sekali memisahkan sudah menulis celana pendek celana saya pada waktu yang sama.

“Owhhh sangat besar ..”, katanya. Sekitar 18 cm sampai 2 cm, dengan lembut membelai bola saya, “Uucch .. uchhh .. shh ..” dengan penuh semangat saya mengubah posisi dari 69, saya melihat sejenak dan punuk lembut yang pasti.

Aku mulai mencium dari pusarnya terus turun, kulumat feminin lembut, aku mencoba untuk menempatkan lidah saya ke dalam lubang kemaluannya, “uch Aacch .. .. .. terus Ian ssh”, Sonia mengerang. “Aku juga nyaman Sonia”, kataku. Lembut di lumat kedewasaan kepala kelelahan, di menjilati dengan lembut,

“Assh .. oh .. acchhh .. Soniann … terusss … sayang”, dengan penuh semangat, serta aku menyeka semua ayam pit wall, “Aaccchk .. uh .. ssh ..”

sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, namanya sudah kepengin mencoba hubungan seksual. Posisi kurubah, bibir kembali memanggut. Sudah terasa kepala kedewasaan mencari kandang. Dengan bantuan dari tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit aku mendorong pinggulku,

“Aacckhhh .. .. perlahan sshh ya Ian, aku masih perawan,” katanya. “Haa ..” Saya terkejut, benar-benar tampaknya dia masih suci. Dengan satu dorongan sudah licin.

Blesst …., “Aacch..ohhh” teriak Sonia, sebentar kudiamkan untuk menghentikan rasa sakit, setelah 2 menitan pernah dimulai batang kejantanannya yang menarik dari dalam, terus kumaju dukungan. Mungkin karena pertama kali hanya dengan waktu 7 menit ..

“Aakh .. USSH ushh .. .. .. Aku ingin keluar ahhkk Ian”, katanya. “Tunggu, aku sudah pergi keluar akh ..” kataku.

Tiba-tiba ayam pit diperketat sudah terjepit jembatan kedewasaan saya dan kedewasaan batang kepala terasa sama surga air flushing, membuat saya kuat tidak lagi memuntahkan .. “.. Crottt crettttt crottt .. ..” banyak air juga cum muncrat di ayam pit.

“Aacckh ..” Aku lemas kelelahan, aku berbaring di sampingnya. Dia lembut mencium bibir saya,
“Kau menyesal Ian?” Dia bertanya.
“Ah tidak, Kitakan sama-sama bersedia.”

Kami cepat pembersihan sehingga tidak ada kecurigaan, dan sejak itu saya bermain cinta dengan Ibu Sonia ini, tentu saja kita lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat, jika kita sudah sekarat dan di rumah itu penuh sesak.

Post Terkait