cerita dewasa

Aku segera melepaskan sabukku

Hey! Ayo! Kamu kan janji bersamasama!

Oh, maaf. Aku lupa, kata Cathrine sambil sorot matanya tidak lepas dari tonjolan kemaluanku di celana dalamku.

Cathrine kemudian berbaring sambil melepas celena pendeknya melewati pinggulnya yang bulat indah. Tubuh kami berdua sekarang tinggal dibalut oleh celana dalam. Aku benarbenar kagum dengan kemulusan kulit tubuhnya bagaikan kulit bayi, kuning kemerahan dan halus sekali.

Siap, kata Cathrine.

Baca Juga: ML DI APARTEMEN TANTE DEWI YANG KULAKUKAN HINGGA PAGI BUTA

OK, kataku mantap.

Aku benarbenar sudah tidak sabar lagi melihat tubuh seorang wanita yang telanjang bulat di depanku. Dan Hal itu benarbenar menjadi kenyataan ketika Cathrine pelahanlahan melepas celana dalamnya, bersamaan dengan kuturunkan celana dalamku melewati kakiku.

Dan kemudian kami berdua samasama terbengongbengong melihat tubuh telanjang di depannya. Kulit tubuh Cathrine benarbenar mulus, lekukan tubuhnya benarbenar mempesona. Ketika sudut mataku melihat ke Cathrine, kulihat wajahnya merah padam dan sorot matanya menjelajahi seluruh tubuhnya. Sepertinya wajahnya jadi semakin cantik dan oohhh Sepasang bukit di dadanya benarbenar mengagumkan dan menggetarkan hatiku, tapi Bagian bawahnya Kulihat rambut kecilkecil halus berwarna pirang menutupi cembungan dipangkal pahanya. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulihat, sepertinya semuanya tersembunyi dibalik rambut halus itu.

Wow, seru Cathrine.

Berbaringlah terlentang, aku ingin bisa melihatnya dengan jelas.

Aku tidak bisa menolaknya, aku terlentang sambil memperhatikan Cathrine. Dia bergeser mendekati diriku. Sepasang bukit dadanya ikut bergoyang, pemandangan yang menakjubkan sekali. Aku tidak memperhatikan tangannya sampai ketika jarijarinya mengelus batang kemaluanku dengan lembut.

Oh besar sekali, keras, tapi kulitnya lembut sekali. kata Cathrine sambil tangannya menjelajahi seluruh bagian kemaluanku, meremas dan mengusapusapnya dengan lembut.

Ouchh! erangku. Sepertinga tubuhku melambung tinggi

Benarbenar luar biasa, desis Cathrine benarbenar terpesona menyaksikan kemaluanku yang tegang kukuh dan keras. Kurasakan jarijari Cathrine mengocokkocok batang kemaluanku naik turun dengan penuh gairah. Aku tidak pernah melihat kemaluanku menjadi sebesar itu, sepertinya kemaluanku telah mengembang secara maksimal. Mataku tertutup rapatrapat Mulutku mendesahdesah tanpa dapat kukendalikan lagi,

Ooohhh Aaahhh aku benarbenar tidak pernah merasakan senikmat ini.

Kau senang aku beginikan? bisik Cathrine dengan suara genit.

Gerakan tangannya naikturun semakin cepat sampai pinggulku terangkatangkat menahan nikmat dan geli luar biasa. Akhirnya aku tak dapat menahan lagi, dengan diiringi teriakkan nyaringku, air maniku meledak dan menyembur kuat keudara beberapa kali. Inilah untuk pertama kalinya aku mengalami puncak kenikmatan. Cathrine juga berteriak tertahan dan meloncat menjauhiku, wanita ini benarbenar terkejut melihat air maniku yang begitu dasyat menyembur keudara dan sebagian jatuh menimpa tangan, paha dan dadanya.

Beberapa saat aku terkulai lemas. Sepertinya aku sempat tak sadar beberapa detik. Begitu pula Cathrine, wanita ini terbengongbengong melihat kejadian yang benarbenar tak pernah terbayangkan olehnya.

Apa Apa yang terjadi?? kata Cathrine terbatabata.

A A Aku tidak tahu. Aku tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya. kataku tergagapgagap.

Setelah berpikir beberapa saat Cathrine berkata pelan.

Aku tahu. Kau mengalami puncak kenikmatan. katanya sambil mengusapusap cairan kental air maniku yang berhamburan kemanamana.

Ini adalah air mani. Tapi aku benarbenar tidak menduga proses keluarnya begitu luar biasa.

Yeah, memang sangat luar biasa. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan sulit kugambarkan. kataku. Cathrine tertawa genit.

Itu karena aku! Aku yang membuatmu sampai puncak kenikmatan! Tadinya aku khawatir, kau mengerangerang seperti kesakitan.

Yeah. Benarbenar luar biasa. Jarijari tanganmu juga luar biasa kataku sambil melihat tubuh moleknya yang telanjang bulat. Dan akupun tak ingin membuang tempo lagi.

Hey. Sekarang gantian aku!! Cepat kamu berbaring kataku.

Tapi Tapi kau pelanpelan ya?? kata Cathrine.Aku takut.

OK, jangan khawatir, aku tak akan menyakitimu.

Ya Tuhan, inilah hari bersejarahku sebagai seorang lakilaki. Dihadapanku berbaring terlentang sesosok tubuh wanita yang luar biasa cantiknya telanjang bulat. Mataku benarbenar termanjakan dengan pemandangan yang benarbenar menakjubkan.

Pelahanlahan kuusap cairan air maniku yang menempel di bukit kecil di dada Cathrine. Tanganku sampai gemetaran meraba kulit kenyal dan halus di sepasang bukit indah itu. Puttingnya yang kecil jadi mengeras ketika tanganku mengeluselusnya. Apalagi ketika putting itu kepegang dan kupilinpilin lembut, Cathrine mengerang lembut. Hatiku sampai berdesir mendengar erangan aneh itu. Sepertinya mengandung kekuatan magis yang membangkitkan kembali gairahku.

Kuturunkan tanganku menelusuri perutnya kebawah sampai daerah pangkal pahanya. Kuusapusap rambut halus pirang disana. Rambut yang panjangnya sekitar 1/4 inci itu sangat lembut. Aku tidak menduga didaerah itu bisa tumbuh rambut. Ujung jariku kususupkan ke celahcelah yang membelah vertikal gundukan kecil di pangkal pahanya. Daerah itu ternyata basah oleh cairan lendir.

Buka lagi pahamu, aku tidak bisa melihat apaapa disini.

Ketika Cathrine membuka lagi pahanya, tampaklah celahcelah yang berwarna pink yang mengkilat basah oleh cairan lendir.

Wow!!!

Benarbenar pemandangan yang luar biasa, aku tidak pernah membayangkan seperti itu bentuk kemaluan seorang wanita. Kudekatkan wajahku agar bisa melihat lebih jelas daerah misterius yang sudah lama ingin kulihat. Kucium aroma khas yang segar dan juga cukup harum. Kukita Cathrine sangat rajin membersihkan daerah itu. Tapi kembali aku tak bisa melihat apaapa selain celah vertikal yang tertutup. Dengan hatihati kususupkan jarijariku kebibir vertikal yang cukup tebal itu, kurasakan kebasahan dan kehangatan didaerah itu.

Pinggul Cathrine terjungkitjungkit setiap kali kugosok celahcelah itu, bibirnya setiap kali juga mengeluarkan desahandesahan aneh yang merangsang pendengaran, apalagi ketika ujung jariku menyentuh tonjolan clitorisnya. Sepertinya daerah tersebut sangat sensitif seperti juga sulit kemaluanku, dan Cathrine juga merasakan nikmat yang tak kalah bebatnya seperti ketika Cathrine mengusap kemaluanku. Aku jadi semakin bersemangat menggerakkan jariku menyusuri celahcelah itu.

Akhirnya mataku melihat lubang kecil berwarna merah muda dibawah tonjolan clitorisnya. Dari lubang itulah cairan bening itu keluar. Lubang itu cuma sebesar ujung jari kelingkingku. Aku yakin itulah yang disebut kemaluan yang tadi ditunjuk oleh Cathrine, dan di buku dikatakan bahwa kemaluan dimasukkan ke lubang itu. Tapi koq begitu kecil? Kumasukkan ujung jariku ke lubang itu, terasa hangat dan ketika kugerakgerakkan tibatiba aku sangat terkejut, sepertinga ujung jariku terhisap oleh lubang itu. Aku jadi penasaran sekali, ketika akan kumasukkan lagi tibatiba Cathrine membentakku.

Hey! Apa yang kamu lakukan?! katanya sambil melompat ketika ujung jariku kumasukkan lebih dalam.

I just want to see what it feels like., I said, still pushing. Now, it was past the first knuckle.

Aku hanya ingin tahu lubang apa itu., kataku sambil terus mau memasukkan ujung jariku lagi.

Cut it out! she was squirming. I kept pushing. She moaned and said again, but more softly,

Keluarkan cepar keluarkan. kata Cathrine panik.

Ujung jariku seperti menabrak suatu dinding dan ketika kudorong lagi.

Auw.. aduh stop!! Jerit Cathrine kesakitan. Dengan gugup kutarik ujung jariku keluar lubang kecil dan sempit itu.

Itukan lubang dimana kemaluan dimasukkan bukan?? kataku mencari kepastian.

Mungkin.

I started pushing my finger into her again,Does it feel like a kemaluan?

Aku memulai mendorong lagi jariku ke dalam lubang itu,

Apakah seperti dimasukkan kemaluan? tanyaku lagi. Pinggul Cathrine kembali menggeliatgeliat.

Aduuhhh stop, stop please! Rintih Cathrine.

Aku ingat ketika singa jantan memasukkan kemaluannya kekemaluan singa betina. Tapi Cathrine sepertinya merasa kesakitan dan keenakan sekaligus. Kini jariku kugerakkan keluar masuk. Lubang itu begitu sempit dan ketat menjepit ujung jariku. Cairan lendir semakin banyak keluar. Kulihat Cathrine tidak lagi kesakitan, cuman mulutnya tak hentihentinya mendesis keenakan dan tubuhnya menggeliatgeliat begitu menggairahkan Sampai tibatiba tubuhnya menggigil dan mengejang,

Aaahhh Ooohhh, jeritnya nyaring sambil menarik tanganku dari liang itu.

Apa yang terjadi??? tanyaku keheranan.

Entah, ahhh. Desah Cathrine dengan nafas tersegalsegal.

Mungkin aku puncak kenikmatan, bisik Cathrine sambil tersenyum manis sekali.

Ohhh, kupikir memang benar kemaluan harus dimasukkan ke lubang itu, kataku, Tapi aku tidak yakin lubang itu terlalu kecil untuk ukuran kemaluan.

Kenapa tidak? kata Cathrine sambil melihat kemaluanku yang mulai membesar dan menegang lagi.

Kemaluan terlalu besar. Ujung jariku saja sudah sulit masuk, apalagi kemaluan yang ukurannya jauh lebih besar dan panjang.

Cathrine meraih kembali kemaluanku.

Yeah aku tahu maksudmu.

Dia memperhatikan kemaluanku dengan seksama sambil mengusapusapnya. Sepertinya dia sangat sangat tertarik dan menyukai kemaluanku itu, seperti barang antik yang sangat berharga.

Jika tidak cukup, paling tidak kita bisa mencobanya untuk meyakinkan samapi sejauh mana. kata Cathrine sambil melirik ke arahku, senyuman genis tersungging dibibirnya.

Apa kau pikir cukup aman? tanyaku raguragu. Tentunya aku sangat senang melakukannya, tapi aku khawatir Cathrine akan kesakitan.

Cathrine kembali berbaring terlentang dan pahanya dibuka lebar.

Yakin. Bila tidak muat dimasukkan ke dalam milikku, maka kita akan mencari cara lainnya. Apapun juga kamu bisa ejakulasi, dan itu tidak akan menbuatku hamil karena tidak masuk ke dalam.

Aku segera menempatkan pinggulku diantara kedua pahanya. Terasa hangat, basah dan lembut. Kugerakgerakkan ujung kemaluanku untuk menemukan lubang itu, begitu menyentuh lubangnya, kutekan sedikit, kemudian kugerakkan pinggulku sambil terus menekan. Sepasang bukit dadanya mengeras, putingnya menusuk dadaku. Kedua tangannya merangkul leherku. Kami kembali berciuman. Tubuh kamu saling menekan dan menggesek.

Cathrine ketawa genit sambil berbisik, Aku sangat senang kamu ada disini, dalam posisi seperti ini, katanya sambil memelukku dengan mesra sekali.

Kami terus saling menggesek dan menekan, tangan kami juga saling mengelus dan meremasremas. Nafas kami semakin cepat dan tubuh kami juga semakin panas, peluh kami mulai membasahi tubuh kami. Ini benarbenar luar biasa. Gesekangesekan itu demikian nikmatnya. Tapi usaha kemaluanku untuk masuk ke lubang itu selalu gagal.

Masih belum bisa masuk? Bisik Cathrine.

Coba kutekan agak keras lagi, kuangkat sedikit pinggulku, kemudian kutekan keras, tapi ternyata malah meleset kesamping.

Uhhh desis Cathrine.

Coba kubantu, bisik Cathrine sambil tangannya meraih batang kemaluanku, kemudian ditempatkan tepat di gerbang liang kemaluannya.

Tekan!! kata Cathrine.

Yeah, kataku sambil menekan pinggulku cukup kuat.

Kuangkat sedikit lagi, kembali kutekan lebih keras sambil tangan Cathrine mengarahkan kemaluanku. Kurasakan liang itu semakin mengembang dan tibatiba sebagian ujung kemaluanku berhasil melesak ke dalam.

Stop! teriak Cathrine.

Ohhh keluhku, sambil menghentikan gerakanku.

Kepala kemaluanku yang bulat sudah berhasil masuk keliang kemaluan Cathrine. Begitu ketatnya liang itu seperti mengunci ujung kemaluanku.

Ujung kemaluanku sudah berhasil masuk, bisikku.

Ya, aku tahu. Aku dapat merasakannya. kata Cathrine.

Pelahan kutarik sedikit kemaluanku pelanpelan, kemudian kutekan lagi dengan tekanan lebih kuat. Begitu kulakukan berulangulang sampai ujung kemaluanku tibatiba menabrak kuat dinding penghalang disana.

Ahhh, stop, kita sebaiknya berhenti, ohhh jangan! kata Cathrine terbatabata.

Meskipun mulutnya mengatakan jangan, tapi kurasakan pelukan Cathrine malah semakin erat, dan pinggulnya pun bergerak mengimbangi tusukannku.

Kita sebaiknya berhenti Kita, ohhh stop! rintih Cathrine.

Yeah. kataku, tapi kemaluanku tidak mau berhenti. Tekanan pinggulku makin lama makin kuat sehingga akhirnya

Aaahhh ADUH!!! Ohhh Aaahh, jeritan Cathrine melengking kuat ketika kemaluanku berhasil menembus benteng penghalang itu. Batang kemaluanku tenggelam seluruhnya ke dalam liang yang sudah tidak perawan lagi, sampai bola testicleku menekan pangkal pahanya. Jeritan Cathrine dan cengkeraman kukunya mencengkeram kuat di pundakku dan pahanya memeluk kuat kuat pinggulku membuatku benarbenar terkejut.

Aduh! stop, stop! jerit Cathrine.

Kurasakan jepitan liang kemaluan Cathrine yang begitu kuat dan ketat sekali, kurasakan juga denyutandenyutan dinding liang itu seperti menyedot kemaluanku, dan kurasakan kehangatan disana.

Cathrine. Kemaluanku sudah masuk semua. kataku sambil terengahengah.

I can tell. It hurt. A lot.

Aku bilang stop! Sakit sekali tahu! bentak Cathrine. Kulihat wajahnya merah padam dan air matanya mengalir membasahi pipinya.

Maafkan aku Cathrine. Aku tidak bisa mengendalikan diriku.

OK. Bisa kamu tarik keluar sekarang?

OK Aku cabut kemaluanku pelanpelan, Cathrine merintih, kutekan lagi pelanpelan dan kembali kutarik lagi sedikit. Kurasakan sesasi gesekan antara kemaluanku dan dinding liang kemaluan Cathrine begitu luar biasa nikmatnya. Tubuhku sampai menggigil menahan geli dan nikmat yang teramat sangat.

Cathrine, sebaiknya jangan dilepas, bisikku.

Ya, aku tahu desah Cathrine sambil menggerakkan pinggulnya keririkanan mengikuti gerakan pinggulku. Tangan Cathrine kembali memelukku eraterat. Seperti juga aku, sepertinya Cathrine juga merasakan sensasi kenikmatan yang sangat luar biasa. Dia ingin menghentikannya, tapi kenikmatan itu sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dan tibatiba kembali tubuh Cathrine mengejang sambil mengerang cukup keras, ketika Cathrine mencapai puncak kenikmatannya yang kedua kali. Cathrine sepertinya mengatakan sesuatu kepadaku, tapi tidak jelas, akhirnya ia menggigit pundakku.

Diding liang kemaluannya berdenyutdenyut kuat, membuat kemaluanku tersedotsedot dan sepertinya aku juga tidak kuat lagi menahan diri. Kutekan kemaluanku dalamdalam dan

Aaahhh air maniku menyembur kuat berkalikali didasar liang kemaluan Cathrine.

Entah berapa lama kami terkulai sambil berpelukan, kemaluanku masih tertanam diliang kemaluan Cathrine

Ketika kami sadar, segera kutarik kemaluanku yang sudah mengecil itu. Kulihat cairan air maniku bersama cairan kemaluan Cathrine berhamburan dimanamana. Dan cairan itu berwarna merah Memang benarbenar darah Cathrine yang bercampur cairan air mani.

Ya ampun, Cathrine, aku benarbenar melukaimu, maafkan aku Cathrine, seruku panik.

Ohhh tidak! jerit Cathrine sambil melihat ke kemaluannya.

Kamu ejakulasi di dalam lubang kemaluanku!! Kau masukkan air manimu di dalam! Aduh, kamu bisa membuatku hamil!!!

Cepatcepat kuperiksa kemaluan Cathrine. Tidak kelihatan ada luka disana, tapi darah keluar dari liang kemaluannya. Aku yakin, pasti bagian dalam liang kemaluan itu ada yang luka.

Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menceritakan kepada orang lain kalau Cathrine sembuh nanti. Kami cuman bisa menunggu untuk melihat apakan Cathrine hamil atau tidak. Kami segera berpakaian dan aku segera lari pulang kerumah. Sampai beberapa minggu kami berdua dihinggapi perasaan takut. Dan Cathrine pun sepertinya takut untuk menemuiku. Dia selalu menghindar kalau melihatku.

Kami memang tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada orang lain, dan kami juga tidak pernah melakukan hubungan sex lagi, tapi kami masih berteman sampai beberapa tahun, sampai akhirnya aku pindah ke Denver. Tapi aku tidak pernah melupakan hari bersejarah yang sangat menakjubkan itu!!!

SELESAI

Post Terkait