cerita dewasa

Aku dan Tante Sophia

Namaku Adith, umurku 30 tahun dengan tinggi badan 185 cm dan berat badan 82 kg. Aku kini bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan di Jakarta. Aku lebih menyukai wanita setengah baya. Aku sangat suka membaca cerita di ceritadewasa.plus khususnya di bagian Setengah Baya. Aku ingin menceritakan kisah nyata dengan tanteku sendiri, Tante Sophia. Cerita yang dituangkan di sini adalah kisah nyata dan bagi yang kebetulan merasa sama nama atau kisahnya mohon dimaafkan itu hanyalah kebetulan.

*****

Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 24 tahun. Aku mempunyai seorang tante bernama Sophia yang umurnya waktu itu 36 tahun. Tante Sophia adalah adik dari Mamaku. Tante Sophia sudah menjanda selama lima tahun. Dari perkawinan dia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak.

Tante Sophia sendiri melanjutkan usaha peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku. Dia tinggal dengan seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Sophia ini orangnya menurutku seksi sekali.

Payudaranya besar bulat dengan ukuran 36C, sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya dia belum punya anak. Hal ini membuatku sering ke rumahnya dan betah berlamalama kalau sedang ada waktu.

Dan sehariharinya aku cuma mengobrol dengan Tante Sophia yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar tidak canggung ceritacerita denganku. Dari cerita Tante Sophia bisa aku tebak bahwa dia itu orangnya kesepian sekali semenjak suaminya meninggal.

Maka aku berupaya menemaninya dan sekalian ingin melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat tubuhnya yang seksi, aku selalu terangsang dan aku lampiaskan dengan onani sambil membayangkan tubuhnya. Kadangkala timbul pikiran kotorku ingin bersetubuh dengannya tapi aku tidak berani berbuat macammacam terhadap dia, aku takut nanti dia akan marah dan melaporkan ke orang tuaku.

Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Sophia semakin kuat saja. Kadangkadang kupergoki Tante Sophia saat habis mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku degdegan rasanya, ingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadangkadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benarbenar memancing gairahku.

Sampai pada hari itu tepatnya malam minggu, aku sedang malas keluar bersama temanteman dan aku pun pergi ke rumah Tante Sophia. Sesampai di rumahnya, Tante Sophia baru akan bersiap makan dan sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Kami pun saling bercerita, tibatiba hujan turun deras sekali dan Tante Sophia memintaku menginap saja di rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali.

Dith, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?, katanya sambil menguap.

Belum tante, jawabku.

Oh ya tante, Adith boleh pakai komputernya nggak, mau cek email bentar, tanyaku.

Boleh, pakai aja jawabnya lalu dia menuju ke kamarnya.

Lalu aku memakai komputer di ruang kerjanya dan mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil. Kemudian kueluselus batang kemaluanku sampai tegang sekali berukuran sekitar 15 cm karena aku sudah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahutahu Tante Sophia masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku tidak sempat lagi menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Sophia sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang hingga langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

Hayyoo lagi ngapain kamu, Dith? tanyanya.

Aah, nggak apaapa tante lagi cek email jawabku sekenanya. Tapi Tante Sophia sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengeluselus batang kemaluanku.

Ada apa sih tante? tanyaku.

Aah nggak, tante cuma pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar jawabnya.

Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante jawabku.

Tapi jangan lamalama yah kata Tante Sophia lagi.

Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak menuju ke kamar tante dan menemani Tante Sophia nonton film horor yang kebetulan juga banyak mengumbar adeganadegan syur.

Melihat film itu langsung saja aku menjadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi. Malah Tante Sophia sudah memakai baju tidur yang tipis dan gilanya dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa boleh buat aku tidak berani berbuat macammacam. Batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku terpaksa bergerakgerak sedikit guna membetulkan posisinya yang miring. Melihat gerakangerakan itu Tante Sophia rupanya langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.

Lagi ngapain sih kamu, Dith? tanyanya sambil tersenyum.

Ah nggak apaapa kok, tante jawabku malu. Sementara itu Tante Sophia mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat di atas ranjang.

Kamu terangsang yah, Dith, lihat film ini?

Ah nggak tante, biasa aja jawabku mencoba mengendalikan diri.

Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisaphisap sambil kugigit putingnya. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Sophia pun rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

Menurut kamu tante seksi nggak, Dith? tanyanya.

Wah seksi sekali tante kataku.

Seksi mana sama yang di film itu? tanyanya lagi sambil membusungkan payudaranya sehingga terlihat semakin membesar.

Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih kataku.

Ah masa sih? tanyanya.

Iya benar tante, swear.. kataku.

Jarak kami semakin merapat karena Tante Sophia terus mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia bertanya lagi padaku..

Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama tante.

Mmaauu tante.. Ah, seperti ketiban durian runtuh, kesempatan ini tidak tentu aku siasiakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Sophia.

Wahh barang kamu lumayan juga, Dith katanya.

Ah tante bisa aja.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. Sampe saya gemes deh ngeliatnya.. kataku.

Ah nakal kamu yah, Dith jawabnya sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku.

Waahh jangan dipegangin terus tante, ntar bisa tambah gede loh kataku.

Ah yang benar nih? tanyanya.

Iya tante.. Ehh.. Ehh aku boleh pegang itu nggak tante? kataku sambil menunjuk ke arah payudaranya yang besar itu.

Ah boleh aja kalo kamu mau jawabnya.

Wah kesempatan besar, tapi aku agak sedikit takut, takut dia marah tapi tangan si tante sekarang malah sudah mengeluselus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus payudaranya.

Ahh.. Arghh enak Dith.. Kamu nakal ya kata tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.

Loh kok dilepas sih Dith? tanyanya.

Ah takut tante marah kataku.

Oohh nggak lah, Dith.. Kemari deh.

Tanganku digenggam Tante Sophia, kemudian diletakkan kembali di payudaranya sehingga aku pun semakin berani meremasremas payudaranya.

Aarrhh.. Sshh rintihnya hingga semakin membuatku penasaran.

Lalu aku pun mencoba mencium Tante Sophia, sungguh di luar dugaanku, Tante Sophia menyambut ciumanku dengan beringas. Kami pun lalu berciuman dengan nafsu sekali sambil tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal sekali itu.

Ahh kamu memang hebat Dith.. Terusin Diith.. Malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh.

Tante, aku boleh buka baju tante nggak? tanyaku.

Oohh silakan Dith, sambutnya.

Dengan cepat kubuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilatjilat payudaranya yang memang aku kagumi itu.

Arrgghh.. Arrgghh.. lagilagi tante mengerangerang keenakan.

Teruuss.. Teerruuss Dith.. Ahh enak sekali..

Lama aku menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu sekilas kulihat tangan Tante Sophia sedang mengeluselus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kulepaskan.

Aahh buka saja Dith.. Ahh

Nafas Tante Sophia terengahengah menahan nafsu. Seperti kesetanan aku langsung membuka CDnya dan lalu kuciumi. Sekarang Tante Sophia sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu. Lalu dengan pelanpelan kumasukkan jariku untuk menerobos liang kemaluannya yang sudah basah itu.

Arrhh.. Sshh.. Enak Dith.. Enak sekali jeritnya.

Setelah puas jariku bergerilya lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin dan mengkilap itu. Lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluannya dengan lidahku turun naik seperti mengecat saja. Tante Sophia semakin kelabakan hingga dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil meremas payudaranya.

Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann laaggii.. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan jariku kucobloskan ke liang kemaluannya yang semakin basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya akan orgasme. Lalu kupercepat jilatanku dan tusukan jariku sehingga dia merasa keenakkan sekali lalu dia menjerit..

Oohh.. Aarrhh.. Tante udah keeluuaarr Diith.. Ahh sambil menjerit kecil pantatnya digoyanggoyangkan dan lidahku masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali.

Wah ternyata kamu hebat sekali, tante sudah lama tidak merasakan kepuasan ini loh.. ujarnya sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya di bibirku ikut belepotan ke bibir Tante Sophia. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di eluselus oleh Tante Sophia dan aku pun masih memilinmilin puting tante yang sudah semakin keras itu.

Aahh.. desahnya sambil terus mencumbu bibirku.

Sekarang giliran tante.. Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh tante.

Tangan Tante Sophia segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit tapi kudiamkan saja karena terasa enak juga diremasremas oleh tangan Tante Sophia. Lalu aku juga tidak mau kalah, tanganku juga terus meremasremas payudaranya yang indah itu. Rupanya Tante Sophia mulai terangsang kembali ketika tanganku meremasremas payudaranya dengan sesekali kujilati putingnya yang sudah tegang itu, seakanakan seperti orang kelaparan, kukulum terus puting susunya sehingga Tante Sophia menjadi semakin blingsatan.

Aahh kamu suka sekali sama dada tante yah, Dith?

Iya Tante abis tetek tante bentuknya sangat merangsang sih.. Terus besar tapi masih tetap kencang..

Aahh kamu memang pandai muji orang, Dith..

Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dieluselus. Lalu Tante Sophia mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Sophia berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya.

Aku benarbenar merasakan nikmatnya service yang diberikan oleh Tante Sophia. Lalu dia mulai membuka mulutnya dan lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisaphisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Selang beberapa menit setelah tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desirandesiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Sophia kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas ranjang. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.

Aahh Dith, ayolah masukin batang kemaluan kamu ke tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek tante disodoksodok sama batangan kamu itu.

Iiyaa tante kataku.

Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung memasukkannya tapi aku gesekgesekan terlebih dulu ke bibir kemaluannya sehingga Tante Sophia lagilagi menjerit keenakan..

Aahh.. Aahh.. Ayolah Dith, jangan tanggungtanggung masukiinn..

Lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluannya sehingga agak sulit memasukkan batang kemaluanku yang sudah tegang sekali itu.

Aahh.. Sshh.. Oohh pelanpelan Dith.. Terussteruuss.. Aahh

Aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam liang kemaluan Tante Sophia sehingga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Sophia juga ikutikutan bergoyang. Rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Sophia menjadikan batang kemaluanku seperti dipilinpilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. Sementara itu aku terus menjilati puting dan menjilati leher yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Sophia mendekap pantatku keraskeras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi.

Oohh.. Sshh.. Dith.. Enak sekali.. Oohh.. Ohh.. mendengar rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini.

Aahh.. Cepat Di, tante mau keluuaarr.. Aahh

Tubuh Tante Sophia kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikutikutan naik. Rupanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang sedang merojokrojok liang kemaluannya.

Aahh.. Sshh.. Sshh, desahnya, lalu tubuhnya kembali tenang menikmati sisasisa orgasmenya.

Wahh kamu memang hebaat Dith.. Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar

Iiyaa tante.. Bentar lagi juga Adith keluar nih.. ujarku sambil terus menyodok liang kemaluannya yang berdenyutdenyut itu.

Aahh enak sekali tante.. Aahh..

Terusin Dith.. Terus.. Aahh.. Sshh erangan Tante Sophia membuatku semakin kuat merojokrojok batang kemaluanku dalam liang kemaluannya.

Aauuhh pelanpelan Dith, aahh.. Sshh

Aduh tante bentar lagi aku udah mau keluar nih.. kataku.

Aahh.. Dith.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante mau ngerasain.. Ahh.. Shh.. Mau rasain siraman hangat peju kamu..

Iiyyaa.. Tante..

Lalu aku mengangkat kaki kanan tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku.

Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante, Adith mau keluar nih.. Ahh lalu aku memeluk Tante Sophia sambil meremasremas payudaranya. Sementara itu, Tante Sophia memelukku kuatkuat sambil menggoyanggoyangkan pantatnya.

Aahh tante juga mau keluar lagi aahh.. Sshh.. lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott..

Aahh enak sekali tante.. Aahh.. Ahh.. Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Sophia untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Sophia menbelaibelai rambutku.

Ah kamu ternyata seorang jagoan, Dith..

Setelah itu dia mencabut batang kemaluanku dari liang kemaluannya kemudian dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Dan kemudian kami berdua pun tidur saling berpelukan. Malam itu kami melakukannya sampai tiga kali.

Setelah kejadian itu kami sering melakukan hubungan seks yang kadangkadang meniru gayagaya dari film porno. Hubungan kami pun berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui oleh orang tuaku. Karena merasa malu, Tante Sophia pun pindah ke Bandung dan menjalankan usahanya di sana. Aku benarbenar sangat kehilangan Tante Sophia dan semenjak kepindahannya, Tante Sophia tidak pernah menghubungiku lagi.

Post Terkait