Cerita Dewasa

ABG Terpanas Dengan Mahasiswa Baru

Hai semua, share lagi mengenai sebuah kisah sex terpanas, kisah hot ngentot, kisah dewasa terbaru, kisah mesum dengan memek, kisah seks pemerkosaan dan sekian banyak cerita abg anak sekolah yang seru, tetapi kali ini ceritanya sangat bertolak belakang yaitu mengenai Cerita Sex Terpanas Mahasiswa Terbaru semoga kamu senang dengan kisah yang saya hadirkan ini, selamat menikmati.

Kisahku ini terjadi pada masa-masa aku masih kuliah disebuah universitas negeri dikota L. Namaku Ivan, dikampus aku dikenal tidak hanya oleh mahasiswa seletingku tapi pun kakak-kakak leting dan adik-adik letingku. Mungkin ini seluruh patut kusyukuri sebab aku memiliki wajah yang tampan menurut keterangan dari teman-temanku. Ada saja tanggapan mereka mengenai diriku sampai bisa-bisanya mereka menjuluki aku “Abang Tampan”. Memang wajahku diberi keunggulan sedikit oleh yang maha kuasa, rambut gondrong dengan alis yang bersambung, hidung mancung, bibir merah serta dilengkapi dengan jambang yang panjang. Dan bukannya aku sombong, mukaku tak pernah dihinggapi oleh yang namanya jerawat.

Kelebihan yang patut aku syukuri ini tidak menciptakan aku menjadi seorang yang haus bakal pertualangan cinta. Mungkin sebab aku berasal dari suatu keluarga simpel dan senantiasa menjalankan norma-norma agama membuatku agak pemalu serta tertutup bakal masalah-masalah yang berbau seks.

Kisahku ini dimulai dengan perkenalanku pada seorang gadis asal kota M, yang kebetulan berlibur dikota L. Namanya Meli, dia masih duduk dikelas ii SMU pada suatu sekolah bergengsi di kotanya. Dari mula melihatnya aku telah begitu tertarik, laksana terhipnotis pada pandangan kesatu. Kulitnya yang kuning langsat dan tubuh yang tinggi semampai sangat unik hatiku. Apalagi bila dia tersenyum, lesung di pipinya menciptakan dia semakin memukau dimataku. Hal ini belum pernah kualami sebelumnya, yang seringkali aku cuek dengan yang namanya perempuan harus menciptakan pengecualian guna yang satu ini.

Baca Juga: Angan-angan seorang Suami

Singkat kisah setelah sejumlah hari kami berkenalan dan sejumlah kali berjumpa, dia sudah menjadi pacarku yang paling kucintai. Banyak persamaan pada diri kami sampai kami cepat merasa cocok. Dengan pengalaman-pengalaman bakal seluk-beluk pacaran, kujalani hari-hariku bareng Meli sekedar peluk dan cium pipi saja. Mungkin melulu ini keberanian yang bisa kulakukan sebagai mula masa pacaran. Hingga pada sebuah malam (tepatnya malam minggu) sebab keadaan cuaca mendung kuajak Meli untuk mendatangi tempat kostku, dan kebetulan akupun melulu sendiri ditempat itu. Di kamarku kami melulu duduk-duduk mendengar musik dan saling bertukar kisah tentang empiris masing-masing. Entah dari mana keberanian tersebut datang, aku mengupayakan duduk lebih dekat dengan Meli yang pada saat tersebut sedang membolak-balik suatu majalah remaja di atas ranjangku. Lalu dalam suasana hening laksana itu, Melipun kelihatan salah tingkah dan guna menutupinya dia sengaja mengekor irama musik Paint my love-nya Michael Learns to Rock yang sudah mengalun semenjak tadi.

Sejenak kupandangi wajahnya yang ayu dengan kulit muka putih kemerahan, kemudian kuraih dagunya sampai dia berpaling ke wajahku, kukecup keningnya seraya kukatakan “Aku sayang anda Meli”, dia melulu diam dengan mata yang tidak banyak sendu. Ingin rasanya aku menghirup bibirnya laksana pernah kulihat pada film-film barat dan Blue film namun semakin kubayangkan urusan tersebut semakin kencang rasanya detak jantung ini. Dengan tidak banyak berhati-hati kuberanikan diri guna mengecup bibirnya. Meli melulu diam dan tidak banyak memejamkan matanya. Dengan hati yang tidak karuan ini kuciumi hidungnya kemudian perlahan-lahan turun ke bibirnya dan kuhisap pelan-pelan. Tanpa kuduga diapun menjawab lumatan bibirku seraya sedikit bergeser dan mendekap diriku. Sungguh nikmat rasanya, rangsangan hebat yang belum pernah kurasakan. Sekian lama kami berpaut bibir, perlahan-lahan kuturunkan kecupanku ke lehernya dan kurebahkan dia sampai tidur telentang. Hingga ketika kutindih Meli mendesah-desah laksana orang kehabisan nafas. Secara reflek pula tanganku menyentuh dua buah bukit kenyal dan langsung kuremas perlahan-lahan.

Udara dingin dan situasi laksana ini membuatku tidak dapat lagi menyangga rangsangan hebat di dalam diri ini, tanganku mulai bergerak unik baju Meli yang dia masukkan ke dalam roknya, kemudian kusingkap sampai terlihat kulit perut yang putih bersih dan pusar yang indah. Kukecup dan kujilati tengah perutnya sampai Meli terengah-engah, dan tanpa kusuruh dia langsung membuka bajunya sendiri. Begitu terpana aku dengan pemandangan asing laksana ini, dua buah bukit yang ditutupi BH tipis membuatku terdiam sejumlah saat, namun Meli yang telah terangsang hebat nampaknya mulai menyerangku dengan mendekap dan menciumku serta perlahan-lahan melepas satu persatu kancing bajuku. Setelah bajuku dicopot lalu dia mulai mengecup dadaku dan menjilat perutku yang ditumbuhi bulu-bulu halus dialurnya. Kenikmatan spektakuler yang tak pernah kualami sampai penisku yang semenjak tadi mengeras rasanya sudah lembab oleh keringat dingin kenikmatan.

Perlahan-lahan kuraih wajahnya dan langsung kulumat bibirnya, permainan lidahpun tidak banyak demi tidak banyak mulai kujalani dengan agak kaku. Kemudian kupeluk dirinya seraya tanganku melepas kait BH yang menutupi dua buah bukit kembarnya. Setelah suasana kami telanjang unsur atasnya, laksana hilang kesadaran langsung kuciumi daging kenyal yang ujungnya tidak banyak kemerah-merahan itu, dan penisku juga kugesek-gesekkan pada perangkat kelaminnya yang masih terhalangi rok. Biarpun kami tidak membuka celana kami setiap tapi gesekan tersebut membuat pelukan kami semakin menguat dan akupun semakin tak dapat menahan diriku lagi, hingga sejumlah saat lantas cairan sperma terbit membasahi celana dalamku dan dalam sekejap terhirup bau sperma. Melipun tampaknya tahu akan urusan tersebut dan Iapun tersenyum, katanya sih.. laksana bau wewangian bayclean (cairan pemutih kain). Melipun menampik tawaranku guna memuaskan dirinya, supaya kami sama-sama puas. Mungkin sebab malu dan memandang kejadian ini melulu reflek belaka. Setelah dia kuantarkan pulang, akupun mulai menginginkan kejadian yang baru saja kualami, dan akupun beranggapan begitu cepatnya aku klimaks melulu karena gesekan saja. mungkin pun karena urusan ini ialah kesatu sekali aku melakukannya.

Setelah masa liburannya habis, lantas dia pamit padaku dan kembali kembali ke kota asalnya M. Kenangan manis tersebut membuat kami tidak jarang kali diliputi rasa rindu, Interlokal, surat-menyurat ialah obat untuk kerinduan kami. Perkenalan dengan orang tuanya juga semakin menciptakan hatiku yakin bakal memilikinya, begitu pun dengan Meli orang tuaku pun sudah kuperkenalkan padanya. Pada saat tersebut kurasakan tiada halangan lagi untuk kami guna menyatu seutuhnya. Hingga suatu ketika musibah tersebut datang, Meli meninggal dunia sesudah sebulan aku diwisuda guna program D3. Sungguh pilu hatiku ketika itu, kepergiannya yang tak terduga sudah meninggalkan kenangan estetis semenjak dia menjalani masa-masa estetis denganku. Sudah 6 bulan selesai hingga ketika sekarang kutuliskan kisahku, masih terbayang kesan-kesan manis yang kujalani bareng Meli. Maafkan aku Meli, semoga anda tenang dialam sana.

Post Terkait