Cerita dewasa

ABG Minta Diajarin Brutal Seks

Cerita dewasa – Chandra terlihat kesal, anak abg yg baru saja lulus dari bangku sma itu tidak diperbolehkan meninggalkan rumah. Remaja 20 tahun itu disuruh menjaga rumah oleh keluarganya, tentu Chandra sangat kecewa, keluarganya akan pergi ke rumah saudara diluar kota.

“Ma, kok Chandra gak boleh ikut sih?”,

“udahhh, kamu jagain rumah aja, cuman mau ngucapin selamat aja sama sodara kita, mereka baru saja menempati rumah baru”,

“tp kan ma…”,

Baca Juga: Pembantu Ku Jago Memijit Sampai Crot

“udah, kamu jaga rumah, kita pulang besok pagi”,

“aduh, tp ma…” udah, kamu main sama temenmu aja sana…”. Chandra kini ditinggal keluarganya pergi keluar kota.

Kini remaja 20 tahun itu bingung harus melakukan apa. Entah dari mana ia mempunyai ide untuk mendatangkan cewek panggilan, alias cabe cabean.
Segera ia mengambil handponya dikamar, ia sudah menyimpan pin bb seorang cewek yg katanya suka sih cabe cabean. Nama cewek itu Lusi, Chandra cukup heran kenapa cewek yg foto bbnya itu tampak sangat cantik dibilang cabe cabean.

Segera Chandra menghubunginya lewat bbm, dan ia tampak makin terkejut, karena Lusi membalasnya dgn cepat.

“Chandra datang aja ke jalan ********, aku tunggu yaach” Suara Lusi tampak membuat Chandra jadi gembira, voice chat itu jadi petunjuk jalan untuk menemui Lusi.
Segera Chandra mengambil uang simpanannya, memakai pakaian favoritnya, lalu segera berangkat ketempat Lusi dgn motornya.

Setelah 15 menit perjalanan, Chandra sampai disebuah tempat kost yg memang tampak seperti tempat kumpul kebo. Ia melihat Lusi sudah ada didepan kost itu. Chandra segera memarkir motornya lalu mendekat. Lusi tampak cantik sekali, dgn tanktop hijau dan hotpants, Chandra tdk dapat berkata kata saat menghampiri cewek yg memiliki buah dada montok itu.

“Chandra yaach? Oiii, kok diem aja?”,

“eeh…anu…itu…iya..kenalin saya Chandra” Chandra menjulurkan tangannya, namun balasan yg diberikan Lusi bukan dgn salaman, namun langsung mencium pipi Chandra, tampak Chandra jadi malu.

“Aduh, belum apa apa kok udah main cium aja sih, hehe”,

“Kamu ganteng sih, huh, gemes…” Lusi mencubit pipi Chandra, entah karena memang Chandra itu ganteng, atau karena ia membawa motor Satria itu.

“Lusi, kamu…”,

“Udah, ayo kita jalan jalan dulu ya…” Lusi langsung merapat ketubuh Chandra.

“eh…iya deh, mau kemana nih?”,

“Udaah, berangkat dulu aja yach” Lalu Chandra kembali kemotornya, namun kini ia merasa Lusi yg duduk dibelakang memeluk erat tubuhnya, punggungnya serasa ditekan tekan benda kenyal.
Chandra hanya bisa tersenyum, lalu segera pergi.

“Ganteeng, kita ketaman kota aja ya, jalan jalan, hehe”,

“oooh, iya deh, yuk” Chandra mempercepat laju motornya, tentu untuk merasakan kenikmatan lebih dari pelukan Lusi.

Beberapa menit kemudian mereka sampai ditaman kota, Chandra segera ditarik cabe cabean itu untuk jalan jalan ditaman kota.

“Waah, rame yaa”,

“iya, Lusi, kamu masih sma apa udah…”,

“Aku masih sma kok, eh sini… foto dulu yuk” Lalu Chandra mulai asyik berfoto selfie bersama cewek montok itu.

Kemudian Mereka lanjut berjalan jalan sambil bercakap cakap. Setengah jam kemudian, Lusi mengajak Chandra untuk masuk ke mall didekat taman kota.

“Bas, kamu kok ganteng banget sih, kita ke mall itu ya, nanti foto bareng difotobooth situ”,

“hehe, iya, terserah kamu mau kemana” Chandra menurut saja, bagaimana ia bisa menolak permintaan cewek montok yg terus merangkul tangan kirinya itu.

Bukannya kefotobooth, Lusi malah asyik membeli beberapa kaos dan pakaian wanita, tentu Chandra membiarkannya, karena ia sudah mengantisipasi hal ini, ia juga sudah membawa uang simpanannya. Lusi sempat mencoba memakai beberapa baju yg ia beli,

“Bas, gimana? Pas gak?”,

“wah, pantes banget, kamu jadi makin cantik loh”,

“hehe, makasih ganteeng, cup” Lagi lagi cewek itu mencium Chandra.

Chandra tentu saja merasa pengorbanannya membayar semua belanjaan cabe cabean itu sudah pantas, sesuai apa yg Lusi berikan padanya. Setelah puas berbelanja, Lusi mengajak Chandra pulang.

“ayuk pulang Bas, nanti aku kasih hadiah dikost, hehe” Dalam hati Chandra merasa menang besar, tampak ia berusaha menahan diri agar tdk terangsang ucapan cewek centil itu.

Segera Chandra mengantar pulang Lusi menuju kostnya.

“Ayo ganteeng, sini sini, masuk masuk..” Saat tiba dikostnya, Chandra segera diajak masuk kekamar kost Lusi.

Chandra sudah tdk tahan ingin bercinta dgn cewek montok itu. Lusi membereskan belanjaannya, kemudian duduk layaknya model untuk menarik perhatian Chandra.

“Ganteeng, sini doong”,

“Chandra perlahan mendekati cabe cabean itu,

“Ada apa cantik?”,

“Makasih yaa udah beliin aku baju baju yg bagus”,

“Iya, apa sih yg gak buat kam…mmm” Belum selesai bicara, Lusi sudah mencium Chandra.
Tanpa perlu dikomando mereka sudah asyik mengadu lidah mereka, juga asyik menikmati ciuman mesrah itu.

“mmmmm…cup…mmm..slruuup…mmm…Bas…mmm…kamu hebat deh…”,

“iya dong…mmm…slruup…kamu cantik sih..mm”. Chandra terus mencium cewek cantik itu, ia juga merobohkan tubuh mulusi itu, lalu tangannya mulai meremas buah dada montok Lusi.

“mmm…aaahn…mmm…nakal kamu ya…mmm…kurang kenceng remesannya…mmm” Chandra makin menjadi, tangannya kini menarik tanktop Lusi keatas, Lusi yg tdk memakai bh itu kini buah dada montoknya sudah diremas langsung oleh tangan jahil Chandra.

“mmm…cup…mmm..aaah…mantep bas…uuh…cup…mmm…” Chandra kemudian menghentikan ciumannya, lalu berpindah menjilati Puting merah muda Lusi, Cabe cabean itu terlihat menggigit bibirnya merasakan kenikmatan itu,

“mmmmm…pentilmu imut banget, mmm…” Chandra menggigit kecil puting yg mengeras itu,

“aaah…nakal kamu…hehe…hiih…belum ada yg gigit putingku…mmmm…kamu memang hebat” Chandra menyedot puting itu, meski tak keluar air susunya, Chandra sudah bahagia sekali.

“mm…oooh nikmat banget sih, tubuhmu seindah pesonamu Lusi…mmm”.

“gantian dong ganteeng, sini sini, aku udah pengen ngulum k0ntolmu…” Celana Chandra lalu dibuka, segera k0ntol remaja itu kini mulai dikocok oleh Lusi.

“uuuh, besar juga k0ntolmu Bas,hehe…oommm” Lusi suda menelan kepala k0ntol Chandra dimulutnya, segera kepalanya bergerak naik turun mengulum k0ntol itu, tampak Chandra merem melek merasakan kenikmatan luar biasa.

“mmmmm..mm..mmm..mmm.srluup..mmm” Gerakan cepat Lusi mengulum k0ntol itu membuat Chandra tdk tahan.

Creet Creet Creeeettt, Chandra membanjiri mulut cewek cantik itu dgn spermanya.

“slruuuup…mmm…sedap banget bas, gak tahan nih, lepas pakaianmu ganteeng”. Segera Chandra melepas pakaiannya, lalu remaja itu melihat Lusi perlahan melepas hotpantsnya, bukan main senangnya Chandra, k0ntolnya langsung berdiri lagi saat Chandra melihat Lusi membuka selangkangannya memamerkan meqi basahnya yg terlihat menggairahkan. “Aduh cantiiik, meqimuu..aduh gemes, hmmm… sini biar aku sedot…”,

“haus ya? Kamu… auuuh…” Kepala Chandra sudah ada diselangkangan cabe cabean itu, ia sudah asyik menjilati bibir meqi Lusi, lalu ia juga mulai memasukkan dua jarinya kedalam lubang kenikmatan itu.

Gerakan Jari Chandra mengobok obok meqi basah itu membuat Lusi mendesah keras.
“aaah…aaah…mmmf…uuh….geli bas…aaah” Chandra makin nakal, ia memasukan lidahnya dan berputar putar menjilati dinding dalam meqi harum itu, Chandra juga menyedot air yg keluar dari lubang senggama itu.

”uuuhf…sedot semuanya bas….mmmf…aaahn” Setelah puas menikmati air kewanitaan Lusi, Chandra memegang k0ntolnya dan bersiap melesat masuk untuk mencetak goal.
Namun Lusi menghentikannya.

“Pake ini dulu ganteeng” Lusi membawa sebuah kondom ditangannya, lalu ia pasangkan kek0ntol Chandra.

“nah, gini baru aman, yuuk sini sayaang” Lusi kembali membuka selangkangannya, Meqinya yg tampak terbuka itu membuat Chandra sudah tdk sabar lagi.

Segera Remaja itu dgn cepat merayap keatas tubuh montok Lusi, lalu sleeeb, k0ntolnya yg dibungkus kondom itu sudah masuk dalam meqi Lusi yg terasa masih sempit meski sudah tdk perawan.

“aaaaauhh….k0ntolmu besar banget bas….oooh…mmmf”,

“Tenang aja cantiik, pasti kamu puas deh…” Segera perlahan k0ntol Chandra bergerak maju mundur, dan kenikmatan meqi

Lusi mulai terasa menyelimuti k0ntol Chandra.

“uuuuh, nikmat banget…meqimu masih sempit… uuh” Segera Chandra mempercepat gerakannya, kini Meqi Sempit cabe cabean itu mulai disodok keras k0ntol besar Chandra, Lusi tampak mulai menggelinjang.

“Aaaah..aaah..aaah..uuuh…bas…mmmmf…eih eih eih…oooh…mantep banget…uuuuf”,

“mmmf…iya cantik… aduuh…toketmu jadi bergoyang…sini aku pegangin..oooh” Tangan Chandra segera meraih buah dada montok Lusi, kini benda bundar kenyal itu diremas remas tangan Chandra.

“aaahn…mmmf…uuuh…bas….i love you bas…oooh…mmmf” Chandra makin gembira mendengar desahan indah Lusi.

Layaknya mesin jahit, K0ntol Chandra itu dgn cepat melesat keluar masuk mengoyak meqi cabe cabean itu, Tubuh Lusi makin menggelinjang.

“aaaahn…uuuuh…aaaah…mmm..oooh…sssh..mmmf…Chandra…oooh…cintaku…mmmf”,

”Cantiik…mmmf…aku udah gak kuat..oooh” Creeet creeet, Sperma Chandra tertahan didalam Kondom itu, Setelah itu k0ntol.

Chandra diraih tangan Lusi, kondom itu dilepas, lalu Lusi menyedot isi kondom itu, Lusi terlihat senang sekali menikmati Sperma milik Chandra.

“slruup…mmm…uhug uhug, Pejuhmu banyak banget sih, duh duh, dasar kamu Bas”,

“hehe, maklum, kan yg diewe cewek cantik kayak kamu”,

“Hehe, makasih Chandra ganteeng, Kamu memang yg terbaik, hehe”. Setelah itu mereka segera berpakaian, lalu tampak Chandra sudah ingin pulang.

“Lusi cantik, makasih buat hari ini ya… cup”, Chandra mencium bibir Lusi yg tampak masih kelelahan itu.

“Iya ganteeng, nanti kalau ada kesempatan kita main lagi yach, makaciih” Lalu Chandra segera meninggalkan kostan itu.

Tampak diwajah pemuda itu senyuman kemenangan. Chandra sangat puas sudah meniduri cabe cabean secantik Lusi. Tak rugi ia menghabiskan semua uang tabungannya untuk menikmati tubuh montok Lusi.

Post Terkait